Showing posts with label Annual Events. Show all posts
Showing posts with label Annual Events. Show all posts

Monday, December 14, 2015

Nuris Games 5

Momen Ujian Akhir Semester sudah selesai. Tapi, ujian bukan berarti aktivitas pembelajaran usai juga. Pembelajaran harus terus berlangsung. Ujian hanya merupakan saat untuk mengukur capaian dari proses pembelajaran siswa selama satu semester. Untuk melihat bagian mana yang kurang ataukah malah melebihi target. Pekan ini kegiatan tahunan yang sudah dinanti siswa resmi dibuka. Itulah Nuris Games 5.
Proses pembukaan Nuris Games berlangsung pada hari Senin, 14 Desember 2015. Seperti Nuris Games tahun sebelumnya, kali ini juga dilaksanakan untuk kelas bawah dan kelas atas. Untuk kelas atas dikelompokkan dengan masing-masing kelompok terdiri dari siswa dari berbagai kelas. Di dalam sambutannya, kepala sekolah menyampaikan bahwa kehidupan ini selalu diliputi dengan kompetisi. Bahkan kita semua ini adalah para pemenang dari proses penciptaan manusia. Kita adalah pemenang satu sel sperma yang berhasil membuahi sel telur. Yang mengalahkan berjuta-juta sel sperma lain yang telah kalah dalam kompetisi itu. Begitu juga setelah lahir hingga menjalani kehidupan ini kita akan selalu mengalami kompetisi. Maka selalu diri kita untuk selalu siap dengan mengikuti kompetisi. Di Nuris Games 5 ini semua siswa dilatih untuk siap berkompetisi dengan berbagai permainan. Dan dengan semua permainan itu setiap siswa harus bersikap sportif, semangat, siap kalah dan siap menang. 
Proses pembukaan diwarnai dengan penyulutan api ke arah balon-balon yang bergantungan. Penggunaan api sebagai simbol semangat yang membara pantang menyerah. Sebagai energi berkompetisi di Nuris Games 5 kali ini. Kelompok kali ini menggunakan nama para shohabat dan shahabiyah Rasul SAW. Setelah prosesi penyulutan balon dilanjutkan dengan penulisan pesan di secarik kertas yang digantungkan balon-balon. Perwakilan kelompok maju untuk menerbangkan balon yang membawa pesan-pesan. Balon-balon itu akan terbang meninggi setinggi harapan dan cita mereka.


  
Setiap kelompok berjuang untuk mengumpulkan medali-medali kejuaraan. Golden medal, Silver medal dan Bronze medal. Sudah tentu kelompok pengumpul medali terbanyak sebagai juaranya.



Thursday, November 26, 2015

Selamat Hari Guru 2015

Setiap 25 November menjadi hari spesial bagi setiap guru. Selalu di setiap tanggal tersebut diperingati sebagai hari Guru Nasional. Hari di saat setiap orang mengingat jasa dan peran setiap orang yang telah menjadi guru di kehidupannya. Guru yang sudah ditempatkan di ruang hati dan menjadi ingatan di setiap saat. 
Meski banyak sekolah lain libur tidak mengadakan proses pembelajaran, namun SDIT Alam tetep masuk dan menyelenggarakan peringatan hari Guru dengan acara performance para guru dan siswa. "Kita harus selalu ingat bahwa libur hakiki kita ada dimana . . .?" Tanya ust. Ariefuddin dalam sambutannya. Beberapa siswa menjawab, " Surga !!"  . . . Betul ! Karena di surga memang sudah tidak berlaku lagi kegiatan yang berujung pada kelelahan dan kepayahan. Tidak ada lagi belajar bahkan ibadah, bisa jadi kalo gak mandi pun badan kita tetep harum. Beda kalo liburnya di dunia. Sering kan anak-anak males mandi jika libur, betul kan? Dan bau badan sudah pada hafal sendiri kan? Di hari spesial untuk guru ini mari kita kenang dan sampaikan terima kasih untuk para guru kita. Guru yang sudah membuat diri kita tahu dan mampu. Bahkan para siswa, anak sekalian merupakan guru bagi kami. Karena dengan mengenal para siswa setiap guru diajari untuk memahami bahwa setiap anak mempunyai keunikan yang tidak bisa digeneralisir dan disamakan. Anak-anak telah menjadi guru bagi ustadz-ustadzah bagaimana harus bersabar mendampingi dan mendidik.
 Sebagai simbolisasi ucapan terima kasih perwakilan guru meju ke atas panggung, kemudian kepala sekolah memberikan masing-masing satu buah kue tart yang dihiasi dengan angka 1. Apa ya maknanya? Ternyata maknanya adalah You always number one for me. Kemudian bareng-bareng siswa dan guru menyanyikan lagu Number One for Me nya Maher Zain. Suasana menjadi syahdu dan haru jika betapa besarnya para guru-guru kita telah berbuat banyak untuk kita.
Ada juga penampilan ustadz Maulana dan ustadzah Dyah disertai dengan ilustrasi tarian oleh siswa kelas 2. Mereka menampilkan lagu dan puisi. Kolaborasi ini sangat menarik meski tanpa persiapan yang lama karena dengan semangat untuk memperingati hari guru, akhirnya jadi oke juga.


Di acara itu digelar pemutaran perdana film karya siswa kelas 5B berjudul Kanibal 2. Karena ini menjadi sequel dari film pertama yang berjudul Kanibal. Kisahnya terkait dengan usaha sekumpulan anak-anak kampung dalam mencegah juragan kayu untuk menebangi pohon di hutan yang akan dieskport ke China. Nha usaha para anak kampung itu unik, mereka mengembangkan mitos bahwa di hutan itu ada suku primitif yang suka memakan daging manusia alias kanibal. Trus, gimana lanjutannya, tonton  sendiri aja ya filmnya.

Selain itu ada juga performance dari ustadzah, ada grup Lakepri Band yang terdiri dari ustadzah Wiwid, Nurul dan Sitikho. Lakepri Band menampilkan lagu karya ustazah Wiwid berjudul Laa Taghdhab. Tampil juga ustadzah Khusnul yang membacakan tembang macapat tentang guru. Nah, yang ditunggu-tunggu dan penampilan terakhir adalah Elekyo band. Grup band yang terdiri dari ustadz-ustadz ini menampilkan 4 lagu, Kun Anta, Sebiru Hari Ini, IT Alam covering dari lagu Sayyidan dan Berlapang Dada. Dan juga pada kesmepatan kali ini diumumkan kategori ustadz/ah favorit.
Penentuannya melalui polling pemungutan suara dari seluruh siswa. Kita ingin tahu seberapa favorit ustadz/ah di mata siswa. Untuk tahun ini kategori guru paling Rapi adalah ust. Budi Suprayitno, Guru paling Lucu adalah ust. Yunarko, guru paling Kreatif adalah ust. Ginong, guru paling rajin adalah ust. Hardi, guru paling Ramah adalah ust. Budi Suprayitno dan guru paling tegas adalah ust. Bintara. Untuk tahun ini belum masuk nominasi ustadzah di kategori guru favorit. Selain itu ada kesempatan juga dibacakan surat-surat yang ditulis para siswa untuk para gurunya. Ada satu kejadian yang mengharukan, salah satu siswi, mbak Khalida kelas 6 maju membacakan suratnya untuk ustadzah Dina, kemudian mbak Khalida turun panggung menuju usth Dina dan memberikan ucapannya diiringi dengan pelukan haru. Para hadirin terbawa suasana haru ditambah mbak Khalida memberikan suapan kepada usth Dina. Jika cinta sudah bersemayam di hati, tak butuh lagi banyak kata-kata untuk saling menggerakkan.

Tuesday, August 18, 2015

Dirgahayu Republik Indonesia yang Ke-70

Dear SDIT Alamania, bulan Agustus adalah bulan yang sakral bagi bangsa kita. Di bulan itulah negara kesatuan kita lahir, atas berkah rahmat Allah menggapai kemerdekaannya. Setelah melalui perjuangan beberapa generasi. Setelah melalui perjuangan perang dan diplomasi. Tepatnya, 17 Agustus 1945, Soekarno dan Hatta resmi memproklamasikan kemerdekaan negeri tercinta ini. Setiap tahun berbagai lapisan masyarakat menyelenggarakan berbagai kegiatan dalam rangka peringatan kemerdekaan Republik Indonesia. Mulai dari lomba-lomba, tirakatan, kunjungan ke Taman Makam Pahlawan serta puncaknya adalah upacara bendera 17 Agustus. 


Tak ketinggalan di SDIT Alam Nurul Islam, peringatan kemerdekaan RI dilaksanakan dalam rangka untuk menumbuhkan kecintaan siswa-siswa pada tanah air Indonesia. Mengingat betapa berat perjuangan yang dilakukan oleh para pahlawan dengan pengorbanan harta dan jiwa demi negeri ini bebas merdeka dari kungkungan para penjajah. Anak-anak bersemangat menyanyikan lagu wajib terkhusus Hari Merdeka sembari mengibarkan bendera Merah-Putih.
Ust. Ariefuddin selaku kepala sekolah menyampaikan pesan bahwa kesyukuran layak kita sampaikan kepada Allah SWT atas karunia kemerdekaan hingga saat ini. Sudah sepantasnyalah kita layak untuk mempertahankan kemerekaan ini dengan peran serta memajukan negeri kita tercinta dengan aktivitas belajar yang tekun. Sehingga kita akan dapatkan generasi penerus yang akan mampu mengelola kekayaan negeri ini dengan baik. Bukannya malah menghadirkan bangsa asing yang akan masuk ke negeri kita tercinta. Sedangkan kita sebagai tuan rumah justru malah menjadi pembantu yang disuruh-suruh. Kondisi merdeka adalah kondisi yang bebas dari rasa takut, terpenuhinya kebutuhan pokok, sehingga apabila kita sedang belajar di kelas kemudian ada teman kita yang menakuti, mengancam, memaksa, hakikatnya ia sedang menjajah kemerdekaan kita. Luruskan, perbaiki kebiasaan buruk itu sehingga kita benar-benar menjadi manusia merdeka.
   
Di acara peringatan ini, para siswa menyimak video ilustrasi perjalanan sejarah kemrdekaan negeri kita tercinta ini dari kedatangan para penjajah hinga proklamasi 17 Agustus 1945. Para siswa menjadi memahami bagaimana proses perjuangan, siapa saja yang terlibat sehingga akan tumbuh rasa kecintaan dan penghormatan kepada para pahlawan.
 Selain itu, kesiswaan SDIT Alam menggelar lomba peringatan kemerdekaan RI ke-70 ini dengan beberapa rangkaian. Lomba mewarnai untuk siswa kelas 1 dan 2, lomba menggambar untuk siswa kelas 3 dan 4, lomba membuat cergam dan cerpen untuk siswa kelas 5 dan 6, lomba karya inovasi Sains dan untuk para guru ada lomba cipta media pembelajaran. Kesemuanya bertemakan Kemerdekaan RI. Karya lomba diberi deadline waktu pengumpulan tanggal Jum'at, 28 Agustus 2015. Hasil karya akan dipamerkan dan terakhir akan diumumkan setiap kategori 5 karya terbaik pada hari Rabu 2 September 2015 yang akan mendapatkan piala dan uang pembinaan. Tak ketinggalan di momen ini ada kategori penilaian perorangan bagi yang selalu mengenakan pita Merah-Putih selama bulan Agustus ini. Dirgahayu negeriku tercinta yang ke-70 !  

Monday, July 6, 2015

Bakti Sosial dan Buka Bersama Ramadhan 1436 H

Dear SDIT Alamania, momen Ramadhan kali ini berbarengan dengan akhir tahun ajaran 2015-2015. Sehingga liburan akhir semester akan berlanjut ke libur lebaran. Cukup panjang, hampir 1 bulanan. Tentu libur panjang selama Ramadhan harus punya efek positif. Ibadah Ramadhan harus lebih giat dan target-target harus dapat tergapai. Karena Ramadhan bersamaan dengan liburan panjang, dengan itu juga program Pesantren Ramadhan tidak bisa dilaksanakan. Namun beberapa agenda tahunan tetep dilaksanakan. Salah satunya adalah Bakti Sosial pembagian Sembako kepada masyarakat sekitar dan Buka Puasa Bersama Ramadhan. Acara tersebut dilaksanakan pada hari Sabtu, 20 Juni 2015.
 Paket sembako berasal dari donatur para orang tua atau wali siswa. Setiap paket berisi beras 3 kg, minyak goreng 1 liter, gula pasir 1kg, teh dan susu kaleng. Terkumpul 413 buah paket sembako yang siap ditasarufkan ke masyarakat sekitar SDIT Alam Nurul Islam.

Hari Sabtu, siswa-siswi berangkat jam 14.00. Untuk kelas 4 dan 5, kelas 6 juga masih diikutsertakan, berkumpul di masjid setelah sholat 'Ashar berjama'ah mereka menerima briefing dari koordinator pembagian sembako. Setelah dibagi beberapa kelompok untuk beberapa titik bagi di setiap RT di dusun Cambahan dan Pundung, anak-anak kemudian diminta langsung mengambil paket sembako. Setiap anak membawa satu buah paket. Dengan dibersamai ustadz/ah mereka menuju lokasi tempat pembagian. 

 Di sana sudah menunggu Pak atau Bu RT yang akan menjadi pemandu menunjukkan ke setiap rumah mana sembako tersebut akan dibagikan. Beberapa rumah masih dicocokkan dulu dengan data yang dibawa oleh ustadz/ah. Bahkan ada data kepala keluarga yang dari kenampakan rumahnya termasuk kaya, karena punya mobil dan rumahnya cukup mewah. Untuk data yang seperti itu dibatalkan karena prioritas bagi yang memang layak dapat sembako saja.
 Jika kelas atas membagikan sembako, kelas bawah mengikuti acara penggalangan dana untuk muslim Rohingya dan dilanjut dengan dongeng bersama Kak Aris Pahlawan Bertopeng. Di acara penggalangan dana Rohingya, anak-anak diberi tayangan terkait dengan penderitaan muslim Rohingya yang diusir dari tanah airnya oleh kaum dzalim. Sehingga mereka harus melarikan diri menggunakan kapal-kapal kayu. Beberapa terkatung-katung berbulan-bulan di tengah laut. Kelaparan dan sakit. Alhamdulillah, beberapa pengungsi ditampung rakyat Aceh dan diberi kebutuhan seperti pangan, sandang dan tempat tinggal layak sehingga bisa hidup nyaman. Dari penggalangan dana Alhamdulillah terkumpul dana Rp. 3.570.900 dan 5 real untuk penyalurannya dilakukan melalui ACT, Aksi Cepat Tanggap DIY. Atas nama panitia menyampaikan Jazaakumullahu Khairan Katsiraa atas peran serta Bapak/Ibu Orang Tua/Wali siswa SDIT Alam Nurul Islam dalam memberikan shodaqoh berupa paket sembako dan dana bagi muslim Rohingya. Semoga Allah membalas dengan balasan terbaik, berlipat terkhusus di bulan Ramadhan yang penuh berkah ini. Amiin.





Lomba Pustaka 2015

Dear SDIT Alamania, di setiap akhir semester, SDIT Alam Nurul Islam selalu menyelenggarakan kegiatan sebagai media untuk aktualisasi potensi dan kemampuan setiap siswa. Jika akhir semester ganjil ada Nuris Games, sebagai media aktualisasi kemampuan fisik dan ketrampilan. Nah, di akhir semester genap ada Lomba Pustaka sebagai media aktualisasi kemampuan intelektual dengan basis pustaka. Kali ini, Lomba Pustaka berbarengan dengan puasa Ramadhan 1436 H sehingga beberapa mata lomba disederhanakan supaya tidak melelahkan siswa. Pembukaan Lomba Pustaka bersamaan dengan acara Pawai Tarhib Ramadhan.


Prosesi pembukaan ditandai dengan pemotongan tali yang mengikat balon terbang yang akan mengangkat tulisan LOMBA PUSTAKA 2015. Perlahan tulisan berwarna emas tersebut naik dan membentang di atas lapangan tempat peserta berkumpul. Lomba Pustaka berlangsung dari tanggal 15 hingga 18 Juni 2015. 
Lomba Pustaka dibagi menjadi 3 kategori. Kategori Kelas Bawah, Kelas Atas dan Umum. Kelas Bawah terdiri dari : Lomba Mewarnai, Lomba Puzzle, Lomba Calistung (Baca Tulis dan Hitung) dan Komunikata. Untuk Kelas Atas ada Lomba Menggambar dengan alur cerita, Rangking 1, Lomba menulis cerita berkesan dan Lomba Tebak Kata Bertema. Untuk kategori Umum ada Water Rocket, Kreasi Sains, Spelling Bee, Kliping, Tunurisba (Tuju Menit Nurul Islam Membaca), Lomba Pemilihan Raja dan Ratu Buku 2015 dan Parade Puisi Ustadz/ah. 
Di Lomba Kreasi Sains, setiap peserta diharuskan mengumpulkan kreasi yang bertemakan temuan teknologi sederhana untuk mengatasi sebuah permasalahan. Beberapa yang terkumpul karyanya, alat untuk melatih fokus, berupa kawat berulir yang harus diikuti manakala tersentuh akan mengeluarkan bunyi. Ada Jembatan hidrolik yang terbuat dari stik ice cream dan suntikan. Dan banyak lagi lainnya.
 Untuk lomba Water Rocket, diikuti 3 peserta. Karena merupakan cabang lomba baru sehingga belum cukup familier. Peserta bisa bergrup maupun individu. Kelas Roket yang dilombakan adalah roket air tanpa nozzle. Sehingga setiap peserta menggunakan roket dengan bahan dari botol mineral dengan ukuran bebas. Setiap peserta diberi kesempatan meluncurkan sebanyak 3 kali. Setiap kali luncur dengan 5 kali pompa. Sedangkan peluncurnya sudah disediakan oleh panitia. Di lomba perdana ini, roket yang terjauh diluncurkan sepanjang 13 meter. Ya lumayan bagi pemula, bisa ditingkatkan untuk tahun depan.
Lomba yang gak kalah serunya adalah Spelling Bee. Yaitu lomba mengeja kata bahasa Inggris. Untuk lomba kali ini panitia terkhusus mendatangkan juri Native Speaker. Dia adalah David yang asalnya dari Australia. Diawalnya dikira ia gak puasa, pas ditawari minum ia menjawab, "I'm Fasting, I'm Muslim." Subhanallaoh !! ternyata ia muallaf yang baru saja masuk Islam dan di bulan Ramadhan kali ini juga ikut melaksanakan puasa.
 Yang tak kalah seru juga ada lomba parade puisi. Lomba ini terkhusus untuk ustadz/ah saja. Setiap level kelas ditambah guru mata pelajaran BTAQ mengirimkan perwakilannya. Perwakilan bisa perorangan ataupun kelompok. Guru Kelas 6 menjadi yang pertama, mereka mewakilkan ustadz Gusdul aka Abdullah Imaduddin. Beliau memang jagonya baca puisi. 
 Untuk guru BTAQ mengirimkan duet ustadzah Yuni dan ustadzah Maryani. Mereka membacakan 2 puisi yang temanya berbeda jauh. Satunya bertema perjuangan dan satunya lagi bertema Ayamku. Sudah bisa kebayang kan gimana dua puisi tersebut dibaca saling bersahutan. Gak nyambung blas dan lucu abis.
Kelas 5 diwakili oleh ustadz Ariefuddin. Puisi yang dibawakan adalah berjudul "Tuhan Tuju Senti" karyanya Taufik Ismail. Karena beberapa kata yang anak-anak tidak menangkapnya mungkin yang membuat beberapa anak kurang konsen. Begitu disusul puisi kedua berjudul 'Jerawatku', baru anak-anak merasa nyambung dan senyam-senyum.



Yang sangat aktraktif yaitu perwakilan dari guru kelas 2. Puisi dan teatrikal digabungkan menjadi satu. Jadinya, pesan yang disampaikan akan lebih kuat karena bukan semata bunyi kata saja tapi juga ditambah akting yang menarik. 
Kelas 4 diwakili oleh ustadz Mukhtasar. Beliau menyampaikan puisi hasil karyanya sendiri. 
Al Haaaqqoh . . 
Suara itu memecah kesunyian 
Ma al - Haaaqqah . . .
Berpadu tanda tanya tak berkesudahan
Wa Ma Adraaka Ma al-Haaaqqoh . . .
Membumbung tinggi cakrawala harapan

Duhai Anak Zaman !
Adakah kau ingat
ketika pagi menjemputmu,
kitab suci di tanganmu,
qiraah tartil mendengung di telingamu,
al-ma'tsurat menjadi sarapanmu,
wejangan Bapak dan Bu Guru selalu memekakkan telingamu?

Engkau menggeliat melawan 
kau katakan, "Aku tak mau, aku lelah, aku capek."
"Tidak adakah permainan yang lebih asyik?"
"Di manakah obrolan yang lebih menarik?"

Kawan !
Dulu . . . aku juga melawan
dulu . . . aku juga tidak mempedulikan
dulu . . . aku juga tidak pernah menghiraukan.
Bahkan, dulu aku sempat bingung
tidak tahu mana hewan, man setan

Tapi, taukah Engkau Kawan ?"
Aku juga kehilangan 
batinku kesepian
diriku sendirian
Padahal hidup terus berjalan
memecah kerasnya batu jalanan
terbentur, tersungkur, menghambur, lari, mengancam,
diancam, menghantam, dihantam, dan . . .
akhirnya, toh tetap semuanya menuju makam

Kawan !
Aku tau Engkau bingung
mengapa harus ikut,
Aku tau Engkau heran
mengapa dipaksa manut,
Aku juga tau Engkau bertanya
apalagi yang harus diturut,

Setiap derap langkah di sini
dianggap petunjuk,
Setiap canda dan tawa di sini dianggap tajuk,
Setiap gerak tangan di sini berlenggang mengetuk,
Setiap degup jantung di sini
berdetak khusyu'

Maka dari itu, Kawan !
Tundukkanlah kepala
Lapangkanlah dada
Pasanglah telinga
Bukalah mata !
Dan . . . syukurilah semua yang ada !
 Perwakilan guru kelas 1 mengikutsertakan salah seorang siswanya sebagai figuran. Selain itu penampilannya juga dihiasi dengan ilustrasi musik yang akan menghadirkan kesan yang kuat dan dalam.
  Dan puncak acaranya adalah penyerahan kejuaraan setiap lomba. Bersamaan dengan acara bakti sosial dan buka bersama hari Sabtu, 20 Juni 2015. Para juara sudah menunjukkan eksistensi kemampuan dan bakatnya. Para juara layak untuk menyandang predikat dan piala. Selamat untuk para juara !!

Thursday, June 18, 2015

Pawai Tarhib Ramadhan 1436 H : Pangeran Diponegoro Vs Tuan Meneer

 
Dear SDIT Alamania, Ramadhan 1436 H tahun ini sudah tiba. Bulan yang lebih mulia dari seribu purnama sudah hadir di tengah-tengah kita. Hanya satu cara bijak untuk menyambutnya. Dengan bergembira bertemunya kerinduan yang sudah terasa lama tak jumpa. Bergembira untuk selalu bersama nan tak pernah berakhir dalam perpisahan. Kegembiraan itulah yang selalu dibagikan civitas SDIT Alam dalam kegiatan Pawai Tarhib Ramadhan. Setiap Tarhib setiap itu pula menampilkan satu tema dramatikal untuk mengiringi selam kegiatan pawai. Kali ini tema yang diangkat adalah Pangeran Diponegoro vs Tuan Meneer.

Pasukan Pawai Tarhib sudah disiapkan di lapangan. Setiap kelas menampilkan tema tentu dengan kostum kelengkapannya masing-masing. Acara diawali dengan tilawah Qur'an dan sambutan. Di acara pawai ini sekaligus juga dirangkai dengan momen pembukaan Lomba Pustaka 2015. Ust. Santo membuka Lomba Pustaka ditandai dengan naiknya tulisan Lomba Pustaka 2015 yang diikat dengan balon udara. 
Di tengah acara ceking peserta untuk pawai, tiba-tiba datang masuk ke tengah arena seorang dengan pakaian surjan pake blangkon berkalung ban dalam bekas dengan kendaraan sepeda butut dengan atribut balon berbentuk Marsha lalu sepeda itu menarik sampah bebotolan yang kedengaran berisik sewaktu berjalan. Orang tersebut kemudian merebut perhatian peserta pawai. Ia mengenalkan diri, namanya Ki Demang Pethuk. Ck . . ck . . nama yang aneh dan pas dengan cerminan asesoris yang dipakainya. Katanya, ia kenal orang yang sangat kaya. Asalnya dari luar negeri. Belanda.
 Tiba-tiba datanglah mobil Jip Willis terbuka yang dinaiki 3 orang. Seorang dengan pakaian putih-putih berambut pirang tapi kumis n jenggotnya item. Dua yang lain berseragam tentara. Mobil itu berbendarakan 3, Merah-Putih-Ijo. Begitu datang orang yang berpakaian putih turun dan kemudian disambut penuh takzim oleh Ki Demang Pethuk. O . . . ternyata ini to orang yang dimaksud Ki Dimang. Dialah Tuan Meneer. Orang Belanda yang sangat kaya raya. Ki Demang kemudian mempersilahkan Tuan Meneer untuk menyapa masyarakat. 'Hai para inlander, kenalkan . .. ik . . . Meneer dari Amsterdam. Si Tuan Meneer menjanjikan akan memberikan uang yang banyak bagi mereka yang membatalkan ikut pawai Tarhib. Tuan Meneer kemudian mengeluarkan uang dari dompetnya dan mendatangi peserta pawai satu per satu untuk merayunya. Tak satu pun peserta tergiur. Lalu Tuan Meneer memarahi Ki Demang, kenapa rakyat tetep mau mengadakan pawai tidak menerima rayuannya. 
Di tengah usaha keras Ki Demang Pethuk dan Tuan Meneer untuk menggagalkan Pawai Tarhib Ramadhan, tiba-tiba datanglah Pangeran Diponegoro dengan kuda gagah. Tuan Diponegoro langsung bertanya kepada Ki Demang, siapakah orang berambut pirang itu? Ki Demang dengan malu-malu mengenalkan jika ia adalah tamunya yang sedang mau lihat kegiatan pawai Tarhib. Sepontan langsung diprotes oleh anak-anak, "Bohoooooong !!" Ki Demang jadi malu-malu trus Tuan Meneer juga langsung marah menanyakan sikap Ki Demang yang plin-plan. Jangan ditiru ya kawan sifat Ki Demang itu. Itu sikap yang munafik.
Pangeran Diponegoro tidak ingin Pawai Tarhib Ramadhan ini digagalkan oleh siapapun. Kemudian, dengan ketegasan ia menantang Tuan Meneer untuk angkat kaki dari arena pawai. Tapi ternyata Tuan Meneer keras kepala. Ia justru menantang balik kepada Pangeran Diponegoro. Terjadilah perang tanding antara pengikut Tuan Meneer dan pasukan Diponegoro. pengikut Tuan Meneer kalah tanding. Tinggal Tuan Meneer dan Pangeran Diponegoro. Tuan Meneer mengeluarkan senapan laras panjang dan menembak beberapa kali kepada Pangeran Diponegoro yang kesemuanya luput tak mengenai badan Pangeran sedikitpun. Lalu, Pangeran Diponegoro menghunus kerisnya dan menyerang Tuan Meneer yang tak kuasa melawan serangan Pangeran. Akhirnya Tuan Meneer kalah dan Pawai Tarhib Ramadhan tetep berjalan sesuai rencana.
Pasukan Pawai Tarhib berjalan dengan gagahnya. Sepanjang jalan mereka menebarkan senyum gembira menyambut Ramadhan. Beberapa tampak membagikan jadwal Imsakiyah kepada para penduduk yang dijumpai di sepanjang jalan. Anak-anak tetep semangat meski teriknya mentari menerpa badan. Meski Ramadhan kali ini hadir di penghujung berakhirnya tahun pelajaran 2014-2015 namum semangat gembira Ramadhan terus disebarkan menghiasi sepanjang bulan selama Ramadhan.

Ini dia videonya :



Pelepasan Siswa Kelas 6 : Grojogan Sewu dan Taman Sungai Mudal


Dear SDIT Alamania, agenda tahunan yang selalu spesial diperuntukkan untuk siswa-siswi kelas 6 setelah mereka menempuh berbagai ujian dalam rangka menilai kelayakan kelulusan mereka adalah Pelepasan. Dahulu mereka diserahkan para orang tua yang mempercayakan SDIT Alam sebagai habitat untuk mengawal pertumbuhan dan perkembangan semenjak anak-anak masuk di kelas 1. Kini setelah 6 tahun yang terasa cepatnya, mereka akan dilepas. Bukan karena sudah bosen dan gak menarik lagi. Tapi karena keharusan mereka untuk lanjut belajar ke jenjang sekolah yang lebih tinggi. Kegiatan pelepasan kali ini di pilih obyek yang masih alami. Yaitu Grojogan Sewu dan Taman Sungai Mudal. Keduanya terletak di wilayah Kulon Progo.
 Pagi hari, Sabtu 13 Juni 2015 seluruh peserta kumpul di halaman SDIT Alam. Peserta adalah seluruh siswa kelas 6 beserta seluruh guru bahkan juga melibatkan karyawan. Dengan kostum kaos biru-putih peserta melakukan ceking bekal dan perlengkapan. Perjalanan menuju lokasi lumayan menantang dengan track mendaki dan berkelok.
Sampe di lokasi setelah rehat sejenak ngilangi shock perjalanan, dilanjut dengan pemanasan agar selama perjalanan tidak terjadi kesleo otot. Beberapa anak harus minum teh anget dulu karena kondisi perjalanan yang naik turun nan berkelok membuat perut mual.
Setelah panas, peserta dibagi dalam kelompok-kelompok. Setiap kelompok diberangkatkan berurutan menyusuri track yang sudah ditentukan. Target petama adalah mencapai Grojogan Sewu. Air terjun sungai yang masih alami menjadi daya tarik awal dalam rangkaian perjalanan kali ini.
Inilah dia Grojogan Sewu itu. Mungkin Sewu atau Seribu itu yang dimaksud adalah seribu sentimeter ketinggiannya, atau sepuluhan meter. Air yang mengalir terlihat jernih dan jatuh pelan. Tepat di bawah Grojogan menggenang bening air yang mengundang siapa saja untuk terjun berenang. Di situ ada papan peringatan, :Kedalaman Lubuk 5 meter. Jadi harus hati-hati ya yang ingin berenang.
Puas menikmati pemandangan grojogan sewu, istirahat sebentar untuk kemudian melanjutkan perjalanan. Ust. Ariefuddin memberikan dahulu pengantar sebelum perjalanan dimulai. Hakikat hidup ini adalah sebuah perjalanan. Selama kita hiduo di dunia ini hakikatnya adalah, pertama, dunia adalah tempat dimana kita untuk menanam amal. Tempat untuk bekerja keras yang hasilnya akan kita panen kelak di akhirat. Segala sesuatu di dunia ini hanya sementara, tidak selamanya. Bahkan kita sekarang ingin refreshing masih harus berjalan panjang untuk mendapatkan pemandangan indah. Itu pun meski refresh tapi juga ada lelahnya. Bahkan jika orang sudah meninggal katanya Rest In Peace. Betulkah damai. Di alam kubur sana setiap jiwa akan menjumpai kondisi sesuai amal dunia tentunya. Kedua, di dunia ini kita harus punya kejelasan tujuan. Sebuah perjalanan tanpa tujuan sudah dipastikan tak terarah dan boros. Boros energi, biaya, waktu. Mau jadi apa kita harus mulai diperjelas tujuannya, sehingga setiap tahap perjalanan akan mudah direncanakan. Ketiga, hidup ini adalah kemampuan kita untuk melakukan pilihan. Karena setiap saat kita pasti dihadapkan dengan pilihan. Setelah ini kita mau ke mana, makan, duduk, jalan. Kegagalan hidupn atau kegalauan saat kita menjalani hidup ini tidak mantap melakukan pilihan. Pilihan kita adalah tanggun jawab kita. Jika kita bisa merumuskan 3 hal di atas hidup kita akan berjalan mantap dan jelas arah. 
Medan yang mendaki dan terjal menghiasi perjalanan. Mayoritas track yang dpilih adalah hutan yang masih lebat. Terkadang, di kiri-kanan terdapat jurang yang menganga. Kehati-hatian langkah ekstra tinggi. Meski ada juga hiasan pemandangan nun jauh yang indah bisa mengobati letihnya perjalanan.
Dua jam berjalan dengan medan yang luar biasa menghasilkan letih dan laper yang luar biasa juga. Sampe di lokasi, Taman Sungai Mudal dilanjut dengan makan siang bersama. Baru disusul dengan sholat Dhuhur berjama'ah. Enaknya sungguh super, dengan menu daging ayam dan minum kelapa muda nan segar menutup perjalanan siang itu.
Ust. Hamdan memberikan pemaknaan dari kegiatan perjalanan yang baru saja usai. Masih dengan tema kehidupan yang harus jelas tujuannya. Salah satu ciri bahwa seseorang mempunyai tujuan yang jelas bisa dilihat dari 'atribut' dan kondisi selama akan dan sedang berjalan. Misal, jika seseorang akan pergi haji dan akan pergi menjadi suporter sepakbola pasti atribut yang dikenakan beda jauh. Sangat tidak mungkin orang yang akan pergi haji beratribut kaos mencolok dengan panji suporter sepakbola dan naik kendaraan yang blombongan. Hal penting berikutnya dalam melakukan perjalanan adalah kesiapan bekal. Orang yang sudah jelas tujuannya akan mempersiapkan bekal dengan baik. Bukannya santai seenaknya saja. Kelulusan dari SD bukan ujung dari perjalanan, tapi baru satu tahap lanjut menuju tahap perjalanan kehidupan berikutnya.
Selesai pemaknaan, anak-anak dipersilahkan untuk menikmati wisata di Taman Sungai Mudal ini. Taman ini berseting sungai alami yang bersumber dari gua alami. Mengalir memanjang ke bawah dengan kontur alam air terjun yang alami juga. Di sekitarnya hutan yang ditata sedemikian rupa menjadi taman yang alami. Obyek ini masih gratis baru akan dibuka setelah lebaran Juli 2015 nanti. Yang mau ikut menikmati nuansa alam sungai bisa camping lho di Taman Sungai Mudal ini.

Tuesday, January 13, 2015

MOS : Masa Orientasi Siswa Semester 2

Dear SDITAlamania, MOS bukan hanya di awal tahun ajaran. MOS bukan milik kelas 1 saja. Itu sudah menjadi budaya di SDIT Alam Nurul Islam. Semua aktivitas adalah belajar adalah semangat yang akan terus dilakukan. Entah hari efektif sekolah atau libur. Namun, liburan adalah godaan terbesar semua siswa. Bisa jadi, dengan libur juga libur belajar. Dengan libur juga libur sholat. Dengan libur juga libur membaca buku. Dengan libur juga libur membantu orang tua. Jika sudah seperti itu, 'bencana' yang kita dapat. Kebiasaan baik selama efektif sekolah full day dan penjagaan, dengan libur beberapa hari, musnahlah sudah. Panas setahun dibalas dengan hujan sehari. Untuk antisipasi hal tersebut MOS jadi penting.
MOS dilaksanakan selama 3 hari, dari Senin hingga Rabu, 5 - 7 Januari 2015. Kegiatan MOS bertujuan untuk memompa motivasi untuk belajar siswa. Meneguhkan komitmen usaha keras meraih tujuan. Sosialisasi dan kesepakatan kebiasaan dan budaya SDIT Alam Nurul Islam. Memperbaharui pengurus kelas. Hari pertama diawali dengan upacara bendera hari Senin. Di amanat pembina, ust. Ariefuddin menyampaikan akan pentingnya pembelajaran karakter. Yang dimaksud belajar tidak semata hitung-hitung saja, menulis karangan saja, menghafal saja. Menata sandal dengan rapi, tertib antrian, memilah sampah, berusaha tepat waktu itu semua juga aktivitas pembelajaran. Itu yang dinamakan karakter. Karakter itu seperti orang yang memahat di atas batu. Sangat sulit awalnya. Tetapi jika batu itu sudah indah dengan pahatan, sungguh pahatan itu akan awet. Coba lihat pahatan relief di candi Borobudur. Meski kena panas, kena hujan, tetep indah jelas terlihat. Begitu juga dengan karakter kita. Awal pembentukannya terasa sulit, butuh kesabaran, berkorban. Namun jika sudah menjadi kebiasaan bahkan karakter, akan awet dalam diri kita. Bahkan suatu saat kita akan sangat risih melihat orang kaya naik mobil mewah tapi buang sampahnya sembarangan. 
Untuk belajar harus butuh kegembiraan. Hadirkan suasana gembira dulu dalam hati. Niscaya apa yang kita lakukan selama belajar akan mudah terserap. Otak sangat suka pada suasana hati yang gembira. Sebaliknya, otak akan menutup rapat dengan suasana yang gak mood, takut, bahkan sakit hati.
  Salah satu bentuk untuk menguatkan komitmen dan harapan adalah dengan menuliskannya. Ditambah lagi mengkomunikasikannya kepada orang lain. Untuk meneguhkan harapan dan cita, setiap anak diminta untuk menuliskan harapan dan citanya di selembar banner putih besar di halaman depan. Dengan itu maka setiap orang akan bisa melihat apa harapan dirinya dan orang lain. Sehingga setiap orang akan bisa saling memotivasi dan mengingatkan apa yang menjadi harapannya.
Program Tunurisba, Tujuh Menit Nurul Islam Membaca digiatkan lagi. Kali ini waktu istirahat tidak semata hanya untuk sepak bola saja, atau main lari-larian saja. Ada programnya. Saat istirahat setiap anak harus melakukan program cinta lingkungan dahulu. Berupa memilah sampah, menyiram tanaman, atau cabut rumput. 
 Tidak ketinggalan juga. Program Diary juga dibangkitkan lagi. Diary adalah media untuh curah kesan, pengalaman, ilmu. Aturannya, diary setiap siswa hanya boleh dibaca dirinya sendiri dan guru kelasnya. Tulisan bebas. Apa yang melintas di benaknya langsung ditulis. Kalo yang melintas sulit dideskripsi pake kata-kata, boleh digores dengan gambar. Intinya, diarymu adalah cermin dari isi hatimu. Wuih . . . so sweet.
Begitulah agenda MOS kali ini. Prinsipnya, rutinkan yang kecil-kecil, niscaya ia akan menjadi besar dan awet. Menjadi karakter pribadi yang kuat. Gak usah jauh-jauh bayangin Jepang deh, cukup disini kita konsisten terus melakukan yang kecil-kecil. Berkumpul menjadi komunitas, pastilah akan terjadi perubahan yang selama ini banyak orang baru menjadi bahan diskusi saja.

Wednesday, December 31, 2014

Nuris Games 4

Dear SDITAlamnia, menjadi even tahunan, Nuris Games selalu menjadi ajang yang selalu dinantikan oleh semua siswa. Berlangsung di penghujung semester ganjil, untuk tahun 2014 ini berlangsung dari hari Senin 8 Desember hingga Jum'at, 12 Desember 2014 sebagai penutupannya. 
Pembukaan Nuris Games yang ke-4 ini ditandai dengan acara penulisan harapan. Setiap regu yang beranggotakan campuran dari siswa kelas 4 hingga kelas 6 kali ini menggunakan nama surah dalam Al Qur'an. Setiap kelompok menuliskan harapannya dalam secarik kertas. Kemudian kertas tersebut diikat ke sebuah balon udara. Bersama-sama nantinya semua kelompok akan menerbangkan balon-balon tersebut. Dengan maksud supaya harapan-harapan mereka di Nuris Games 4 bisa setinggi mungkin dan Allah-Lah yang berhak mengabulkan-Nya.
Nuris Games 4 ini akan mempertandingkan beberapa macam lomba. Selain lomba yang lazim seperti futsal, badminton, ada juga lomba tradisional seperti Egrang, Balap karung dan Bakiak beregu. Nuris Games ini bertujuan untuk memupuk kepercayaan diri semua siswa bahwa setiap anak sangat mungkin untuk menjadi juara. Sehingga bukan hanya yang kuat, yang cepat saja yang menang. Bagi anak yang merasa menjadi 'pecundang' sengaja dicarikan lomba yang memungkinkan ia menang. Untuk kelas 1 hingga kelas 3 diadakan cabang lomba tersendiri yang lebih ringan seperti hulahop dan lomba lari kelereng.
Setiap pemenang dalam lomba akan diberikan medali. Untuk juara satu mendapatkan medali emas, juara kedua mendapat medali perak dan juara ketiga mendapat medali perunggu. Para juara tampak bahagia dan bangga dengan hasil prestasinya. Untuk kelompok, perolehan medali akan diakumulasi menjadi kejuaraan umum Nuris Games yang ke-4.
Tak ketinggalan di even Nuris Games 4 ini peran serta ustadz-ustadzah tak ketinggalan. Untuk ustadzah ada lomba tarik tambang dan ustadznya futsal. 
Wah seru deh Nuris Games 4 kali ini, sebagai ajang kompetisi asah prestasi setelah mengikuti ujian akhir semester yang baru kali ini dengan kurikulum 2013 secara tematik.