Friday, September 19, 2008

MABIT 2008

Rangkaian program Ramadhan 1429 di SDIT Alam kali ini ditutup dengan kegiatan Buka Bersama dan MABIT, yang popular dengan sebutan program malam bina iman dan taqwa. Tema Karyaku Taqwaku yang dipilih tahun ini membuat segala pembelajaran fokus pada hasil karya. Termasuk saat acara buka bersama orang tua/wali siswa. Pameran karya siswa digelar disepanjang jalur masuk tamu menuju GOR SDIT Alam. Karya yang dibuat baik secara tim maupun personal. Hari Kamisnya panitia Ramadhan memang sengaja menyediakan waktu khusus kepada setiap kelas untuk berkreasi menghasilkan karya. Karya yang wajib berupa kaligrafi massal. Maksudnya ? Pembuatannya dilakukan secara massal setiap kelas. Sangat tentu, kekompakan tim akan sangat menentukan hasil karya kaligrafi.



Selain karya wajib, diharuskan membuat karya lain yang bebas sesuai dengan ekspresi yang ingin diungkapkan. Ada yang membuat kartun Ramadhan Naruto, seluruh karakter dalam film Naruto dilengkapi dengan asesoris muslim. Naruto pake peci, Sasuke pake jilbab (wah jadi nggak dilarang dong kalo gini). Membuat kolase biji dan batu gambar kapal. Bedug, manik-manik, miniatur masjid. Yang banyak diminati adalah karya fotografi bertema ‘membaca ayat kauniyah’. Dengan kamera Nikon D40-nya ustadz, meski belum mahir, hasilnya lumayan kayak fotografer yah baru amatir menuju professional gitu.



Mabit diawali dengan acara ganda. Orang tua/wali buka bersama di GOR, sedangkan siswa kelas 4 hingga 6 mengadakan bakti sosial dengan mengantar paket sembako ke masyarakat sekitar SDIT Alam.















Kelas 1 sampai 3 menyaksikan tausyiah berupa fragmen drama 2 kehidupan. Kehidupan seorang sholih dan seorang yang senang berbuat maksiat. Karena sholih dia mendapatkan akhir hidup yang baik. Sedangkan sosok yang suka maksiat sebaliknya, pengakhiran yang buruk.



Kedua sosok orang yang berbeda perilaku sewaktu di dunia tentu mengalami perlakuan berbeda pula sewaktu di alam kubur. Yang sholih didatangi oleh malaikat yang wajahnya super tampan, super ramah, dan super menyenangkan.



Sedangkan si maksiat didatangi oleh malaikat dengan rupa yang menyeramkan, hitam, super kejam, super menakutkan dan super menyiksa.



Siswa-siswa antusias menyimak hingga tidak tahan untuk duduk. Berdiri mendekat mengamati, ikut merasakan setiap sosok dengan perlakuan yang berbeda itu. Menjelang buka, dibagikanlah cocktail agar-agar merah. Air ludah sudah terpancing keluar melihat merahnya cocktail.



Eh, kita lihat dulu yuk, sebelumnya ustadzah-ustadzah dengan penuh heroik membuat si merah dingin



Begitu sirine tanda buka puasa berbunyi, bersegera semua anak menyeruput si merah dingin itu. Allohumma laka sumtu wa bika aamantu . . . .


Setelah sholat isya’ berjama’ah tidak langsung diteruskan dengan sholat Taraweh. Karena sholat taraweh akan dilaksanakan di jam 02.30 dini hari menjelang sahur. Acara intinya adalah nonton bareng film ‘Denias, Senandung di Atas Awan’. Diangkat dari kisah nyata seorang anak Papua yang bermotivasi kuat untuk belajar hingga tingkat yang tinggi berkat motivasi guru dan orang-orang seperti maleo seorang tentara yang ditugaskan di satuan Maleo. Bahkan ibunya sendiri yang meninggal akibat terbakar di dalam rumah. Dengan motivasi yang kuat itu saat ini Denias menunjukkan kemampuannya belajar di Darwin Australia. Acara nonton bareng ditutup dengan pembagian hadiah lomba karya siswa. Terus langsung menuju ke peraduannya masing-masing. Tidur sore agar bangun tidak terlambat. Apalagi mau sholat taraweh dini hari.



Benarlah kata Allah, jik awaktu sepertiga malam terakhir adalah saat yang paling bagus untuk mendekatkan diri kepada-Nya. Sepi, hening, meski agak ngantuk dikit, rasanya beda deh dengan waktu-waktu lainnya.





Selesai sholat, antri satu per satu mengambil makan sahur. Saatnya menguji kesabaran dan itsar (mementingkan saudaranya) akan terlihat. Tapi syukurlah tidak ada yang sampai berebut. Hingga waktu imsak dan shubuh tiba, setiap anak bertanggung jawab terhadap piring yang mereka pake. Seluruh siswa, tanpa kecuali. Dicuci dengan sabun seperti biasa yang mereka lakukan setiap harinya saat setelah makan.




Sinar mentari menyemburat, saat tepat untuk menggerakkan jasmani. Dengan udara masih sejuk seluruh siswa jalan-jalan mengelilingi kampung sekitar SDIT Alam. Sebelum ditutup acara bersih lingkungan dahulu agar sekolah tetap bersih sewaktu kita tinggalkan selama liburan lebaran. Inget selama 20 hari lho. Seluruh rangkaian acara ditutup dengan prosesi salam-salamnan dan ucapan maaf lahir bathin menjelang 10 hari menuju Idul fitri. Lengkap dan selesailah sudah program Ramadhan 1429 kali ini. Untuk kemudian dilanjutkan dengan menyempurnakannya melalui kegiatan I’tikaf 10 hari di masjid bersama ayah atau saudara atau teman-teman yang lain. Moga lailatul qadr tidak tahan lagi menahan rindunya untuk bersua dengan kita. Ya Allah, berilah kekuatan untuk mampu mendekat cepat pada-Mu hingga Kau anugrahi ketaqwaan seperti yang telah Kau janjikan. Amiin . . . .

Thursday, September 11, 2008

Ekspresi Budaya Cinta Al Qur’an

Salah satu kegiatan Ramadhan di SDIT Alam kali ini adalah Ekspresi Budaya Cinta Al Qur’an. Yaitu berupa unjuk seni hasil dari inspirasi maupun eksplorasi dari Al-Qur’an. Setiap kelas diminta untuk menampilkan hasil cintanya kepada Qur’an melalui ekspresi budaya. Ada yang berupa drama, puisi, nasyid dan penampilan humoris. Untuk tempat penampilan sengaja sudah disediakan di GOR SDIT Alam. Lapangan indoor yang sudah diubah menjadi tempat pertunjukkan sekaligus sebagai tempat sholat berjama’ah.





Waktu pertunjukkan dijadwalkan setiap hari mulai jam 11.00 hingga waktu sholat Dhuhur tiba. Tentunya para siswa sudah dalam kondisi wudlu untuk kemudian setelah menikmati pertunjukkan langsung melaksanakan sholat Dhuhur berjama’ah. Jadwal pertunjukkan dimulai dari hari Senin 8 September hingga 16 September 2008. Dimulai dari kelas 6 hingga jadwal terakhir kelas 1.



Setiap anak diberi kartu apresiasi, gunanya untuk menilai setiap pertunjukkan yang ada. Setiap anak bebas menulis ungkapan apresiasinya pada kartu berwarna oranye. Ada yang singkat seperti “lumayan, bagus, jelek sedikit” ataupun yang detail seperti “sudah bareng tapi suaranya kok tidak sama, bisa lebih dtingkatkan lagi”. Penampilan yang paling ditunggu adalah ekspresi kelas 3. Kelas 3 A, B dan C semua menampilkan drama. 3 A drama berjudul Thoriq bin Ziad, sebuah cerita panglima Islam yang menyemangati anak buahnya sewaktu melawan pasukan Romawi dengan membakar kapalnya agar tidak gentar melawan musuhnya. 3 B menggelar drama teatrikal berjudul Satu Malam dengan Ramadhan, sebuah kisah kontras 2 keluarga dalam menjalani Ramadhan, satu keluraga yang kaya berfoya-foya dengan satu keluarga miskin penuh keprihatinan. Sedangkan 3 C menampilkan operet berjudul Ashabul Kahfi, kisah qur’an bercerita tentang 7 pemuda yang ditidurkan Allah selama 309 tahun di dalam gua sewaktu mempertahankan keimanan mereka.





Pengalaman ini membekas di diri setiap anak. Bagaimana mengungkapkan perasaan mereka, keberanian untuk menunjukkan perasaan itu kepada orang lain. Di depan umum, dinilai lagi. Pengalaman menilai dan memilih pertunjukkan yang menarik. Pengalaman mendapatkan pesan, inspirasi bahkan motivasi dari apa yang baru saja ditontonnya. Untuk membangun kemampuan anak dalam mengemas bagaimana bentuk ungkapan efektif yang bisa diterima orang lain sesuai maksud yang dikehendaki.

Wednesday, September 3, 2008

Karyaku Taqwaku

Ramadhan kali ini adalah saat yang paling dinanti. Ibarat menyambut tamu yang agung, seluruh siswa SDIT Alam bersiap menata lingkungan sekolah untuk menyambut sang tamu. Musim kemarau berakibat berhamburannya debu di halaman SDIT Alam. Agar di saat Ramadhan tidak kotor berdebu, seluruh siswa bekerja bakti mengambil batu dari kali.





Batu sebesar kepalan tangan. Satu per satu di tata di pinggir kelas. Memanjang dari kelas 1 B hingga depan kantor ustadz. Pas dengan tema yang diangkat Ramadhan kali ini. Karyaku, Taqwaku. Rupanya seluruh siswa bersama menjemput taqwa dengan wujud karya. Diawali dengan membuat peredam debu ini.




Untuk program Ramadhan kali ini aka nada beberapa agenda. Pembelajaran setiap hari akan dikondisikan full Qur’an. Maksudnya ? Setiap hari siswa akan belajar eksplorasi Qur’an. Baik mulai dari segi bacaannya melalui program Qiroaty 5 kali sepekan. Pembelajaran Sains, Matematika, Bahasa Indonesia, IPS semuanya menggali dari qur’an. Di siang harinya ada alokasi waktu untuk persiapan penampilan ekspresi budaya cinta al Qur’an. Seni lagu, drama, pidato, puisi semua menggali dari qur’an. Wah, pokoknya ditanggung full Qur’ani deh selama sebulan ini. Penampilannya dilaksanakan setiap hari masing-masing kelas selama 8 hari semenjak 8 september 2008


Di akhir menjelang 10 hari terakhir ditutup dengan mukhayyam dan mabit Ramadhan. Sebagai agenda tahunan merupakan acara yang sangat ditunggu-tunggu. Baik siswa maupun guru. Selain melatih kemandirian terlepas dari orang tua semalam, dipenuhi juga dengan acara ruhiyah. Sholat lail/malam di sepertiga malam terakhir. Meski berperang keras dengan kantuk berat tapi enak juga deh. Dzikir hingga terasa terbang ke awang-awang. Sahur dan ceramah yang menarik. Serasa Ramadhan bukanlah hal yang membebani tapi asyik, apalagi dengan niat yang lurus tiba-tiba kita dapati di akhir Ramadhan, rekening pahala kita penuh. Bahkan luber, suka cita penuh kemenangan. Kemenangan suci yang selalu dijaga dari kembalinya kotoran dosa menempeli jernihnya hati.

Tuesday, August 19, 2008

Hari Proklamasi di SDIT Alam

Biasanya, setiap tanggal 17 Agustus, siswa-siswa pada libur. Cukup menyaksikan upacara detik-detik proklamasi dari layar kaca. Atau nonton bahkan menjadi peserta lomba-lomba peringatan Kemerdekaan. Nah, tahun ini berubah suasana. Meski tanggal 17 Agustus jatuh pada hari Ahad, siswa diminta masuk juga. Waduh males dong, liburan kok masuk. Eit, tunggu dulu. Justru momen ini yang ditunggu-tunggu. Di hari Ahad 17 Agustus 2008 kemarin, di SDIT Alam digelar event 17-an. Di pagi buta, sudah siap perlengkapan untuk pelaksanaan upacara 17 Agustus. Siswa kelas 5 dan 6 cukup ekstra energi latihan selama sepekan kemarin. Mengingat, selama ini siswa SDIT Alam akrabnya sama forum apel. Lha sekarang, meski sedikit sama tapi sangatlah beda. Upacara bendera. Tapi, tunggu dulu. Upacara yang satu ini beda dengan upacara-upacara yang lain. Coba simak saja protokolernya. Diawali dengan tilawah Qur'an (kayak pengajian aja), sama ada pembacaan Pancasila dan UUD 1945, trus menyanyikan lagu Indonesia Raya dan lagu wajib. Pada amanat pembina upacara, ust. Hamdan selaku kepala sekolah mengulas tentang makna Kemerdekaan.



Kata beliau, Merdeka itu adalah '"tahrirunnas min 'ibaadil 'ibad ila 'ibaadullohi wahdah'" (waduh apa ya artinya) merdeka berarti pembebasan manusia dari penyembahan kepada manusia kepada penyembahan kepada Alloh semata. Maknanya, asal muasal dari adanya penjajahan itu adalah direbutnya kebebasan seseorang sehingga dia harus tunduk kepada orang yang merebutya. Boleh jadi Portugis, Belanda dan Jepang sudah pergi namun bisa jadi penjajahan masih ada. Yaitu apabila ketundukan kita kepada manusia mengalahkan ketundukan kita kepada Alloh. Begicu, sungguh dalem ya . . .





Setelah upacara selesai, seluruh siswa dibagikan pin bendera merah-putih bertuliskan nomor di tengahnya. Tujuannya, sebagai alat pengelompokan. Setiap anak berkumpul sesuai dengan kesamaan nomor pin. Satu kelompok merata dari siswa kelas I sampai kelas VI. Baik putra maupun putri. Coba keren ya mereka, tinggal tambah topi peci kain dah seperti pejuang deh.





Setiap kelompok harus mengikuti 2 mata lomba. Lomba menggambar dan mewarnai, yang kedua untuk putra lomba futsal sedangkan putri lomba bakiak ukhuwah. Semua anggota harus bekerja, tidak mengandalkan satu atau beberapa orang yang kerja. Sehingga saat lomba melukis, seluruh anak ngumpul bareng, gambar bareng sesuai dengan tema kemerdekaan yang mereka sepakati. Ada yang pake pensil dulu, ada yang langsung pake warna. Warna merah putih mendominasi di setiap gambaran yang dibuat.



Selesai menggambar, dilanjut lomba futsal. Seluruh kelompok diundi. Dengan sistem gugur setiap kelompok ditemukan. Ada kelompok yang anggotanya berpostur tubuh kecil-kecil, tapi justru gesit dan memanangkan pertandingan. Jadi, belum tentu besar itu selalu akan menang kan.



Tidak kalah dengan futsal, Lomba bakiak ukhuwah rame juga. Bakiak bergabung harus berjalan bersama. Plus lagi, harus secara estafet. Satu jalur ditempuh 2 kali ganti orang. Yang nggak kompak sudah dipastikan jatuh, atau minimal macet gak bisa jalan.





Ufh, hari makin panas. Dahaga merayap kerongkongan. Lambung mulai keroncongan. Setelah melalui lomba-lomba yang seru, istirahat tiba. Di sana tukang soto yang khusus di boking sudah meracik Soto di atas piring dan mangkok. Tinggal minta langsung jadi trus sruput-sruput seger deh.



Bagi yang juara ada pemandangan yang menarik. Kalo dikejuaraan olimpiade juaranya mendapat medali, tak ketinggalan di lomba kali inipun juga ada medalinya. Cuma, medali yang ini terbuat dari rangkaian permen yang jumlahnya disesuaikan dengan tingkat juaranya. Wah, puas deh. Gak percuma capek-capek, panas-panas, alhamdulillah dapat hadiah. Manis lagi hadiahnya. Apalagi yang dapet. . . . .

Parade Puisi Kemerdekaan II (kelas 3)

Pahlawan


Oleh : Nabila



Oh . . Pahlawan


Tidak sia-sia perjuanganmu selama ini


Kau telah rela mati


Untuk Indonesia



Sungguh besar cita-citamu untuk


Negara tercinta ini Indonesia


Pahlawan karna perjuanganmu ini


Indonesia merdeka




Penjajah Indonesia


Oleh : Rasyidah



Waktu nenek kakek kita zaman dahulu


telah dijajah belanda selama 350 tahun.


Nenek-Kakek telah dijajah belanda sangat sakitnya.


Mereka nenek kakek kita,


telah berusaha untuk menang


mereka mengumpulkan para Pemuda


untuk meraih kemenangan Indonesia


akhirnya Indonesia telah menjadi MERDEKA




Pahlawan


Oleh : Feri



Pahlawan


Kau sudah menyelamatkan


Nyawa Indonesia


Dan demi kemerdekaan


Demi Indonesia kita


Mampu berjuang


Bendera Indonesia berdiri


Demi Presiden RI


Berjuanglah pahlawan




Indonesia


Oleh : Rozan



Indonesia sedang dijajah belanda


Lalu belanda membangun bangunan


Bangunan itu sangat luas


Dan banyak pintunya


Belanda juga membuat jalan


Di dekat sana ada bangunan tua


Ternyata bangunan tua itu


Dulunya milik belanda


Belanda merampas tanaman


Untuk menghangatkan tubuh



Pahlawanku


Oleh : Akmal



Pahlawanku kau sudah


Bertumpah darah


Untuk Indonesia


Pahlawanku aku sangat


Berterima kasih padamu


Pahlawanku kau sudah


Membebaskan Indonesia


Dari penjajahan



Kekejaman Belanda


Oleh : Rissa



Belanda menyiksa Indonesia


Selama 350 tahun


Walau Indonesia disiksa


Namun semangat Indonesia


Lebih besar daripada Belanda


Karena Indoensia


Rajin Shalat dan Berzikir


Maka Indonesia


Akan dibantu Allah


Karena Allah


Indonesiapun merdeka


Walau tanpa senjata berapi


Aku juga berterima kasih


Dengan pahlawan Indonesia


Yang sangat berani



Perjuangan Pemuda


Oleh : Candra



Pemuda Indonesia


Kau sangat berjasa


Bagi bangsa


Karma kau bersumpah


Melindungi Indonesia merdeka


Yang dulu dijajah oleh beberapa Negara


Belanda menjajah paling lama


Disusul oleh Japan


Japan menjajah 3,5 tahun



Kemudian Amerika


Menjatuhkan bom nuklir


Di kota Nagasaki


Dan Hirosima


Kemudian Japan


Pergi ke negaranya


Pemimpin-pemimpin Japan


Bunuh Diri


Akhirnya Japan pergi


Dan pemuda lainnya


Membacakan proklamasi


Merdekalah Indonesia




Hari Saat Dijajah Belanda 1910


Oleh : Sone



Pada suatu hari


Ledakan bom


Di gedung


Yang dahsyat


Lalu dating


Tank besar



Lalu tentara belanda


Turun dari Tank


Lalu seseorang anak kecil


Mengejek belanda


Orang jahat


Dor



Akan kutembak belanda


Di gedung


Ye merdeka


Sekarang merdeka


Pada tahun 1999


Tamat

Thursday, August 14, 2008

Beternak Semut dengan Gel

Terinspirasi mainan Antworks dari www.thinkgeek.com, kelas 3C membuat media untuk beternak semut menggunakan gel. Habisnya, mainan Antworks tersebut masih sulit didapatkan di Indonesia. Belum lagi harganya yang lumayan mahal sekitar $29,99 atau sekitar 280 ribuan rupiah. Eh, ternyata mainan ini adalah hasil temuan dari NASA. Itu lho lembaga antariksanya Amerika punya. Para astronot membuat percobaan beternak semut menggunakan gel sebagai tempat hidup sekaligus sebagai cadangan makanan. Semut-semut yang menghuni akan membuat terowongan jika diamati dari luar terlihat pemandangan yang sangat asyik.




Siswa kelas 3C gak mau ketinggalan. Pas tema pembelajaran juga Semut. Namun media yang dibuat dengan bahan di sekitar kita. Untuk membuat gel digunakan tepung agar-agar atau nutrijel. Pertama-tama, menyediakan sebuah toples atau tabung kaca bening untuk membuat gel. Bubuk gel dicampurkan dengan gula pasir.



Setelah menyatu, dimasukkan air mendidih. Dengan air yang cukup, lebih dari setengah tabung. Eh, jangan lupa warna gelnya yang bening, supaya gel yang terbentuk tidak keruh. Tidak seperti punyanya mas Feri ini, keliru warna coklat tua. Semut yang digali otomatis nantinya gak keliat.



Menunggu air mendidih, kesempatan untuk mencari semut yang diternakkan. Ada yang mencari di lubang tanah, di kayu, di kebun. Ada yang semut kecil, gede. Semua tergantung selera.





Setelah air mendidih, dimasukkan satu per satu di tabung. Ternyata, ada anak yang membawa tabung dari plastik. Pas diguyur air panas, langsung melempem. Bentuknya peyot.



Waktunya menunggu terbentuknya gel. Sekaligus suhu air dingin. Supaya semutnya gak mati kepanasan. Setelah, gel terbentuk, bisa dicoba dengan menekan permukaannya. Keras apa belum. Jika udah keras, barulah semut-semut dimasukkan. Yang namanya percobaan, ada juga gel yang tidak terbentuk. Masih saja cair. Barangkali kebanyakan air sehingga larutan menjadi terlalu encer.



Terakhir, tinggal mengamati gerak-gerik semut. Bagaimana cara menggalinya. Gimana bentuk terowongannya. Dan seterusnya. Penasaran mau mencoba ?

Monday, July 28, 2008

Beternak Semut

Di awal semester ini, kelas III mengambil tema pembelajaran Makhluk Hidup. Agar pembelajaran lebih fokus lagi, diambillah tool Semut untuk memahami besarnya tema makhluk hidup. Mengapa semut ? Ada banyak pelajaran yang bisa digali dari bangsa semut. Dalam Qur’an, Allah pernah menyinggung kisahnya di surah An-Naml ayat 18 – 19. Ternyata, semut adalah binatang yang rajin, pekerja keras dan bekerja secara tim. Mereka membagi tugas berdasarkan jenis semut. Semut Ratu bertugas bertelur, semut pejantan membuahi, semut pekerja bekerja, semut penjaga selalu menjaga lubang tempat hidup koloni semut. Wah, banyak sekali pengalaman yang bisa ditiru. Kerjasamanya itu lho, ck . .ck . . kompak bener. Belum pernah ada satupun ditemukan semut yang nganggur. Mereka pun tidak saling bingung mana yang harus dilakukan. Eh, ternyata mereka juga punya aturan yang ketat. Semut penjaga akan tanpa ampun mengusir semut yang bukan dari koloninya. Tentang jumlahnya, masya Allah buanyaaak banget. Di bukuya karangan Harun Yahya, setiap 40 bayi manusia yang lahir, semut mampu menghadirkan semut baru hingga sejumlah 700.000.000. Hebat nggak. Hebatnya lagi, satu semut mampu mengangkat benda yang beratnya 10 kali berat tubuhnya.


Untuk mempelajari lebih dekat kehidupan semut, siswa kelas III C bermaksud mengadakan kegiatan beternak semut. Yang mereka lakukan adalah, pertama mereka membuat media hidup semut.



Dipilihlah botol minuman mineral yang bening supaya perilaku semut bisa diamati dengan baik. Dibutuhkan 2 botol mineral yang keduanya dihubungkan dengan sedotan bening sebagai jembatan antar botol.



Setelah terhubung dengan kuat, botol diisi dengan tanah yang dibasahi air yang sebelumnya botol dilubangi kecil-kecil sebagai tempat pertukaran oksigen.




Saatnya memburu semut. Anak-anak ternyata telah menemukan satu sarang yang rame akan semut. Rame-rame pula siswa memburu semut berikut ratunya. Supaya perkembangbiakan semut dalam botol bisa terjadi. Tapi ingat ! semut yang diambil harus satu koloni, jika tidak, mereka akan saling kelahi. Bukan pekerjaan mudah untuk mendapatkan sang ratu. Cirinya, bentuk tubuhnya lebih besar dibanding semut pekerja. Siswa pun tak menyerah, setiap lubang digali, setiap kayu dikupas.



Untuk memancing agar semut masuk, mereka menggunakan madu yang manis. Beberapa anak berhasil mendapatkan ratu, banyak yang belum berhasil. Ah, besok kita cari lagi hingga sang ratu tertangkap. Selanjutnya, tinggal mengamati aktivitas semut sambil sesekali dikasih makan berupa madu, roti ataupun permen. Ada yang tertarik beternak semut ?