
Nah, kali ini siswa SDIT Alam menjalani pembelajaran bertemakan air. Banya fakta mengejutkan yang ditemukan. Ternyata air di atas bumi ini mengalami siklus atau perputaran. Sehingga hampir dipastikan jumlah air di bumi ini selalu tetap. Artinya, satu saat air yang kita minum suatu saat bisa jadi digunakan mandi oleh kerbau di sungai. Atau, air bekas rendaman cucian karena sudah bersiklus menjadi ice cream yang dipajang di mall.

Berbicara air berlanjut hingga topik cuaca. Tahu nggak kalian, ternyata yang membuat perubahan cauca itu salah satunya disebabkan oleh adanya kegiatan awan. Sungguh mengejutkan, awan itu sendiri adalah air yang berujud gas dan kristal es yang mengambang di udara. Secara umum kita kenal ada 3 jenis awan. Ada awan Cirrus. Nah, jika banyak awan cirrus pertanda cuaca akan cerah. Awan ini berada paling tinggi.
Siswa-siswi mencari mana awan cirrus. Mm. .mmh . . langit membiru. Cerah. Pastilah awan cirrus akan berarak melukis langit.

Nah, yang kedua adalah awan Cumulus. Awan ini berbentuk seperti bunga kol. Berwarna putih. Ketinggiannya berada di bawah cirrus.
Yang ketiga, awan Stratus. Awan ini yang paling berperan mendatangkan hujan. Paling rendah, dengan warna kelabu. Begitu banyak angin bertiup siap-siap menerima jatuhnya titik-titik air.
















Kegiatan ini dimulai Senin, 28 Desember 2009 berakhir hari Selasanya. Dengan format training 1 hari full outdoor dan 1 malam indoor. Untuk indoor diisi dengan training ESQ dari Sinergi. Untuk outboundnya siapa lagi kalo bukan masternya. Ust. Irman dan P and U nya dengan penuh semangat membersamai ustadz/ah.
Hari pertama diisi dengan Fun Games. Ada banyak permainan yang disuguhkan. Pak Trisno selaku salah satu mudarib/training menegaskan tentang bagaimana penegakan sistem. Di dalamnya masuk tentang kedisiplinan waktu, komunikasi, dan inisiatif. Pak Dhuhri memberikan insight terkait dengan guru harus berjiwa pembelajar. Sedangkan Ust. Irman menekankan pada sikap mental kejujuran dan tanggung jawab serta bagaimana jaminan proses estafet konsep antar generasi bisa mulus dengan meminimalkan miskonsepsi bahkan ahistoris.




