Tuesday, October 30, 2012

Qurban adalah Pembuktian

Dalam surat al-Kautsar, Allah tlah mengingatkan kita betapa besar dan banyaknya nikmat yang diberikan kepada kita, Kautsar dari kata katsir, banyak. Tak satupun pernah Allah perintahkan atas itu semua kita diminta untuk membalasnya. Jangankan membalas, ngitungin satu-satu saja mana bisa dan sempat. Tapi Allah hanya minta kita bersyukur. Dibuktikan dengan sholat dan qurban, Anhar.


Bukankah iman tu gak cukup di hati atau lisan saja, tapi harus sampe 'amal. Action. Bahkan 'amal itu harus yang terbaik, ikhlas dan sesuai tauladan Rasul SAW kalo yang umum. Kalo 'amal yang berupa ibadah, ritual harus persis sama dengan juklak dan juknis Rasul SAW.  Tambah lagi harus istiqomah, kontinyu. Syukur lagi dilakukan secara jama'i, kerja tim.


Kegiatan qurban meski pelaksanaannya persis dengan tahun lalu, tapi tidak sekedar rutinitas tahunan semata asal terlaksana. Terkadang kegiatan yang rutin bisa menggerus tujuan awal mengapa kegiatan itu dilakukan sehingga asal terlaksana saja. Qurban kali ini semua unit, KBTKIT-SDIT dan SMPIT bersatu untuk melaksanakan qurban bersama. Dari penawaran ke wali murid tiga unit terkumpul ada 25 shohibul qurban. Diwujudkan dalam 2 sapi dan 10 kambing, satu kambing dari lembaga. Siswa dari KBTKIT dan kelas 1-2 dikelompokkan tersendiri dalam kegiatan dongeng dan keliling pos kerja untuk melihat proses penanganan daging qurban. Sedangkan siswa kelas 3 SDIT hingga kelas 9 SMPIT dikelompokkan ke dalam regu kerja. Regu pencucian jeroan, pengirisan daging, pemotongan tulang, pengirisan jeroan, penimbangan dan pembungkusan serta regu distribusi. Kelompok bawah memang orientasi pengenalan untuk menarik keingintahuan, munculnya pertanyaan. Sedangkan kelompok atas memang sudah diterjunkan dengan aktivitas kerja, bekerja sama, taat prosedur dan hasil terbaik secara kualitasnya. Dari aktivitas ini sangat bisa kita amati. Ternyata beberapa anak menunjukkan perilaku masing-masing. Ada yang hanya mencukupkan kerja beberapa menit saja, yang penting sudah pegang. Ada yang harus diberi perintah berulang, pengingatan akan tugas, baru bergerak. Ada yang hanya bermain. Tapi tidak sedikit anak yang berpindah-pindah pos dengan melakukan kegiatan sesuai dengan pos tersebut. Sewaktu ditanya, "Lho, emangnya kamu masuk pos mana sih?". "Aku anggota pos distrubusi, ust". "Lho ngapain sekarang udah kerja, energimu kan nanti untuk keliling distrubusi paket qurban?". "Gak papa ust, aku senang kok ngebantuin". Bisa dilihat kan, satu perintah bisa berbagai hasil pelaksanaan. Sekali lagi 'amal, Action adalah pembuktiannya.

  Muatan pendidikan dasar di tingkat SD dominan berupa lifeskill. Ketrampilan hidup. Dan ketrampilan hidup bisa dibentuk dengan pembiasaan. Pendidikan dasar yang miskin dengan pembiasaan akan kurang sempurna dalam pembentukan ketrampilan hidup anak. Prosesnya akan terjebak pada ranah kognisi saja yang disasar. Jadi anak banyak tahu informasi tapi sebatas hafalan. Rasa tanggun gjawab, mandiri, kritis, dialogis, sikap menghargai, motivasi tinggi, ingin tahu hampir terlewat tak sempat dibentuk.

Thursday, October 18, 2012

Kunjungan Bupati Siak, Riau

Siang menjelang sore (17/10/2012) telepon dari protokoler pemprov DIY masuk. Bahwa rombongan bupati Siak, Riau, Drs.H.Syamsuar,M.Si akan datang ke SDIT Alam Nurul Islam. Betapa kaget diliputi perasaan diburu. Tidak siap mempersiapkan penyambutan. Kemudian, pertanyaannya kenapa harus ke SDIT Alam? Tapi kewajiban tuan rumah adalah menyambut tamu sebaik-baiknya seperti yang disunnahkan Rasul SAW. Pas waktunya anak-anak bubar sekolah, setelah sholat 'Ashar berjama'ah, rombongan datang. Bapak Drs.H.Syamsuar,M.Si langsung masuk dan disambut pimpinan sekolah. Beserta rombongan disambut di ruang tamu. Begitu duduk, Bapak bupati langsung tak tahan untuk menanyakan keingintahuannya akan SDIT Alam. Mulai dari kapan berdirinya, bagaimana cara pembelajarannya, apa programnya, bagaimana kurikulumnya, hingga tak sabar untuk melihat kondisi dan suasana sekolah bahkan kelas. Di Siak rupanya sedang akan dibuka sekolah yang berbasis Islam. Rupanya beliau berkeinginan melihat dan mengetahui pengalaman SDIT Alam yang merupakan sekolah berbasis Islam namun dengan programnya yang unik. Yang menjadi ketertarikan Bapak Bupati adalah terkait dengan Islam Terpadu. Rupanya pembelajaran umum bisa diintegrasikan ke dalam nilai-nilai keislaman. "Jadi jika kita belajar tentang gunung di pelajaran IPA, Allah juga hadir disana", begitu penjelasan kepala sekolah. Bapak bupati juga tertarik dengan program berkebun dan beternak, bahwa setiap anak ditugasi untuk memelihari satu tanaman dan satu hewan untuk dipelihara. "Ini untuk menanamkan tanggung jawab mereka agar menjaga kelestarian alam ini yang telah diberikan Allah sebagai failitas manusia", begitu uraian kepala sekolah. Begitu dirasa sudah cukup Bapak bupati dan rombongan pamit, meski sebentar cukup menjadi inspirasi untuk menghadirkan pendidikan berbasis Islam di Siak, Riau.

Friday, October 12, 2012

Marketday Begin, Go Go Buy !

Satu hal yang sangat beda dengan sekolah lain di SDIT Alam adalah susahnya untuk jajan. Dan memang, itulah aturannya dan saat istirahat pun tak satupun penjual jajanan yang nongol ngetem di depan sekolah. Makanya sempat bingung sewaktu ada sidak dari BP POM yang mau meriksa sampel jajanan. "Lha, disini gak boleh jajan tu Bu". Akhirnya si ibu cukup meriksa sampel snack yang Alhamdulillah hasilnya negatif borax, negatif formalin. Apalagi si babi hi . . hi . .hi. Tapi bukan berarti kegiatan wajib anak-anak, ya jajan tu, gak bisa dilakukan. Masih bisa. Sekolah punya program Marketday. Hari berjualan. Untuk semester ini berlaku untuk semua siswa. Berlangsung setiap hari Jum'at jam 14.00 sampe selesai.


Acara launching berlangsung di GOR. Semua penjual dan pembeli tumplek blek di GOR. Belum dimuali acara, anak-anak sudah berebut antri di lapak yang menjual barang favorit. Kebanyakan makanan sih. Jika dilihat kayaknya memang penjualnya masih terlalu sedikit dibanding dengan para pembeli. Padahal tiap kelas sudah dijadwal siapa yang harus jualan. Pasti deh ada yang gak jualan, ya jadinya penjualnya kurang.


Untuk membeli di pasar ini tidak bisa menggunakan uang rupiah. Karena mata uang yang berlaku disini adalah mata uang Nuris. Jadinya setiap penjual dan pembeli kudu menukar uang rupiahnya ke Bank Nuris yang terletak di pojok utara pasar Nuris. Gubernur Bank Sentral Nurisnya adalah ustadz Bintara yang dibantu beberapa karyawan dari siswa kelas 6 yang mengenakan seragam rompi biru. Para penjual yang sudah selesai jualannya juga bisa menukar hasilnya di Bank ini dan menuliskan laporan lab ruginya.


Meski udha dapet jajanannya tidak berarti makannya tanpa adab. Harus tetap dengan adab, pake tangan kanan dan ucap bismillah. Bahkan ada juga yang berbagi karena teman yang tak bawa uang jajan. Untuk pelaksanaan kali ini tidak semata makanan saja yang boleh dijual. Akan dikenakan aturan, untuk kelas 1 hanya baru boleh sebagai pembeli. Kelas 2 menjualkan. Mulai kelas 3 dan 4 sudah diharuskan benda yang dijual adalah hasil dari produksinya sendiri. Nah kelas 5 dan 6 penjualan dilakukan secara korporasi. Kerjasama ada pembagian tugas, siap yang produksi, penjualan pun siapa manajernya. Miniatur sebuah perusahaan. Sehingga di akhir tahun nanti akan dipilih siapakah Top Sells atau Top Marketing, prestasi terbanyak menjual berikut untungnya. Ayo maju businessboy and businessgirls Nuris !!

Thursday, October 4, 2012

Berkebun Resmi Mulai

Setelah lama ditunggu, apalagi di tahun lalu hanya kelas 2 saja yang melakukan, bersyukur kegiatan Berkebun bisa dimulai tahun ini. Tepat resminya hari Rabu kemarin. Ust. Ahmad Shidiq selaku bos berkebun kali ini sudha menyiapkan lahan berikut tanaman untuk tiap level kelas.


Tepat di Rabu Apresiasi kegiatan Berkebun dilaunching. Setiap anak diberi tugas untuk memelihara satu buah tanaman. Mereka diharuskan untuk memastikan kehidupannya setiap hari. Memastikan selalu segar dengan menyirami di pagi dan sorenya. Memastikan kekokohannya dari gangguan baik manusia maupun hewan.


Secara praktis Ust. Shidiq menjelaskan bagaimana cara menanamnya. Memelihara tanaman memberi pelajaran untuk penanaman karakater tanggung jawab ke anak. Seakan-akan mereka ambil hak hidup bebas tanaman di alam bebas untuk ditanam di kebun. Satu hal penting yang harus menjadi perhatian. Jika kita pelihara hewan, manakala si hewan dalam kondisi sekarat secara jelas bisa kita ketahui melalui kondisi badan yang lemes, tiduran saja, gak mau makan, bersuara karena sakit, kadang keluar cairan, akhir tak bergerak. mati. Tapi beda pada tanaman, cukup sulit kita memahami apakah tanaman kita itu masih sehat ataukah sedang sakit. Karena tidak bersuara, boleh jadi diam terus kala tak ada angin, atau saat ditanam masih segar esok harinya sudah kering kerontang.


Nah, saat ada tanaman di salah satu siswa jika kebetulan mati, ustadz/ah segera menanyakan sebabnya. Peristiwa ini tidak saja dianggap biasa. Persis saat kejadian beberapa pekan lalu ada pohon yang terpatahkan rantingnya. Segera diumumkan di kelas-kelas dan setelah sholat berjama'ah. Kemudian, dilakukan penggalangan dana untuk mengganti tanaman yang rusak tadi. Terkumpullah uang 200an ribu rupiah. Begitulah, dengan menanam kita ingin tumbuh tanggung jawab dan kesyukuran atas segala fasilitas yang sudah diberikan Allah kepada manusia. Makhluk yang dicipta untuk pemakmur bumi-Nya.

Friday, September 21, 2012

SDIT Alam di Pameran Lingkungan FOKAL

Dalam rangka HUT ke-2 nya FOKAL (Forum Keluarga dan Anak Cinta Lingkungan) mengundang SDIT Alam untuk mengikuti pameran lingkungan yang diselenggarakan pada hari Sabtu-Ahad, 22-23 September 2012, mulai jam 08.00 sampai jam 17.00. Di samping pameran juga ada acara pendamping yang ikut menyemarakkan perayaan HUT tersebut.


Di pameran tersebut SDIT Alam akan menampilkan dokumentasi kegiatan anak yang merupakan program peduli dan penyelamatan lingkungan. Serta beberapa contoh tanaman yang sedang ditanam untuk mewujudkan hutan raya mini. Baik berupa tanaman keras, hias dan obat. Yang mana tanaman tersebut ada yang dibudidayakan menggunakan botol mineral yang terkumpul dari program pemilahan sampah sekolah.

Untuk mengetahui denah lokasi pelaksanaan bisa klik peta di https://maps.google.com/maps/ms?msid=209368420219946185943.0004ca058612eea121fee&msa=0

serta denah stand kami di


Monday, September 17, 2012

Syawalan Keluarga Besar Nurul Islam

Sudah menjadi agenda tahunan yayasan Nurul Islam untuk mengadakan acara syawalan. Tidak sekedar rutinitas, acara ini dilaksanakan untuk seluruh keluarga besar. Baik dari KBTKIT, SDIT Alam hingga SMPIT Alam. Plus keluarganya. Nah di tahun ini giliran pelaksanaannya dilakukan dengan format rihlah atawa piknik. Tujuannya, jika 2 tahun lalu di lokasi penuh air alias pantai, sekarang dipilih daerah dataran tinggi. Diputuskanlah lokasi yang akan didatangi adalah dataran tinggi Dieng, atau Dieng Plataeu.


Jauhnya perjalanan menyebabkan diharuskannya para peserta berkumpul jam 05.00 di halaman SDIT Alam. Melihat medan yang naik penuh tanjakan serta lebar jalan yang kecil, dipilihlah armada yang kuat namun tidak besar. Sehingga dengan total peserta 200 orang membutuhkan 8 bus bermuatan 30an kursi. Setiap peserta dikelompokkan menjadi 8 kelompok yang komposisinya diatur merata ada dari komponen yayasan, unit KBTKIT, SDIT maupun SMPIT. Sehingga ukhuwah bisa dibangun selama baik di perjalanan maupun di lokasi. Ust. Nur Ahmad memandu pemberangkatan dengan do'a. Agar bernilai ibadah maka aktivitas syawalan plus rihlah ini harus diluruskan niatnya. Berdo'a supaya sempurna selama aktivitas safar.


Perjalanan melalui rute Jalan Magelang, Magelang, masuk melalui Temanggung dengan jalan di antara gunung Sumbing dan Sindoro, terus masuk wilayah Wonosobo dengan jalanan mulai menanjak curam. DI kanan - kiri sungguh tersuguh pemandangan yang indah. Hijau penuh dengan tanaman sayuran, terutama tanaman kentang yang menjadi andalan. Air sungai dipompa ke atas dan disemprotkan untuk menyirami ladang hijau. Bersap-sap menghias indah badan perbukitan.


Semua armada bus kompak. Ada satu yang berhenti lainnya juga ikut menunggu. Saling bantu manakala ada sedikit trobel dari salah satu bus, semua awak ikut mengatasi sebelum tanjakan curam. Begitu sudah dipastikan oke mesinnya, baru rombongan merangkak naik. Sopir selalu waspada terutama di tikungan dan saat papasan terutama dengan kendaraan yang agak besar. Sabar.

Menjelang dhuhur rombongan sampai di lokasi Dieng. Pertama yang dituju adalah kompleks candi Dieng. Di sini seluruh peserta istirahat, rehat untuk santap makan siang dan acara syawalan. Mengingat waktu yang terbatas karena harus kunjungan ke 2 obyek lainnya maka acara dibuat singkat namun tetap bermakna. Tak lupa diadakan juga perkenalan beberapa personel pegawai baru di tiap unit serta sebagai pelengkap dibagikanlah doorprize. Selanjutnya para peserta melihat obyek candi Dieng.


Disini semua peserta memuaskan diri berfoto untuk membuat dokumentasi, baik keluarga, teman, atau sendiri. Dari segi bangunan mungkin kalah jauh ya sama candi Prambanan atau bahkan Borobudur. Cuma yang membuat asyik dipandang adalah latar pegunungan dan hawa yang sejuk. Sangat menggoda para fotografer mencari angle yang manis.


Obyek kedua adalah Telaga Warna atau Pengilon. Sebuah telaga yang dari jauh tampak berwarna hijau sebagai hasil pengaruh kandungan belerang yang tinggi. Memasuki lokasi ini sejak di area parkir, bau belerang tercium tajam. Meski saat kunjungan debit air berkurang namun kesan warna di telaga ini terlihat jelas. Di lokasi ini juga dipasang wahana Flying Fox melintas atas telaga. Rupanya keberadaan pohon mati yang teronggok di atas telaga menjadi pelengkap manis pose para model amatir. Serta mainan anak-anak.


Obyek ketiga atau terakhir dari perjalanan wisata Dieng ini adalah di kawah Sikidang. Yaitu kawah aktif yang berisi cairan belerang yang bergolak mengeluarkan asap putih khas belerang serta bau yang kurang sedap memenuhi hingga radius ratusan meter dari kawah. Begitu tiba di lokasi para penjual masker menawarkan pada para pengunjung. Selain itu, disini juga ditawarkan jasa transport berupa sepeda BMX seharga Rp. 10.000, Motor Trail Rp. 50.000 serta kuda. Juga tak ketinggalan jasa foto kilat naik Trail maupun Kuda. Bagi pengunjung yang beli oleh-oleh tak salah untuk memburu di pasar kecil yang menjual berbagai oleh-oleh khas Wonosobo. Jus Carica, Kentang baik yang mentah maupun sudah digoreng, lombok Paprika, Serbuk jamu Purwoceng yang beberapa sudah dibuat jadi kopi dan susu. Lengkap sudah perjalanan wisata. Syawalan, piknik, ukhuwah, wisata belanja, refreshing, inspirasi bisa dikemas dalam satu kegiatan ini. Alhamdulillah . . .

Monday, September 10, 2012

Teknologi Informasi, Mulai !

Sungguh patut disambut gembira. Gembira karena program pembelajaran Teknologi Informasi mulai tahun ini bisa dirasakan sejak di kelas 3. Apalagi dukungan laboratorium komputer yang sudah tidak pake lagi layar CRT (tabung) tapi udah diupdate jadi LCD semua.


Mengapa dari kelas 3? Ya karena untuk kelas 1 dan 2 masih dikonsentrasikan agar tuntas calistung. Sehingga dikhawatirkan akan mengganggu ketuntasannya jika dimulai dari kelas 2. Termasuk juga program Diary writing, dimulai dari kelas 3.


Di era informasi ini jika tidak trampil menggunakan teknologinya sudah dipastikan ketinggalan jaman alias kuno. Namun harus diperhatikan rambu-rambunya. Seperti pisau, teknologi informasi jika tidak tepat dalam menggunakannya bisa membahayakan diri sendiri. Pornografi/aksi, kekerasan, sampe penipuan selalu bertebaran di dunia maya.

Untuk itu harus tepat dalam mengenalkan teknologi informasi ke anak. Anak harus kenal dan tahu komputer itu sebagai alat untuk mengolah tulisan ataukah gambar misalnya. Bukan untuk main game. Atau malah langsung internet. Sehingga benak awal tersebut akan menempel kuat seperti kenalnya pertama telur beber yang pecah dari cangkangnya dan melihat ibunya adalah seekor ayam. Meski beda bentuknya tetep ayam itu dianggap ibunya karena memang pertama kali dikenal. Dengan itu siswa jadi lebih melekat kenal komputer tidak sekedar hanya untuk game tapi benar-benar mengolah dan mendayagunakan informasi demi kemajuan dan kebaikan.