Showing posts with label News. Show all posts
Showing posts with label News. Show all posts

Wednesday, February 10, 2016

Sekolah Alam Nurul Islam di Konferensi ISGA Lund Swedia

Beginilah tampak laman depan situs www.greengrounds.se media informasi pelaksanaan Konferensi International School Grounds Alliance (ISGA) yang ke-5 pada 11 - 14 September 2016 nanti. Konferensi ke-5 ini akan dilaksanakan di kota Lund Swedia setelah konferensi yang ke-4 dilaksanakan di Bali, Indonesia. Pada konferensi kali ini, Sekolah Alam Nurul Islam kembali diundang untuk hadir dan melakukan presentasi terkait dengan konsep dan program pembelajaran yang tentunya senapas dengan yang diserukan oleh ISGA. Yaitu pembelajaran yang menggunakan school grounds atau pembelajaran di luar kelas. Yang akan hadir mewakili Sekolah Alam Nurul Islam, sekaligus wakil dari Indonesia adalah Muhammad Ariefuddin. Tampak foto profil para pembicara sudah dipublis berikut detail acaranya. Pembicara dari Indonesia diletakkan di posisi kanan atas. 
Konferensi kali ini akan mengangkat topik Green Grounds for Health and Learning, Halaman yang hijau untuk kesehatan dan pembelajaran. Yang akan hadir nantinya adalah para Arsitek, Desain arsitek, peneliti, guru, akademisi dari seluruh dunia. Sebagai rangkaian konferensi, di hari terakhir akan diadakan tour untuk mengunjungi sekolah dan fasilitas umum di Lund yang sudah memberlakukan regulasi pemerintah untuk menggunakan lahan publik untuk media pembelajaran anak.

Tuesday, February 2, 2016

Shooting Program Anak Indonesia TVRI


Adalah sebuah kehormatan menjadi tempat shooting program Anak Indonesia TVRI Nasional. Selasa, 2 Februari 2016 dari pagi hari rombongan kru TVRI datang ke Sekolah Alam Jogja. Mereka hadir lengkap dengan aktor utama bernama Zaki, anak kelas 6 SD. Ceritanya, Zaki ini akan berkunjung ke Sekolah Alam Jogja yang kebetulan hari itu sedang menyelenggarakan kegiatan yang menarik. Outbound yang berlangsung di sungai menjadi semakin seru. Setelah minta ijin ke Kepala Sekolah, Zaki langsung melihat kegiatan outbound, bahkan tertarik dan ikut melakukan.
Kegiatan ini melibatkan siswa dan guru kelas 4 Sekolah Alam Jogja yang kebetulan sedang menjalani buka tema pembelajaran. Sehingga sekalian kegiatan buka tema yang biasa dilakukan secara bersama disinergikan dengan kegiatan shooting ini. Dalam kegiatan buka tema ini, siswa kelas 4 melakukan kegiatan pengolahan sampah organik menjadi pupuk. Yang dilakukan pertama kali oleh para siswa adalah melakukan pemungutan sampah organik. Sampah berupa daun-daun yang berguguran di area Sekolah Alam Jogja dan beberapa sampah yang mudah busuk dipungut dan sekalian dibersihkan. Kemudian setelah terkumpul, mereka mencacah sampah tersebut dalam bentuk yang lebih kecil. Untuk proses kompostingnya digunakan bakteri pembusuk EM4. Sampah dimasukkan dalam tabung yang sebelumnya dicampuri dengan bakteri EM4 hingga merata.
Selain kegiatan olah sampah, para siswa juga melakukan panen Lele di Green House Aquaponik. Kebetulan Lele di kolam Aquaponik sudah memasuki masa panen. Siswa akan memanen Lele kemudian dikemas dan dijual ke Catering Sekolah. 
Setelah itu kegiatan yang dilakukan adalah outbound bertema Meraih Cita-cita. Setiap siswa diminta untuk menaiki tangga yang terbuat dari sebatang bambu yang dikasih tangga di bagian tengahnya. Bambu itu digantung di bawah jembatan dimana untuk kestabilannya dikendalikan dengan tali dari 4 arah mata angin. Setiap siswa dengan pengaman tali Harnes diminta untuk menaiki tangga hingga di ujung. Setelah sampai di ujung setiap siswa diminta untuk menyentuh bola yang tergantung di atas tangga. Alhamdulillah, seharian shooting berjalan lancar. Untuk informasi, program Anak Indonesia TVRI akan tayang di hari Ahad, 14 Februari 2016 jam 09.00 WIB. Nonton ya !!!

Thursday, November 5, 2015

Berita Duka

Innalillahi wa inna ilaihi raajiun. Telah dipanggil Allah SWT, anak, teman, adik, kakak kita mas Uzan. Faiq Hauzan Yusmar, kelas 3A pada hari Kamis, 5 November 2015 pukul 21.30 di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta. 

Selamat jalan mas Uzan semoga Allah menerima semua amal sholihnya, semoga keluarga yang ditinggalkannya diberi kesabaran. Amiin.

Diagnosa dari dokter adalah adanya pembekuan darah di otak atau di kalangan medis disebut AVM. AVM atau Arterio-Venous Malformation (AVM) atau malformasi pada pembuluh darah arteri dan vena dengan banyak pirau yang saling berhubungan tanpa pembuluh darah kapiler sehingga rentan terjadi penyumbatan di otak. AVM merupakan kelainan kongenital atau bawaan lahir yang jarang terjadi namun berpotensial memberikan gejala neurologi yang serius apabila terjadi pada vaskularisasi otak dan bahkan berisiko menimbulkan kematian.
AVM dapat terjadi di area lobus otak manapun, dapat di pembuluh darah besar ataupun kecil. Saat pembuluh darah mengalami pendarahan, biasanya darah yang dikeluarkan terbatas, tidak sebanyak pada pendarahan hipertensif atau stroke.
Hilangnya fungsi neurologis tegantung pada lokasi AVM dan banyaknya pendarahan. Pada sebagian kecil kasus, anak yang dilahirkan dengan AVM pada pembuluh darah besar juga menderita gagal jantung karena malformasi yang menyebabkan beban kerja jantung ikut bertambah.

Gejala
Masalah yang paling banyak dikeluhkan penderita AVM adalah nyeri kepala dan serangan kejang mendadak. Dan jika AVM terjadi pada lokasi kritis maka AVM dapat menyebabkan sirkulasi cairan otak terhambat, yang dapat menyebabkan akumulasi cairan di dalam tengkorak yang beresiko hidrosefalus.
Umumnya pasien mengalami pendarahan yang sedikit namun sering. Biasanya penderita mengalami kejang sebelum mengetahui bahwa mereka menderita AVM. Sebagian pasien menderita nyeri kepala, yang tidak dihubungkan dengan AVM sebelum diperiksa dengan CT Scan atau MRI. Pendarahan intrakranial tersebut dapat menyebabkan hilang kesadaran, nyeri kepala hebat yang mendadak, mual, muntah, ekskresi yang tidak dapat dikendalikan misalnya defekasi atau urinasi, dan penglihatan kabur. Kaku leher yang dialami dikarenakan peningkatan tekanan antara tengkorak dengan selaput otak (meninges) yang menyebabkan iritasi. Perbaikan pada jaringan otak lokal yang pendarahan mungkin saja terjadi, termasuk kejang, kelemahan otot yang mengenai satu sisi tubuh (hemiparesis), kehilangan sensasi sentuh pada satu sisi tubuh, maupun defisit kemampuan dalam menproses bahasa (aphasia). Variasi gejala ini sejalan dengan tipe kerusakan cerebrovaskular. Secara umum, nyeri kepala yang hebat yang bersamaan dengan kejang atau hilang kesadaran, merupakan indikasi pertama adanya AVM pada daerah cerebral.

Diagnosis
Penggunaan scaning komputer tanpa kontras menghasilkan sensitifitas yang rendah, namun kalsifikasi dan hipointensitas dapat ditemukan; agar lebih dapat terlihat diakukan pemberian kontras.
Pencitraan resonansi magnetik (MRI) sangat sensitif, menunjukkan hilangnya sinyal pada area korteks, umumnya dengan hemosiderin yang menujukkan adanya perdarahan sebelumnya. MRI juga dapat memberikan informasi penting mengenai lokalisasi dan topografi dari AVM bila intervensi akan dilakukan.
Arteriografi merupakan standar emas untuk menggambarkan anatomi arteri dan vena, sebagai tambahan, angiografi yang sangat selektif dapat memberi data penting mengenai fungsi dan fisiologi untuk analisis klinis tindakan.
CT scan dengan kontras dan didapatkan gambaran malformasi arteri vena pada daerah parietal kiri, kemudian untuk mengetahui anatominya dilakukan angiografi.

Patofisiologi
Kira-kira 40% kasus dengan AVM cerebral diketahui melalui gejala pendarahan yang mengarah ke kerapuhan struktur pebuluh darah yang abnormal di dalam otak. Namun, bebrapa penderita juga ada yang asimtomatik atau hanya merasakan keluhan minor yang dapat mengarah ke efek kekusutan pembuluh darah lokal. Jika ruptur atau pendarahan terjadi, darah mungkin berpenetrasi ke jaringan otak (cerebral hemorrhage) atau ruang subarachnoid (subarachnoid hemorrhage) yang teletak di antara meninges yang menyelaputi otak. Sekali pendarahan AVM terjadi, kemungkinan terjadinya pendarahan berulang menjadi lebih besar.
AVM yang tidak terjadi pendarahan menyebabkan gejala langsung dengan menekan jaringan otak atau menurunkan aliran darah ke jaringan sekitar (iskemia). Faktor mekanik maupun iskemik dapat menyebabkan kerusakan sel saraf (neuron) secara permanen.
Kejang pada AVM mungkin terbagi atas 3 mekanisme, yaitu :
1. Iskemia jaringan korteks.
2. Astroglia berlebihan pada jaringan otak yang rusak di sekeliling daerah AVM karena perdarahan subklinis sebelumnya atau karena deposit hemosiderin, mungkin terjadi karena hilangnya bentuk karakteristik secara progresif (apeidosis) melalui kapiler yang terdilatasi.
3. Kemungkinan peranan epileptogenesis sekunder, yang letaknya agak jauh dari daerah AVM primer.

Terapi
Antikonvulsan seperti fenitoin sering digunakan untuk mengontrol kejang. Terapi ini digunakan untuk mengurangi tekanan intrakranial. Namun, tetap saja tindakan kuratif sebaiknya dilakukan untuk mencegah pendarahan berulang.
Pemotongan pembuluh darah yang terbelit-belit merupakan tindakan kuratif untuk semua tipe AVM. Walaupun hasil pembedahan didapatkan dengan segera, pemotongan AVM tetap menimbulkan risiko.
Terapi radiasi (radiosurgery) biasanya digunakan pada daerah AVM yang lebih kecil dan terletak di dalam otak. Gamma knife yang dikembangkan serang dokter Swedia, Lars Leksell, digunakan dalam radiosurgery untuk mengontrol dosis radiasi ke dalam volume otak yang terkena. Paling tidak, malformasi dapat hilang selama dua tahun.
Studi terakhir mengungkapkan pada sebagian besar kasus, embolisasi adalah terapi teraman dan terefektif. Untuk menghindari pendarahan, vasodilatasi lokal (aneurisma) harus dihilangkan. Embolisasi merupakan penyumbatan pembuluh darah yang AVM. Dengan x-ray, kateter dikendalikan dari arteri femoralis di daerah paha atas ke daerah AVM yang diobati. Lalu setelah daerah AVM dicapai, semacam lem atau kadang gulungan kabel ditempatkan untuk memblok area tersebut. Namun, embolisasi sendiri juga jarang dengan sempurna memblok aliran darah ke daerah AVM.
Keberhasilan terapi agar daerah AVM tidak ruptur, tidak pernah dibuktikan, Hasil tindakan medis masih saja terjadi pendarahan spontan. Studi internasional masih terus dilakukan untuk memutuskan apa terapi terbaik agar daerah AVM tidak ruptur.

Monday, October 12, 2015

Jambore Sekolah Alam Nusantara 3

Dear SDITAlamania, Alhamdulillah, kegiatan Jambore Sekolah Alam Nusantara (JSAN) yang ke-3 sudah sukses dilaksanakana. Even 2 tahunan yang mengikutsertakan para guru, pengelola dan orang tua siswa Sekolah Alam seluruh Indonesia pada kesempatan kali ini berlangsung di bumi Ruwai Jurai, Lampung. Sebagai tuan rumah dan penyelenggara adalah Sekolah Alam Lampung dan Sekolah Alam Palembang. Kegiatan yang berlangsung dari tanggal 9 hingga 12 Oktober 2015 itu berlokasi di kawasan wisata Laguna Helau, Kalianda Lampung Selatan. Pada kegiatan JSAN kali ini diikuti oleh 56 sekolah dan 184 peserta dari seluruh Indonesia.
Seluruh peserta mengikuti pembukaan kegiatan yang bertempat di Sekolah Alam Lampung. Peserta disuguhi beberapa tampilan seni dari para siswa. Mulai dari tari selamat datang hingga grup musik yang mengkolaborasikan alat musik perkusi dan alat musik moderen. Hadir pula saat itu Bang Lendo Novo, pencetus Sekolah Alam pertama kali di Indonesia. Para peserta dipersilahkan mengikuti sesi foto bareng dengan maestro sekolah alam itu.
Sekolah Alam Nurul Islam Jogja mengirim perwakilannya 3 orang. Dari yayasan, SMP dan SD. Tampak peserta antusias bisa berfoto dengan bang Lendo. Bisa jadi kesempatan jambore ini saja minimal bisa ketemu bang Lendo sembari sharing perkembangan sekolah alam di masing-masing daerah.
Setelah selesai pembukaan, semua peserta dibawa ke lokasi Jambore. Perjalanan selama kurang lebih 2 jam cukup melelahkan namun semangat Jambore tetap membara, apalagi saat tiba di lokasi yang pemandangannya sungguh menakjubkan. Laguna Helau merupakan danau yang berada di pinggir pantai pasir putih. Di sekitar laguna berdiri cottage baik yang terbuat dari bangunan permanen maupun dari kayu berupa panggung. Semua peserta menginap di cottage dan beberapa di tenda Doom. 
Sesi materi dilaksanakan di aula yang terbuat dari kayu berupa bangunan panggung. Di awal, acara diisi dengan kegiatan perkenalan. Setiap peserta berdasarkan koordinasi regional maju untuk mengenalkan diri dan asal sekolahnya. Sesekali diiringi dengan prakata untuk mendeskripsikan kondisi dan sejarah sekolah alam masing-masing. Ada yang sudah sejak tahun 2000 berdiri, ada juga yang baru 3 bulan berjalan dengan semangatnya ikut kegiatan JSAN ke-3 ini. Perkenalan usai, dilanjut dengan sesi bersama bang Lendo Novo. Para peserta sedang menunggu proyeksi atau konsep baru apa yang akan menyegarkan di kesempatan JSAN ke-3 kali ini. Bang Lendo mengawali paparannya dengan memutar video tentang apa dan bagaimana nusantara negeri kita tercinta ini.
 
Dari tayangan di atas kita bisa mengambil pesan bahwa, sudah sejak lama masyarakat nusantara kita memiliki adat dan tata kelola yang bertujuan untuk memelihara ekosistem yang ada di bumi nusantara ini. Artinya, bisa jadi dengan mulai hilangnya local wisdom, adat budaya di beberapa tempat dikarenakan gerusan budaya global, hal tersebut turut menyumbang mulai berkurangnya kesadaran masyarakat untuk memelihara ekosistem di daerahnya. Lebih parah lagi, saat kegiatan industri terutama di daerah yang kaya akan sumber daya alam dan hutan tidak dibarengi dengan usaha untuk melakukan konservasi dan edukasi supaya sumber daya alam bisa berkelanjutan.
Kondisi inilah yang seharusnya mengilhami sekolah alam untuk membuat kurikulum. Kurikulum yang berdasarkan in situ development, kurikulum yang ditarik dari nilai-nilai lokal di mana setiap sekolah alam berada sehingga proses pendidikan yang dilakukan akan menghasilkan insan yang paham kondisi daerah dan secara jauh mempunyai tujuan dalam mempertahankan keberlanjutan sumber daya alam. Bisa disimpulkan bahwa, tentu setiap sekolah alam akan mempunyai kurikulum yang berbeda tergantung kondisi potensi lokalnya. Namun begitu, bukan berarti antar sekolah alam tidak lantas bisa melakukan koordinasi dan jaringan. Setiap sekolah alam dalam pelaksanaannya akan bersama berpegang teguh pada core values, nilai prinsip yang menjadi pondasi pelaksanaan setiap program sekolah alam.
Ada 4 core values yang menjadi lingkup sekolah alam, yaitu sebagai berikut:
1. KURIKULUM
Kurikulum secara luas dan definisi terbuka, seperti yang dikemukakan Hasan Langgulung dapat diartikan sebagai “Sejumlah pengalaman pendidikan, kebudayaan, sosial, olah raga dan kesenian yang disediakan oleh sekolah untuk siswa-siswa baik di dalam maupun di luar sekolah dengan maksud menolongnya untuk berkembang menyeluruh dalam segala segi dan merubah tingkah laku mereka sesuai dengan tujuan-tujuan pendidikan”.
Sehingga dalam artian bebas di sekolahalam, kurikulum yang dimaksud adalah program-program pendidikan yang difasilitasi sekolah untuk memberi berbagai pengalaman sejati kepada siswa dalam rangka mencapai misi sekolahalam. Program – program tersebut berada di dalam dan tidak keluar dari  6 (enam) komponen berikut ini :
  1. a.      Akhlaq dan Leadership
Pendidikan Akhlaq dan Leadership menjadi bagian terbesar dari program-program pendidikan yang harus ada di sekolah alam. Pemberian pengalaman dan pembelajaran akhlaq yang paling dasar adalah melalui pembiasaan, yang didukung oleh upaya penyadaran dan keteladanan dari lingkungan sekitar siswa terutama orang tua dan guru. Untuk itu, di sekolah alam sudah seharusnya pendidikan melibatkan pendidik utamanya yaitu orang tua. Komponen Leadership dalam rangka mencapai misi khalifah fil ardh, dilakukan melalui program-program kepanduan/scouting dan proyek-proyek leadership (Project Based Learning).
  1. b.      Bakat dan Lifeskill
Misi menjadi rahmat bagi semesta bisa dilakukan oleh setiap individu, saat ia mampu memunculkan dan mengoptimalkan potensi yang diberikan Allah SWT pada dirinya. Setiap individu diciptakan berbeda, dan setiap individu adalah Bintang. Untuk itulah, sekolah alam cukup concern dengan pengasahan bakat dan lifeskill ini, dan berprinsip  pendidikan untuk semua.Tentunya penemuan bakat peserta didik terutama usia SD, perlu usaha dan proses yang berkesinambungan. Sebagian besar anak diketahui bakatnya, saat ia sudah mendapatkan beragam pengalaman dari sekian banyak aktivitas dan difasilitasi perangkat-perangkat assesment, seperti talents maping, MIR, finger print, dan tools lainnya dengan segala kelebihan dan kekurangannya.
Lifeskill dapat dilakukan melalui magang, proyek bisnis dan pembiasaan.
  1. c.       Seni dan Kreativitas
Program-program seni dan kreativitas merupakan salah satu modal siswa mampu berinovasi dan kreatif, sehingga dengan inovasinya tersebut, saat dewasa ia mampu menjadi solusi masalah atas kehidupan diri dan bangsanya.
  1. d.      Lingkungan dan Konservasi
Menjadi keunikan sekolahalam, karena sekolahnya mengeksplorasi alam, menggali potensi lokal alamnya kemudian melakukan banyak penelitian, eksperimen, konservasi sampai menciptakan teknologi yang ramah lingkungan. Siswa pun perlu dikenalkan dengan kegiatan konservasi lingkungan, tempat-tempat/ miniatur dari pelestarian hewan langka dan tumbuhan, karena kelak merekalah yang bertanggung jawab memelihara dan menjaga bumi.
  1. e.       Logika dan Akademika
Seperti halnya sekolah lain, di sekolah alam ada keilmuan yang perlu dipelajari, seperti IPA, Matematika, IPS. Pembelajaran mata pelajaran ini  diolah sekreatif mungkin agar kemampuan logika siswanya terasah, tidak terbatas pada hafalan tetapi mencapai kemampuan high order thinking.

 2. METODE
Dalam meramu keenam komponen kurikulum tersebut diatas, perlu 2 metode dasar yang berlaku untuk semuanya, yaitu :
  1. Metode Belajarnya  menggunakan metode Belajar Bersama Alam (BBA), yakni  “sekolah yang menggunakan media potensi sumber daya lingkungan  sebagai media utama dalam KBM dengan ciri utama di sekolahnya adalah green lab sebagai tumpuan KBM. Aktivitas belajar dari pengalaman dan dengan melakukan adalah aktivitas utama dalam proses KBM ditandai dengan  pendidik yang punya karakter senang bereksperimen. Pembelajaran yang khas sekolah alam (ekplorasi, eksperimen, ekploitasi sumber daya lingkungan, cultur dan outing adalah metode utama dalam penyampaian KBM”, demikian disampaikan Pak Suhendi suatu ketika saat pelatihan di tahun 2011.
  2.  Metode Komunikasinya menggunakan metode Bahasa Ibu/bahasa kasih sayang.
Yaitu cara-cara tepat mengkomunikasikan kasih sayang dan cinta kita kepada anak/siswa, sehingga anak/siswa tersebut merasa ia memang kita cintai. Dengan tumbuhnya kecintaan antara siswa dan guru selayaknya ibu dan anak, maka proses pendidikan di sekolahalam akan lebih efektif dan tepat sasaran.

3. FISIK DAN LINGKUNGAN
Meliputi 2 aspek :
  1. Bersih
  2. Konservasi, mencerminkan keanekaragaman hayati
  3. In situ Development, Pengembangan sekolah berbasis kondisi dan potensi lokal
 4. KOMUNITAS
Sekolah sebagai sebuah komunitas pembelajar yang tidak hanya untuk warga sekolah, tetapi juga masyarakat luar. Dan sekolah berinteraksi dengan komunitas (masyarakat) sebagai sumber belajar, semuanya didasarkan pada partisipasi kontributif.

Selain itu, sekolah alam harus tetap memegang teguh 3 slogan yang sudah mafhum diantara pegiat sekolah alam : 1. Eksperimen Sampai Mati, setiap sekolah alam akan terus melakukan inovasi dan pengembangan, makanya tidak ada kurikulum baku sekolah alam. Jangan takut untuk melakukan inovasi dalam proses pembelajaran kita. 2. Berusaha Murah, Keren Kudu, sebisa mungkin proses yang dilakukan tetap memegang prinsip efisiensi dan inklusif, menjangkau semuanya. Tapi tetap harus berkualitas. 3. Harus Gue Banget, harus punya percaya diri dan menjadi diri sendiri sesuai style. Guru sekolah alam harus tampil dengan bakat yang dipunyai, tidak bisa semua diseragamkan. Dari banyak potensi itu sekolah alam akan kuat saling dukung melalui kerjasama dan sesuai program yang dikembangkan.
 Kegiatan JSAN sengaja diseting semua peserta bisa mengalami. Di hari kedua peserta mengikuti kegiatan outbound dan pengenalan student scouting. Peserta dikenalkan beberapa metode dan skill yang harus diajarkan ke siswa sekolah alam untuk menunjang aspek kepemimpinannya. Pun juga di hari ketiga, ada simulasi Belajar Bersama Alam yang merupakan metode pembelajaran sekolah alam. Semua peserta melakukan tour ke pulau anak gunugn Krakatau dan pulau Sebesi untuk menerapkan metode Belajar Bersama Alam yang kali ini JSAN ke-3 mengangkat tema Maritim. Banyak inspirasi dan semangat terpompa lagi dari JSAN ke-3 ini, dengan harapan sekolah alam ke depan bisa berkembang dan menjadi metode disukai untuk membentuk insan khalifatullah dan ibadulloh yang menjadi cita-cita sekolah alam. Dua tahun ke depan JSAN ke-4 akan berlangsung di Surabaya, sebagai tuan rumahnya adalah Sekolah Alam Insan Mulia Surabaya.
Berikut adalah Theme Song JSAN 3

Saturday, October 10, 2015

Sholat Istisqa Berjama'ah

Dear SDITAlamania, musim kemarau di negeri ini yang cukup berkepanjangan, menyebabkan di beberapa tempat terjadi kekeringan yang berakibat  hasil pertanian yang kurang, bahkan untuk keperluan sehari-hari ada masyarakat yang harus membeli air yang diangkut pakai kendaraaan truk tangki. Kondisi kemarau juga menyebabkan hutan yang mengering. Sehingga bencana kebakaran hutan tak bisa dihindarkan apalagi ditambah ulah oknum yang menggunakan cara murah dan gak mau repot dalam membuka lahan atau mengambil produk hutan. Bencana paling akhir adalah kabut asap yang sudah pada taraf melebihi ambang batas normal yang melanda Riau, Palembang dan sekitarnya. Praktis aktivitas masyarakat banyak yang dihentikan untuk menghindari menghirup zat beracun.
Jum'at, 9 Oktober 2015 bertempat di lapangan SDIT Alam, siswa dan guru mengadakan sholat Istisqa berjama'ah. Teriring doa supaya Allah turunkan hujan terkhusus di wilayah yang sedang dilanda kebakaran hutan. Supaya asap yang sudah menyebar dan mengganggu jarak pandang dan pernapasan bisa berkurang dan habis.
Kegiatan ini serentak dilakukan oleh sekolah Islam Terpadu dalam rangka memohon kepada Allah agar dikabulkan diturunkan-Nya hujan. Semoga musibah kabut asap segera berlalu dari negeri kita tercinta ini.

Friday, October 2, 2015

SDIT Alam di Konferensi International School Grounds Alliance Ke-4

Dear SDITAlamania, menjadi sebuah kesyukuran jika dalam setiap amalan kita mendapatkan pengakuan. Dan sebaik-baik pengakuan adalah yang diberikan oleh Allah, Rasul dan orang-orang mukmin. Tidak ada angin tidak ada hujan, kurang lebih satu tahun lalu SDIT Alam dikunjungi oleh Bu Helen Tyas Tunggal. Beliau adalah pemilik ROLE Foundation, Rivers, Ocean, Lands and Ecology, yang berkedudukan di Bali. Bu Helen datang untuk melihat bagaimana proses pembelajaran di SDIT Alam Nurul Islam. Diskusi dilakukan beberapa kali kesempatan sambil melihat aktivitas siswa di sekolah. Rupanya beliau sebagai anggota International School Grounds Alliance (ISGA) yaitu sebuah aliansi gerakan yang menyerukan tentang pentingnya pembelajaran yang menggunakan halaman sekolah sebagai media pembelajaran. Dikarenakan dengan 'mengeluarkan' siswa dari kelas maka pembelajaran akan semakin membuat siswa atraktif, aktif, nyata dan menyenangkan. Dan SDIT Alam sudah dianggap memanfaatkan school ground sebagai media pembelajarannya. Di Jawa terkhusus Jogja, bu Helen sedang mencari sekolah yang menerapkan school ground untuk pembelajaran untuk diminta presentasi di Konferensi yang ke-4 ISGA yang akan dilaksanakan 28-30 September 2015 di hotel Conrad Bali.
 
Dari hasil pencarian bu Helen, jatuhlah pilihan itu kepada SDIT Alam Nurul Islam. Sehingga SDIT Alam harus presentasi di konferensi yang dihadiri oleh delegasi dari 15 negara. Konferensi yang berlangsung selama 3 hari dibuka pada hari Senin, 28 September 2015 bertempat di Ballroom Conrad Bali. Sedianya konferensi tersebut akan dibuka oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anis Baswedan, namun yang bersangkutan tidak bisa hadir sehingga mewakilkan pada pejabat yang berwenang. 
Hari pertama konferensi pertama kali diisi dengan presentasi DR. Widya Poerwoko dari ISI Yogyakarta yang berbicara tentang Konservasi tanaman Bambu yang dimanifestasikan dalam seni instalasi yang mengikuti spiritualitas gerakan silat dan ajaran Tao. Kemudian secara maraton diisi dengan presentasi dari para delegasi konferensi dengan materi presentasi bermacam-macam. Namun dengan topik utama terkait dengan School Ground. Seperti materi terkait dengan pembuatan jaringan sekolah Enviroschool di New Zealand oleh Esther Kirk. Rupanya jaringan sekolah yang berkesadaran untuk melakukan aktivitas pembelajaran secara outdoor meningkat lima tahun ini sudah mencapai angka 600an sekolah. Dari peneliti hadir DR Peter dari Swedia yang sudah membuah sebuah panduan desain yang menjadi kebijakan pemerintah setempat dalam membuat tempat untuk bermain dan belajar outdoor anak-anak. Dari kalangan aktivis ada Biraj yang berasal dari Nepal yang memperesentasikan green school di Nepal yang memberikan pendidikan kepada anak-anak untuk bersadar pada pemeliharaan lingkungan.
 Meski inti gerakan ISGA pada bagaimana membelajarakan anak di luar ruang kelas untuk pembelajaran siswa yang lebih atraktif, aktif, menyenangkan dan nyata, isu tersebut dikembangkan menjadi bagaimana siswa mempunyai kesadaran untuk melakukan pemeliharan pada keselamatan lingkungan dan biodiversiti yang ada. Sehingga nilai-nilai sustainability ikut terangkum juga dalam gerakan ini. 
 Agenda hari kedua konferensi adalah kunjungan ke beberapa tempat, yaitu : pertama adalah di SMUN 5 Bali yang merupakan sekolah dengan predikat Adiwiyata Mandiri. Di SMUN 5 para delegasi disambut dengan meriah melalui tarian selamat datang. Kemudian para delegasi diajak tour untuk melihat hasil program sekolah Adiwiyata yang merupakan program kerjasama antara kementrian pendidikan dan lingkungan hidup dalam rangka membentuk sekolah-sekolah yang berwawasan lingkungan. 
 
Selanjutnya perjalanan adalah di museum ARMA di Ubud Bali. Museum ARMA adalah museum yang menyimpan koleksi hampir benda-benda seni yang sempat tersebar di beberapa negara di eropa dikarenakan dikoleksi oleh kolektor seni. Atas usaha pak Agung Rai selaku pemilik museum tersebut akhirnya semua benda tersebut bisa kembali. Di museum ARMA pak Agung Rai menjelaskan terkait dengan sejarah museum. Museum ini adalah hasil dari proses impiannya. Beliau bermimpi dan mewujudkannya berdasarkan suara hati. Dikarenakan jika dihitung logika matematis secara kemampuan beliau tak akan mampu mewujudkan museum dan resort megah tersebut.
 Kunjungan ketiga adalah ke sekolah Pelangi. Sekolah ini pemiliknya adalah orang Australia dimana para siswanya banyak yang merupakan anak keturunan. Bahasa pengantar yang dipakai adalah bahasa Inggris meski bahasa Indonesia juga menjadi pelajaran tersendiri. Di sekolah ini para delegasi dipandu keliling sekolah oleh siswa kelas 4 sampai 6 secara kelompok. Mereka diterangkan terakit dengan keberadaan setiap instalasi kaitannya dengan pembelajaran. Yang menarik di sini adalah kegiatan anak dalam mengamati aktivitas kupu-kupu, mereka menanam tanaman untuk menarik kupu-kupu. Kemudian jika sudah bertelur mereka tempatkan dalam kota khusus penetasan. Menjadi ular lalu kepompon dan menjadi kupu-kupu lagi yang akan dilepas di alam bebas.
Kunjungan terakhir adalah di Green School yang sungguh spektakuler dari sisi bangunannya. Semua bangunan terbuat dari bambu. Kelas, kantor, kamar mandi hingga jembatan yang dibuat megah seperti rumah gadang. Yang menarik di sini selain area yang sangat luas, juga dalam penggunaan barang bekas untuk pembelajaran sangat baik seperti papan tulis yang menggunakan kaca bekas mobil yang dicat putih di bagian belakang. Semua siswa sebagian besar anak keturunan, namun sekolah juga membuka donasi untuk membiayai anak lokal Bali. Semua siswa mendapatkan makanan yang berasal dari dapur yang menggunakan bahan bakar bekas olahan bambu sehingga terjadi pengiritan. Bahan makan pun mereka ambil dari kebun-kebun mereka.
Hari ketiga diisi dengan presentasi dari beberapa peneliti yang meyajikan penelitian yang berhubungan dengan School Ground. Baik secara pedagogis, kurikulum, perubahan ekologi dan desain landscape. Semua presentasi mengarah pada fokus topik makin kuatnya dukungan pada pentingnya pembelajaran di luar kelas. Kegitan konferensi ini ditutup tanggal 30 September 2015. Rencananya setelah konferensi ini dilanjutkan dengan acara Retreat Leadership ISGA yaitu kegiatan penajaman agenda dan program ISGA kedepan terutama dalam menyongsong konferensi ke-5 di Lund Swedia dan ke-6 di Berlin Jerman.

Monday, August 31, 2015

Pameran Karya Siswa dan Guru Peringatan 70 Tahun HUT RI

SDITAlamania, peringatan Kemerdekaan Republik Indonesia ke-70 masih menyisakan kegiatan. Yaitu pameran karya siswa dan guru yang sudah terkumpul akhir Agustus kemarin. Di pameran ini, karya-karya yang terkumpul akan diberi komentar dan penilaian oleh para pengunjung. Untuk kemudian karya yang mendapatkan apresiasi terbaik sangat berpeluang mendapatkan nominasi pemenang.
 Setiap karya dipajang di sepanjang koridor jalan yang memudahkan pengunjung untuk mengamati. Karya siswa terdiri dari Mewarnai untuk kelas 1 dan 2. Menggambar untuk kelas 3 dan 4. Cerpen dan Komik untuk kelas 6. Selain kategori yang tersebut, juga ada karya inovasi sains. Sedangkan untuk guru adalah karya media pembelajaran.
Di setiap karya yang dipajang disediakan kotak tempat untuk memberikan penilaian. Yaitu berupa pemberian kartu bergambar emoticon senyum. Pengunjung mendapatkan kartu tersebut di panitia pameran. Satu pengunjung hanya boleh memberikan satu kartu. Sehingga yang terpilih adalah karya yang paling pengunjung senangi. 
 Tema Ayo Kerja di peringatan kemerdekaan kali ini menjadi inspirasi SDIT Alam untuk membuat lomba-lomba yang menitikberatkan inovasi. Tidak sekedar lomba yang sudah sering dilaksanakan oleh kebanyakan masyarakat seperti makan krupuk, panjat pinang, lari kelereng dan lain-lain.

Monday, July 13, 2015

Bazar Pakaian Baru dan Pantas Pakai Masjid Nurul Islam dan Salimah


  
Dear SDIT Alamania, Ahad 5 Juli 2015 adalah momen yang cukup ramai di halaman SDIT Alam Nurul Islam. Pasalnya, even tahunan bazar pakaian baru dan pantai pakai sedang berlangsung. Acara tersebut adalah kerjasama antara SDIT Alam Nurul Islam, takmir masjid Nurul Islam dan Salimah Pundung. Pakaian pantas pakai berasal dari sumbangan orang tua/wali siswa bersamaan dengan shodaqoh paket sembako yang dibagikan kepada masyarakat sekitar.
Diawali Dg Bazaar sandang murah menjelang iktikaf … Antusias sekali Bazaar baju layak pakai itu . Baju baju dihargai dan dijual 1000-10.000 sesuai kondisi baju. Lebih Dr 200 warga sekitar memadati halaman masjid nurul islam. Hasil Bazaar sepenuhnya dipergunakan Untuk operasional majelis taklim Salimah pundung. Tahun ini memperoleh omzet sebesar 6 juta .. Alhamdulillah .. Semoga berkah untuk donatur dan warga . 
Selain menyelenggarakan bazar, masjid Nurul Islam juga melaksanakan kegiatan I'tikaf. kali ini juga berbarengan dengan kegiatan Camping Quran Ramadhan yang diselenggarakan oleh Rumah Tahfdiz Teladan. 
Selain itu peserta i'tikaf juga menyertakan peserta keluarga yang dihadiri lebih dr 40 orang. Menjelang akhir Ramadhan justru masjid Nurul Islam semakin ramai dengan aktivitas i'tikaf dan kegiatan yang mengiringinya. Padahal kegiatan SDIT Alam Nurul Islam sendiri libur kurang lebih satu bulan setelah tutup tahun ajaran dan terima rapot.
Diadaptasi dari www.quranteladan.com

Tuesday, July 7, 2015

Bupati Sleman Melakukan Peletakan Batu Pertama Gedung KBTKIT Nurul Islam

Dear SDIT Alamania, Alhamdulillah di bulan Ramadhan kali ini setelah resmi membebaskan tanah di wilayah padukuhan Bedog Trihanggo Sleman, Yayasan Nurul Islam memulai prosesi pembangunan Gedung KBTKIT Nurul Islam. Acara Peletakan Batu Pertamanya dilakukan oleh Bupati Sleman Bapak Drs. H. Sri Purnomo, MM pada hari Ahad, 5 Juli 2015. Acara yang juga disertai dengan bakti sosial pembagian bingkisan sembako kepada masyarakat sekitar itu dihadir juga oleh Bapak Camat Gamping, Muspika dan pejabat kalurahan hingga dusun. 
Setelah acara peletakan batu pertama dilanjutkan dengan pengajian oleh ust, Wargiyono yang hangat menyapa warga. Semoga dengan dimulainya pembangunan gedung KBTKIT Nurul Islam ini akan menambah dan meningkatkan proses pendidikan terutama di tingkat usia dini di bawah naungan Yayasan Nurul Islam. Ditargetkan 1 tahun kedepan pembangunan  akan sempurna tuntas selesai.

Thursday, June 18, 2015

Kunjungan Syaikh Ahmed Badawi dari Gaza Palestina

Dear SDIT Alamania, Alhamdulillah di bulan penuh berkah ini, bulan Ramadhan, di hari pertama Kamis, 18 Juni 2015, SDIT Alam Nurul Islam kembali kedatangan tamu dari Gaza Palestina. Beliau adalah Syaikh Ahmed Badawi. Beliau sedang kuliah menempuh S3 di Malaysia. Beliau mendalami teknologi wireless. Selain sebagai ilmuwan, beliau adalah imam di beberapa masjid di Gaza Palestina.
Syaikh Ahmad datang ke Indonesia, Jogja khususnya atas inisiatif dari ACT, Aksi Cepat Tanggap. Selama Ramadhan akan roadshow ke masjid dan majelis taklim untuk menyampaikan info Palestina kekinian serta pentingnya menghafal Qur'an. Di SDIT Alam Nurul Islam, sambutannya luar biasa. Anak-anak bersemangat untuk menyimak ceramah yang disampaikan syaikh Ahmad. 
Di pengantarnya, syaikh Ahmad menyampaikan tentang kondisi kekinian Palestina. Gaza khususnya. Gaza bukanlah propinsi, tapi hanya sebuah kota yang luasnya lebih kecil dibandingkan Jakarta. Gaza termasuk target utama penjajah Israel dalam melancarkan serangannya. Dari 2006, Gaza sudah mengalami 3 kali serangan. Setiap kali serangan lebih dari 1000 korban yang syahid terkena serangan bom Israel. Tetapi hal tersebut tidak menyusutkan semangat muslim Gaza untuk mempertahankan tanah airnya dari penjajah Israel. 
Gaza dikepung dari berbagai arah. Sangat sulit penduduk Gaza untuk sekedar keluar dari perbatasan. Bisa dibayangkan bagaimana mereka memenuhi kebutuhan kesehariannya jika terisolasi dari dunia luar. Belum lagi kebutuhan vital seperti listrik, air, obat-obatan juga dibatasi. Beliau bisa keluar Gaza untuk menuntut ilmu setelah usaha 2 tahun untuk mencari cara bisa keluar dari Gaza. 
Semangat muslim Gaza terus tak kenal putus harapan. Untuk memenuhi kebutuhan mereka, dibangunlah banyak terowongan sebagai jalan keluar perbatasan. Sembako hingga hewan ternak mereka lewatkan melalui terowongan tersebut. Rakyat Palestina sangat berterima kasih, Indoensia sebagai satu negera muslim dengan jumlah penduduk muslim terbesar mempunyai kepedulian memberikan bantuannya kepada rakyat Palestina. 
Di ceramahnya, syaikh Ahmad menyampaikan juga tentang pentingnya masjidil Aqsha bagi muslim. Karena secara khusus Allah sebutkan dalam surah Al Isra tentang masjidil Aqsha dan tanah Palestina yang diberkahi. Sehingga keberadaannya bukan hanya milik muslim Palestina saja, tapi muslim seluruh dunia sebagai pemiliknya. Sedangkan, Israel mempunyai rencana khusus dengan eksistensi masjidil Aqsha. Dengan melakukan pelarangan peribadatan muslim ke masjidil Aqsha. Bahkan di bawah masjidiil Aqsha sudah dibuat oleh Israel terowongan yang nantinya akan meruntuhkan masjidil Aqsha. Betapa jahatnya penjajah Israel tersebut.
Secara khusus beliau sampaikan juga tentang pentingnya menghafal Qur'an. Di Gaza ada kurang lebih 5000 anak yang sudah hafal 30 juz. Subhanallah, jumlah yang sangat besar. Di kondisi keamanan yang buruk tapi tetep memotivasi anak-anak Gaza untuk menghafal Qur'an. Kenapa banyak anak Gaza yang suka sekali menghafal Qur'an. Mereka termotivasi bahwa kata Rasul SAW barangsiapa membaca Qur'an maka di setiap hurufnya akan dilimpahi berkah oleh Allah. Mereka memahami benar bahwa hal terbaik utnuk dilakukan itu adalah mempelajari Qur'an dan mengajarkannya kepada orang lain. Sehingga menghafal Qur'an sudah menjadi budaya kental masyarakat Gaza. 

Di sesi dialog, Ahmad kelas 4C bertanya kepada syaikh Ahmad. Pernahkah syaikh terkena peluru atau bom Israel. Beliau jawab, alhamdulillah belum pernah. Tapi pernah masjid di samping rumahnya hancur rata dengan tanah karena bom Israel. Saudaranya yang kehilangan salah satu kakinya dikarenakan ledakan bom tersebut.
Hafsah 4C bertanya, apa yang akan dilakukan Israel dengan menggali terowongan di bawah masjid Al Aqsha. Setelah runtuh Al Aqsha mau dibangun apa? Di bekas reruntuhan masjid Al Aqsha nantinya akan dibangun Haikal atau Kuil Sulaiman yang disucikan. Itu rencana Israel. Tapi rencana itu sebenarnya mengada-ada. Target utamanya adalah kehancuran masjid Al Aqsha. Dan tugas setiap muslim untuk mempertahankannya. Di akhir sesi, syaikh Ahmad menyampaikan pesan. Kewajiban hadirin setelah ini adalah : Sampaikan doa keselamatn bagi muslimin Gaza dan Palestina, Menyampaikan tentang kondisi sebenarnya Gaza dan Palestina sehingga semakin banyak orang memahami tentang kondisi Gaza Palestina. Di akhir ceramah dan dialog diadakan penggalangan dana untuk Palestina. Alhamdulillah terkumpul dana sebesar Rp. 14.208.200, 2 Dolar Singapura dan 2 Gram cincin Emas. Semoga Allah membalas dengan balasan yang terbaik.

Monday, May 11, 2015

Pentas Seni Pelajar Hari Jadi Sleman Ke-99

Dear SDIT Alamania, menjadi agenda tahunan pemerintah daerah kabupaten Sleman, yaitu pentas seni pelajar dalam rangka hari jadi kabupaten Sleman. Kali ini Sleman memperingati hari jadinya ke-99, bersamaan dengan acara Pameran Potensi Daerah yang dimulai dari tanggal 2 hingga 9 Mei 2015. Di salah satu sudut pameran diadakan even pentas seni pelajar. Kali ini SDIT Alam tidak ketinggalan untuk turut serta tampil. Tahun ini sudah tahun ketiga ikut serta tampil di panggung kesenian hari jadi Sleman.(Pentas pertama, Pentas Kedua). Kesempatan kali ini SDIT Alam mendapatkan jadwal tampil di hari Rabu, 6 Mei 2015 dengan menyajikan 3 penampilan. Tari Indang, Seni Hadroh dan Star Band.
Tim Tari Indang ini dua tahun lalu yang menampilkan tari Saman. Kali ini siswa kelas 6B yang memang gemar menarikan tari daerah Sumatra ini menyajikan tari Indang. Dari bentuk formasinya mirip dengan tari Saman, cuma dari ritmenya agak dipercepat.
Nah, ini yang baru dari SDIT Alam. Kelompok Hadroh SDIT Alam. Personilnya adalah anak-anak kelas 4B. Dengan latihan yang intensif meski tidak dilatar belakangi bakat Hadroh, anak-anak ini mampu menunjukkan kemampuan dengan menyanyikan Thala'al Badru dan Sholatun Bisalamin Mubin. Ini adalah tampilan kedua setelah mereka manggung di event hari jadi SDIT Alam Nurul Islam ke-13. Makin banyak jam terbang tentu akan makin trampil dalam menampilkan seni Hadroh ini.
Tampilan yang ketiga adalah Star Band. Kelompok yang terdiri dari 6 anak kelas 5 dan 6 ini membawakan 3 lagu secara akustik. Lestari Alamku yang memang tema yang pas untuk sekolah Alam,  'IT Alam' yang merupakan covering dari Sayyidan-nya Shaggy Dog dan lagu bertema nasionalis.

Tuesday, March 31, 2015

Milad SDIT Alam Ke-13 : Jalan Sehat, Nuris Expo dan Launching Taman Sains

Dear SDITAlamania, hari Ahad, 29 Maret 2015 adalah momen perdana peringatan Milad SDIT Alam Nurul Islam yang tahun ini sudah menginjak usia yang ke-13. Meski bukan inti pada keharusan untuk merayakan, namun yang paling penting momen tersebut bisa menjadi saat yang bisa dimanfaatkan untuk dilakukan kegiatan yang bermanfaat bagi semua. Siswa, guru, orang tua/wali dan para mitra. Jadilah satu kegiatan gathering atawa kumpul bersama. Diawali dengan jalan sehat yang disertai pembagian doorprize, Nuris Expo dan Launching Taman Sains.
 Jam 7 tepat para peserta jalan sehat yang terdiri dari siswa, guru dan orang tua/wali dilepas oleh kepala sekolah ust. Ariefuddin. Barisan jalan sehat menyusuri jalan ke arah barat menuju dusun Beji. Kemudian memutar ke selatan melewati perumahan Gumuk Asri dan balik kembali ke SDIT Alam. Di tengah perjalanan tak lupa panitia membagikan nomor doorprize yang akan diundi sewaktu finish nanti. Para peserta tidak dipungut biaya, sedangkan doorprize diperoleh dari para sponsor dan donatur baik dari orang tua/wali maupun mitra.
Di finish sudah menyambut duo MC ust. Yunarko dan ust. Abdullah Imaduddin alias ust. Gusdul. Para peserta jalan sehat dipersilahkan untuk menikmati belanja di stan-stan Nuris Expo yang tersebar di sisi barat dan utara panggung, serta di bagian timur. Panitia tidak memperkenankan kendaraan baik mobil maupun motor untuk parkir di SDIT Alam, sehingga lapangan parkir tampak lengang bisa dipakai untuk kumpul bersama antar keluarga.
 Keberadaan Taman Sains ini sebagai media pembelajaran dan bermain siswa. SDIT Alam Nurul Islam mempunyai 3 karakter yang akan dibentuk dalam setiap diri siswa. Sholih, Ilmuwan dan Pemimpin. Disingkat SIP. Nah, kalo selama ini SDIT Alam sudah mempunyai masjid megah, program BTAQ, Tahfidh, mabit untuk menginspirasi dan membentuk karakter Sholih. Tak ketinggalan SDIT Alam juga mempunyai instalasi outbound yang keren, program mukhayyam, berkebun, beternak dan berjualan yang ditujukan untuk menginspirasi dan membentuk karakter Pemimpin. Kini, giliran instalasi-instalasi yang akan menginspirasi dan membentuk karakter Ilmuwan yang akan dipasang di seluruh area SDIT Alam. Sehingga anak akan terinspirasi dan timbul passion atau panggilan jiwa untuk muncul karakter ilmuwan di diri mereka. Demikian laporan kepala sekolah ust. Ariefuddin mengawali prosesi Launching Taman Sains.
 

Tidak ketinggalan, Ketua Yayasan Nurul Islam, Pak Edi Tri Cahyono, MM menyampaikan perkembangan lembaga-lembaga pendidikan di bawah Yayasan Nurul Islam. Alhamdulillah hingga saat ini Nurul Islam sudah mempunyai lembaga pendidikan dari jenjang PAUD hingga SMP. Sudah menjadi tekad yayasan bahwa dalam proses perjalanannya meski mempunyai visi dan misi sendiri akan berjalan memenuhi standar regulasi yang berlaku. Sehingga yayasan sebagai lembaga bisa menjadi mitra pemerintah dalam memajukan pendidikan di negeri ini.
Kepala Bidang Kurikulum dan Kesiswaan Dikpora Sleman, Bapak Drs. Eri Widaryana, MM. selaku yang mewakili Kepala Dinas Dikpora Sleman menyampaikan apresiasi tinggi kepada SDIT Alam Nurul Islam dengan adanya program Taman Sains ini. Dengan media Taman Sains ini akan memberikan fasilitas kepada siswa supaya belajar sains pada obyeknya secara langsung. Apresiasi tinggi juga disampaikan kepada yayasan Nurul Islam yang telah ikut berperan serta memajukan pendidikan dengan berhasilnya membuat lembaga dari PAUD hingga tingkat SMP. "Kapan SMA akan dibuat?" begitu tantang Pak Eri kepada yayasan. Karena dengan jenjang pendidikan dari PAUD hingga ke level pendidikan tinggi di bawah satu yayasan akan memungkinkan proses pendidikan yang berkesinambungan.
Dalam hal ini pemerintah memberikan kesempatan luas bagi lembaga pendidikan swasta untuk ikut berperan serta memajukan pendidikan. Dengan catatan, standar pendidikan nasional harus dipenuhi untuk ketertiban proses.
Launching ditandai dengan peluncuran roket air Taman Sains SDIT Alam Nurul Islam. Semoga dengan cita-cita, inspirasi dan panggilan jiwa mereka mampu setinggi mungkin dan menjadi manusia yang beguna bagi kehidupan.
Sambil terus menunggu pengundian kupon doorprize, para peserta mengunjungi stand-stand. Komoditas yang laku keras adalah produk minuman dan makanan. Selain menyediakan stand di Nuris Expo, panitia juga membuat buku Katalog yang berisi daftar perusahaan yang berasal baik dari orang tua, guru maupun mitra dengan berbagai jenis latar belakang usaha.
 Selain stand produk jualan, stand Taman Sains menampilkan peralatan baru yang akan segera dipergunakan. Diantaranya pojok E-Kiosk yang berisi multimedia pembelajaran serta game berbasis komputer. Siswa tinggal sentuh saja dalam mengoperasikan E-Kisok ini. Juga ada Teropong Bintang jenis Sky-Watcher berdiameter 90mm. Teropong ini dilengkapi dengan digital eyepice sehingga bisa dioperasikan melalui koneksi usb ke komputer dan bisa disaksikan bersama-sama.
Stand yang tak ketinggalan seru adalah Pojok Edukasi Reptil. Di sini ditampilkan bermacam reptil, ada ular Phyton, kura-kura, Iguana. Mereka dari komunitas reptil mengenalkan hobi reptil kepada anak-anak. Alhamdulillah, Momen peringatan Milad ke-13 ini sukses terselenggara, semoga SDIT Alam semakin komit dengan visi dan misi pendidikannya. Amiin