Wednesday, November 23, 2011

Bersih-bersih Bekas Puting Beliung

Hari Senin, 21 November lalu, di siang hari langit mendadak mendung. Gelap. Disusul kemudian dengan angin yang semakin lama mengencang. Makin lengkap tiba-tiba hujan deras mengguyur seluruh wilayah SDIT Alam Nurul Islam. Fenomena itu sudah dimaklumi apalagi memasuki musim hujan. Namun, angin yang bertiup makin lama mengencang. Tiba-tiba, buuuuum. Sebuah pohon Johar di sebelah selatan masjid baru tumbang. Alhamdulillah mengarah ke timur. Tanah yang menahannya tak kuasa mencengkram. Karena memang menipis akibat pembangunan masjid.

Ustadz-ustadz langsung sontak berhamburan keluar untuk mengumpulkan yang bisa diselamatkan. Alhamdulillah, tidak ada yang terluka. Karena posisi tumbang pohon tidak mengenai bangunan. Tapi, begitu mau beraksi, ternyata ada sebuah pohon lagi yang tumbang. Pohon Talok  di pinggir jalan patah. Padahal pas di bawahnya parkir sebuah mobil Honda Jazz, Alhamdulillah utuh tak lecet sedikitpun. Karena posisi patah pas di tengah batang, sehingga patahannya teronggok di atas mobil dengan posisi menghalangi jalan. Akhirnya, diputuskan pohon Talok dulu yang dibersihkan. Semua ustadz langsung berlari menuju jalan. Ada yang sempat bawah jas hujan, banyak juga yang hujan-hujanan.

Meski kelihatan kecil, tapi tidak bisa pohon langsung dipindah. Harus dipotong-potong dulu. Rupanya kejadian serupa tidak saja terjadi di SDIT Alam. Di SMPIT Nurul Islam juga ada beberapa pohon tumbang, di kampung sebelah bahkan ada sebuah pohon besar yang menimpa rumah. Semoga kejadian ini melahirkan hikmah yang bisa dijadikan pelajara yang baik. Begitu selesai bersih-bersih ada saja anak yang nyeletuk, "Kata ustadz, kalo nebang satu pohon artinya mempercepat mencairnya es kutub jadinya banyak pulau tenggelam karena permukaan laut makin naik ?". "Iya, bener nak, tadi pohon tu ditebang karena memang sudah tumbang kena musibah puting beliung. Kewajiban kita harus menggantinya. Termasuk ustadz dan dirimu juga. Karena jika air laut naik yang tenggelam kan bukan hanya yang nebang pohon saja kan?". Si anak tersenyum dan ngeloyor pergi. Ah, moga-moga saja mereka menjadi generasi yang akan menjaga bumi yang sudah menua ini. Amiin.

Thursday, November 17, 2011

Panen Nira Aren

Sebelum menjadi area yang penuh bangunan, SDIT Alam Nurul Islam dulunya merupakan hutan yang ditumbuhi pepohonan. Konon area yang merupakan daerah aliran sungai Bedog ini pernah menjadi tempat untuk latihan prajurit TNI. Salah satu pohon yang banyak tumbuh disinin adalah pohon Aren. Itu tu pohon yang mirip-mirip pohon Kelapa tapi buahnya mirip-mirip Kurma.

Seperti kelapa, pohon Aren juga bisa diambil air sarinya yang berasal dari bunga. Dikenal dengan air Nira. Air ini digunakan sebagai bahan untuk membuat gula Jawa.

Warnanya putih agak keruh. Jika diminum rasanya manis dan sedikit seperti minuman bersoda. Karena memang jika disimpan dalam tempat tertutup dalam waktu yang lama bisa menjadi minuman keras.

Nah kalo sudah jadi gulanya warnanya berubah dan memadat. Coklat dan rasanya manis sekali. Biasanya dipakai untuk bahan masak atau untuk bahan pemanis minuman.

Alhamdulillah, satu-satu seluruh siswa bisa mencicipi gimana sih rasanya gula Aren itu. Tidak itu saja, yang mau nyicip nira Aren juga ada.

Outing : Makam Raja-raja Mataram Imogiri dan Kebun Buah Mangunan

Outing di akhir semester Gasal ini dilakukan di 2 tempat. Pertama, ke makam para raja Mataram yang berada di Imogiri. Keduanya ke kebun Buah Mangunan. Outing kali ini bisa jadi merupakan penyegaran menuju Ujian Akhir Semester.

 

 Masuk lokasi pintu masuk makam ada masjid yang cukup kuno usianya. Nama masjid itu masjid Kagungan Dalem atau artinya masjid kepunyaan sang raja. Di masjid anak-anak melakukan dzikir al-Ma'tsurat sambil melihat bentuk bangunan kuno masjid. Selesai di masjid dilanjutkan perjalanan menuju makam. Letak makam berada di atas bukit. Sehingga untuk menuju kesana harus menapaki tangga yang jumlahnya sekitar 400 buah. Harus ekstra hati-hati, karena tangga yang miring banget bisa fatal jika terjatuh. Makanya anak-anak berjalan satu-satu sambil berpegangan besi yang berada di pinggir tangga.

 Di depan pintu gerbang makam kami disambut oleh para juru kunci makam. Kami dikumpulkan di aula kecil. Kami dijelaskan sejarah makam Imogiri. Makam ini dibuat tahun 1600an oleh raja Mataram pertama, sultan Agung Hanyokrokusuma yang juga merupakan pahlawan Nasional. Di makam Imogiri terdiri dari 8 kedaton atau lokasi. Masing-masing lokasi diperuntukkan untuk raja-raja dalam periode tertentu. Sebagian besar yang dikubur disitu adalah raja baik dari Yogyakarta maupun Surakarta. Pengunjung boleh melihat langsung makam pada hari Senin, Jum'at dan Ahad. Untuk masuk pengunjung harus berpakaian jawa. Pakai kain jarik dan blangkon untuk putra dan pakai kemben bagi yang putri.

Satu persatu kami dibawa keliling ke tiap gerbang makam. Di depan gerbang juru kunci menyebutkan makam siapa saja  yang berada. Anak-anak langsung memberikan salam kepada penghuni kubur. "Assalamu'alaikum Yaa Ahlal Qubur"

Begitu selesai dari makam raja Imogiri. Outing berlanjut ke kebun Buah Mangunan. Perjalanan menuju Mangunan cukup menegangkan.  Sebab, jalan yang dilalui mendaki cukup tinggi dan berkelok-kelok.

Alhamdulillah sampe juga. Rasa deg-degan langsung terobati dengan melihat pemandangan indah. Sebuah lembah yang hijau. Di kanan kiri dipenuhi dengan tanaman buah. Rambutan, Belimbing, Durian, Mangga, dan lain-lain.

Di kebun buah Mangunan, anak-anak belajar tentang pertanian organik. Yaitu pertanian yang tidak menggunakan pupuk kimia. Tapi yan digunakan adalah pupuk buatan yang berasal dari kotoran Sapi. Sehingga hasilnya sangat aman dikonsumsi tubuh.

Selain pertanian, anak-anak belajar bagaimana membuat pupuk dari kotoran Sapi. Untuk membuat pupuk dari kotoran Sapi dibutuhkan bakteri pengurai. Sehingga kotoran yang berbau bisa diubah menjadi bubuk yang sudah tidak berbau.

Wednesday, November 9, 2011

Qurban The Sheep

Sering liat Shaun The Sheep? itu tu film animasi di salah satu TV Swasta tiap malam. Film yang tokohnya si Shaun seekor kambing yang cerdas. Si Shaun itu jadi inspirasi di kegiatan qurban tahun ini. Memang sih liat wajahnya imut banget. Gak tega untuk nyakiti. Tapi imutnya kan waktu di film. Juga kan gak ada kambing yang seimut si Shaun. Tapi semangat dan kecerdasan si Shaun harus jadi pelajaran yang harus ditiru.Qurban Bersama, dari KBTKIT, SDIT Alam sampe SMPIT Alam tahun ini Alhamdulillah jumlah hewan quran bertambah dari tahun lalu. Sekarang ada 19 kambing ditambah 3 sapi. Jadinya harus pagi-pagi bener mulai penyembelihannya supaya sebelum Dhuhur sudah siap untuk dibagikan ke masyarakat.

Untuk siswa TKIT dan SDIT Alam kelas 1 dan 2 ada acara khusus. Siswa TKIT mengikuti dongeng selanjutnya melihat proses penyembelihan dan pengemasan daging qurban. Siswa kelas 1 dan 2 ada lomba tahfidh.


Untuk SDIT Alam kelas 3 sampe kelas 6 ditambah siswa SMPIT Alam dikelompokkan dalam 5 kelompok kerja. Pertama, Kelompok Pencucian Jeroan, Kelompok Pengirisan Jeroan, Kelompok Pengirisan Daging, Kelompok Penimbangan dan Pembungkusan, terakhir Kelompok Pembagian Daging Qurban. Semua siswa diberi tanda pengenal berwarna sesuai dengan kelompok kerjanya. Khusus kelompok Pembagian Daging Qurban beranggotakan paling banyak karena sebagai pasukan yang akan membagikan ke 5 wilayah RT di sekitar sekolah.

Di tengah hari semua daging sudah siap dibagi. Siswa-siswa sesuai kelompok dan dikomandoi ustadz dan ustadzah mulai berangkat menuju wilayah masing-masing. Satu anak membawa dua bungkus yang sudah diberi nama calon penerima daging qurban. Komandan kelompok menghubungi pak RT sebagai penunjuk arah rumah penerima qurban.




Monday, October 31, 2011

Songsong Qurban

Kegiatan Qurban tahun ini dilaksanakan bersama ketiga unit. KBTKIT-SDIT dan SMPIT Alam Nurul Islam. Pelaksanaan pada hari Selasa, 8 November 2011 bertempat di SDIT Alam Nurul Islam. Bagi Bapak/Ibu/Saudara  baik wali siswa maupun umum yang akan menyalurkan hewan Qurbannya melalui Nurul Islam, panitia akan memfasilitasi dengan ketentuan :

a. Hewan Kambing seharga Rp. 1.100.000,00

b. Hewan Sapi (kelompok 7 orang) @Rp. 1.300.000,00

Untuk keterangan lebih lanjut bisa kontak Ustadz Akrom (0813 922 32222) atau 0274-627125

Monday, October 17, 2011

Belajar Monokotil & Dikotil dengan Pecel & Lotis

Belajar klasifikasi tumbuhan tak akan lepas dengan kelompok Monokotil dan Dikotil. Masing-masing kelompok punya ciri khas bentuk yang bisa diamati pada tumbuhan. Sambil mengamati dan mengelompokkan jenis tumbuhan, kelas 4 melakukannya sambil masak. Loh, maksudnya ? Maksudnya, sambil masak mereka juga belajar mengamati tumbuhan yang dipakai sebagai bahan masak masuk ke kelompok Monokotil kah atau Dikotil kah. Ayo tebak, kira-kira mereka masak apa. Jika bahannya pake Kobis, Bayam, Wortel, Tauge trus Nanas, Mangga muda, Timun, Bengkoang. Yap tepat, mereka masak Pecel dan Lotis. Dua masakan yang menggunakan bahan dari dedaunan dan buah-buahan. Sambil masak mereka mengamati dilihat dari daun dan buah kira-kira termasuk ke kelompok manakah tumbuhan itu?  Selain itu, anak-anak juga melatih ketrampilan untuk mengupas buah setipis mungkin. Karena, kalo gak tipis bisa jadi buah dagingnya habis terkupas. Setelah semua buah dan sayur direbus. Masing-masing punya sambelnya sendiri. Tentu beda. Jangan sampe tertukar lho. Bisa jadi gak enak kalo sambelnya gak cocok.

 Nah, bikin sambel, melatih kekuatan dan keuletan. Karena harus memastikan cabe, garam dan gula Jawa tertumbuk dan tercampur menyatu. Manakala campuran gak nyatu sudah bisa dipastikan rasanya gak mak nyusss, seperti kata pak Bondan, hihihihihi.

Sunday, October 16, 2011

Workhsop Kurikulum Nurul Islam

Untuk penajaman ciri khas pendidikan yang diselenggarakan yayasan Nurul Islam baik di tingkat Pra-sekolah (KBTKIT), SDIT maupun SMPIT, hari Sabtu - Ahad, 15 - 16 Aktober 2011 bertempat di Kaliurang diselenggarakan workshop Kurikulum Kealaman Nurul Islam. Workshop ini sebagai tindak lanjut dari pertemuan awal yang dihadiri oleh seluruh komponen kurikulum unit, Penggagas dan Pembina Nurul Islam.

Acara dimulai sore hari, di awal acara, Pak Zidni selaku ketua Yayasan Nurul Islam memberikan arah dan target dari Workshop Kurikulum ini. Ciri khas pendidikan Nurul Islam yang sudah memilih jalur sekolah Alam dalam penyelenggaraan pendidikan di setiap levelnya harus jelas. Dan ciri khas itu menjadi target yang akan dipertajam dalam proses pembelajaran. Ciri khas itu merupakan karakter dan sikap yang akan muncul pada pribadi anak didik selama dan setelah melalui proses pembelajaran di setiap level pendidikan di Nurul Islam.

Setiap unit diminta untuk mempresentasikan apa saja yang telah dilakukan dan kendala apa yang dialami selama proses pendidikan. selain itu penyamaan istilah dan maksud dilakukan dengan dialogis sehingga tujuan pembentukan karakter dan sikap yang diinginkan seluruh komponen pendidik Nurul Islam menjadi satu.

Setelah ada satu persepsi terkait dengan ciri khas kurikulum Nurul Islam, setiap unit berkumpul untuk merumuskan bentuk kongkrit dari setiap karakter yang akan dibangun di setiap level. Kemudian karakter itu diturunkan ke setiap komponen materi kurikulum yang disampaikan ke siswa. Dan akhirnya juga harus dirumuskan bagaimana bentuk evaluasi. Baik evaluasi kepada siswa maupun supervisi guru untuk mengawal dan memastikan bahwa kecirikhasan Nurul Islam benar-benar terbangun di setiap pribadi anak.