Tuesday, February 25, 2014

Kelas 5 : Geguritan

Kangen

Karya :  Favian Hukama Fadhlan

Saben sesawangan
Kang dak temoni
Memba wewayanganmu
Ngeridhu batin

Mula, kudu dak akoni
Ora dak selaki
Pranyata, angel anggone ngilangi


Udan Siang Iki

karya Nur Rachmi Widyastuti

Awan kang biru resik
langsung ganti petheng dhedhet
Petir pating sesautan
Swara manuk ilang, swara pitik ilang
Sepi . . . sepi . . . sepi tenan
Njur tak sawang njaba jendela
Udan siang iki nggawe awal nggigil 

 

Pakaryan

Karya : Azhar Luqman Fadhlullah

Dina Minggu 
Aku sakaluarga 
Padha saiyeg saeka praya
Nggawa paculekrak lan sapu
Bebarengan lawan para warga

Enom tuwa jaler estri
Kabeh padha kerja bakti
Dalan kebak awu diresiki
Gotong royong saeka kapti

Pakaryan abot bisa purna
Amarga bareng tumandang karya
Ngasilake dalan padhang


Pengaosan Sonten

Karya : Adilista Rizqi Azizi

Wayah sonten 
Nalika grimis nelesi
Telatah ngajeng griya
Para undangan sami rawuh

Griya sampun sediya kagem pengaosan
Para tamu sami lenggah teng klasa
Pengaosan diwiwiti

Pak ustadz mimpin panjurung dunga
Sak sampunipun maos dunga
Lajeng aken sumene


Dina Minggu

karya : Faris Robbani

Dina Minggu dina libur
Tangi turu sarapan bubur
Aja lali nek awan sholat Dhuhur
Nonton TV pengajiane ustadz Yusuf Mansyur
Insya Allah dadi wong sing syukur

Sunday, February 16, 2014

Dust Invasion

Dear SDITAlamania, ini kali kedua Jogja dilanda serangan debu. Debu Vulkanik tepatnya. Kamis (13/2/2014) malam jam 22.55 gunung Kelud di Kediri Jawa Timur mengalamu erupsi. Saking dahsyatnya letusan Kelud yang menyemburkan material vulkanik hingga ketinggian 17 Km mengakibatkan hujan pasir dan kerikil di  daerah sekitar wilayah gunung Kelud. Bahkan di daerah yang sangat jauh pun kebagian efeknya. Semburan debu yang terbawa angin juga terbawa ke Jogja. Praktis di hari Jum'atnya setelah Shubuh, hujab debu menderas melanda Jogja. Hingga waktu masuk pagi mentari tak mampu menembuskan sorotnya hingga menjelang siang. Betapa kagetnya, waktu yang relatif singkat itu mampu meratakan abu vulkanik erupsi gunung Kelud dalam jumlah yang banyak. Di beberapa tempat di Jogja hingga ketebalan 5 cm. Ada yang memprediksi jumlah ini lebih besar dibandingkan semburan debu Merapi sewaktu erupsi besar terakhir. 
  Tak terkecuali di SDIT Alam Nurul Islam. Dengan ciri khas bangunan yang semi terbuka sudah bisa ditebak akibat dari hujan abu vulkanik itu. Seluruh ruangan kelas rata dengan abu vulkanik. Hingga persis seperti bangunan yang sudah ditinggalkan puluhan tahun. 
 Untuk keamanan anak-anak di hari Jum'at pagi sekolah langsung diliburkan. Karena kondisi yang tidak aman untuk proses Pembelajaran. Begitu juga dari dinas Dikpora Sleman juga mengeluarkan maklumat untuk meliburkan sekolah harai Jum'at dan Sabtunya. Ustadz/ah melihat kondisi sekolah dan melakukan tindakan prioritas dalam usahanya menghilangkan debu.
 Dimulai dengan mengurangi debu yang berada di luar bangunan. Termasuk yang ada di lapangan dan pepohonan. Dikarenakan debu yang berada di luar sangat mudah dihembus angin dan dibawa ke dalam ruangan. Selain itu juga menghilangkan debu yang berada menutupi rumput yang baru ditanam supaya tidak mati.
Nah, masalah yang agak berat memang menghilangkan debu yang ada di genteng. Hujan yang deraslah yang menjadi harapan terbesar untuk menyapu debu-debu di genteng. Meski sudah cukup dikurangi, namun kondisi belum nyaman benar untuk proses belajar-mengajar. Sehingga gubernur DIY megeluarkan instruksi untuk meliburkan siswa dari TK sampe SD di ahri Senin dan Selasa supaya kondisi benar-benar dipastikan aman. Pembersihan debu dilanjut terus oleh seluruh guru dan karyawan Nurul Islam agar benar-benar dipastikan di hari Rabu (19/2) sudah cukup bersih dan nyaman untuk belajar. 

Monday, February 3, 2014

Nyekar Macapat: Kinanthi Mangu

Yogyakarta yang diputuskan sebagai daerah yang Istimewa tentulah ada latar belakang penting yang mendukungnya. Meski secara sejarah gak bisa diabaikan bahwa dahulu Yogyakarta merupakan wilayah yang merdeka di bawah kekuasaan keraton Mataram Yogyakarta Hadiningrat. Dikarenakan Indonesia merdeka,Yogyakarta memutuskan untuk bergabung dengan negara Indonesia. Selain itu, Yogyakarta merupakan wilayah dengan budaya Jawa yang kental. Kota dengan lembaga pendidikan cukup banyak sehingga menyebabkan Jogja dikunjungi banyak pelajara dari berbagai wilayah di Indonesia. Bahkan sekarang juga dikunjungi dari berbagai wilayah luar negeri.

Dengan status keistimewaan tersebut, gubernur DIY mengeluarkan Peraturan Gubernur DIY Nomor 64/KEP/2013 yang mewajibkan mata pelajaran Bahasa Jawa sebagai Muatan Lokal Wajib di seluruh sekolah di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta. Sehingga setiap sekolah diharuskan menyiapkan diri untuk menyelenggarakan mapel Bahasa Jawa tersebut dengan sebaik-baiknya.

Di SDIT Alam, sudah jauh hari menyelenggarakan muatan lokal Bahasa Jawa. Bahkan ada program hari berbahasa yang khusus hari Rabu menggunakan bahasa Jawa. Dalam pelajaran bahasa Jawa ada satu ketrampilan yang harus dikuasai. Yaitu kemampuan dalam menyanyikan tembang. Tembang secara Indonesia disebut lagu. Namun dalam tembang terikat oleh aturan-aturan. Terkhusus untuk tembang Macapat. aturan itu terkait banyaknya bait atau sebutan jawanya gatra. Banyaknya suku kata tiap baris sebutan jawanya guru Wilangan. Dan jenis akhir suku kata di setiap baris atau disebut guru lagu. Nah, kelas 5 SDIT Alam kali ini sedang mengasah ketrampilan nembang tembang Kinanti.

                  Awal mulanya terdengar aneh di telinga anak-anak. Mendayu dan bikin ngantuk. Tapi bisa membuat hati tentram. Apalagi kalo tahu makna isi syairnya. Bisa jadi tembang bisa sebagai alat untuk menyampaikan pesan yang dalam.

Thursday, January 16, 2014

Alhamdulillah, Hasil Akreditasi SDIT Alam Bertahan A

Dear SDITAlamania. Setelah menunggu dengan penuh harap, saat penantian akhirnya tiba. Hasil visitasi sekolah yang dilakukan di akhir Oktober 2013 lalu diumumkan. Bertempat di aula kantor Dikpora Daerah Istimewa Yogyakarta yang di jalan Cendana Jogja, seluruh sekolah dari level SD/MI hingga SMA/K/MAN diundang hadir untuk menerima hasil akreditasi berupa surat keputusan dan sertifikat dari Badan Akreditasi Propinsi.

DSC_7172
Dari 460an sekolah yang diakreditasi tahun 2013, mayoritas mendapatkan nilai A. Dan tak ada sekolah yang mendapatkan nilai C serta tak ada yang tidak terakreditasi. Artinya, secara umum mutu sekolah di wilayah Yogyakarta sudah cukup baik. Apalagi visi pemerintah Jogja yang ingin menjadikan Jogja menjadi tempat tujuan pendidikan dan budaya tidak secara nasional tapi juga internasional perlahan bergerak berkembang.
DSC_7175
Hasil akreditasi ini bukanlah sebagai alasan untuk berpuas diri. Tapi justru sebagai awal untuk peningkatan mutu pendidikan secara nasional. SDIT Alam secara standar nasional sudah lolos, namun cita-cita untuk menciptakan sosok SIP, Sholih, Ilmuwan dan Pemimpin masih terus ditempuh dengan penuh semangat.

Friday, December 20, 2013

Study Banding 60 Kepala Sekolah Pati Jawa Tengah

Dear SDITAlamers, Alhamdulillah SDIT Alam mendapat kunjungan dari tamu yang ingin bertukar pengalaman dalam hal pembelajaran. Kali ini yang hadir adalah rombongan dari para kepala sekolah  yang tergabung dalam Koordinasi Kepala Sekolah se-kecamatan Pati Jawa Tengah.
pati01Rombongan dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan kecamatan Pati, Bapak H. Ibnu Sukadi, S. Pd, MT serta para pengawas SD kecamatan Pati, Bapak Munadi, S. Pd, Bapak Maftukin, M. Pd, Joko Supriyanto, S. Pd, Bapak Joko Raharjo, S. Pd dan Bapak H. Dhohir, S. Pd. Rombongan tidak hanya berasal dari SD negeri saja, ada juga dari SD swasta baik yang berlatar belakang keislaman, Katholik dan juga sama-sama Sekolah Islam Terpadu.
pati02Study banding ini bertujuan untuk mengenal praktek 8 standar pendidikan nasional di SDIT Alam. Selain itu, rombongan ingin mengenal juga budaya sekolah yang berjalan dan menjadi acuan aktivitas baik oleh siswa maupun guru. Setelah disambut dan diberi pengantar oleh kepala sekolah SDIT Alam, peserta dibagi menjadi 5 kelompok untuk lebih mendalami praktek 8 standar pendidikan nasional di SDIT Alam.
pati03Untuk kelompok pertama terkait dengan standar Kurikulum : Standar Isi, Proses dan Penilaian. Forum dipandu oleh usth. Rina Widyaningrum selaku wakil kepala sekolah urusan kurikulum. Diskusi berlangsung terkait dengan praktek kurikulum nasional yang dilakukan di SDIT Alam. Karena konsep Islam Terpadu dan Alam menyebabkan adanya tambahan dan modifikasi KTSP. Yang juga menjadi hal yang menarik terkait dengan teknik penilaian. Karena kurikulum 2013 mengharuskan penilaian tidak hanya secara kuantitatif tapi juga kualitatif.
pati04Untuk standar sarana prasarana berlangsung di masjid Nurul Islam. Ust. Lubis menjelaskan bagaimana pengelolaan sarpras di SDIT Alam. Pun juga program terkait dengan pengelolaan sampah. Meski belum ikut program Penghargaan Adiwiyata, SDIT Alam memprogramkan pemilahan sampah yang diatur dalam tata tertib sekolah.
pati05Standar Pembiayaan dipandu oleh usth. Lisa dan ust. Murwantono. Ada hal yang tidak bisa ditiru di SDIT Alam. Terkait status swasta menyebabkan bolehnya menarik dana dari peserta didik. Bagaimana alur masuk keuangan dari berbagai sumber, perencanaan anggaran, kebijakan pencairan, laporan, menjadi hal yang penting dalam tata kelola keuangan. Cita-cita idealnya bagaimana tata kelola itu bisa teraudit secara independen sehingga menjadi alat kepercayaan untuk menjalin kerjasama dengan lembaga dalam bentuk program, materi maupun finansial.
pati06Kelompok kelima adalah standar kompetensi lulusan, standar pengelolaan dan standar tenaga pendidik disampaikan oleh ust. Bintara dan ust. Ariefuddin. Diskusi yang menghangat terkait kompetensi apa yang menjadi penentu kelulusan siswa kelas 6. Di SDIT Alam meski acuan kelulusan sesuai peraturan menteri pendidikan, kedepan sedang dikembangkan supaya komponen karakter dan sikap turut menjadi penentu kelulusan siswa. Berbagai macam program dan kegiatan yang dilakukan di SDIT Alam membuat ketertarikan peserta untuk mengadakan.
pati07 Di penghujung acara diadakan saling tukar cinderamata sebagai bentuk tali kasih silaturrahiim antar lembaga pendidikan. Selain itu juga dilakukan MOU antar sekolah dari tiap sekolah dengan SDIT Alam untuk menjalin kerjasama terkait dengan tukar informasi dalam pelaksanaan pembelajaran.
pati08Semoga kerjasama ini menjadi penguat tekad dalam memajukan pendidikan di negeri tercinta ini. Karena majunya negeri sangat ditentukan betapa bagusnya kualitas pendidikannya. Amiin.

NURIS Games 3

nurisgames3
Dear SDITAlamania, event akhir semester yang paling ditunggu anak-anak apalagi kalo bukan Nuris Games. Kali ini sudah tahun ke-3 Nuris Games berlangsung. Ada sedikit berbeda pada peserta. Kalo tahun-tahun sebelumnya diikuti siswa-siswi SDIT dan SMPIT Alam, kali ini hanya siswa SDITAlam saja. Karena SMPITAlam punya even sendiri.
OLYMPUS DIGITAL CAMERANuris Games 3 berlangsung selama 4 hari. Dimulai hari Senin, 16 Desember hingga Kamis, 19 Desember 2013. Seluruh siswa dibagi dalam 16 kontingen. Pemilihan nama kontingen kali ini menggunakan nama gunung. Tujuannya supaya setiap anak mengenal nama-nama gunung di Indonesia serta karakteristiknya. Setiap kontingen terdiri dari siswa kelas 3 hingga kelas 6. Untuk siswa kelas 1 dan 2 punya ajang kompetisi sendiri masih dalam lingkup Nuris Games 3. Setiap kontingen diharuskan membuat yel-yel dan menyampaikan informasi terkait nama gunung dari kontingennya.
peserta nurisgames3
Pembukaan Nuris Games 3 berlangsung sangat meriah. Ada pelepasan balon sebagai dimulainya kompetisi di Nuris Games 3. Cabang lomba Nuris Games dipilih untuk mengakomodasi potensi yang ada di setiap anak. Sehingga membuka peluang juara lebih banyak. Adapun lomba yang diadakan adalah : Lari 50 meter, Lari Marathon, Lompat Jauh, Loncat Tinggi, Bakiak, Tarik Tambang, Catur, Bulutangkis, Balap Karung, Futsal dan Estafet Egrang.
OLYMPUS DIGITAL CAMERASetiap kontingen memilih wakil terbaiknya untuk bertarung di setiap cabang lomba. Juaranya adalah kontingen yang mampu mengumpulkan medali sebanyak-banyaknya. Medali Emas, Perak dan Perunggu.
goldmedal

silvermedal
bronzemedal
Penyerahan medali dilakukan dengan prosesi khusus. Dimaksudkan untuk membangkitkan apresiasi berprestasi dan memberikan kepercayaan diri pada setiap anak yang juara. Begitu juga untuk memotivasi yang lain.
OLYMPUS DIGITAL CAMERASlamat ya bagi kontingen yang juara. Kalian layak merayakannya. Ust. Agus selaku guru olahraga sudah membidik para calon juara di ajang kompetisi yang lebih bergengsi seperti OOSN. Hai para petarung, siapkan mental juara kalian di kompetisi yang kan kalian songsong !!

Monday, December 9, 2013

Kunjungan dari Sekolah Alawiyah Thailand

SDIT Alamania, Alhamdulillah kali ini SDIT Alam mendapat kunjungan yang spesial dari Thailand. Tepatnya dari sekolah Alawiyah Withaya Thailand. Berdelapan rombongan terdiri dari pengurus yayasan, mudir dan para guru. Rombongan sampe di lokasi melalui informasi terpandu dari blog SDIT Alam. Perwakilan rombongan memberikan mukadimah terkait dengan situasi dan kondisi pendidikan terkhusus Islam di Thailand. Kurikulum yang berjalan di sekolah menggunakan kurikulum kerajaan Thailand dengan nuansa agama Budha. Sehingga pentingnya menghadirkan sekolah yang Islami menjadi keharusan. Kesadaran akan satu ummah membawa rombongan Alawiyah ke Indonesia terkhusus ke Jogja, SDIT Alam. Dikarenakan SDIT Alam dinilai pas dalam konsep pembelajaran meski menggunakan kurikulum nasional.

Alawiyah01Ternyata perwakilan sekolah Alawiyah juga ikut hadir di Munas JSIT di Palembang sehingga secara umum kurikulum sekolah dalam JSIT menjadi warna baru konsep pendidikan Islam sudah cukup dikenal. Namun, secara khusus, SDIT Alam dilirik dikarenakan penggunaan metode Alam-nya dengan proses mengalami dahulu sebelum mengetahui dan akhirnya melakukan. Beberapa program pengembangan diri seperti outbound, beternak, berkebun dan marketday menjadi daya tarik tersendiri dan menjadi inspirasi.

Alawiyah05

Selain mengenal latar belakang dan tujuan SDIT Alam, rombongan sekolah Alawiyah juga melihat proses pembelajaran di setiap kelas atau bilik menurut bahasa Melayunya. Ada unsur keunikan yang dilihat. Dengan lesehan tanpa kursi serta suasana nyaman seperti menjadi rumah kedua bagi setiap siswa. Menjadikan sekolah adalah tempat yang menyenangkan.

Alawiyah02

Kehadiran tamu dari Thailand cukup menarik perhatian para siswa. Mereka langsung pada bawa kertas berkenalan dan meminta tandatangan. Ada keheranan juga rupanya, ternyata di Thailand ada juga yang bergama Islam. Dan paham bahasa Indonesia. Beberapa anak diberi cinderamata berupa koin Bath. Mata uang Thailand.

Alawiyah03

Sebelum meninggalkan SDIT Alam, rombongan memberi cinderamata berupa keris. "Jika di Jawa ada keris, kami di Thailand juga ada keris. Karena memang kita dulu satu nusantara. Sekarang saja kami di bawah pemerintahan kerajaan Thailand." Begitu pesan pimpinan rombongan sambil memberikan cinderamata.  Alawiyah04 Tertulis tekad jika akan dilakukan kerjasama untuk lebih menambah ikatan akan satu ummah untuk mewujudkan pendidikan sebagai usaha penyiapan generasi pelapis lanjut di masa depan.