Sunday, June 26, 2011

Tour 150 mdpl Puncak Kahyangan

Sudah menjadi acara penghujung akhir tahun ajaran, Pelepasan siswa kelas VI kali ini dilaksanakan di daerah -orang menyebutnya- Kahyangan atau Kayangan. Ini bukan tempat ilusi nan fiksi seperti di cerita-cerita. Mungkin orang memberinya nama terinspirasi dengan nama Kayangan di cerita-cerita itu. Lokasinya di sebelah timur pantai Parangtritis Bantul Jogja. Atau tepatnya di atas pantai Parangendog.  Setelah sholat Maghrib dijama' dengan sholat 'Isya, seluruh peserta yang berjumlah sekitar 60 orang yang terdiri dari siswa, ustadz-ustadzah dan karyawan menuju pantai Parangtritis.

Sebelum jalan ngisi perut dulu. Sebab untuk menuju lokasi bermalam nanti akan ditempuh dengan jalan kaki. Peserta secara berkelompok berbagi makanan. Setelah cukup, ust. Budi langsung memberikan pengantar terkait kegiatan malam itu. Siswa diingatkan kembali tentang perjalanan hidupnya dari ketiadaannya dulu hingga kini ada. Menjalani hidup ini persis seperti saat kita menempuh sebuah perjalanan. Penuh lika-liku. Terkadang harus berhenti, terkadang harus berjalan cepat. Terkadang harus belok, bahkan terkadang harus mundur lagi.


Setelah tujuan dan niat diluruskan, berlanjut dengan pemanasan untuk melemaskan dan mengkondisikan sendi. Supaya saat jalan menjadi lentur dan gak terjadi kram. Rute jalan menuju atah timur menyusuri pasir pantai. Mendekati sebuah kumpulan rumah yang di depannya dilintasi sungai, rombongan memotong melewati sebuah jembatan kecil bambu. Masuklah ke sebuah ladang yang masih dipenuhi pasir. Jadinya pas jalan cukup berat. Habisnya, benaman pasir cukup membutuhkan energi tuk nyabut. Begitu dataran pasir habis, tanah mulai padat. Ketemulah dengan sebuah jalan kecil. Pertama sempat ambil kanan. Setelah lama menyusuri, loh kok ketemu laut lagi. trus di atasnya ada sebuah bangunan seperti makam atau petilasan. Tapi kok banyak lampunya. Setelah tanya sana kemari ternyata ambil jalannya salah. Kita berada di depan atau dibawahnya hotel Queen of The South. Jalan harus balik lagi. Pada ngeluh tapi jalan harus tetep dilakukan.

Sesekali ya boleh deh istirahat. Perasaan tanjakan ini gak ada ujungnya. 45 derajat lagi miringnya. Banyakin minum, sesekali ada juga yang merinding mengamati pepohonan di kegelapan kanan dan kiri. Tapi, gak usah takut, kita kan rame-rame, apalagi ditambaha lagi A'udzubillahi minasysyaitonirrojiim, udah deh siapa sih yang mampu melaawan saat Allah dah lindungi. Perjalanan berlanjut, naik sampai menemukan jalan aspal. Jalan utama menuju lokasi.

Alhamdulillah jalan aspal sudah ketemu. Berarti tinggal dikit lagi sampe deh. Namun, meski ntar lagi sampe, jalan yang dilewati tidaklah datar. Justru menanjak ekstrim. Ada yang lebih dari 50 derajat, jadinya hampir tegak. Wah perlu tenaga ekstra untuk mendorongnya. Apalagi tentengan juga gak ringan nih.

Rupanya, untuk jalan menanjak terus isi perut langsung kosong. Laper menyerang. Udah deh, sebelum sampe lokasi memang transit dulu di rumahnya Pak Kartono. Karena ustadzah-ustadzah yang bawa bayi mau nginep di rumah ini. Kasian bayinya kalo juga bobok di alam. Alhamdulillah, pak Kartono nyediain mie instan. Akhirnya langsung pada rebutan pesen demi mengisi perut yang udah keroncongan.

Emang gak rugi deh, udah kesel-kesel jalan najak nanpenuh keringat. Bau lagi, di plokasi kita disuguhi dengan pemandangan yang Subhanalloh indahnya. Di depan pemandangan pantai Parangtritis berikut bangunan warung dan losmennya. Semua peserta sudah ambil lokasi. Untuk laki-laki di bagian selatan landasan. Perempuan bagian utara. Udara yang dingin mengharuskan untuk memastikan tidak ada anggota badan yang terbuka, karena angin bisa mengusik dengan tusukan dinginnya sampe tulang.

Nah, gini nih pemandangan dari atas landasan Kayangan kalo pagi hari. Di ujung sana garis pantai selatan begitu jelasnya. Pagi hari saatnya puncak acara Pelepasan. Setiap siswa mengutarakan kesan selama menjadi siswa di sdit Alam Nurul Islam. Dari kesan, emmang sangat bervariasi mulai dari yang lucu hingga bikin dikit jengkel deh. Pesannya, rata-rata menginginkan supaya SDIt Alam kembali lagi seperti dulu. Banyak pohon, rindang, adem jadinya kesan alam menempel kuat. Sungguh sebuah momen yang cukup membekas. Ustadz-ustadzah pasti sangat mengharuskan, segala nilai, nasehat yang telah didapatkan selama di SDIT Alam bukan terus luntur dan yak berbekas manakala sudah lepas dari SDIT Alam. Tapi justru harus terpatri kuat bahkan mampu mempengaruhi temen baru di sekolah yang baru nanti.

Wednesday, June 22, 2011

Agenda Penghujung Tahun Ajaran

Di penghujung tahun ajaran sudah biasa penuh dengan acara. Baik siswa maupun ustadz/ah dijamin super sibuk. Setelah ujian kenaikan kelas langsung beruntun disusul dengan Lomba Pustaka. Banyak banget cabang lombanya. Ada Pemilihan raja dan ratu buku 2010 - 2011, membaca cepat, membuat hiasan dinding perpustakaan, menyampul buku, menceritakan pengalaman, baca puisi, menulis, story telling, pildacil. Trus ditutup dengan kegiatan Jumpa penulis dan Bazar Buku. Untuk Raja Tahun ini dipegang oleh mas Farhan kelas 5B sedangkan Ratunya dipegang oleh mbak Rosyidah kelas 5C.

Nah, setelah Lomba Pustaka usai, langsung disusul dengan kegiatan Mukhayyam atawa berkemah. Seperti semester ganjil lalu, mukhayyam dilaksanakan untuk kelas 3 sampai 5 dimulai pagi dan berakhir pagi hari. Jika tahun lalu ada Olimpiade Pandu, mukhayyam kali ini diganti dengan lomba Proyek Pandu. Untuk regu putra membuat layang-layang sedangkan regu putri membuat keset dari kain bekas.


Siangnya, ada kegiatan mencari jejak. Aturan mainnya, setiap kelompok diberi rute jalur sendiri-sendiri. Ada 2 jalur yang berlawanan, sehingga sangat mungkin 2 regu berpapasan. Nah, saat berpapasan dua regu itu dipersilahkan saling menantang untuk memberikan pertanyaan. Bagi yang bisa menjawab akan mendapatkan tanda peserta lawannya. Bagi yang mengumpulkan paling banyak tanda peserta regu itulah yang paling menang.


Malam harinya sudah menjadi kegiatan tahunan, Pengembalian Siswa Kelas VI kepada Wali Siswa serta Pentas Seni Akhir Tahun Ajaran. Banyak sekali kelas yang menampilkan unjuk seninya. Untuk kali ini panitia sengaja mengadakan seleksi dulu sehingga tidak semua kelas bisa menampilkan unjuk kebolehannya. Diantara kelas yang lolos, kelas 2A dengan musik alat bekasnya, 2B dengan orgen tunggalnya, 4 dengan video klip lagu, 5C dengan gerak dan lagunya, 5B juga sama, selain itu kelas 6 dan ada juga tamu dari Salyo.

Liat tuh pules banget tidurnya. Meski sudah masuk kemarau yang artinya saat malam hawanya sangat dingin, tapi semua peserta pada nyenyak tidur. Hingga menjelang subuh bangun untuk berjama'ah sholat tahajud. Semua peserta dibangunkan satu per satu. Alhamdulillah, gak sulit-sulit amat bangunnya. Setelah pada ambil air wudlu langsung menuju di GOR. Di sana ustadz Budi sudah menunggu memimpin sholat Tahajud.


Setelah sholat Shubuh seluruh peserta melakukan packing dan bersih tenda. Mengemasi barang-barang bawaan karena sudah menjadi kebiasaan setelah Mukhayyam banyak barang tertinggal karena lupa terbawa.

Thursday, June 2, 2011

Ular Phyton Nyasar di SalYo

Hari Rabu kemarin ada kejadian yang heboh banget. banyak anak berkerumun di depan kantor ustadz. "Eh, ada apaan yach?"
Setelah didekati, loh anak-anaknya kok pada menjauh. Tapi juga trus mendekat lagi. Wah, bikin penasan aja nich. Coba ah mendekat.

Hah, Masya Allah ! Ada ular gede banget. pantesan pada takut, tapi juga pingin liat mendekat. Ustadz Irman dari mana ularnya tu? Punyanya ustadz ya ? Ternyata itu bukan milik ustadz Irman. Ular yang berjenis Phyton itu hari Senin ditemukan di SalYo (SMPIT Alam Nurul Islam). Rupanya ular itu lapar trus sepertinya baru cari mangsa ayam. Karena di sekitar SalYo emang banyak ayam. Saat ditemukan, ular itu sedang bergelayutan di atas pohon belakang kelas kayu.

Ular itu berjenis Phyton, panjangnya kurang lebih 5 meter. Ular ini senjatanya bukan gigitan tapi lilitan. Lilitannya bisa meremukkan tulang orang dewasa sekalipun. Jadi kalau pas dililit jangan malah panik, lemes dan santai jadinya ular tidak menyerang. Gitu dech terang ustadz Irman. Mau liat ularnya? Dateng aja deh ke SalYo

Sunday, May 15, 2011

dari Pelatihan Komunikasi Edukatif & Mewaspadai Negative Learning

Ahad 15 Mei 2011, yayasan Nurul Islam menyelenggarakan Pelatihan dan Launching Buku. Pelatihan yang mengangkat topik terkait dengan fenomena Negative Learning. Apaan sih? Apa masih sodara dengan Negative Thinking ya? Hus, jangan ngaco ah. Mau tahu seluk beluknya? Beli aja bukunya, gini loh covernya.

Murah kok, kalo promonya sih sebuku Rp. 21.000. Oke deh, di pelatihan itu mengundang seluruh wali siswa dari mulai Kelompok Bermain sampai SMPIT Alam Nurul Islam. Juga terundang dari berbagai instansi dan perorangan yang berminat di dunia pendidikan anak. Di awal acara begitu dibuka, ketua yayasan Nurul Islam memberikan sambutan terkait dengan isi pelatihan itu.

Setelah sambutan, sebentar ada selingan hiburan yang ditampilkan siswa-siswa SMPIT Alam Nurul Islam. Mereka unjuk seni musik dengan gitar dan nyanyian, lagu Insya Allah-nya Maher Zain ditampilkan secara unplugged.

Pelatihan dibagi menjadi 2 sesi. Ternyata Pak Ery Masruri memberdayakan anggota keluarganya. Istri dan anaknya. Sesi pertama sebagai pemateri adalah istri Pak Ery yaitu bu Siti Mardiyah. Bu Diyah mengupas dan merefleksi kembali terkait dengan energi Cinta. Cinta yang alamiah muncul dari seorang ibu yang melahirkan anaknya. Betapa dengan penuh susah payah semenjak hamil disusul perjuangan melahirkan antara hidup dan mati ditempuh detik demi detik. Berlanjut menyusui, membesarkan dan mendidik. Energi apa yang mampu memback up itu semua. Tidak lain tidak bukan itulah Cinta. Oleh karena itu, suburkan selalu Cinta. Selalu ekspresikan, jangan menjadi sesuatu yang cukup dimaklumi. Harus selalu diungkapkan dengan berbagai bahasa dan kemasan. Sehingga Cinta akan selalu mengawal dalam setiap detik dan jengkal kehidupan. Materi diiringi slide dan potongan film yang dioperasikan putrinya yang ketiga, Zulfa.

Sedangkan Pak Ery mengawali sesinya dengan mengeksplor para hadirin terkait dengan tujuan berkeluarga. Jika di instansi pekerjaan dibiasakan dengan perencanaan untuk menuju tujuan, apakah keluarga sudah mempunyai rencana kedepan menyangkut apapun. Income, tempat tinggal (bagi yang belum punya), pendidikan, dan lain-lain. Ternyata dari hadirin yang hadir boleh dibilang segelintir saja yang sudah pernah melakukan perencanaan. Lalu, pak Ery menyinggung terkait dengan mimpi atau hal yang paling ideal yang ingin dicapai keluarga. Sudah pasti setiap keluarga akan mengharapkan kebaikan. Kondisi yang lebih baik. Itu sudah pasti tak terbantahkan. Namun, giliran ditanya, apakah mimpi itu udah dibawa dalam bentuk praktis dengan wujud berupa usaha dan rencana untuk menuju kesana belum? Hampir mayoritas mengakui belum. Mimpi selain butuh usaha yang nyata masih butuh energi yang besar dan sanggup menggerakkan dengan waktu yang lama. Energi itu adalah CINTA. Kemudian hadirin diminta untuk mengekspresikan dengan berpasangan.

Terbukti, banyak hadirin masih malu-malu untuk mengekspesikan cinta. Apalagi bapak-bapak. Cuma senyam-senyum aja. Nah, Cinta akan menjadi energi yang dahsyat untuk melakukan perubahan. Ya itu tadi, berubah menuju mimpi yang sudah menjadi cita-cita bersama keluarga. Tanpa cinta ini, di perjalanan menuju mimpi bersama itu akan dijumpai banyak sandungan. Seorang Ayah akan mengira bahwa dengan marah itu adalah usaha untuk memperbaiki anak agar sesuai dengan mimpi yang diharapkan. Padahal yang dirasakan anak justru berbalik 180 derajat. Anak bukannya menjadi baik sesuai yang dimaksud si Ayah itu, tapi justru ia sedang belajar menjadi seorang yang pemarah, berkata kasar dan bahkan merendahkan. Itulah fenomena Negative Learning itu muncul.

Negative Learning (NL) merupakan sebuah interaksi yang akan menyebabkan bertambahnya nilai-nilai negatif dan berkurangnya nilai-nilai positif pada anak. Menurut pak Ery, NL bisa terjadi akibat adanya pengaruh secara Emosional dan Pemikiran yang Linier. Interaksi yang melibatkan emosi yang negatif, marah misalnya sebenarnya bukan pesan marahnya yang diserap tapi gaya marah dan berbagai nilai negatif yang terucap saat seseorang sedang marah. Sedangkan Pemikiran yang Liniear maksudnya adalah, terkadang sesorang menganggap bahwa komunikasi yang disampaikan kepada anak tidak mempertimbangkan aspek atau nilai lain. Padahal boleh jadi anak akan menangkap kesan lain dari sebuah pesan yang disampaikan. Sifat NL itu bisa terjadi secara tersamar (silent process), berlangsung dimana saja dan kapanpun (flexible) dan efeknya baru bisa terlihat setelah beberapa waktu lamanya (accumulative). NL bisa terjadi karena Interksi karakter langsung antar individu, Mass Media ataupun Aturan/Tradisi. Ada sebuah rumusan untuk menangkal NL ini. Rumus itu disebut RAC. R adalah Respon yang diberikan kepada anak atas sebuah fenomena, A adalah Action yaitu fenomena perbuatan yang dilakukan anak dan C adalah Character yaitu karakter baru yang timbul. Rumusnya RxA=C. Mirip operasi Perkalian. Jika R negatif dan A negatif maka C yang timbul adalah positif. Jika R positif dan A positif maka C yang timbul positif. Jika R negatif dan A positif maka C yang timbul negatif. Jika R positif dan A negatif maka C yang timbul negatif. Misal, anak kita tidak suka meminjamkan mainan (A=negatif) kemudian kita biarkan saja (R=positif)  jadinya anak kita akan berkarakter negatif (C=negatif) menjadi anak yang kikir. Begitu seterusnya. Nah untuk lebih lengkap dan dalamnya beli yach bukunya. . . . .

Friday, May 6, 2011

Do'a Menjelang UASBN

Sebuah tawakal akan lengkap sempurna manakala usaha ikhtiar ditutup dengan permohonan do'a. Termasuk kesuksesan menempuh Ujian Akhir Nasional. SDIT Alam menyelenggarakan momen Do'a bersama. Bersama siswa, orang tua dan ustadz-ustadzah.Acara dibuat informal, setelah sholat Maghrib berjama'ah setiap siswa dan orang tuanya berkumpul duduk berhadapan. Dipastikan setiap siswa bersentuhan dan bertatapan dengan orang tua. Maksudnya, supaya yang selama ini siswa dan orang tuanya belum dekat harus dekat dahulu. Ada juga sih yang masih malu-malu, meski dengan orang tuanya sendiri. Ketahuan nggak akrab ya selama ini ? hihihihi.Ust. Budi memandu dengan kata-kata yang lembut menyentuh hati. Meminta siswa dan orang tua untuk menghadirkan kedekatan di saat itu. Menghadirkan perasaan sangat membutuhkan, memohon kepada Allah Dzat Pengabul segala permohonan.Suasana mulai syahdu. Di sela-sela isak tangis mulai terdengar. Bahkan ada yang mulai sesenggukan, tidak kuasa menahan luapan emosi antara anak dan orang tua. Mereka dituntun untuk benar-benar memohon bantuan agar Allah membuka semua pintu kemudahan. Melancarkan segala urusan dan akhirnya sampai pada tujuan yang diinginkan dengan perasaan tawakal pasrah atas segala ketentuan-Nya.Acara ini adalah salah satu rangkaian kegiatan Supercamp yang digelar untuk mempersiapkan mental mereka dalam menghadapi Ujian Nasional. Malamnya mereka mendapatkan materi penyemangat oleh Ust. Dhuhri Setiawan, trainer Nurul Islam Learning Center. Dini harinya ada tahajud secara berjama'ah dan ditutup dengan outbound di pagi harinya. Mari kita do'akan semoga para siswa kelas 6 mendapatkan harapan dan dimudahkan perjalanan menuju suksesnya.

Monday, May 2, 2011

2 Mei : Hari Pendidikan Nasional

Hari ini 2 Mei 2011, hari Pendidikan Nasional. SDIT Alam memperingatinya dengan acara khusus. Bukan upacara. Meski bukan upacara tapi tidak mengurangi kekhidmatan peringatan Pendidikan Nasional.

Seluruh siswa, dari kelas 1 sampe kelas 6 dikumpulkan di GOR SDIT Alam. Peringatan dilakukan secara lesehan. Alias duduk bersila, kayak nonton wayang aja. Setelah pembukaan yang dibawakan oleh MC kondang, Ust. Bintara, disusul dengan muroja'ah, menghafal kembali al-Qur'an dari surah An-Naba sampe An-Naas. Muroja'ah hafalan dipimpin langsung oleh Ust. Budi Suprayitno dan disimak oleh Ust. Mukhtasar.

Suasana syahdu terdengar alunan Qur'an juz 30. Sembari bagi kelas atas mengulang, memanggil kembali memori hafalan yang dulu pernah diukir dari kelas 1. Tiga puluh menit berlalu, acara berlanjut dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Disusul lagu Satu Nusa Satu Bangsa, Hymne Guru. Diakhiri dengan lagu penyemangat Bingkai Kehidupan-nya ShouHar (Shoutul Harokah). Suasana memanas terbakar dentuman lagu yang menyemangat. Setelah memanas semangat, diteruskan dengan pembagian Doorprize untuk siswa. Syaratnya, siswa harus bercerita tentang pengalaman menariknya selama di SDIT Alam Nurul Islam.

Waduh, ternyata banyak juga yang pingin sharing pengalaman menariknya. Padahal doorprize-nya cuman ada 10 nih. Terpaksa deh Ust. Bintara harus menyeleksi 10 terbaik cerita menarik. Setelah selesai doorprize, diadakan peluncuran perdana buletin SDIT Alam Nurul Islam. Judulnya "AKU SIP". SIP kependekan dari Sholih, Ilmuwan, Pemimpin. Di buletin ini siapapun bisa berpartisipasi mengirimkan tulisannya. Bagi yang ditayangkan akan mendapat imbalan atas karya tulisnya.

Setelah launching buletin, dilanjut dengan acara pengumuman penghargaan bagi ustadz-ustadzah berprestasi. Yang ditunjukkan dengan karya alat peraga. Banyak karya yang terkumpul. Ada berupa kartu mainan kwartet, domino, ular tangga, dan lain-lain. Ada juga miniatur rumah yang berinstalasi listrik paralel dan seri.

Selanjutnya, Ust. Yunarko tampil dengan karya puisinya menyambut hari Pendidikan Nasional. Mau tahu gimana puisinya? Simak nih :

Judul : Puisi Guru

Sampai kemudian aku tiba di puncak sebuah bukit

Satu kokoh bangunan bertatakan batu bata merah semerah darah

Darah dalam jiwaku, ada satu sosok di sana

Aku tidak bisa menatap wajahnya

Tetapi dengan seksama aku dengarkan kata-katanya

Nama asliku di kampung Santoso Budi Yunarko disingkat SBY

Teman-teman memanggilku Yunarko

Statusku GTT, bentar lagi GTY terakhir GTS Getas

Didunia sastra gelarku Megokolosubianto

Anak-anak buahku memanggilku mas Narko

Ketika naik karier kumasukkan unsur agamis menjadi Yusuf Narko Budiyono

Para rekan memanggilku Koko

Aku siap maju perang

Apapun jenis pertarungannya

Mau melawan kebodohan murid, kemalasan murid, pertengkaran murid, aku siap

Silahkan menggelar brontoyudo, yudoyono, wiroyudo, yudokolo, bowoyudo, ataupun megoyono

dan aku deklarasikan hari ini

Sekolahku bernama Sekolahku Islam Terpadu

Aku minta sekarelawan untuk mengucapkan bersama-sama dalam deklarasiku pada malam hari ini,

kata sosok di puncak bukit itu, Sekolahku Islam Terpadu

Seluruh mekanisme dan keputusan Pemerintahan Dinas dan Yayasan harus menuju pencapaian Sekolahku Islam Terpadu

Bersama-sama para jajaran Pemerintahan Kabupaten, UPT, Dinas Dikpora, KKG Gamping, Korcam, kita canangkan keputusan ini untuk satu tujuan Sekolahku Islam Terpadu

Ini bukan masalah persidennya siapa dan wakilnya siapa, juga tidakpenting apabila mengurus persiden, bambung melarat, kyai, artis, jendral petak asalkan mengetahui bahwa Sekolahku Islam Terpadu

Siapapun saja yang mengetahui tanah air ini, siapapun yang datang dari luar negeri, mau Sindo, bapaknya Sindo, Mbokne Sindo, Mbahne Sindo, tetapi jika masuk sekolahan ini maka kunyatakan ideologi dasarku Sekolahku Islam Terpadu

Silahkan berbicara tentang partai, mau PDI, Golkar, PAN, PKS, P3, GPK, PKK, Ibu-ibu Darma Wanita, silahkan daftarkan anak-anakmu kesini, mau anak juragan tanah, anak pejabat, anak pengusaha, anak tukang bubur, anak preman, anak kyai, anak TNI, anak Tani, Anak pungut, Anak jadi-jadian silahkan masuk tapi kun fayakun sekolahku cuma satu adalah Sekolah Islam Terpadu

Mau Dinas tidak mengizinkan, ruangan sempit, guru tidak sarjana pendidikan, jumlah murid kebanyakan, ruangan tidak standar nasional, walaupun gaji sedikit asalkan Kepala Sekolahku tidak pelit

Tapi urusan sekolahku cuma satu dan hanya satu Sekolahku Islam Terpadu

MBR, DBR, DBD, atau silahkan bikin lagi pengawas, penilik, pengunjung, pengikut, dll Lembaga Sayang Masalah, Aktivisme Lembaga Dana Internasional, Majelis Urun Idu disingkat MUI, Komunitas Munafik Liberal silahkan berjoget dipanggung nasional tetapi tidak ada aturan, tidak ada UU, tidak ada rapat, tidak ada surat keputusan kecuali satu tujuan Sekolahku Islam Terpadu

Disahkan secara transparan kas Negara dengan kas Pemerintah, tidak ada Pegawai Negeri yang patuh pada atasan, tidak boleh. Yang ada pegawai Negara yang taat pada UU.

Guru adalah pendidik ilmu sejati, dan Guru tanpa dia dimakamkan di Taman makam pahlawanpun dia sudah seorang Pahlawan.

Tokoh pahlawanku adalah Ki Hajar Dewantoro, ideologiku adalah Manunggaling Kawulo dengan Gusti, guru tidak menghianati murid agar Allah tidak melaknat, Guru taat kepada Allah agar murid tetap soleh dan solihah, Guru mengabdi karena Allah melalui pelayanan kepada murid

Itulah sejatinya Guru yang dibutuhkan oleh murid Sekolahku

Itulah sejatinya Guru yang dibutuhkan oleh murid Sekolahku

Mudah-mudahan akan makin banyak saudara-saudaraku yang siap mati untuk itu
              Yunarko budi, April 2011

Gimana bagus nggak? 2 jempol deh untuk Ust. Yunarko.

Acara ditutup dengan salim siswa dan ustadz-ustadzah. Sebagai ungkapan rasa syukur atas proses pendidikan di negeri ini, semoga pendidikan di negeri ini mampu bangkit dan melahirkan sosok pemimpin penerus bangsa dan negara Indonesia tercinta. Amin.

Thursday, April 28, 2011

Outing kelas IV : Lapas Kelas IIB Sleman dan Gunung Purba

Memasuki jadwal outing di akhir semester Genap ini, kelas IV melaksanakan Outing dengan tujuan Lapas (Lembaga Pemasyarakatan) Kelas II B Sleman dan Gunung Purba di Nglanggran Gunung Kidul. Dua obyek itu dikunjungi untuk memperdalam pembelajaran IPS tentang penyakit sosial masyarakat dan pembelajaran IPA terkait materi Perubahan Kenampakan Alam.

Lapas ini terletak di wilayah kecamatan Mlati Sleman. Tepatnya 1 km sebelah barat kantor kecamatan Mlati. Meski terlihat kecil namun penghuni Lapas ini cukup banyak. Ada sekitar 422 orang, baik berupa tahanan maupun Napi atau Nara Pidana. Wah apa beda tahanana dan napi tuh? Kalo tahanan tuh, sudah dinyatakan salah namun belum divonis pengadilan. Nah, kalo napi itu sudah divonis sama pengadilan.

Setiap siswa masuk satu per satu. Bagi yang membawa alat komunikasi berupa HP ditinggal di tempat jaga demi keamanan kata petugas sekuriti. Kami menuju aula untuk mendapatkan penjelasan tentang keberadaan Lapas ini.

Di aula sudah ada Pak Syukron dan Pak Margo yang sudah siap untuk menjelaskan tentang seluk beluk keberadaan Lapas. Lapas kelas IIB Sleman ini beroperasi sejak tahun 2004. Waktu mulanya baru berupa Rutan atau Rumah Tahanan saja. Tapi karena penghuninya bertambah hingga ratusan, jadilah diubah menjadi Lapas.

Pak Syukron menjelaskan, warga Lapas ini adalah bukan orang-orang yang jahat. Namun, karena suatu hal, khilaf, kepepet, salah pergaulan, jadilah mereka menjadi pelanggar aturan hukum. Mereka semua disini bertujuan untuk mengikuti program pembinaan. Baik pembinaan secara mental agama maupun berupa pembinaan ketrampilan. Pembinaan mental agama agar mereka lebih paham dan diingatkan mana perilaku yang salah dan benar. Sedangkan ketrampilan ditujukan agar setelah masa huni di Lapas selesai, mereka mempunyai bekal untuk hidup lebih mandiri. Bisa dilihat beberapa karya buatan penghuni Lapas. Seperti kursi, pot hias, pigura dan lain-lain. Pelanggaran yang dilakukan para penghuni Lapas beraneka ragam. Ada pencurian, penipuan, pembunuhan dan Narkoba. Paling muda penghuninya berumur 14 tahun karena melakukan pencurian di sekolahnya.

Sesi tanya jawab dimulai. Ternyata banyak yang antusias bertanya. Ada yang bertanya tentang Ada gak penghuni Lapas yang meninggal, meninggalnya kenapa, paling muda dan paling tua umurnya berapa, jumlahnya berapa, laki-lakinya berapa, perempuannya berapa, paling banyak agamanya apa, seragamnya apa. Sampai pak Syukron dan pak Margo kewalahan dalam menjawabnya. Ternyata selama ini sudah ada kejadian penghuni Lapas meninggal sebanyak 3 orang. Ada yang karena penyakit parah, ada pula yang bunuh diri, hiiiiii ngeri. Paling muda berumur 14 tahun dan tertua 60 tahun. Penghuni terbanyak laki-laki, sebanyak 401 orang, sedangkan perempuan 21 orang. Dari tadi anak-anak penasaran mana sih Napinya, oh ternyata yang pake kaos biru tho. Jadi tadi yang mempersilahkan duduk anak-anak itu Napi dong ????

Begitu selesai dijelaskan, anak-anak keluar satu per satu lagi. Sambil keluar mereka melihat kondisi sel tempat para tahanan dan napi tinggal. Terlihat rapi dan bersih, meski masih tampak di sana-sini jemuran di atas rumput.

Begitu keluar pintu gerbang Lapas, eh kok banyak orang sih? Rupanya jam kunjung napi segera tiba. Para keluarga tak sabar menunggu untuk segera bertemu kerabatnya yang menhuni di Lapas. Setelah selesai di Lapas, perjalanan dilanjutkan menuju gunung Purba di Nglanggran Gunung Kidul.

Begitu sampai gunung Purba, waktu sholat Dhuhur tiba. Langsung aja ambil air wudlu dan sholat bareng. O ya hari itu kelas 3 juga outing ke gunung Purba. Cuma mereka datang lebih dulu paginya. Setelah makan langsung santap dengan lahap makan siangnya. Sambil duduk di atas batu yang super guede deh.

Selesai makan, semua langsung baris untuk berangkat pendakian. Jalannya satu-satu karena lebarnya juga cuma ukuran satu orang. Di kanan kiri terlihat batu-batu yang gede-gede. Plus berlumut menandakan usia yang sangat purba.

Nah ini ni bagian yang sangat seru. Kita jalan diapit dua bebatuan besar. Sehingga jalannya pas seukuran badan. Bayangkan saja, jika salah satu batu bergerak mendekat ke yang lain. Wah-wah jadi rempeyek deh. Alhamdulillah perjalanan cukup lancar meski kami ber65 anak.

Setelah berjalan kurang lebih 20 menit, sampailah di pos 2. Meski bukan puncak namun pemandangan dari sini sungguh indah sekali. Bisa melihat ke arah barat dimana terlihat jajaran tower transmisi TV swasta yang berjumlah sekita 11an tower.  Di pos 2 kami juga dijelaskan oleh pemandu tentang berbagai situs atau tempat yang unik di sekitar gunung Purba. Anak-anak sih pinginnya diantar ke sana, tapi karena terbatasnya waktu, ya cukup jadi cerita saja. Kami sampai pos 3 saja kemudian turun kembali ke pos pemberangkatan. Meski melelahkan, anak-anak pada semangat menemukan pengalaman baru mendaki gunung Purba.