Showing posts with label Kunjungan. Show all posts
Showing posts with label Kunjungan. Show all posts

Monday, November 9, 2015

Tamu Kunjungan dari Sekolah Alam Lampung

Dear SDIT Alamania, Selasa pagi, 10 November 2015, pas hari Pahlawan, SDIT Alam Nurul Islam kehadiran tamu dari Sekolah Alam Lampung. Sekolah Alam Lampung adalah tuan rumah penyelenggara Jambore Sekolah Alam Nusantara ke-3 di awal Oktober kemarin. Tak diduga, rombongan dari Sekolah Alam Lampung berkunjung ke SDIT Alam.
Rombongan terdiri dari siswa kelas 5 yang pada kesempatan ini sedang mengadakan tour ke Jogja ada kaitannya dengan tema pembelajaran Kerajaan. Bersama guru dan kepala sekolah ustadz Muhsin, rombongan silaturrahiim ke SDIT Alam Nurul Islam.
Siswa SDIT Alam terkesan sekali atas silaturrahiim ini, apalagi dari sekolah alam dari luar pulau Jawa. Semoga dengan silaturrahiim ini bisa saling menguatkan semangat dalam memajukan pendidikan di Indonesia. Semangat untuk mendidik generasi bangsa untuk lebih berdaya. Menjadi Abdullah dan Khalifatullah fil Ardh untuk mewujudkan Rahmatan lil 'Alamin.
Kapan ya gantian SDIT Alam silaturrahiim ke Sekolah Alam Lampung ?

Saturday, October 25, 2014

Kunjungan Mahasiswa Internasional UNY

Dear SDITAlamania, Jum'at, 24 Oktober 2014, beberapa orang mahasiswa Internasional Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) berkunjung ke SDIT Alam. Semuanya ada 6 orang, 1 orang dari Australia, 1 orang dari Burundi dan 2 orang dari Thailand. Kunjungan mereka dalam rangka melihat pendidikan di sekolah-sekolah di Indonesia. Nah di Jogja yang kena pilih SDIT Alam.
foto:joanlucky
Begitu datang setelah ngobrol dikit dengan kepala sekolah tentang keunikan SDIT Alam, mereka tidak sabar untuk melihat langsung ke kelas-kelas. Anak-anak juga tertarik dikunjungi tamu dari luar negeri. Meisha, meski berasal dari Australia namun cukup bisa bercakap dengan bahasa Indonesia. Sehingga anak-anak tambah tertarik. Meisha seneng sekali ngajar. Melihat SDIT Alam ia suka sekali, lain dari sekolah yang lain. Di Australia ia pernah melihat sekolah seperti ini. Ada berkebun, beternak. Bahkan di sini Meisha mengajarkan nyanyian dengan tangan yang diletakkan di atas meja.
foto:joanlucky
Dari dari Meisha. Dominic yang bereasal dari Burundi ini sangat ramah. Suka berkenalan dengan anak-anak. Anak-anak agak asingmendengar negara Burundi. Di benua apa ya, kayaknya Afrika. Dominic juga bisa berbahasa Indonesia, tapi sedikit. Ia suka menyanyi dan mengajarkan satu buah lagu ke anak-anak. 
foto:joanlucky
Nah yang ini namanya Abdussalam, dari Thailand. Meski Thailand tapi lancar berbahasa melayu, karena termasuk suku Pattani. Muslim Thailand. Abdussalam sangat antusias melihat lingkungan SDIT Alam. Kalo yang lain berinteraksi dengan anak, nah dia justru jalan-jalan melihat keliling SDIT Alam. Saking tertariknya, ia mau ke SDIT Alam lagi untuk datang main.
foto:joanlucky
Temennya Abdussalam yang sama-sama dari Thailand bernama Ye. Iya Ye gitu aja waktu kenalan. Nama panjangnya sih kurang tahu. Mungkin nama Thailand banget kali ya. Si Ye ini juga lancar bahasa melayu, jadinya bisa langsung cakap dengan guru dan siswa SDIT Alam. 


foto:joanlucky

Hampir 2 jam mereka melihat dan bercengkrama dengan anak-anak. Karena waktu sudah siang akhirnya harus berpisah. Beberapa anak berinisiatif meminta Pin BB. Untuk menyambung komunikasi lagi. Beberapa mahasiswa malah mau datang lagi ke SDIT Alam. Moga pertemuan ini menjadi bahan untuk saling menginspirasi.

Sunday, September 21, 2014

Lawatan dari MMEA (Malaysian Muamalah Educators Association)

Dear SDITAlamania, sungguh menjadi suatau kebahagiaan untuk dapat disilaturahiimi oleh para pegiat dan pemerhati pendidikan dari negeri Malaysia yang tergabung dalam MMEA (Malaysian Muamalah Educators Association), atawa Pertubuhan Pendidik Muamalah Malaysia (Senin, 22 September 2014). Rombongan terdiri dari beberapa orang yang mempunyai latar belakang bermacam. Dari dosen, guru, dokter bahkan dari kementrian pendidikan Malaysia. MMEA adalah organisasi yang bertujuan untuk memfasilitasi adanya jurang kesenjangan masyarakat kepada para ahli dan kalangan yang menjadi ahli di bidang pendidikan. Supaya inovasi dan perkembangan pendidikan bisa berjalan sinergi antara elit dan masyarakat.

 Rombongan melakukan kunjungan di beberapa tempat, terkhusus di daerah Yogyakarta dan sekitarnya. Diantaranya kantor pengurus wilayah Nahdlatul Ulama (NU), kantor pusat Muhammadiyah, pondok pesantren Assalam Solo, Universitas Islam Indonesia dan termasuk SDIT Alam Nurul Islam.
 Di SDIT Alam Nurul Islam, rombongan tertarik terhadap bentuk konsep kurikulum yang mampu menggabungkan antara kurikulum pendidikan Nasional yang diintergrasikan dengan nilai-nilai Islam. Disamping itu juga tertarik dengan kurikulum pengembangan pribadi melalui program outbound, beternak, berkebun dan berjualan. 
 Belum ada di Malaysia yang menerapkan konsep pendidikan yang seperti ini. Apalagi keunikan bangunan kelas yang semi terbuka, lesehan tanpa kursi yang akan membuat pembelajaran siswa menjadi lebih fresh dan memancing kreasi.
 Di Malaysia memang ada sebuah fenomena baru setelah tahun 2010an bahwa banyak orang tua yang lebih mementingkan pendidikan agama dibanding dengan akademik. Apalagi tingkat sekolah dasar yang merupakan pembentuk pondasi karakter anak harus banyak muatan pembentukan karakternya. Sehingga sekolah-sekolah yang berbasis agama banyak dilirik oleh para orang tua.
Terima kasih atas silaturrahiim dan tukar informasi pendidikannya. Semoga kami bisa membalas silaturrahiim ini untuk bisa bergantian berkunjung ke Malaysia.

Friday, December 20, 2013

Study Banding 60 Kepala Sekolah Pati Jawa Tengah

Dear SDITAlamers, Alhamdulillah SDIT Alam mendapat kunjungan dari tamu yang ingin bertukar pengalaman dalam hal pembelajaran. Kali ini yang hadir adalah rombongan dari para kepala sekolah  yang tergabung dalam Koordinasi Kepala Sekolah se-kecamatan Pati Jawa Tengah.
pati01Rombongan dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan kecamatan Pati, Bapak H. Ibnu Sukadi, S. Pd, MT serta para pengawas SD kecamatan Pati, Bapak Munadi, S. Pd, Bapak Maftukin, M. Pd, Joko Supriyanto, S. Pd, Bapak Joko Raharjo, S. Pd dan Bapak H. Dhohir, S. Pd. Rombongan tidak hanya berasal dari SD negeri saja, ada juga dari SD swasta baik yang berlatar belakang keislaman, Katholik dan juga sama-sama Sekolah Islam Terpadu.
pati02Study banding ini bertujuan untuk mengenal praktek 8 standar pendidikan nasional di SDIT Alam. Selain itu, rombongan ingin mengenal juga budaya sekolah yang berjalan dan menjadi acuan aktivitas baik oleh siswa maupun guru. Setelah disambut dan diberi pengantar oleh kepala sekolah SDIT Alam, peserta dibagi menjadi 5 kelompok untuk lebih mendalami praktek 8 standar pendidikan nasional di SDIT Alam.
pati03Untuk kelompok pertama terkait dengan standar Kurikulum : Standar Isi, Proses dan Penilaian. Forum dipandu oleh usth. Rina Widyaningrum selaku wakil kepala sekolah urusan kurikulum. Diskusi berlangsung terkait dengan praktek kurikulum nasional yang dilakukan di SDIT Alam. Karena konsep Islam Terpadu dan Alam menyebabkan adanya tambahan dan modifikasi KTSP. Yang juga menjadi hal yang menarik terkait dengan teknik penilaian. Karena kurikulum 2013 mengharuskan penilaian tidak hanya secara kuantitatif tapi juga kualitatif.
pati04Untuk standar sarana prasarana berlangsung di masjid Nurul Islam. Ust. Lubis menjelaskan bagaimana pengelolaan sarpras di SDIT Alam. Pun juga program terkait dengan pengelolaan sampah. Meski belum ikut program Penghargaan Adiwiyata, SDIT Alam memprogramkan pemilahan sampah yang diatur dalam tata tertib sekolah.
pati05Standar Pembiayaan dipandu oleh usth. Lisa dan ust. Murwantono. Ada hal yang tidak bisa ditiru di SDIT Alam. Terkait status swasta menyebabkan bolehnya menarik dana dari peserta didik. Bagaimana alur masuk keuangan dari berbagai sumber, perencanaan anggaran, kebijakan pencairan, laporan, menjadi hal yang penting dalam tata kelola keuangan. Cita-cita idealnya bagaimana tata kelola itu bisa teraudit secara independen sehingga menjadi alat kepercayaan untuk menjalin kerjasama dengan lembaga dalam bentuk program, materi maupun finansial.
pati06Kelompok kelima adalah standar kompetensi lulusan, standar pengelolaan dan standar tenaga pendidik disampaikan oleh ust. Bintara dan ust. Ariefuddin. Diskusi yang menghangat terkait kompetensi apa yang menjadi penentu kelulusan siswa kelas 6. Di SDIT Alam meski acuan kelulusan sesuai peraturan menteri pendidikan, kedepan sedang dikembangkan supaya komponen karakter dan sikap turut menjadi penentu kelulusan siswa. Berbagai macam program dan kegiatan yang dilakukan di SDIT Alam membuat ketertarikan peserta untuk mengadakan.
pati07 Di penghujung acara diadakan saling tukar cinderamata sebagai bentuk tali kasih silaturrahiim antar lembaga pendidikan. Selain itu juga dilakukan MOU antar sekolah dari tiap sekolah dengan SDIT Alam untuk menjalin kerjasama terkait dengan tukar informasi dalam pelaksanaan pembelajaran.
pati08Semoga kerjasama ini menjadi penguat tekad dalam memajukan pendidikan di negeri tercinta ini. Karena majunya negeri sangat ditentukan betapa bagusnya kualitas pendidikannya. Amiin.

Monday, December 9, 2013

Kunjungan dari Sekolah Alawiyah Thailand

SDIT Alamania, Alhamdulillah kali ini SDIT Alam mendapat kunjungan yang spesial dari Thailand. Tepatnya dari sekolah Alawiyah Withaya Thailand. Berdelapan rombongan terdiri dari pengurus yayasan, mudir dan para guru. Rombongan sampe di lokasi melalui informasi terpandu dari blog SDIT Alam. Perwakilan rombongan memberikan mukadimah terkait dengan situasi dan kondisi pendidikan terkhusus Islam di Thailand. Kurikulum yang berjalan di sekolah menggunakan kurikulum kerajaan Thailand dengan nuansa agama Budha. Sehingga pentingnya menghadirkan sekolah yang Islami menjadi keharusan. Kesadaran akan satu ummah membawa rombongan Alawiyah ke Indonesia terkhusus ke Jogja, SDIT Alam. Dikarenakan SDIT Alam dinilai pas dalam konsep pembelajaran meski menggunakan kurikulum nasional.

Alawiyah01Ternyata perwakilan sekolah Alawiyah juga ikut hadir di Munas JSIT di Palembang sehingga secara umum kurikulum sekolah dalam JSIT menjadi warna baru konsep pendidikan Islam sudah cukup dikenal. Namun, secara khusus, SDIT Alam dilirik dikarenakan penggunaan metode Alam-nya dengan proses mengalami dahulu sebelum mengetahui dan akhirnya melakukan. Beberapa program pengembangan diri seperti outbound, beternak, berkebun dan marketday menjadi daya tarik tersendiri dan menjadi inspirasi.

Alawiyah05

Selain mengenal latar belakang dan tujuan SDIT Alam, rombongan sekolah Alawiyah juga melihat proses pembelajaran di setiap kelas atau bilik menurut bahasa Melayunya. Ada unsur keunikan yang dilihat. Dengan lesehan tanpa kursi serta suasana nyaman seperti menjadi rumah kedua bagi setiap siswa. Menjadikan sekolah adalah tempat yang menyenangkan.

Alawiyah02

Kehadiran tamu dari Thailand cukup menarik perhatian para siswa. Mereka langsung pada bawa kertas berkenalan dan meminta tandatangan. Ada keheranan juga rupanya, ternyata di Thailand ada juga yang bergama Islam. Dan paham bahasa Indonesia. Beberapa anak diberi cinderamata berupa koin Bath. Mata uang Thailand.

Alawiyah03

Sebelum meninggalkan SDIT Alam, rombongan memberi cinderamata berupa keris. "Jika di Jawa ada keris, kami di Thailand juga ada keris. Karena memang kita dulu satu nusantara. Sekarang saja kami di bawah pemerintahan kerajaan Thailand." Begitu pesan pimpinan rombongan sambil memberikan cinderamata.  Alawiyah04 Tertulis tekad jika akan dilakukan kerjasama untuk lebih menambah ikatan akan satu ummah untuk mewujudkan pendidikan sebagai usaha penyiapan generasi pelapis lanjut di masa depan.

Tuesday, September 17, 2013

Lawatan MASDAR Malaysia ke Sekolah Alam Jogja

Suatu kebahagiaan mendapatkan silaturrahiim dari saudara Malaysia yang terhimpun dalam MASDAR atawa Ma'had Tahfiz Sains Darul Muttaqin, Senin 16 September 2013. Sembilan pengurus MASDAR sengaja melakukan lawatan ke Indonesia dalam rangka study banding dalam rangka pengkayaan konsep pendidikan Islam. Selain ke Sekolah Alam Jogja, rombongan sebelumnya berkunjung ke pondok pesantren Modern Gontor, pondok pesantren Assalam Solo, yayasan Al Hikmah Gunung Kidul. Mengapa ke Sekolah Alam Jogja? Dikarenakan Sekolah Alam merupakan konsep yang baru di dunia pendidikan. Sehingga sangatlah perlu untuk belajar bagaimana konsep Sekolah Alam, begitu urai  DR. Sa'adan bin Hj Omar selaku pimpinan rombongan.

DSC_6735

masdar03

Rombongan MASDAR tertarik dengan metode belajar sambil mengalami. Seperti bagaimana konsep alam kubur itu disampaikan melalui praktek siswa-siswinya menjalani proses dibungkus kain kafan, disholatkan dan diletakkan di liang kubur. Yang didapat oleh siswa tidak semata pengetahuan namun pengalaman dan perasaan bagaimana alam kubur itu. Sangatlah perlu untuk dilakukan sebuah seminar antar 2 lembaga yang menemukan masing-masing keunggulan konsep antara MASDAR dan Sekolah Alam. Sehingga muncullah konsep pendidikan Islam yang lebih baik dan efektif menanamkan tidak semata ilmu tapi juga karakter kepada para peserta didiknya. Begitu ajak DR Sa'adan untuk tindak lanjut lawatan ini. Lawatan diakhiri dengan melihat-lihat langsung proses belajar peserta didik di Sekolah Alam Jogja.

masdar01

masdar02

Thursday, October 18, 2012

Kunjungan Bupati Siak, Riau

Siang menjelang sore (17/10/2012) telepon dari protokoler pemprov DIY masuk. Bahwa rombongan bupati Siak, Riau, Drs.H.Syamsuar,M.Si akan datang ke SDIT Alam Nurul Islam. Betapa kaget diliputi perasaan diburu. Tidak siap mempersiapkan penyambutan. Kemudian, pertanyaannya kenapa harus ke SDIT Alam? Tapi kewajiban tuan rumah adalah menyambut tamu sebaik-baiknya seperti yang disunnahkan Rasul SAW. Pas waktunya anak-anak bubar sekolah, setelah sholat 'Ashar berjama'ah, rombongan datang. Bapak Drs.H.Syamsuar,M.Si langsung masuk dan disambut pimpinan sekolah. Beserta rombongan disambut di ruang tamu. Begitu duduk, Bapak bupati langsung tak tahan untuk menanyakan keingintahuannya akan SDIT Alam. Mulai dari kapan berdirinya, bagaimana cara pembelajarannya, apa programnya, bagaimana kurikulumnya, hingga tak sabar untuk melihat kondisi dan suasana sekolah bahkan kelas. Di Siak rupanya sedang akan dibuka sekolah yang berbasis Islam. Rupanya beliau berkeinginan melihat dan mengetahui pengalaman SDIT Alam yang merupakan sekolah berbasis Islam namun dengan programnya yang unik. Yang menjadi ketertarikan Bapak Bupati adalah terkait dengan Islam Terpadu. Rupanya pembelajaran umum bisa diintegrasikan ke dalam nilai-nilai keislaman. "Jadi jika kita belajar tentang gunung di pelajaran IPA, Allah juga hadir disana", begitu penjelasan kepala sekolah. Bapak bupati juga tertarik dengan program berkebun dan beternak, bahwa setiap anak ditugasi untuk memelihari satu tanaman dan satu hewan untuk dipelihara. "Ini untuk menanamkan tanggung jawab mereka agar menjaga kelestarian alam ini yang telah diberikan Allah sebagai failitas manusia", begitu uraian kepala sekolah. Begitu dirasa sudah cukup Bapak bupati dan rombongan pamit, meski sebentar cukup menjadi inspirasi untuk menghadirkan pendidikan berbasis Islam di Siak, Riau.