Sunday, August 21, 2011

Bakti Sosial dan Mabit 1432 H

Rangkaian kegiatan Ramadhan 1432 H kali ini ditutup dengan kegiatan Bakti Sosial dan Mabit (malam bina iman dan taqwa). Bakti Sosial berupa pembagian paket sembako kepada masyarakat sekitar SDIT Alam Nurul Islam. Bahan sembako berasal dari sumbangan para wali siswa yang pengumpulannya langsung dalam bentuk satu paket sembako. Satu paket berisi Beras, Minyak Goreng, Gula Pasir, Teh.

 Untuk pembagian paket sembako, dilakukan oleh siswa-siswi kelas 4 dan 5. Mereka dikelompokkan menjadi 4 wilayah di sekitar SDIT Alam. sebelum berangkat, mereka mengangkut paket-paket sembako ke atas mobil pick up untuk kemudian diantar ke tip wilayah. Para siswa mengantarkan di tiap rumah. Karena di tiap paket sudah tertera nama kepala keluarganya.

 Untuk sampai ke tiap rumah, nantinya tiap kelompok akan dipandu oleh ketua RT tiap wilayah. Jadinya cepet sesuai dengan nama yang tercantum di paket. Meski ada juga beberapa paket tanpa nama sebagai tambahan penduduk baru.

 Anak-anak merasakan pengalaman indahnya berbagi. Dan jika memberi memang lebih baik jika langsung kepada yang menerima. Bukannya mengundang untuk datang yang justru malah membuat kerumunan massa yang lebih sering berakibat konflik. Saling berdesakan hingga jatuh korban.

 Weits, ustadzah lagi ngapain tuh. Kok pake corat-coret wajah, lampu di kepala, rompi anti pluru. Trus pake sragam ijo-ijo kayak tentara aja. Ooo ternyata baru bergaya jadi tentara tho. Ust. Ana dan ust. Ayu yang menjadi pembawa acara di Gebyar Ramadhan. Pentas di malam kegiatan mabit. Seru juga, anak-anak pada terkejut dan takjub. Masuk di arena acara dengan mengendap-endap, trus pake suara brondongan pluru. Ustadzah muncul sambil menenteng senapan yang ditembakkan ke siswa yang dipilih sebagai penjajah. Ooo rupanya selain mabit Ramadhan juga memperingati juga hari kemerekaan negeri kita. Yang tahun ini juga pas pada 17 Ramadhan. Persis 66 tahun yang lalu harinya. Rupanya ada beberapa penampilan dari beberapa siswa dan guru yang kemarin sudah diaudisi oleh ustadzah Ana dan Ayu.

 Waduh ini ngapain lagi ya. Ustadz apa ustadzah sih. Dandannya sih laki-laki, tapi wajahnya kok akrab ya. Seperti ustadzah. O iya, ustadzah Rusmi. Hah, ustadzah Rusmi berpakaian laki-laki? Eh itu cuman di acara pementasan drama loh bukan sebenarnya. Rupanya ustadzah-ustadzah menampilkan sebuah drama tentang kisah nabi Yunus. Nabi Yunus yang berputus asa dalam dakwah kepada kaumnya. Karena tak satupun yang mengikuti seruannya. Sehingga ia emosi, dan meninggalkan jauh-jauh kampungnya. Hingga suatu ketika ia harus naik kapal di tengah lautan.

 Ternyata sewaktu kapal sudah berjalan, di tengah jalan badai datang. Kapal oleng hampir tenggelam. Sehingga nahkoda kapal memutuskan harus mengurangi penumpang. Yang harus nyebur ke laut. Diadakanlah undian. Undian itu dilakukan berkali-kali, tapi jatuhnya ke nabi Yunus terus. Sehingga nabi Yunus diputuskan yang harus dicebutkan ke laut. Sewaktu sudah di tengah lautan, rupanya ada Paus yang lapar langsung memakan tubuh nabi Yunus.

 Sewaktu sadar, nabi Yunus terkejut. Betapa gelapnya ruangan. Dia ingat jika tubuhnya  baru saja ditelan Paus. Kemudian langsung ia tersadar dan memohon ampun kepada Allah atas kelalaian dan keputusasaannya berdakwah pada kaumnya, ‘Allahumma, la ilaha illa anta. Subhanaka, inni kuntu minazzhalimin – ya Allah, tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau. Sungguh aku ini termasuk orang-orang yang zalim’. Sehingga Allah menolongnya dengan dimuntahkannya ia dari perut Paus ke daratan sehingga kembali ia berdakwah pada kaumnya.

 Gebyar diakhiri dengan pemutaran dokumentasi kegiatan selama pesantren Ramadhan 1432 H ini dalam bentuk film pendek.

[youtube http://www.youtube.com/watch?v=bh955KO1wZs]

Setelah selesai Gebyar, semua siswa langsung istirahat supaya nantinya gak telat sahur. Jam 02.30, seluruh siswa, dari kelas 1 sampai 5 dibangunkan untuk melaksanakan sholat Tahajud 11 rakaat. Seetelah selesai kemudian dilanjut dengan makan sahur. Setelah sholat Shubuh dan mendengarkan kultum dari ustadz Hamdan, semua siswa beres-beres barang bawaan masing-masing supaya gak pada ketinggalan. Dan sebagai akhir acara ditutup dengan saling bersalaman dengan guru.



Wednesday, August 10, 2011

15 Menit 100 Juta

Ukhuwah terasa hangat sekali di sore Selasa 9 Ramadhan 1432 pas juga 9 Agustus 2011 kemarin. Soalnya semua orang tua-wali siswa, guru TK sampe SMP, pengurus bahkan pembina yayasan Nurul Islam kumpul bareng untuk buka bersama. Tempatnya di SDIT Alam Nurul Islam, di depan masjid baru.

 Acara buka bersama itu diselenggarakan dalam rangka Tasyakuran sudah bisa dipakainya masjid baru Nurul Islam. Semua sudah gak sabar lagi menggunakan masjid itu untuk aktivitas terutama ibadah, apalagi kini masuk bulan Ramadhan.

  Alhamdulillah, yang hadir banyak dan antusias. Sengaja acara dilaksanakan di luar. Di samping ruang indoor tidak memenuhi, acara akan lebih nyaman dan santai berlangsung di luar. Apalagi cuaca sangat mendukung. Dengan background masjid, seluruh audiens menghadap masjid yang tersinari matahari yang berjalan menuju terbenamnya.

 Di acara tersebut dilakukan juga penyerahan santunan kepada anak yatim-piatu di wilayah sekitar SDIT Alam Nurul Islam oleh pengurus yayasan. Selain untuk yatim piatu, akan ada juga bakti sosial pembagian paket sembako kepada masyarakat yang rencananya akan dilaksanakan besok Sabtu 20 Agustus 2011.

 Sebelum buka ada tausyiah dengan menghadirkan KH Drs. Sunardi Syahuri. Beliau juga merupakan pembina dari yayasan Nurul Islam. Dalam tausyiahnya, pak Sunardi membahas terkait dengan siapa saja sih yang dimaksud dengan mustahiq zakat itu. Beliau bercerita tentang seorang mahasiswi di Jawa Timur yang memutuskan untuk masuk Islam meski harus dengan pengorbanan yang besar. Termasuk harus mampu untuk hidup mandiri. Bahkan uang yang seharusnya untuk SPP ia relakan untuk infaq demi kepentingan syiar Islam. "Nah, orang semacam inilah yang termasuk dalam golongan muallaf yang wajib mendapatkan zakat" begitu ulas pak Sunardi. Beliau memang sudah terbiasa menangani para muallaf. Beliau juga mengulas banyak pengalaman dalam menghadapi krisis iman di berbagai daerah. "Harusnya kita bersyukur, ada sekolah Nurul Islam ini yang sangat rapi dalam penjagaan Islam anak-anak kita" Pak Sunardi menutup kisahnya. "Dari segi konsep sangat mantap. SDM gurunya juga tidak diragukan lagi perjuangannya. Cuma dari segi sarana masih butuh dukungan banyak pihak" begitu tambah Pak Sunardi. Kemudian beliau menantang hadirin, siapa yang bersedia menemani beliau menyumbang 40 paket (1 paket = Rp. 50.000) untuk penyelesaian masjid Nurul Islam. Nah, dari tausyiah langsung masuk 'lelang' shodaqoh dan infaq pembangunan masjid. Tantangan pak Sunardi pun disambut hadirin. Dilihat dari banyaknya lembar kesanggupan yang dikumpul ke depan dan langsung dibacakan oleh Pak Sunardi Syahuri. 20 paket, 2 paket, 60 paket bahakan subhanallah ada yang memberi kesanggupan 200 paket.

 Begitu selesai, semua kesanggupan dijumlah. Subhanallah, dalam waktu kurang lebih 15 menit terkumpul sebanyak kurang lebih 100 juta infak untuk pembangunan masjid. Ramadhan memang bulan yang penuh berkah. Semoga dengan dukungan semua pihak, segera kita dapat menikmati fasilitas masjid ini untuk pendidikan dan umat.

Wednesday, August 3, 2011

Lomba Ramadhan 1432

Satu even yang melengkapi program Pesantren Ramadhan kali ini adalah Lomba Ramadhan. Banyak dan bervariasi lomba yang akan diselenggarakan oleh panitia. Adapun lomba dan pelaksanaannya adalah sebagai berikut :

1. Lomba Mewarnai (kelas bawah) dan Kartun Ramadhan (kelas atas), Kamis 4 Agustus 2011 jam 10.35 - 12.oo WIB bertempat di GOR (kelas bawah) dan Aula (kelas atas)

2. Adzan, Sabtu 6 Agustus 2011 jam 10.35 - 12.00 WIB di GOR

3. Tartil Qur'an, Senin 8 Agustus 2011 jam 10.35 - 12.00 WIB di Aula (kelas bawah) dan Kelas 4 (kelas atas)

4. Cerdas Cermat Agama (CCA), Selasa 9 Agustus 2011 jam 10.35 - 12.00 WIB di kelas 1 di 1A, kelas 2 di 2A, kelas 3 di 3B, Kelas 4 di 4A, kelas 5 di 5A dan kelas 6 di 6A

5. Pemilihan Da'i Cilik (Pildacil), Rabu 10 Agustus 2011 jam 10.35 - 12.00 WIB di GOR

6. Tahfidz Anak, Kamis 11 Agustus 2011 jam 10.35 - 12.00 WIB di GOR

7. Tahfidz Guru, Sabtu 13 Agustus 2011 jam 10.35 - 12.00 WIB di GOR

8. Peragaan Busana Muslim, Senin 15 Agustus 2011 jam 10.35 - 12.00 WIB di GOR

9. Karaoke, Selasa 16 Agustus 2011 jam 10.35 - 12.00 WIB di GOR

10. Pengumuman dan Pembagian Hadiah Lomba, Kamis 18 Agustus 2011 jam 10.35 - 12.00 WIB di GOR







Tuesday, August 2, 2011

Pertama Pakai Masjid

Setelah lama menunggu, akhirnya kerinduan itu terbayar lunas juga. Rindu untuk mengecap ibadah di masjid baru. Belum jadi 100 persen sih, tapi Ramadhan sholat dengan suasana tempat yang baru pasti lebih mengasyikkan. Di hari kedua Ramadhan ini keasyikan itu diawali. Berjama'ah sholat dhuhur di masjid yang meski baru bisa dipake lantai bawah beralaskan tikar plastik. Tapi terlihat banyak jama'ah yang tak tahan juga untuk mencoba yang pertama masjid baru.

Jika sebelumnya jama'ah berjajar memanjang di GOR. Kini terasa memenuhi tempat. Penuh nan rapet. Meski juga baru dipenuhi siswa kelas 4 hingga kelas 6. Sudah bisa dibayangkan manakala nanti mabit, belum mampu menampung seluruh jama'ah di SDIT Alam.

Selain sudah digunakan untuk jama'ah sholat wajib, aktivitas mengaji Qiroaty sudah bisa menggunakan tempat tersebut. Jadinya ustadz/ah tidak lagi harus mendatangi anak, tapi justru anak yang langsung siap di tempat, Tak ketinggalan, di momen Ramadhan ini pula, ustdaz-ustadzah memacu ketrampilannya dalam bacaan Qiroaty. Satu per satu ustadz dijajaki kira-kira cocok masuk jilid berapakah untuk metode Qiroaty. Tampak, beberapa siswa yang memantau jalannya tes. Ah, ustadz jadi malu dilihat kualitas bacaannya sama anak.








Thursday, July 28, 2011

Gembira Ramadhan

Gembira. Ungkapan yang akan muncul pada setiap siapa yang menemui, mendengar bahkan mengalami sesuatu yang membuat hati bahagia, berbunga-bunga. Raut yang terukir di wajah adalah garis-garis melengkung ke atas hingga membuka deretan gigi putih, sedikit dan banyak dibarengi dengan suara tawa.  Sementara itu, anggota tubuh lain mengimbangi dengan gerakan tanpa sadar. Bergerak-gerak, melonjak, tangan ke atas . . . Siapa sih yang gak gembira didatangi Ramadhan.

 Jadi gembira itu gak bisa deh dibuat-buat. Liat aja banyak muka penuh seri di pawai Tarhib Ramadhan SDIT Alam pagi ini. Satu-satu dari mereka pingin diakui gembiranya. Makanya, segala energi dikerahkan untuk tampil menarik. lain daripada yang lain. Ssst . . tentunya, biar fotografer juga kesengsem untuk menarik pelatuk shutter kameranya. Hihihihi . . . .

Coba tebak, yang pake topeng monyet tuh laki pa perempuan? Berhasil deh narik perhatian fotografer. Cekrek . . . jadilah ekspresi gembiranya ketangkep. Kira-kira ide apa yang lewat di benaknya kok gak malu pake topeng gituan. Sudah pasti sih, temen-temen yang berada di sekitarnya pasti tergelitik syaraf ketawanya. Termasuk yang nulis, kik . .kik . .kik . . . . . . . . . . . mau tahu siapa anaknya, cari aja deh, tuh udah ada petunjuknya. Wali kelasnya ustadzah Apri, pasti tuh anak warga kelas 3A.

Pawai Tarhib Ramadhan serentak diselenggarakan oleh siswa-siswa SDIT dan SMPIT Alam Nurul Islam. Lebih dari 500 anak dan guru ikut serta memeriahkan menyambut gembira Ramadhan 1432. Acara pawai diawali dengan prosesi pembukaan. Sekaligus membuka program pesantren Ramadhan oleh ustadz Budi Suprayitno. Sewaktu sesi penjelasan oleh ustadz Hamdan, ditengah pembicaraan tiba-tiba datang 3 kawanan makhluk yang mengendararai sepeda motor yang diblombong knalpotnya. Jadi, tau sendiri kan gimana suaranya. Dijamin pekak deh telinganya. Trus 2 orang turun merebut mikrofon ustadz Hamdan, seperti preman trus bilang "Acara pawai bubar!" Nah loh, apa-apaan ini?" Dua orang itu terus marah-marah. Salah satunya lagi lebih mirip iblis. habisnya pake hitam-hitam, mukanya merah trus giginya lancip semua nongol kedepan.

Kemudian, masuklah, sepertinya dari pakaian orang ini seorang yang sholih. Orang itu menemui si preman. "He . . apa yang kalian lakukan?" Si preman mengaku cuma lewat dan mampir liat-liat. Semua siswa protes, dan bilang sama orang sholih tadi kalo si preman mau mengacaukan acara pawai Ramadhan. Lalu, si sholih mengancam mau panggil polisi jika gak mau ngaku dan meninggalkan tempat itu. Tapi dasar preman, Mereka malah ngejek dan gak takut. Dipanggillah polisi untuk menindak preman kurang ajar itu.



Panggilan itu memang benar. Bukan main-main. Datanglah 2 polisi yang gagah berani. Keduanya langsung menindak tegas prilaku 2 preman nakal itu. Tapi, si preman tak habis akal. Mereka ternyata bawa banyak duit. Ratusan ribu lagi. Waduh, gimana ya. pak polisi tergiur nggak ya? Ternyata kedua polisi itu tergiur dengan iming-iming duit ratusan ribu. Bahkan preman mau janjikan nambahin uang lagi. Waduh gimana nih? Tapi, hidayah Allah datang. Malaikat membisikkan kekuatan kebaikan kepada kedua polisi tersebut. dan akhirnya, berhasil!! Kedua polisi langsung balik kanan, menolak mentah-mentah uang suap kedua preman. Mereka berjanji di depan ratusan peserta pawai. Bahwa mulai saat itu mereka akan menjadi Polisi yang Anti Suap. Allah sebagai saksi.Kemudian dengan penuh perwira kedua polisi langsung meringkus preman tak tau diri. Malaikat pun juga ikut membelenggu iblis laknatullah. Rupanya hawa Ramadhan sudah mulai tercium. Segera Allah kan bukakan pintu kebaikan tanpa batas di bulan Ramadhan ini. Bergembiralah menyambutnya !

Nah, selesai pawai, masih ada loh agenda Tarhib Ramadhan. Seperti biasa setiap tahun setelah pawai dilanjut dengan bersih lingkungan. Meliputi ruang kelas dan halaman. Yang paling dinanti oleh siswa adalah siapa ya yang mau jadi tim penilai kebersihan kali ini. Tahun lalu karakter yang dipakai adalah Sultan Jogja. Nah kira-kira apa ya karakter yang dipakai sekarang.

Eh, ternyata para sunan tho. Wah mirip bener ya. Tapi kok cuma 8 orang sih. Mungkin karena personilnya kurang kali. Ayo satu-satu pada kenal gak. Anak-anak pada antusias plus deg-degan didatangi oleh para sunan. Menang gak ya kelasnya di lomba kebersihan kali ini.  Sambil berjalan menuju kelas-kelas para sunan menyanyikan lagi "Yaa . . . Hanana . . . Yaa . . . Hanana"

Galeri Fotonya  klik disini

Wednesday, July 27, 2011

Rabu Apresiasi

Tahun lalu, setiap Rabu adalah hari 'berkeringat'. Mengapa berkeringat? Habisnya tiap Rabu adalah hari yang diisi dengan senam. Jika mendengar lirik lagu "Baersatu Tegakkan keadilan . . ." Nah udah pada hapal tuh kalo senam segera dimulai. Tapi tahun ini semuanya lain.  Karena khusus Rabu tidak lagi diisi dengan senam. Tapi diubah menjadi Rabu Apresiasi. Maksudnya? Sengaja selama 5 hari pembelajaran khusus disediakan waktu untuk mengapresiasi. Seperti yang dilakukan Rabu ini. Yaitu Tanam Masal Rumput Gajah Mini.

 Hajatan ini sengaja dilakukan untuk mengubah wajah lapangan SDIT Alam. Sudah banyak siswa yang memberi masukan tentang kondisi lingkungan SDIT Alam yang kini sudah bukan Sekolah Alam lagi katanya. Habisnya, pohon-pohon banyak yang ditebangi. Justru bangunan yang ditanam. Ya jadinya suasananya gak seger nan hijau lagi.

Tanam massal rumput dilaksanakan pagi bener supaya rumputnya gak kepanasan. Semua siswa dibariskan sesuai kelas. Kemudian mereka ditata hingga memenuhi lapangan. Setelah itu siswa diminta jongkok. Di area kanan-kiri dan depan menjadi area yang wajib ditanami  oleh siswa tersebut. Mereka harus menggali tiap lubang, kemudian rumput yang sudah dipotong-potong ditanam hingga ujungnya tidak sampai menyembul di permukaan.

Nah proyek penghijaun kembali SDIT Alam dimulai dari yang kecil dulu. Nanam rumput gajah mini. Moga dengan kegiatan ini, rasa kepemilikian dan tanggung jawab untuk menghijaukan lingkungan SDIT Alam makin cepat tumbuh. Segera deh, doain bersama juga pembangungan di SDIT Alam cepet selesai. Biar segera kita banyakin pohon untuk ditanam. Pinginnya sih pohon buah. Buah dengan berbagai macam jenisnya. Sembari berimajinasi sekolah di perkebunan penuh buah, layaknya surga seperti yang digambarkan Allah dalam Qur'an-Nya.

Monday, July 18, 2011

Parenting School Perdana bersama Bunda Kurnia

Mengawali program Parenting School, SDIT Alam Nurul Islam menghadirkan pembicara dari Jakarta. Bunda Kurnia Widiatuti. Beliau adalah trainer dari Sygma Smart Parenting Club. Sebuah klub yang dibawahi oleh penerbit Sygma yang beraktivitas terkait dengan pendidikan para orang tua dalam membina putra-putrinya.Peserta yang diundang adalah para orang tua wali siswa SDIT Alam Nurul Islam. Selain itu juga hadir beberapa anggota Sygma Smart Parenting Club. Acara dikemas semi seminar, dimulai jam 08.00 dan berakhir sekitar jam 13.00.

Diawal acara, para peserta diajak untuk pemanasan dahulu dengan BrainGym, Senam Otak. Biar seimbang dulu otak kanan dna kirinya, gitu kata pembawa acara. Meski berupa gerakan-gerakan sederhana, namun ternyata banyak peserta yang cukup kesulitan melakukannya. Seperti, gerakan jemari yang ditautkan diurutkan mulai dari kelingking terus pindah jari manis, tengah, telunjuk, balik ke kelingking. Ada lagi, gerakan pukul dan elus paha kaki yang bergantian. Trus, gerakan tembak dan telunjuk bergantian tangan kanan dan kiri.Bunda Kurnia mengawali sesinya dengan menceritakan persiapan keluarga dalam menyambut bulan suci Ramadhan yang sebentar lagi tiba. Ramadhan sebagai bulan penuh berkah dan pahala seharusnya menjadi lahan panen yang tidak semata dilakukan orang perseorangan semata dalam keluarga. Tapi haruslah menjadi lahan panen bersama.

Para peserta sewaktu masuk forum dibekali dengan balon satu-satu. Sewaktu acara, peserta diminta meniup balon itu sesuai dengan gaya dan kekuatan masing-masing. Hasilnya, ada balon yang berhasil tertiup besar, ada yang biasa, ada kecil saja bahkan ada yang meletus. Pemaknaannya, dalam mendidik anak harus dengan ilmu dan pengetahuan yang tepat. Tanpa ilmu dan pengetahuan bisa jadi ada orang tua yang tergesa-gesa sehingga hasil didikannya justru tidak ideal, rusak, balon meletus. Atau karena sering banyak menahan boleh jadi potensi anak tidak maksimal, balon hanya kecil saja tertiup. Menjadi orang tua juga harus berani bermimpi. Mimpi yang tergambar nyata untuk bisa diraih realitanya. Kemudian, kehidupan ini janganlah cukup dijalani saja. Tapi, selalu meminta Allah untuk memperjalankan kehidupan kita. Sehingga setelah mimpi besar sudah terputuskan, biarkan Allah yang menuntun kita untuk menuju mimpi itu. Persis seperti Allah saat memperjalankan nabi Muhammad SAW pada peristiwa Isra' Mi'raj. Rasulullah SAW mengalami kejadian luar biasa jauh dari nalar manusia. Jadi, para orang tua, segeralah bermimpi besar !

Di materi yang bertajuk 'Harmoni Keluarga : Indahnya Warna Pengasuhan Anak' ini, bunda Kurnia mengupas bagaimana kita mendidik anak yang merujuk pada siroh Rasulullah SAW.  Seperti yang pernah diutarakan oleh sahabat Ali Radliallohu'anhu, bahwa perkembangan anak itu bisa dibagi menjadi 3. Tahap 7 tahun pertama, anak diposisikan sebagai raja. Artinya orang tua harus selalu siap untuk melayani kebutuhan dan permintaan anak. Untuk melayaninya, orang tua harus selalu bersifat SHIDIQ, jujur. Selalu jujur dalam segala hal. Jujur dalam perkataan setiap kali komunikasi dengan anak. Jujur dalam unsur-unsur makanan yang diberikan anak. Makanan harus mengandung zat-zat yang sehat bukan rekaan, penuh pengawet, dan bahkan bahan berbahaya lainnya. Tahap 7 tahun kedua, anak diposisikan sebagai TAWANAN. Artinya, pendidikan yang diberikan harus ketat, 'mengekang'. Tentu kekangan dalam rangka untuk membentuk karakter baik. Sudah tentu, hukuman sudah berlaku pada tahap perkembangan ini. Orang tua harus menerapkan pendidikan yang dipenuhi dengan AMANAH. Anak sudah saatnya diberi penugasan-penugasan yang harus dilakukan dan ditaati. Tentu, semuanya diberi kerangka pendidikan bukan semata suasana yang justru malah membuat anak down, rendah diri bahkan phobi, takut. Tahap 7 tahun ketiga, anak diposisikan sebagai teman atau mitra. Artinya pola pendidikan kepdanya harus dalam perlakuan sebagai orang dewasa. Orang tua harus memenuhi karakter FATHONAH dalam perlakuan kepada anak. Artinya anak yang sudah menginjak usia dewasa sudah saatnya diakui daya pikir mereka. Dan, aspek-aspek rasional dan logis harus selalu menjadi landasan di setiap pemecahan masalah.