Showing posts with label ramadhan. Show all posts
Showing posts with label ramadhan. Show all posts

Thursday, September 11, 2008

Ekspresi Budaya Cinta Al Qur’an

Salah satu kegiatan Ramadhan di SDIT Alam kali ini adalah Ekspresi Budaya Cinta Al Qur’an. Yaitu berupa unjuk seni hasil dari inspirasi maupun eksplorasi dari Al-Qur’an. Setiap kelas diminta untuk menampilkan hasil cintanya kepada Qur’an melalui ekspresi budaya. Ada yang berupa drama, puisi, nasyid dan penampilan humoris. Untuk tempat penampilan sengaja sudah disediakan di GOR SDIT Alam. Lapangan indoor yang sudah diubah menjadi tempat pertunjukkan sekaligus sebagai tempat sholat berjama’ah.





Waktu pertunjukkan dijadwalkan setiap hari mulai jam 11.00 hingga waktu sholat Dhuhur tiba. Tentunya para siswa sudah dalam kondisi wudlu untuk kemudian setelah menikmati pertunjukkan langsung melaksanakan sholat Dhuhur berjama’ah. Jadwal pertunjukkan dimulai dari hari Senin 8 September hingga 16 September 2008. Dimulai dari kelas 6 hingga jadwal terakhir kelas 1.



Setiap anak diberi kartu apresiasi, gunanya untuk menilai setiap pertunjukkan yang ada. Setiap anak bebas menulis ungkapan apresiasinya pada kartu berwarna oranye. Ada yang singkat seperti “lumayan, bagus, jelek sedikit” ataupun yang detail seperti “sudah bareng tapi suaranya kok tidak sama, bisa lebih dtingkatkan lagi”. Penampilan yang paling ditunggu adalah ekspresi kelas 3. Kelas 3 A, B dan C semua menampilkan drama. 3 A drama berjudul Thoriq bin Ziad, sebuah cerita panglima Islam yang menyemangati anak buahnya sewaktu melawan pasukan Romawi dengan membakar kapalnya agar tidak gentar melawan musuhnya. 3 B menggelar drama teatrikal berjudul Satu Malam dengan Ramadhan, sebuah kisah kontras 2 keluarga dalam menjalani Ramadhan, satu keluraga yang kaya berfoya-foya dengan satu keluarga miskin penuh keprihatinan. Sedangkan 3 C menampilkan operet berjudul Ashabul Kahfi, kisah qur’an bercerita tentang 7 pemuda yang ditidurkan Allah selama 309 tahun di dalam gua sewaktu mempertahankan keimanan mereka.





Pengalaman ini membekas di diri setiap anak. Bagaimana mengungkapkan perasaan mereka, keberanian untuk menunjukkan perasaan itu kepada orang lain. Di depan umum, dinilai lagi. Pengalaman menilai dan memilih pertunjukkan yang menarik. Pengalaman mendapatkan pesan, inspirasi bahkan motivasi dari apa yang baru saja ditontonnya. Untuk membangun kemampuan anak dalam mengemas bagaimana bentuk ungkapan efektif yang bisa diterima orang lain sesuai maksud yang dikehendaki.

Wednesday, September 3, 2008

Karyaku Taqwaku

Ramadhan kali ini adalah saat yang paling dinanti. Ibarat menyambut tamu yang agung, seluruh siswa SDIT Alam bersiap menata lingkungan sekolah untuk menyambut sang tamu. Musim kemarau berakibat berhamburannya debu di halaman SDIT Alam. Agar di saat Ramadhan tidak kotor berdebu, seluruh siswa bekerja bakti mengambil batu dari kali.





Batu sebesar kepalan tangan. Satu per satu di tata di pinggir kelas. Memanjang dari kelas 1 B hingga depan kantor ustadz. Pas dengan tema yang diangkat Ramadhan kali ini. Karyaku, Taqwaku. Rupanya seluruh siswa bersama menjemput taqwa dengan wujud karya. Diawali dengan membuat peredam debu ini.




Untuk program Ramadhan kali ini aka nada beberapa agenda. Pembelajaran setiap hari akan dikondisikan full Qur’an. Maksudnya ? Setiap hari siswa akan belajar eksplorasi Qur’an. Baik mulai dari segi bacaannya melalui program Qiroaty 5 kali sepekan. Pembelajaran Sains, Matematika, Bahasa Indonesia, IPS semuanya menggali dari qur’an. Di siang harinya ada alokasi waktu untuk persiapan penampilan ekspresi budaya cinta al Qur’an. Seni lagu, drama, pidato, puisi semua menggali dari qur’an. Wah, pokoknya ditanggung full Qur’ani deh selama sebulan ini. Penampilannya dilaksanakan setiap hari masing-masing kelas selama 8 hari semenjak 8 september 2008


Di akhir menjelang 10 hari terakhir ditutup dengan mukhayyam dan mabit Ramadhan. Sebagai agenda tahunan merupakan acara yang sangat ditunggu-tunggu. Baik siswa maupun guru. Selain melatih kemandirian terlepas dari orang tua semalam, dipenuhi juga dengan acara ruhiyah. Sholat lail/malam di sepertiga malam terakhir. Meski berperang keras dengan kantuk berat tapi enak juga deh. Dzikir hingga terasa terbang ke awang-awang. Sahur dan ceramah yang menarik. Serasa Ramadhan bukanlah hal yang membebani tapi asyik, apalagi dengan niat yang lurus tiba-tiba kita dapati di akhir Ramadhan, rekening pahala kita penuh. Bahkan luber, suka cita penuh kemenangan. Kemenangan suci yang selalu dijaga dari kembalinya kotoran dosa menempeli jernihnya hati.