Tuesday, February 16, 2016

Outbound Versi Februari 2016

Pekan kedua Februari ini jadwal outbound. Dimulai dari kelas atas, 4 - 6 masing-masing kelas membuat konsep outboundnya sendiri-sendiri. Seperti kelas 5 dikarenakan tema pembelajaran yang dijalani adalah 'Cahaya' maka rangkaian permainan outbound pun tidak lepas dari tema pembelajaran tersebut. Meski tetap dengan mata acara outbound yang sama bisa jadi muatan materinya bisa berbeda. 
Setelah pemanasan untuk mengkondisikan sendi dan tulang supaya tidak keseleo dan cedera selama outbound. Pemanasan dilakukan secara bersama-sama menggunakan senam bergenre aerobik. Salah satu pos outbound kali ini adalah Susur Labirin. Setiap siswa dengan mata tertutup menggunakan sapu tangan diharuskan menyusuri track labirin yang terbuat dari patok bambu dan tali rafia. Sewaktu menyusuri labirin siswa dipandu teman lainnya dengan petunjuk lisan. Koordinasi tubuh, kepercayaan, dan respon instruksi menjadi kemampuan yang harus dimiliki supaya sukses menempuh track labirin. Siswa dikatakan gagal manakala menyentuh batas track dan diberi kesempatan sebanyak 3 kali.
Pos berikut adalah Pesan Terbalik. Setiap siswa dengan kelompoknya diharuskan untuk membaca pesan yang ditulis secara terbalik. Permainan ini mengandung materi pencerminan sesuai dengan tema pembelajaran 'Cahaya'. Cermin sebagai benda bening akan memantulkan cahaya namun dengan posisi terbalik. Dengan membaca pesan menggunakan cermin maka tulisan pesan tersebut di dalam cermin akan kelihatan normal sehingga lebih mudah untuk dibaca.

Untuk high impact kali ini adalah Rakit Keseimbangan. Setiap pasangan siswa diminta untuk merakit dengan posisi, seorang sebagai pengemudi dengan menarik tali. Satunya sebagai penumpang diharuskan berdiri. Pengemudi harus mengerti benar dalam menjalankan rakit, mana yang berarus besar mana yang tidak. Sehingga penumpang bisa dengan nyaman berdiri menumpang selama perjalanan rakit.
Bagi pasangan yang koordinasinya kurang harmoni akan berakibat pada musibah selama perjalanan. Antara pengemudi dan penumpang akan terjerembab masuk ke sungai dan gagallah rakit tersebut. Di permainan high impact ini andrenalin dipacu supaya muncul keberanian dalam mengambil resiko. Selain mereka tidak melakukan sendiri karena harus kerjasama dengan pasangan, maka rasa egois akan dikikis dengan menjalani permainan ini.



Wednesday, February 10, 2016

Outing Kelas 4 : Gedung DPRD DIY dan Pasar Beringharjo

Mengangkat tema pembelajaran 'Sang Pemimpin' dan 'Kerjasama' kelas 4 SDIT Alam Nurul Islam menutup rangkaiannya dengan melakukan outing. Outing kali ini akan mengambil obyek di gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Tingkat I DIY dan ke pasar Beringharjo. Di kelas 4 siswa mempelajari materi ketatanegaraan di pelajaran PKn. Untuk materi ini memang dikenal cukup berat karena mau tidak mau siswa diharuskan menghafal. Padahal target pembelajaran bukan semata tahu tapi juga paham. Sehingga untuk materi tata negara yang mempelajari fungsi pemerintahan eksekutif dan legislatif pada level daerah (propinsi dan kabupaten) dipilihlah metode simulasi. Di awal tema kelas 4 mengadakan simulasi pemilihan presiden dengan prosesinya pembentukan partai politik. Partai politik melakukan kampanye supaya dikenal masyarakat untukkemudian menjatuhkan pilihan wakilnya dari tiap partai di Pemilu.
 Siswa yang lolos terpilih menjadi pejabat baik, presiden maupun anggota legislatif memakai pakaian yang menunjukkan pejabat negara. Beberapa pejabat pembantu seperti menteri juga dipilih untuk membantu tugas presiden, meski dengan nomenklatur atau istilah yang berbeda disesuaikan dengan kondisi. Sehingga konsep tata negara tidak sebatas hafalan saja namun tersimulasi setiap hari sekaligus dijalani dalam mengelola ketertiban siswa di kelas. Nah, untuk lebih riil lagi, kali ini outing dipilih gedung DPRD tingkat I supaya semua siswa menjadi lebih kongkrit memahami konsep ketatanegaraan. Tidak hanya sebatas membayang-bayangkan saja.
Di gedung DPRD I DIY, anak-anak diterima langsung di ruang audiensi. Anak-anak mendapatkan penjelasan tentang tugas dan kegiatan yang dilakukan oleh para anggota dewan dan kegiatan DPRD I. Selain secara informasi langsung dari narasumber, mereka juga bisa secara langsung menginderai, meraba, membaui langsung suasana gedung DPRD I. Tentu hadir langsung sangat memberikan pengalaman dan sensasi lebih dibanding hanya melihat gambar bahkan full color sekalipun.
Apalagi bisa berfoto bareng dengan anggota dewannya, pasti sensasinya berbeda. Di akhir kunjungan siswa bisa berkesempatan berfoto bareng dengan wakil ketua DPRD I DIY Bapak Arif Noor Hartanto, SIP. Seperti ini jadi ikut bisa ngrasakan gimana orang-orang yang melakukan apapun demi bisa menghadiri konser untuk ketemu fans pujaannya. Meski mahalnya tiket, desak-desakan dengan banyak orang, seperti ada energi yang memberikan tenaga manakala bisa ikut menyaksikan dibandingkan hanya sebatas mendengarkan dari mp3 maupun baca gosipnya di majalah.
Setelah selesai acara di gedung DPRD I DIY, perjalanan berlanjut ke lokasi pasar terbesar di Jogja, yaitu pasar Beringharjo. Di Beringharjo, anak-anak akan mengadakan survei dan wawancara kepada para pedagang untuk memahami bagaimana proses dagang yang dilakukan.
Anak-anak secara kelompok dibagi area untuk menjumpai pedagang dan wawancara. Selain menanyakan identitas, mereka diminta untuk menggali bagaimana proses jualannya dilakukan. Berapa modal yang disiapkan setiap hari, mendapatkan barang dagangan, mulai jualannya hingga berapa untung yang didapat. 
Dengan wawancara tersebut bukan semata anak mendapatkan informasi tapi secara mendalam mereka jadi 'dipaksa' untuk ikut merasakan dengan menyaksikan kondisi langsung, bisa jadi menyentuh tangan dengan bersalaman, mencium bau pasar, riuhnya suasana pasar yang akan memunculkan sensasi pada diri anak. Tentu kepedulian dan yang lebih penting semangat wirausaha bisa terimbaskan pada diri anak sehingga setelah bertemu para pedagang muncul tekad untuk mempunyai mindset dan semangat yang sama, meski tidak harus jadi pedagang di pasar.
Tak lupa ucapan terima kasih setelah wawancara selesai, Respon yang sangat baik dari para ibu-ibu pedagang ditemui oleh para pelajar SD yang mewawancarainya. Memang belajar langsung melakukan itu sangat kaya informasi dan pengalaman.

Sekolah Alam Nurul Islam di Konferensi ISGA Lund Swedia

Beginilah tampak laman depan situs www.greengrounds.se media informasi pelaksanaan Konferensi International School Grounds Alliance (ISGA) yang ke-5 pada 11 - 14 September 2016 nanti. Konferensi ke-5 ini akan dilaksanakan di kota Lund Swedia setelah konferensi yang ke-4 dilaksanakan di Bali, Indonesia. Pada konferensi kali ini, Sekolah Alam Nurul Islam kembali diundang untuk hadir dan melakukan presentasi terkait dengan konsep dan program pembelajaran yang tentunya senapas dengan yang diserukan oleh ISGA. Yaitu pembelajaran yang menggunakan school grounds atau pembelajaran di luar kelas. Yang akan hadir mewakili Sekolah Alam Nurul Islam, sekaligus wakil dari Indonesia adalah Muhammad Ariefuddin. Tampak foto profil para pembicara sudah dipublis berikut detail acaranya. Pembicara dari Indonesia diletakkan di posisi kanan atas. 
Konferensi kali ini akan mengangkat topik Green Grounds for Health and Learning, Halaman yang hijau untuk kesehatan dan pembelajaran. Yang akan hadir nantinya adalah para Arsitek, Desain arsitek, peneliti, guru, akademisi dari seluruh dunia. Sebagai rangkaian konferensi, di hari terakhir akan diadakan tour untuk mengunjungi sekolah dan fasilitas umum di Lund yang sudah memberlakukan regulasi pemerintah untuk menggunakan lahan publik untuk media pembelajaran anak.

Friday, February 5, 2016

Pembelajaran Tema Teknologi Kelas 5

Memasuki semester 2 ini, kelas 5 sudah merencanakan beberapa tema pembelajaran. Tema yang diramu sendiri dari kurikulum 2006 ini untuk melaksanakan pembelajaran berbasis proyek. Tema pembelajaran yang akan dilakukan adalah Teknologi. Dengan basis mata pelajaran IPA mengangkat materi gaya dan pesawat sederhana. Dari perencanaan satu bulan pelaksanaan, tema ini mempunyai proyek pembuatan teknologi sederhana untuk mengatasi permasalahan keseharian yang dijumpai di sekitar, rumah maupun sekolah.
Kegiatan awal adalah para siswa menyaksikan video-video tentang presentasi karya para siswa SD tentang teknologi sederhana. Yang menjadi tujuan bukan pada bentuk teknologinya namun lebih pada keunikan dan orisinalitas ide dalam membuat teknologi. Rupanya para siswa tertegun meski mungkin karyanya memang sangat sederhana. Dari aktivitas nonton tersebut siswa diminta untuk mengungkapkan inspirasi apa yang muncul di kepala mereka. Berdiskusi, ngobrol dan muncul ungkapan takjub dan terinspirasi. Bahkan rupanya mereka sudah bisa mendefinisikan apa itu teknologi. Alat bantu untuk mempermudah kehidupan memanfaatkan bahan bekas.

Setelah hari pertama keingintahuan mereka terpantik dan mulai ada banyak inspirasi yang menggelitik satu hari selesai untuk diendapkan dalam perenungan mereka. Hari berikutnya, siswa dikelompokkan dalam beberapa regu dan melaksanakan tugas untuk inventarisasi masalah di sekitar sekolah. Muncullah masalah seperti alas kaki yang tidak tertata dengan baik, masih ada sampah dibuang sembarangan, bau kamar mandi, terlambat masuk kelas, tanaman kering dan lain-lain. Sebanyak mungkin mereka kumpulkan masalah, karena di momen ini mereka sedang diasah sensitivitasnya untuk mengenali masalah di sekitar. Menekan rasa egois yang tak peduli pada sekitar. Setelah semua masalah dikumpulkan, mulailah setiap kelompok untuk memilih satu masalah yang akan dibuatkan teknologi solusinya. Mereka mulai melakukan desain dan kelayakan proyek teknologi dalam mengatasi masalah yang dipilih.

Perencanaan dimulai, desain gambar, bentuk rangkaian dan fungsi yang akan bekerja di alat teknologinya dikerjakan dengan seksama. Beberapa kelompok mencoba menggunakan instrumen yang sudah jadi, akibatnya biaya yang harus dikeluarkan cukup besar. Sehingga perlu mengubah masalah yang akan dicari solusinya. Setelah desain sempurna, instalasi dimulai. Saat sudah tuntas terinstall saatnya untuk melakukan kelayakan fungsi. Uji coba alat dilaksanakan untuk mengetahui titik kekurangan. Setelah seluruh proses dilakukan tibalah saatnya untuk dikomunikasikan ke publik atas karya teknologi tersebut. Tema pembelajaran ditutup dengan kegiatan ekspo gelar teknologi sederhana. Para siswa menjelaskan tentang kegunaan dan fungsi alat yang mereka buat. Serta pentingnya dalam mengatasi masalah.

Tuesday, February 2, 2016

Shooting Program Anak Indonesia TVRI


Adalah sebuah kehormatan menjadi tempat shooting program Anak Indonesia TVRI Nasional. Selasa, 2 Februari 2016 dari pagi hari rombongan kru TVRI datang ke Sekolah Alam Jogja. Mereka hadir lengkap dengan aktor utama bernama Zaki, anak kelas 6 SD. Ceritanya, Zaki ini akan berkunjung ke Sekolah Alam Jogja yang kebetulan hari itu sedang menyelenggarakan kegiatan yang menarik. Outbound yang berlangsung di sungai menjadi semakin seru. Setelah minta ijin ke Kepala Sekolah, Zaki langsung melihat kegiatan outbound, bahkan tertarik dan ikut melakukan.
Kegiatan ini melibatkan siswa dan guru kelas 4 Sekolah Alam Jogja yang kebetulan sedang menjalani buka tema pembelajaran. Sehingga sekalian kegiatan buka tema yang biasa dilakukan secara bersama disinergikan dengan kegiatan shooting ini. Dalam kegiatan buka tema ini, siswa kelas 4 melakukan kegiatan pengolahan sampah organik menjadi pupuk. Yang dilakukan pertama kali oleh para siswa adalah melakukan pemungutan sampah organik. Sampah berupa daun-daun yang berguguran di area Sekolah Alam Jogja dan beberapa sampah yang mudah busuk dipungut dan sekalian dibersihkan. Kemudian setelah terkumpul, mereka mencacah sampah tersebut dalam bentuk yang lebih kecil. Untuk proses kompostingnya digunakan bakteri pembusuk EM4. Sampah dimasukkan dalam tabung yang sebelumnya dicampuri dengan bakteri EM4 hingga merata.
Selain kegiatan olah sampah, para siswa juga melakukan panen Lele di Green House Aquaponik. Kebetulan Lele di kolam Aquaponik sudah memasuki masa panen. Siswa akan memanen Lele kemudian dikemas dan dijual ke Catering Sekolah. 
Setelah itu kegiatan yang dilakukan adalah outbound bertema Meraih Cita-cita. Setiap siswa diminta untuk menaiki tangga yang terbuat dari sebatang bambu yang dikasih tangga di bagian tengahnya. Bambu itu digantung di bawah jembatan dimana untuk kestabilannya dikendalikan dengan tali dari 4 arah mata angin. Setiap siswa dengan pengaman tali Harnes diminta untuk menaiki tangga hingga di ujung. Setelah sampai di ujung setiap siswa diminta untuk menyentuh bola yang tergantung di atas tangga. Alhamdulillah, seharian shooting berjalan lancar. Untuk informasi, program Anak Indonesia TVRI akan tayang di hari Ahad, 14 Februari 2016 jam 09.00 WIB. Nonton ya !!!

Saturday, January 30, 2016

Pentas Teater Kelas 2 : ' Bukan Urusanku ! '

Satu bulan sudah terlewati di semester dua ini, tentu tema pertama di setiap level kelas sudah selesai. Saatnya tutup tema dan memamerkan produk hasil pembelajaran mereka. Indikator belajar berhasil adalah adanya perubahan. Bukan semata tahu tapi mampu. Lebih jauh dan idela lagi jika pembelajaran mampu memberi, menebar kemanfaatan bagi manusia dan bahkan makhluk sekitar. 
 Menutup tema pembelajaran 'Musyawarah', kelas 2 SDIT Alam membuat proyek dengan penampilan teater yang diberi judul 'Bukan Urusanku !' Teater kelas 2 ini tampil pada hari Jum'at 29 Januari 2016 di GOR SDIT Alam Nurul Islam. Dengan mengundang para orang tua siswa beserta keluarga, momen teater ini akan menjadi kali pertama show besar disamping Gelar Potensi Siswa. Teater terdiri dari 2 babak. Babak pertama menampilkan 'Once upon a Time' -nya perkembangan musyawarah dalam mengambil keputusan atas sebuah permasalahan. Diawali dengan tampilan anak-anak yang berpakaian bak keluarga Flinstone karena memang mereka sedang tampil di jaman batu. Rupanya untuk mengambil keputusan saat itu berdasarkan siapa yang paling kuat. "Yang paling kuat lah ia yang menang !" begitu seru ketua suku kepada rakyatnya dalam menentukan apa yang akan dimakan suatu hari.
 Jaman selanjutnya adalah jaman kerajaan. Dimana sang raja adalah pemutus utama setiap pilihan dalam setiap masalah. Sehingga si patih selaku perantara raja dan rakyat harus bolak-balik komunikasi untuk memenuhi permintaan rakyatnya karena raja tidak boleh ketemu langsung dengan rakyatnya. Tapi lucunya di adegan tersebut si raja akhirnya menuruti permintaan rakyatnya untuk dikasih ice cream . . . hihihi
Berlanjut di jaman Wild wild West, jaman koboi. Dimana keputusan ditentukan dengan adu tembak untuk menunjukkan kejantanan para koboi. Adegan lucu saat 2 koboi adu tembak, setelah kedua koboi melepas tembakan, salah seorang koboi tersungkur disusul kemudian koboi satunya juga kena tembak. Menjelang ajal kedua koboi tersebut menyesal kenapa diputuskan pakai adu tembak. Jaman terakhir yang ditampilkan adalah jaman terkini dengan hadirnya Pak Rete (pak RT red) yang memutuskan perselisihan kumpulan 2 bocah yang saling berebut Durian dengan berantem. Meski Pak Rete sempat kena juga pukulan bogem baocah-bocah tapi dengan dedikasinya ia hadir sebagai penengah warganya. Salut pada Pak Rete.
Babak kedua penampilan teater berjudul 'Bukan Urusanku !' Seting kejadian di tahun 80an dimana menceritakan seorang anak bernama Bagas yang diingatkan kembali dahulu semasa ayahnya masih hidup. Ayahnya seorang yang berkarakter tegas dan keras. Ia ingin anaknya menjadi siswa yang selalu berprestasi sehingga selalu menginginkan anaknya untuk selalu belajar keras. Suatu hari si Bapak baru saja mendapatkan rapor hasil belajar si Bagas dan dijumpai nilai-nilai yang kurang. Betapa marah dan kecewanya Bapak menakala menemukan si Bagas yang justru tidak belajar keras namun malah sering bermain dengan teman-temannya.
Kemarahan Bapak tumpah ruah pada diri Bagas. Bapak merasa sudah banyak jerih payah dilakukan untuk kesuksesan Bagas tapi apa daya si Bagas buruk prestasinya. Si Ibu hadir mengkondisikan suasana dan sedikit membela Bagas, tapi justru menambah kemarahan Bapak. 
Bapak tambah uring-uringan lagi manakala saat Bagas mau main Ibu memberi ijin bukannya meminta Bagas untuk selalu belajar karena nilainya yang kurang. Kemarahan Bapak memuncak sampai membentak Ibu untuk lebih tegas pada Bagas. "Urusan rumah, anak semua adalah urusan Ibu, itu bukan urusanku !" Tiba-tiba Bapak terkena serangan jantung dan mendapatkan ajalnya, si Bagas mendekat sedih, Bapak pun merasa menyesal telah menekannya supaya selalu memenuhi permintaannya. Akhirnya Bapak meninggal . . . . .
Teater 'Bukan Urusanku !' naskah ditulis oleh Abdullah Imaduddin, Musik oleh Ginong Pratidhina Nur Muhammad, Properti oleh JAB, Jaringan Anak Bahasa UAD, Sutradara Yunarko Budi Santoso. Pemeran, Bapak oleh Muh Hamdan, Ibu oleh Dyah Nurhidayati, Bagas besar oleh Maulana, Bagas kecil oleh Adin.


Wednesday, January 20, 2016

Tangga Cita-cita

Outbound perdana semester 2 kali ini sudah dimulai oleh kelas atas, kelas 4 hingga 6. Setiap kelas menjalani outbound berdasarkan perencanaan masing-masing tim guru kelas. Nuansa outbound biasanya tidak terlepas dengan tema pembelajaran yang sedang dilaksanakan. Mulai dari warming up, Fun Games, Low Impact semua dipersiapkan permainannya oleh tim guru. Pun juga dalam pelaksanaan hingga pemaknaannya atau debriefing. Sedangkan untuk High Impact-nya dipersiapkan oleh tim outbound yang lebih profesional dikarenakan permainan yang dilakukan menyangkut resiko yang tinggi sehingga butuh tenaga dan ekstra pengamanan yang tinggi pula.
Untuk permainan High Impact kali ini adalah Tangga Cita-cita. Di permainan ini setiap anak diwajibkan untuk meniti tangga yang terbuat dari bambu. Tangga itu diikat menggantung menggunakan karmantel di bawah sebuah jembatan. Ujung bawah tangga berada di sungai. Bambu itu akan selalu bergerak, untuk mengendalikannya ada 4 buah tali sebagai penahan yang harus ditarik saat ada yang naik.
Sedangkan yang naik diharuskan memakai tali harnes untuk pengamanan yang ujungnya diikat dengan karmantel yang fleksibel bergerak diikat dengan karabiner. Ujung karmantel juga dikendalikan oleh tenaga ahli.
Begitu sudah sampai pada tangga paling atas, tantangan tidak lantas selesai. Meski bola sebagai target yang harus disentuh tidak dengan mudahnya untuk langsung disentuh. Karena masih harus membutuhkan keseimbangan di ujung tangga. Begitu bola sudah tersentuh, misi sudah berhasil dilaksanakan.
Bagi yang sudah berhasil lantas melepaskan diri dari tangga dan meluncur ke bawah mendarat di atas air. Byuur. Meski kondisi cuaca hujan, kegiatan high impact tetep dilaksanakan dengan tetep waspada manakala banjir datang. Alhamdulillah kegiatan bisa dilaksanakan dengan sukses

Mini Library

Memasuki semester genap ini ada budaya baru yang akan digerakkan di Sekolah Alam Jogja. Setelah di semester ganjil kemarin budaya sholat berjama'ah terkhusus bagi siswa kelas atas, kelas 4 hingga 6, maka di semester kali ini satu budaya lagi diangkat. Yaitu budaya membaca. Sekolah Alam Jogja mempunyai target tentang membaca adalah, budaya membaca dikatakan berhasil manakala ia sudah menggantikan aktivitas mendengar. Jika siswa sudah melakukan lebih banyak aktivitas membaca dalam memenuhi keingintahuannya dengan berbagai informasi ketimbang duduk diam mendengarkan guru maupun alat media. Nah, kondisi tersebut berarti sudah berhasil.
Untuk mewujudkan budaya membaca tersebut tidaklah cukup hanya dengan seruan. Sangat butuh prosedur teknis dan alat penunjangnya. Prosedur teknis akan menjamin aktivitas membaca dilakukan dan dibiasakan. Sehingga dari belum dilakukan menjadi dilakukan, terus berlanjut menjadi kebiasaan. Untuk membaca ternyata tidaklah cukup hanya dipenuhi dengan keberadaan perpustakaan. Bahkan perpustakaan yang sudah ditunjang dengan koleksi lengkap dan sistem database digital. Karena faktor seperti jarak kelas dengan perpustakaan turut menyumbang potensi minat baca yang rendah.
Dari permasalahan akses perpus yang kurang, muncullah ide Mini Library atawa perpustakaan kecil. Yaitu dimana perpustakaan 'membuka cabang' di setiap kelas. Buku didekatkan dengan siswa. Jika di hotel-hotel berbintang selain ada Bar utama sebagai tempat penyedia berbagai macam minuman, di setiap room mereka juga sediakan layanan Mini Bar. Kurang lebih begitu kesamaan idenya.
 Koleksi Mini Library diambilkan dari buku perpustakaan yang diputar setiap pekan. Koleksi Mini Library ditambah dengan buku-buku yang berasal dari setiap siswa yang dipinjamkan untuk berbagi baca dengan teman lainnya. Terkhusus kelas atas, buku-buku yang distok berupa Novel untuk sastra dan buku pengetahuan populer. Selain membangun kebiasaan membaca juga melatih untuk menangkap informasi dan makna dari aktivias membaca tersebut.
Dengan keberadaan Mini Library, saat istirahat setiap siswa langsung siap sajian bacaan di tempat. Tidak lagi harus direpotkan dengan jarak, antrian, denda jika lupa mengembalikan. Tentu untuk menjamin ini menjadi kebiasaan harus dipantau dan dievaluasi terutama bagi siswa yang masih jarang melakukan aktivitas membaca.

Monday, December 14, 2015

Nuris Games 5

Momen Ujian Akhir Semester sudah selesai. Tapi, ujian bukan berarti aktivitas pembelajaran usai juga. Pembelajaran harus terus berlangsung. Ujian hanya merupakan saat untuk mengukur capaian dari proses pembelajaran siswa selama satu semester. Untuk melihat bagian mana yang kurang ataukah malah melebihi target. Pekan ini kegiatan tahunan yang sudah dinanti siswa resmi dibuka. Itulah Nuris Games 5.
Proses pembukaan Nuris Games berlangsung pada hari Senin, 14 Desember 2015. Seperti Nuris Games tahun sebelumnya, kali ini juga dilaksanakan untuk kelas bawah dan kelas atas. Untuk kelas atas dikelompokkan dengan masing-masing kelompok terdiri dari siswa dari berbagai kelas. Di dalam sambutannya, kepala sekolah menyampaikan bahwa kehidupan ini selalu diliputi dengan kompetisi. Bahkan kita semua ini adalah para pemenang dari proses penciptaan manusia. Kita adalah pemenang satu sel sperma yang berhasil membuahi sel telur. Yang mengalahkan berjuta-juta sel sperma lain yang telah kalah dalam kompetisi itu. Begitu juga setelah lahir hingga menjalani kehidupan ini kita akan selalu mengalami kompetisi. Maka selalu diri kita untuk selalu siap dengan mengikuti kompetisi. Di Nuris Games 5 ini semua siswa dilatih untuk siap berkompetisi dengan berbagai permainan. Dan dengan semua permainan itu setiap siswa harus bersikap sportif, semangat, siap kalah dan siap menang. 
Proses pembukaan diwarnai dengan penyulutan api ke arah balon-balon yang bergantungan. Penggunaan api sebagai simbol semangat yang membara pantang menyerah. Sebagai energi berkompetisi di Nuris Games 5 kali ini. Kelompok kali ini menggunakan nama para shohabat dan shahabiyah Rasul SAW. Setelah prosesi penyulutan balon dilanjutkan dengan penulisan pesan di secarik kertas yang digantungkan balon-balon. Perwakilan kelompok maju untuk menerbangkan balon yang membawa pesan-pesan. Balon-balon itu akan terbang meninggi setinggi harapan dan cita mereka.


  
Setiap kelompok berjuang untuk mengumpulkan medali-medali kejuaraan. Golden medal, Silver medal dan Bronze medal. Sudah tentu kelompok pengumpul medali terbanyak sebagai juaranya.



Sunday, November 29, 2015

Outing Kelas 5 : Candi Sambisari, Masjid Gedhe Kauman dan Sentra Tenun Lurik Krapyak

Rupanya kelas 5 melaksanakan kegiatan outing di waktu paling ujung dan menjelang pungkasan pembelajaran di semester 1 ini sebelum masuk ke waktu ujian akhir semester di akhir November. Hari Kamis, 26 November 2015, kelas 5 melaksanakan outing untuk menajamkan pembelajaran tema Sejarah dan Benda. Sejarah yang dipelajarai di kelas 5 ini terkait dengan proses perkembangan kerajaan Hindu, Budha dan Islam. Untuk Benda terkait dengan mempelajari bahan dasar pembuat benda.
Pertama kali tujuan outing adalah candi Sambisari. Letaknya di wilayah Purwomartani Kalasan Sleman. Candi Sambisari merupakan candi Hindu dibangun pada abad ke-9 pada masa pemerintahan raja Rakai Garung pada zaman Kerajaan Mataram Kuno. 
Candi ini ditemukan pada tahun 1966 oleh seorang petani di Desa Sambisari yang sedang mencangkul dan cangkulnya nyangkut pada sebuah batu yang ternyata bongkahan batu dari candi tersebut. Candi dipugar pada tahun 1986 oleh Dinas Purbakala. Nama desa ini kemudian diabadikan menjadi nama candi tersebut.
Posisi Candi Sambisari terletak 6,5 meter di bawah permukaan tanah, kemungkinan besar karena tertimbun lahar dari Gunung Merapi yang meletus secara besar-besaran pada awal abad ke-11 (kemungkinan tahun 1006). Hal ini terlihat dari banyaknya batu material volkanik di sekitar candi. Butuh waktu yang sangat lama untuk menyatukan serpihan bebatuan candi. Karena memang tidak semua serpihan masih utuh. 
Dikarenakan candi Hindu banyak arca dan simbol dewa Siwa yang bertebaran di area candi. Diantararanya ditemukannya Lingga sebagai lambang Siwa atau laki-laki dan Yoni sebagai lambang istri Siwa atau perempuan. Ditemukan juga arca Ganesa dan beberapa simbol yang terdapat dalam agama Hindu.
Perjalanan berlanjut ke masjid Gedhe Kauman. Tujuannya adalah untuk mengetahui sejarah pembuatan masjid Gedhe. Masjid Gedhe ternyata dibangun pada tahun 1775 oleh Sri Sultan Hamengkubuwono I setelah kurang lebih 18 tahun berdirinya keraton Jogjakata Hadiningrat. Bangunan yang sebagian besar dari kayu ini masih terlihat kokoh meski sudah berumur ratusan tahun. Ada 36 tiang di bangunan utama. Tiang utama setinggi 28 meter utuh tanpa sambungan. Udah kebayang kan gimana cara mendirikannya padahal waktu itu belum ada alat crane?
Awal mula atap masjid berupa rapak dari daun rami kering. Dikarenakan tidak awet, maka semenjak tahun 1923 atap masjid diganti dengan bahan seng. Dinding masjid dibuat dari batu bata bukan dari tanah liat namun dari batu andesit. Setiap bata dilekatkan bukan dengan semen namun campuran antara putih telur dan air nira. 

Ini adalah prasasti setelah masjid Gedhe selesai dibangun yang membutuhkan waktu selama 2 tahun. Prasasti dibuat dalam 2 versi, yaitu bahasa Arab dan bahasa Jawa. Setiap kegiatan renovasi juga menyertakan prasasti sebagai penjelas setiap aktivitas pembangunan masjid.
Di dalam masjid Gedhe suasana nampak gelap dan senyap, namun bersih dan wangi. Di depan sisi utara ada bangunan kayu yang ada tangga di tengahnya, itu adalah mimbar khotib Jum'at. Di sebelah selatan ada sebuah bangunan mirip sangkar dari kayu. Namanya maksurah, itu adalah tempat Sri Sultan sholat jika berjama'ah di masjid. Namun, sekarang Sri Sultan tidak lagi bertempat di maksurah tapi sudah bergabung dengan jama;ah lainnya.
Lokasi outing terakhir adalah di industri tenun lurik di daerah Krapyak Jogja. Lokasinya berada di sebelah timur bangunan panggung Krapyak. Di lokasi kita disambut oleh mas Yosi sebagai pengelola Kain Tenun Lurik tersebut. Kami dijelaskan terkait proses pembuatan kain tenun lurik. Bahan utama tenun adalah benang yang berasal dari kapas. Benang-benang itu pertama dipintal atau digulung dahulu sesuai dengan kebutuhan. Selanjutnya gulungan benang diberi pewarnaan untuk menyesuaikan dengan warna desain tenunan.  Setelah diwarna, digulung lagi dan siap untuk ditenun. Alat tenun yang digunakan masih tradisional. Masih mengandalkan tenaga terampil manusia. Satu meter kain tenun kurang lebih membutuhkan 3000 benang yang akan ditenun.
Yang mengagumkan adalah, kebanyakan penenun tradisional disitu sudah berusia lanjut. Namun masih mempunyai pandangan yang tajam untuk memasukkan dan mencari benang yang kusut. Dalam satu hari rata-rata bisa menyelesaikan kain tenun sepanjang 8 meter.
Beberapa anak penasaran ingin mencoba menggulung dan menenun benang. Baru beberapa detik saja sudah ada benang yang putus. Butuh ketelitian dan ketekunan yang tinggi. Pantesan saja ya harga kainnya juga mahal. Karena memang hasil senin tenun dari tangan langsung.

Thursday, November 26, 2015

Selamat Hari Guru 2015

Setiap 25 November menjadi hari spesial bagi setiap guru. Selalu di setiap tanggal tersebut diperingati sebagai hari Guru Nasional. Hari di saat setiap orang mengingat jasa dan peran setiap orang yang telah menjadi guru di kehidupannya. Guru yang sudah ditempatkan di ruang hati dan menjadi ingatan di setiap saat. 
Meski banyak sekolah lain libur tidak mengadakan proses pembelajaran, namun SDIT Alam tetep masuk dan menyelenggarakan peringatan hari Guru dengan acara performance para guru dan siswa. "Kita harus selalu ingat bahwa libur hakiki kita ada dimana . . .?" Tanya ust. Ariefuddin dalam sambutannya. Beberapa siswa menjawab, " Surga !!"  . . . Betul ! Karena di surga memang sudah tidak berlaku lagi kegiatan yang berujung pada kelelahan dan kepayahan. Tidak ada lagi belajar bahkan ibadah, bisa jadi kalo gak mandi pun badan kita tetep harum. Beda kalo liburnya di dunia. Sering kan anak-anak males mandi jika libur, betul kan? Dan bau badan sudah pada hafal sendiri kan? Di hari spesial untuk guru ini mari kita kenang dan sampaikan terima kasih untuk para guru kita. Guru yang sudah membuat diri kita tahu dan mampu. Bahkan para siswa, anak sekalian merupakan guru bagi kami. Karena dengan mengenal para siswa setiap guru diajari untuk memahami bahwa setiap anak mempunyai keunikan yang tidak bisa digeneralisir dan disamakan. Anak-anak telah menjadi guru bagi ustadz-ustadzah bagaimana harus bersabar mendampingi dan mendidik.
 Sebagai simbolisasi ucapan terima kasih perwakilan guru meju ke atas panggung, kemudian kepala sekolah memberikan masing-masing satu buah kue tart yang dihiasi dengan angka 1. Apa ya maknanya? Ternyata maknanya adalah You always number one for me. Kemudian bareng-bareng siswa dan guru menyanyikan lagu Number One for Me nya Maher Zain. Suasana menjadi syahdu dan haru jika betapa besarnya para guru-guru kita telah berbuat banyak untuk kita.
Ada juga penampilan ustadz Maulana dan ustadzah Dyah disertai dengan ilustrasi tarian oleh siswa kelas 2. Mereka menampilkan lagu dan puisi. Kolaborasi ini sangat menarik meski tanpa persiapan yang lama karena dengan semangat untuk memperingati hari guru, akhirnya jadi oke juga.


Di acara itu digelar pemutaran perdana film karya siswa kelas 5B berjudul Kanibal 2. Karena ini menjadi sequel dari film pertama yang berjudul Kanibal. Kisahnya terkait dengan usaha sekumpulan anak-anak kampung dalam mencegah juragan kayu untuk menebangi pohon di hutan yang akan dieskport ke China. Nha usaha para anak kampung itu unik, mereka mengembangkan mitos bahwa di hutan itu ada suku primitif yang suka memakan daging manusia alias kanibal. Trus, gimana lanjutannya, tonton  sendiri aja ya filmnya.

Selain itu ada juga performance dari ustadzah, ada grup Lakepri Band yang terdiri dari ustadzah Wiwid, Nurul dan Sitikho. Lakepri Band menampilkan lagu karya ustazah Wiwid berjudul Laa Taghdhab. Tampil juga ustadzah Khusnul yang membacakan tembang macapat tentang guru. Nah, yang ditunggu-tunggu dan penampilan terakhir adalah Elekyo band. Grup band yang terdiri dari ustadz-ustadz ini menampilkan 4 lagu, Kun Anta, Sebiru Hari Ini, IT Alam covering dari lagu Sayyidan dan Berlapang Dada. Dan juga pada kesmepatan kali ini diumumkan kategori ustadz/ah favorit.
Penentuannya melalui polling pemungutan suara dari seluruh siswa. Kita ingin tahu seberapa favorit ustadz/ah di mata siswa. Untuk tahun ini kategori guru paling Rapi adalah ust. Budi Suprayitno, Guru paling Lucu adalah ust. Yunarko, guru paling Kreatif adalah ust. Ginong, guru paling rajin adalah ust. Hardi, guru paling Ramah adalah ust. Budi Suprayitno dan guru paling tegas adalah ust. Bintara. Untuk tahun ini belum masuk nominasi ustadzah di kategori guru favorit. Selain itu ada kesempatan juga dibacakan surat-surat yang ditulis para siswa untuk para gurunya. Ada satu kejadian yang mengharukan, salah satu siswi, mbak Khalida kelas 6 maju membacakan suratnya untuk ustadzah Dina, kemudian mbak Khalida turun panggung menuju usth Dina dan memberikan ucapannya diiringi dengan pelukan haru. Para hadirin terbawa suasana haru ditambah mbak Khalida memberikan suapan kepada usth Dina. Jika cinta sudah bersemayam di hati, tak butuh lagi banyak kata-kata untuk saling menggerakkan.

Sunday, November 22, 2015

Outing Kelas 1 : Pabrik Bakpia, Museum Sonobudoyo dan Taman Lalu Lintas

Untuk menajamkan pembelajaran dengan tema Keberagaman serta tema Aku Suka Hidup Tertib, Kelas 1 pada hari Selasa, 10 November 2015 mengadakan outing ke 3 tempat. Pabrik Bakpia untuk mengetahui proses pembuatan makanan khas Jogja, Bakpia. Lalu ke Museum Sonobudoyo tempat menyimpan berbagai artefak dan seni. Dan terakhir di Taman lalu lintas.
  Pusat industri pembuatan bakpia ada di Pathuk Jogja. Mumpung masih pagi, outingnya pertama ke sentra bakpia dulu. Di sini anak-anak menyaksikan bagaimana proses pembuatan bakpia dilakukan. Ternyata bahan utama bakpia adalah tepung terigu. Meskipun untuk isi bakpia kini sudah mulai bermacam-macam bentuknya. 
 Di Bakpia Pathuk usai, outing berlanjut ke museum Sonobudoyo. Di museum ini anak-anak menyaksikan benda-benda seni dari seniman keraton Jogja dan seniman lainnya. Mungkin anak-anak masih merasa abstrak ya mendengar penjelasan dari pemandu, tapi pasti deh ada kesan sewaktu menikmati karya seni para seniman itu.
  Selesai dari museum Sonobudoyo, perjalanan berlanjut ke daerah Giwangan. Deket dengan terminal bus Jogja. Di sana ada wahana taman Lalu Lintas. Anak-anak  bisa bermain sambil belajar memahami aturan lalu lintas. Memahami bahwa ketertiban itu wajib ditegakkan supaya keselamatan berkendara terjadi. Jika dalam berlalu lintas tidak mentaati aturan, tidak saja diri sendiri yang mungkin akan kena celaka. Orang lain pun bisa jadi akan turut terkena akibatnya. Maka selalulah untuk tertib berlalu lintas.




 
 Setiap nilai dan karakter akan lebih mudah diserap jika anak-anak ikut melakukan. Bukan hanya guru menerangkan saja meski juga sudah dilengkapi gambar dan video. Karena merasakan itu termasuk pembelajaran yang lebih banyak porsi dipahami karena dengan melakukan akan muncul kesan dan pengalaman.