Saturday, October 16, 2010

Outing : The Doctor Faculty

Belajar secara langsung, melihat obyeknya secara nyata memang lebih mantep nan asyik. Sudah terlalu sering kita belajar hanya melalui buku. Apalagi kalau harus pake menghafal bagian-bagian terutama di pelajaran Sains. Menghafal organ tubuh misalnya. Memang sih bisa kehafal, ditambah lagi melihat organ manusia aslinya pasti lebih kuat hafalannya. Bahkan tambah lagi ilmu karena pasti muncul keingintahuan.

Belajar organ manusia pastilah yang tepat pergi ke kuburan, Eh salah. Ke Fakultas Kedokteran. Alhamdulillah, Anak-anak kelas IV dapat ijin untuk datang ke Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Banyak orang tua wali yang jadi dosen di sana. Jadi mungkin mudah diijinin (bukan nepotisme loh). Sekolah lain bisa juga kok kunjungan. Caranya, buat surat permohonan yang dialamatkan ke Pimpinan UMY dengan tujuan fakultas kedokteran. Dua-tiga hari kemudian langsung ada konfirmasi. Baiknya jam kunjungan pas jam kerja. Lebih baik lagi sebelum dhuhur.

Kami langsung diajak masuk ke laboratorium Anatomi. Disini berisi berbagai macam organ manusia. Baik yang buatan maupun yang asli. Bener asli. Setiap melihat sebuah botol yang berisi sebuah organ, anak-anak selalu bertanya, "Ini asli gak?" Asli !!.

Ini nih termasuk yang asli itu. Seorang mayat bayi yang diawetkan. Bayi itu lahir 1o tahun yang lalu. Jadinya kalau hidup pas seumuran anak-anak kelas IV.

Kami dibimbing oleh dr. Indah. Koleksi ruangan itu diterangkan apa isi serta fungsinya. Anak-anak antusias untuk mengajukan pertanyaan atas keingintahuan mereka. Pertanyaan kembali berulang "Itu asli gak dokter?" Lah, dasar anak-anak !

Mungin belum beruntung kali ya. Kepinginnya kita bisa melihat mayat dibedah. Tapi saat itu mahasiswa baru pada serius praktek sehingga kami belum diijinkan masuk. Kami cuma bisa lihat dari balik pintu kaca. Sambil mata lirak-lirik "Mana sih mayatnya?"

Sunday, October 10, 2010

Berita Gembira

Alhamdulillah, di bulan Oktober ini keluarga besar Nurul Islam bertambah lagi. Pertama, pada tanggal 5 September 2010 telah lahir putra pertama ustadzah Win. Hasan namanya. Disusul kemudian pada tanggal 7 Oktober 2010 telah lahir putri pertama ustadzah Apri. Afifah namanya.


Dengan berat 3,5 kg lahir dengan proses normal di RS Queen Latifa Gamping. Nah, ketiga pada tanggal 9 Oktober 2010 di klinik bidan Zubaidah Kwarasan telah lahir putra keenam ustadz Irman.


sebuah keajaiban, dengan berat 4,1 kg dan posisi sungsang sehingga keluar pantat duluan, alhamdulillah bisa keluar dengan normal. Semoga smuanya menjadi penambah barisan generasi yang akan memenuhi dunia ini dengan kebaikan-kebaikan

Wednesday, October 6, 2010

Hasil Perburuan Juara di MTQ

Alhamdulillah  perburuan kejuaraan di lomba Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) menunjukkan hasil. Dari beberapa macam lomba diantaranya, Tilawah Qur'an, Tartil Qur'an, Hafalan Qur'an, Cercas cermat  Agama, Adzan, Seni lukis, pidato, Baca Saritilawah memang tidak semuanya berhasil didapat juaranya. Namun, ada 6 juara yang berhasil diraih. Juara I Hafalan Qur'an Putri oleh mbak Hasna kelas 5B, Juara I Tartil Qur'an Putra oleh mas Hafidz kelas 6B, Juara II Tartil Qur'an Putri oleh mbak Yula kelas 6B, Juara II Adzan oleh mas Sabiq kelas 5A, Juara II CCA oleh mbak Hanoum, Shasa dan Giwang, Juara Harapan I  MTQ Putri oleh mbak Ismah kelas 5B dan Juara Harapan II Pidato Putra oleh mas Ikhwan kelas 6A.

Sunday, October 3, 2010

Syawalan Keluarga Besar Nurul Islam

Sabtu, 2 Oktober 2010 adalah saat yang pertama paling mengesankan bagi keluarga besar yayasan Nurul Islam. Kali itu adalah perdana semua komponen bisa kumpul bareng bersama keluarganya masing-masing disatukan dalam acara Syawalan. Acaranya pun gak tanggung-tanggung. Piknik massal. Obyeknya, pantai Sundak Gunung Kidul.Dalam aktivitas bersama terkadang karena informasi yang tidak lengkap ataukah dipahami berbeda, kemudian timbul perasaan yang gak enak. Sedikit mengikis ukhuwah. Ternyata untuk bisa kokoh, ukhuwah harus senantiasa disegarkan. Pertama kali acaranya adalah ramah tamah di masjid Sundak. Selain saling berkenalan antar keluarga, ustadz Eri Masruri sebagai founding father sekolah alam Nurul Islam memberikan tausyiah terkait dengan makna syawalan dan mengingatkan bahwa aktivitas pendidikan ini adalah aktivitas dakwah yang tidak bisa dilepas satu dengan yang lainnya. Sehingga amal jama'i sebagai asasnya harus selalu dijaga kelestariannya.

Setelah ramah tamah, acara lanjut ke pantai. Sambil diselingi foto tiap keluarga (yang masih lajang ya foto bareng lajang-lajang), langsung pada nyebur ke pantai. Ada yang mandi, nyari kerang, rumput laut, jingking, dan lain-lain.Nah, acara terakhir kurang lengkap kalo tidak beli oleh-oleh. Rombongan mampir dulu di pantai Baron, karena di pantai Sundak gak ada yang jual oleh-oleh. Semua pun berburu oleh-oleh khas laut. Ada ikan, peyek jingking, peyek rumput laut, ataupun hiasan-hiasan laut. Alhamdulillah, acara hari itu menorehkan pengalaman yang mengesankan. Moga ukhuwah akan tetap kokoh di jalan dakwah pendidikan ini. Amiin.

Thursday, September 30, 2010

Pasar Satwa

Di tema Makhluk Hidup kali ini, kelas 2 menyelenggarakan kegiatan yang menarik seluruh siswa SDIT Alam. Apaan tu? Ya pasar Satwa dong. Maksudnya? Seperti pasar Ngasem yang dulu itu pa? Yach, mirip dikit. Tapi idenya gak jauh beda kok. Kalo pasar Ngasem sudah pasti lebih lengkap.

Lokasinya ada di 3 ruang kelas 2. Begitu ada woro-woro pasar satwa sudah dibuka, berhamburlah seluruh siswa menuju kelas 2. Satu per satu kandang satwa diliat. Apa isi penghuninya. Anehkah atau biasa aja? Ternyata, hampir semuanya pada bawa hewan piaraan yang mungil-mungil. Ada Jangkrik, Hamster, Belalang, Kepompong, Ikan Hias, dan lain-lain.

Ni dia yang aneh. Di kelas 2 C ada sebuah kandang dari bambu. Di dalamnya ada 2 ekor Ayam. Di atas kandang itu tertulis Rp. 6000 per ekor dalam kurung TIDAK DIJUAL. Nah loh, apa maksudnya ni? O pasti Ayam ntu cuma dipamerin aja. Bukan dijual.

Wow, ternyata peminatnya banyak juga. Meski tanpa pemberitahuan sebelumnya, ada juga yang bawa uang trus langsung deh terjadi transaksi. Yang paling banyak laku terutama untuk hewan-hewan kecil. Disamping murah harganya, bawanya pun enak.


Wall Climbing Baru

Sudah saatnya wahana Wall Climbing yang lama untuk pensiun. Disamping juga belum permanen pembuatannya, pengganti Wall Climbing yang baru ini muncul juga pas ketemu jodohnya. Maksudnya? Pas pembangunan gedung kelas baru yang terdiri 3 lantai, ternyata muncullah ide untuk membuat Wall Climbing
di sisi dinding selatan gedung.Meski gedung baru jadi 85%an, udah gak nahan lagi untuk make Wall Climbingnya. Jadilah outbound pekan ini seluruh kelas nyobain Wall Climbing baru.
Wall Climbing dibuat 2 sisi. Sebelah barat diperuntukkan untuk pemula. Tampak totolan dinding dibuat besar-besar dan jaraknya gak begitu jauh. Sedangkan sisi sebelah timur diperuntukkan tingkat lanjut. Liat aja, totolan dinding lebih kecil dan jaraknya lebih jauh. Trus, paling atas, dibuat track miring.
Wah, makin seru aja nih permainan di SDIT Alam. Apalagi sebentar lagi akan menyusul sirkuit halang rintang baru yang rencananya berlokasi di lereng sungai Bedog. Doakan ya segera terealisir.

Monday, September 20, 2010

Kid Witness News

Alhamdulillah, berita gembira datang dari event Kid Witness News (KWN), sebuah ajang kompetisi pembuatan sebuah tayangan untuk televisi yang seluruh produksinya dilakukan oleh anak-anak usia 10 - 15 tahun. Di KWN tahun ini mengangkat tema "Kotaku dan Lingkungannya". Setiap peserta diwajibkan mengangkat hal yang unik di kota tempat tinggalnya.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Panasonic Gobel Indonesia dengan penilaian jalan cerita /storyline yang dinilai oleh dewan juri yang terdiri dari Subagjo Budi santoso (Wakil Dekan IKJ), Titin Rosmasari (Pemred Trans 7), Sigit Triwahyu (Editor in Chief National Geographic Kids) , Istiqlal Taufik Syaifullah (Direktur PT. PGI) dan T.A. Moetawakkil (Direktur PT. Panasonic Manufacturing Indonesia).

Tim SDIT Alam masuk dalam 10 finalis dari ratusan peserta yang masuk. Sepuluh finalis itu adalah :

  1. SMP Negeri 3 Denpasar "Pohonku Memakai Baju Poleng"

  2. SMP YPS Singkole Sorowako, Sulsel "Buah dengen Listrik Alternatif dari Sorowako"

  3. SDIT Alam Nurul Islam, Yogya "Yogya masih kota sepeda"

  4. SMP Negeri 1, Muntilan "Kotaku kota patung"

  5. SMP Negeri 41 Jakarta "Sinden Siter Peluruh Rindu"

  6. SMP Negeri 3 Pontianak "Kota Khatulistiwa"

  7. SMP Salman Al Farisi Bandung "Let’s Save Our Bandung Heritage"

  8. SMP Negeri 4 Surakarta "Aku Anak Abdi Dalem Keraton"

  9. SMP Negeri 2 Boyolali "Aku Bangga Menjadi Anak Reog"

  10. SMP Negeri 1 Manado "Mene’e, tradisi tangkap ikan dengan mantra"

Insya Allah, tanggal 26 September 2010 semua finalis diundang ke Jakarta untuk presentasi ide tayangan hingga kemudian juri akan memutuskan siapa yang layak menjadi juara KWN 2010 ini. Pemenang KWN Nasional akan mewakili Indonesia ke Jepang dalam ajang KWN Internasioanl.

Doakan ya temen-temen tim SDIT Alam bisa merebut juara . . . . dan bisa ke Jepang.

sumber : http://kwn-id.com/index.php/kabar/