Monday, December 17, 2012

Nuris Chef Competition

Tak kalah dengan para siswa yang sedang menjalani perhelatan Nuris Games 2012, para ustadz/ah dan karyawan juga disediakan media kompetisi. Yang akan dilombakan diantara mereka adalah kemampuan dalam meramu, mengolah hingga menyajikan masakan. Para ustadz/ah dan karyawan dibagi dalam beberapa tim. Tim kelas 1, tim kelas 2-3, tim Qiroaty, tim tata usaha - security - K3, tim kelas 6.


Masak tidak asal masak. Peraturannya, semua bahan harus alami dan di dapatkan dari sekitar kampus sekolah Alam Nurul Islam. Karena beberapa kebun sudah layak untuk dipanen beberapa tanamannya. Tapi, meski ada tim yang terpaksa harus import bahan dari luar meski tetap harus yang alami. No bahan kimia.


Liat tuh sebagai pelengkap dibutuhkan daun melinjo. Tinggal petik aja meski juga pake tangga. Anak-anak heran tapi trus bantu setelah tahu kalo ternyata ustadzahnya butuh bahan tuk masak.


Wah, kolaborasi antara K3 dan security ini boleh juga. Bisa sampingan buka warung bakmi nyemeg kala malam tiba. Atau mau dipromosikan jadi koki di dapur ya :). Namun yang jelas kita tunggu hasil penampilannya sesuai keputusan juri nanti.


Pepaya jenis Red Lady ni hasil bumi kebun Nuris juga loh. Kita bermimpi mau tanam 1000 pohon pepaya di bumi Nuris. Yang di sebelah sono tuh Terong Crispy juga hasil kebun sendiri.


Tak hanya yang nabati, yang hewani seperti lele-lele ini juga hasil kolam sendiri. Wah lengkap deh pokoknya. Tinggal nunggu mateng, sentuhan tangan siapa yang membuat bahan-bahan alam tu jadi sesuatu yang mancing selera makan?

Thursday, December 13, 2012

Nuris Games 2012 Begins . . .

Satu acara yang paling ditunggu di penghujung semester ganjil ini adalah Nuris Games. Kegiatan tahunan yang bertujuan untuk mengaktifkan potensi dan bakat anak yang dikemas dalam kompetisi permainan. Tidak hanya berupa permainan cabang olahraga. Tapi juga permainan-permainan yang sengaja dihadirkan untuk mengakomodasi setiap potensi anak. Sehingga tidak saja hanya yang terkuat, yang tercepat saja yang jadi juara. Tapi bagi yang lemah tapi teliti ada lomba memasukkan benang dalam lubang jarum. Bagi yang ulet dan sabar ada lomba memisahkan biji-bijian.


Selain itu, tentang permainan kita diingatkan Allah bahwa seluruh kehidupan di dunia ini sejatinya adalah permainan (Al-An'Am ayat 32, Al-Ankabut ayat 64, Muhammad ayat 36) ada yang menang, ada yang kalah. Ada aturan yang harus diikuti. Allah mengingatkan yang paling penting bukanlah saat di dunia ini tapi kelak di akhirat. Dan yang  akan memenangkan permainan di dunia ini adalah mereka yang beriman dan bertaqwa. Pesertanya meliputi siswa-siswi dari kelas 1 hingga kelas 8. Mereka dikelompokkan ke dalam kontingen-kontingen yang kali ini menggunakan nama suku-suku di Indonesia. Setiap kelompok diminta untuk menyiapkan atribut sesuai ciri khas sukunya. Hingga membuat yel-yel penyemangat. Khusus untuk kelas 1 dan 2 mereka kompetisi antar kelas dengan mata lomba tersendiri. Pilihan suku-suku bukanlah tanpa kesengajaan. Apalagi komposisi setiap suku yang berasal dari berbagai kelas. Yup tepat, supaya terjadi proses saling kenal mengenal untuk menuju bangunan ukhuwah yang kokoh.


Secara lengkap Jadwal lomba sebagai berikut :

a. Kamis, 13 Desember 2012



  • Pembukaan Nuris Games 2012

  • Untuk kelas 1 dan 2 (Memasukkan benang dalam jarum, Holahop)

  • Untuk kelas 3 sampai 8 (Lari 2000 meter, Futsal, Bulutangkis, Catur, Volly Jarik)

b. Jum'at, 14 Desember 2012

  • Untuk kelas 1 dan 2 (Maraton kelereng, Tarik tambang)

  • Untuk kelas 3 sampai 8 (Futsal, Rubik, Tarik tambang, Volly Jarik)

c. Senin, 17 Desember 2012

  • Untuk kelas 1 dan 2 (Lari cepat 50 m,Pazzle)

  • Untuk kelas 3 sampai 8 (Futsal, Rubik, Tarik tambang, Volly Jarik)

d. Selasa, 18 Desember 2012

  • Untuk kelas 1 dan 2 (Memisahkan biji-bijian, Mencari dan memisahkan sampah)

  • Untuk kelas 3 hingga 8 (Futsal, Volly Jarik,Balap Egrang, Menata Kartu)

Untuk lomba hari pertama ini yang sangat seru baik permainan dan penontonnya adalah Futsal. Di partai antara suku Jawa dan Ternate terjadi hasil pertandingan yang fantastis, 16-1 untuk kemenangan Ternate.


Suku yang juara adalah mereka yang berhasil mengumpulkan medali emas terbanyak. Setiap harinya kompetisi ditutup dengan pemberian medali bagi para pemenang.

medali2

Ayo jangan lewatkan kompetisi-kompetisi berikutnya, dijamin seruuu . . .

Tuesday, December 4, 2012

Terong Crispy

Ada kegiatan lain di kegiatan Ujian Akhir Semester kali ini. Meski UAS tapi tetep full day school. Tetep pulangnya sore. Nah trus ngapain setelah ulangan? Untuk menjadi siswa yang SIP, sholih-ilmuwan-pemimpin tidaklah cukup dengan hanya proses pembelajaran kelas setelah itu dites pake ulangan trus udahan. Ulangan tu kan untuk mengevaluasi hasil serapan belajar terutama secara kognitif. Makanya tesnya berbentuk tertulis. Sedangkan di SDIT Alam memaknainya lain. Evaluasi ya tetep evaluasi untuk mengetahui hasil capaian kompetensi yang dibelajarkan. Setelah tes tidak lantas selesai semuanya. Untuk menjadi siswa SIP masih terus berlangsung. Makanya pilihan sekolahnya adalah Full Days, maksudnya, supaya waktu di sekolah lebih banyak. Dengan begitu kesempatan belajar untuk menjadi manusia SIP akan lebih banyak pula. Makanya, setelah melakukan tes anak-anak tetap pulang sore untuk meneruskan pembelajaran menjadi manusia SIP. Walaupun ada kekhawatiran orang tua, bukankah waktu tes justru anak-anak harus pulang lebih pagi supaya bisa istirahat dan ada kesempatan belajar? Tapi bukankah dengan mereka di sekolah untuk beristirahat juga diberi kesempatan, trus untuk belajar justru ada guru dan teman yang bisa dijadikan partner berdiskusi memecahkan persoalan dan informasi yang kurang ketimbang belajar sendiri di rumah.

Beberapa kelas setelah melakukan tes mengadakan agenda pembelajaran yang lebih fleksibel. Bukan pembelajaran materi karena sudah habis. Tapi pembelajaran yang bermuatan lifeskill. Ada BTAQ, untuk kelas bawah ada acara nonton bareng film motivasi penuh nilai, kelas atas ada yang melakukan pembahasan soal. Bahkan ada kelas yang melakukan panen dari hasil berkebun. Tapi, tak cukup panen saja. Kemudian dilanjut dengan pengolahannya.

https://fbcdn-sphotos-a-a.akamaihd.net/hphotos-ak-ash3/533523_443127129076984_491010236_n.jpg

Weits, masak apaan tuh? Ada tren masakan baru nih. Namanya terong krispi. Terong yang kalo orang Jawa dikenal sebagai sayur yang tidak banyak yang suka karena yang bentuknya kenyal-kenyal giman gitu. Bahkan ada tokoh raksasa dalam cerita Jawa yang namanya Buto Terong, makin menambah kurang ngepop saja sayur ini. Tapi karena inovasi, terong ini jadi masakan yang lumayan punya gengsi. Terong Crispy.

https://fbcdn-sphotos-e-a.akamaihd.net/hphotos-ak-snc7/481590_443127185743645_1536062559_n.jpg

Terong diiris-iris bunder, lalu diberi adonan tepung crispy. Setelah digoreng hingga kering. Udah deh jadilah terong crispy. Mudah kan! Anak-anak kelas 4B ini mengisi waktu setelah ulangan akhir semester. Jadi, UAS tidak harus tegang meski juga dipastikan bahwa materi sudah dipahami dengan jelas dan gamblang.

https://fbcdn-sphotos-d-a.akamaihd.net/hphotos-ak-prn1/65113_443127279076969_117357415_n.jpg

Begini nih hasilnya. Cleguk . . . bikin kelenjar Eksokrin mengeluarkan air liur memenuhi mulut. Apalagi pas nih udah siang menjelang makan siang. Sangat cocok nemenin menu makan siang nanti.

https://fbcdn-sphotos-e-a.akamaihd.net/hphotos-ak-prn1/61420_443127289076968_979325782_n.jpg

Selain ada yang dimakan sendiri bisa juga dikemas untuk jualan nanti di marketday. Wah jadilah kegiatan wirausaha. Dari berkebun kemudian dipanen trus proses produksi, pengemasan dan berakhir di penjualan. Ayo siapa yang mau ngikut . . . . .

https://fbcdn-sphotos-c-a.akamaihd.net/hphotos-ak-prn1/151064_443127322410298_97813337_n.jpg

Friday, November 30, 2012

Panen Terong

Menjelang akhir semester selain ustadz/ah panen nilai lewat ujian akhir semester,tak ketinggalan anak-anak juga melakukan panen. Panen dari hasil berkebun terong. Semenjak ditanam bulan September, kini terong-terong itu mulai membesar dan mengungu.

https://fbcdn-sphotos-e-a.akamaihd.net/hphotos-ak-ash3/577816_441626569227040_1725785049_n.jpg

Tapi, anehnya hanya di tempat tertentu saja yang buahnya cepet membesar. Di ladangnya kelas 4B disusul kemudian ladangnya kelas 6C. Apa mungkin ya tingkat kesuburan ikut menentukan cepatnya perbesaran buah terong. Dengan panen perdana ini menyuntikkan semangat ustadz/ah dan anak-anak untuk lebih merawat tanamannya. Bahkan kalo perlu ditambah dan diperluas lagi ladangnya.

https://fbcdn-sphotos-c-a.akamaihd.net/hphotos-ak-ash4/319552_441626535893710_1315819367_n.jpgYang mendahului panen bahkan sudah 3 kali petik yaitu tanaman kangkung darat. Langsung dimasak jadi menu santap siang. Menyusul kemudian ada cabe, pepaya jenis red lady, lobak. Wah makin semangat berkebun nih. Yuk berkebun tuk . . . . . .

Monday, November 12, 2012

Educating Ownership

Jenjang pendidikan dasar atau tingkat SD merupakan tahap pendidikan yang paling lama, 6 tahun. Anak-anak mengalami proses pertumbuhan fisik dan perkembangan psikologi yang pesat. Di masa proses tersebut bentuk pendidikan yang tepat adalah adanya pembentukan life skills.


Menurut definisi World Health Organization (WHO), life skills atau  ketrampilan hidup adalah kemampuan untuk berperilaku yang adaptif dan  positif yang membuat seseorang dapat menyelesaikan kebutuhan dan tantangan sehari-hari dengan efektif. Definisi itu adalah menurut World  Health Organization (WHO).




Salah satu ketrampilan hidup yang harus dibangun pada anak adalah adanya Self-Awarenes, kesadaran diri. Termasuk di dalamnya adanya kesadaran akan hak miliknya. Ketrampilan untuk menyimpan, menjaga, merawat hak milik pribadi. Dalam diri anak-anak masih saja belum tumbuh kesadaran untuk menjaga hak miliknya. Sering dijumpai dalam aktivitas pembelajaran di sekolah tidak sedikit barang-barang miliknya tertinggal. Terutama saat aktivitas yang mengharuskan membawa pakaian ganti. Ditambah lagi, karena kelas-kelas di SDIT Alam mengharuskan lepas alas kaki, sering banyak sandal yang tak bertuan tergeletak di beberapa tempat parkir sandal.


Saking banyaknya barang-barang yang tertinggal dan anak-anak pada tidak peduli mencari meski kehilangan, dengan terpaksa diadakanlah pameran barang-barang tertinggal. Begitu diumumkan, anak-anak terus berhamburan menuju lokasi pameran. Di situ sudah berjajar barang-barang yang tak bertuan. Mulai, sandal, sepatu, kaos kaki, celana, baju. Baru ketahuan siapa tuannya setelah beberapa anak berkeliling dan menjumpai barang miliknya.

Agar bisa menghargai hak orang lain, terutama yang menyangkut milik publik, mereka harus terlebih dahulu sadar untuk menghargai dan merawat hak milik pribadinya.

Tuesday, October 30, 2012

Doktor ke-150 UNY Berhasil Pertahankan Disertasi tentang SDIT AlamNurul Islam

Senin 29 Oktober 2012 menjadi hari yang bersejarah bagi Bu Rukiyati. Pasalnya, ujian akhir disertasi beliau yang berjudul Pendidikan Nilai Holistik untuk pembentukan karakter siswa di SDIT Alam Nurul Islam Yogyakarta berhasil dipertahankan di depan dewan penguji. Yang terdiri dari  Prof. Wardan Suyanto, Ed.D yang merupakan direktur Pascasarjana UNY, Prof. Noeng Muhadjir, Prof. Dr. Siti Partini S, Prof. Dr. Shodiq A Kuntoro dan Prof. Suyata, Ph D Ujian dimulai dari pukul 13.00 diawali dengan paparan singkat tentang hasil penelitiannya.


Setelah selesai paparan, giliran para penguji memberikan pertanyaannya. Banyak pertanyaan kritis yang dilontarkan. Seperti, yang holistik itu pendidikan atau nilainya? Yang dimaksud terpadu itu apanya? Bagaimana keakuratan data yang diambil sehingga mempengaruhi kepercayaan. Trus, kebebasan apakah yang dimaksud, bebas tanpa batas ataukah yang bagaimana. Tentang hukuman, ada penguji yang kurang menyepakati tapi ada juga yang mendukung dengan argumen bahwa di alam pun juga berlaku hukuman alam. Bisakah sekolah ini digeneralisir untuk sekolah lain? Sebagian boleh jadi bisa tapi ada sisi unik yang tidak ada di sekolah lain, jelas bu Rukiyati. Bagaimana ukuran keberhasilan dengan diukur dengan nilai UAN? Mana yang lebih penting cerdas atau karakter. Bu Rukiyati tegas menjawab lebih penting karakter.


Setelah berondongan pertanyaan dilontarkan dan dipertahankan dengan argumen yang kuat, dilanjutkan dengan sidang hasil ujian. Hanya sebentar saja dewan penguji bersidang dan langsung diumumkan. Hasilnya bu Rukiyati dinyatakan lulus dengan nilai yang memuaskan. Beliau menjadi Doktor ke-150 UNY dan Doktor ke-14 di fakultas Ilmu Pendidikan. Slamat ya bu Rukiyati . . .

Qurban adalah Pembuktian

Dalam surat al-Kautsar, Allah tlah mengingatkan kita betapa besar dan banyaknya nikmat yang diberikan kepada kita, Kautsar dari kata katsir, banyak. Tak satupun pernah Allah perintahkan atas itu semua kita diminta untuk membalasnya. Jangankan membalas, ngitungin satu-satu saja mana bisa dan sempat. Tapi Allah hanya minta kita bersyukur. Dibuktikan dengan sholat dan qurban, Anhar.


Bukankah iman tu gak cukup di hati atau lisan saja, tapi harus sampe 'amal. Action. Bahkan 'amal itu harus yang terbaik, ikhlas dan sesuai tauladan Rasul SAW kalo yang umum. Kalo 'amal yang berupa ibadah, ritual harus persis sama dengan juklak dan juknis Rasul SAW.  Tambah lagi harus istiqomah, kontinyu. Syukur lagi dilakukan secara jama'i, kerja tim.


Kegiatan qurban meski pelaksanaannya persis dengan tahun lalu, tapi tidak sekedar rutinitas tahunan semata asal terlaksana. Terkadang kegiatan yang rutin bisa menggerus tujuan awal mengapa kegiatan itu dilakukan sehingga asal terlaksana saja. Qurban kali ini semua unit, KBTKIT-SDIT dan SMPIT bersatu untuk melaksanakan qurban bersama. Dari penawaran ke wali murid tiga unit terkumpul ada 25 shohibul qurban. Diwujudkan dalam 2 sapi dan 10 kambing, satu kambing dari lembaga. Siswa dari KBTKIT dan kelas 1-2 dikelompokkan tersendiri dalam kegiatan dongeng dan keliling pos kerja untuk melihat proses penanganan daging qurban. Sedangkan siswa kelas 3 SDIT hingga kelas 9 SMPIT dikelompokkan ke dalam regu kerja. Regu pencucian jeroan, pengirisan daging, pemotongan tulang, pengirisan jeroan, penimbangan dan pembungkusan serta regu distribusi. Kelompok bawah memang orientasi pengenalan untuk menarik keingintahuan, munculnya pertanyaan. Sedangkan kelompok atas memang sudah diterjunkan dengan aktivitas kerja, bekerja sama, taat prosedur dan hasil terbaik secara kualitasnya. Dari aktivitas ini sangat bisa kita amati. Ternyata beberapa anak menunjukkan perilaku masing-masing. Ada yang hanya mencukupkan kerja beberapa menit saja, yang penting sudah pegang. Ada yang harus diberi perintah berulang, pengingatan akan tugas, baru bergerak. Ada yang hanya bermain. Tapi tidak sedikit anak yang berpindah-pindah pos dengan melakukan kegiatan sesuai dengan pos tersebut. Sewaktu ditanya, "Lho, emangnya kamu masuk pos mana sih?". "Aku anggota pos distrubusi, ust". "Lho ngapain sekarang udah kerja, energimu kan nanti untuk keliling distrubusi paket qurban?". "Gak papa ust, aku senang kok ngebantuin". Bisa dilihat kan, satu perintah bisa berbagai hasil pelaksanaan. Sekali lagi 'amal, Action adalah pembuktiannya.

  Muatan pendidikan dasar di tingkat SD dominan berupa lifeskill. Ketrampilan hidup. Dan ketrampilan hidup bisa dibentuk dengan pembiasaan. Pendidikan dasar yang miskin dengan pembiasaan akan kurang sempurna dalam pembentukan ketrampilan hidup anak. Prosesnya akan terjebak pada ranah kognisi saja yang disasar. Jadi anak banyak tahu informasi tapi sebatas hafalan. Rasa tanggun gjawab, mandiri, kritis, dialogis, sikap menghargai, motivasi tinggi, ingin tahu hampir terlewat tak sempat dibentuk.