Monday, August 23, 2010

Olimpiade Ramadhan

Program Pesantren Ramadhan kali ini sangat padat. Meski hanya masuk selama 9 hari pembelajaran, semuanya sudah terjadwal penuh. Program pertama adalah refresh atawa penyegaran kembali aktivitas ibadah. Seperti sholat, wudhu,tilawah Qur'an, dzikir ma'tsurat. Kesemuanya dievaluasi lagi. Dilihat lagi apakah sudah benar dan baik ataukah masih ada yang melakukan dengan kurang sempurna. Program kedua adalah Olimpiade Ramadhan. Yaitu rangkaian lomba yang ditujukan sebagai media aktualisasi dan ekspresi seni siswa dan juga menggali potensi bakat siswa.

Pembukaan Olimpiade disuguhi dengan tampilnya kembali Pendekar Sholeh Melawan Setan. Kembali seluruh siswa berjubel ke depan dengan penuh penasaran, "Siapa sih yang jadi setan dan pangeran sholeh tu?". Di akhir teatrikal, dibacakan macam-macam lomba dan persyaratan untuk mengikutinya.

Hari pertama diisi dengan lomba membuat kartu lebaran. Untuk kelas atas (4-6) membuat kreasi sendiri, baik dari desain gambar dan pewarnaan. Untuk kelas bawah (1-3) mewarnai saja.

Di hari kedua, ada lomba membuat komik untuk kelas atas dan mewarnai gambar untuk kelas bawah. Untuk membuat komik dilakukan secara kelompok. Satu kelompok terdiri dari 3 anak. Sudah tentu, jago-jago komikus ngikut. Seperti Nadhif, Ogi, Faiz, Khozin dan lain-lain. Mereka bertarung untuk meraih daya tarik juri. Untuk lomba mewarnai beralngsung secara perorangan berlangsung di GOR. Mereka mewarnai gambar kartun Islam karya ustadzah Anna.

Hari ketiga ada lomba Baca Tartil Qur'an. Masih dengan kategori kelas atas dan bawah, semuanya langsung dibawah penjurian ustadz dan ustadzah qiroaty. Setiap peserta diminta maju dan mengambil undian surah pilihan yang harus dibaca secara Tartil di hadapan dewan juri.

Hari keempat, adalah lomba Busana Kontes Muslim-Muslimah dan Adzan. Betapa antusiasnya peserta lomba kontes busana muslim-muslimah. Terlihat beraneka ragamnya asesoris pakaian yang dikenakan. Perlombaan kontes ini tidak semata ajang 'pamer' saja. Karena juri sudah memberikan kriteria penilaian. Diantaranya, pakaian harus benar menutup aurat. Untuk muslimah, jilbab harus menutup dada serta pakaian yang dikenakan harus longgar. dengan lomba kontes ini bertujuan agar siswa lebih kreatif dalam menampilkan pakaian dengan tetap memperhatikan batas-batas syariat. Masih ada 3 hari lagi Olimpiade Ramadhan ini berlangsung, masih ada lomba Pildacil, Cerdas Cermat Ramadhan dan Karaoke Ramadhan. Insya Allah, hari Jum'at seluruh kejuaraan lomba akan diumumkan. Sekaligus pembagian hadiah. Seluruh rangkaian program Pesantren Ramadhan akan ditutup dengan acara Bakti Sosial, Buka Puasa Bersama dan MABIT (Malam Bina Iman dan Taqwa) pada hari Senin, 30 Agustus 2010.

Saturday, August 14, 2010

Lomba Tujuhbelasan

Tahun ini memang spesial. Peringatan kemerdekaan negeri kita yang ke-65 bersamaan dengan momen Ramadhan. Namun begitu, tidak mengurangi semangat memperingati kemerdekaan. Tidak saja asal peringatan loh. Sudah menjadi keharusan setiap kegiatan haruslah bisa diambil permaknaannya. Jika nggak, jadinya cuman kegiatan yang tidak ada unsur pembelajarannya. Termasuk dalam peringatan kemerdekaan. Emang sih, peringatannya berupa lomba-lomba. Tapi, lomba-lomba yang bisa digali pelajaran saat siswa-siswa mengikutinya. Semua lomba ini diadakan sehari sebelum libur Puasa, jadinya ya belum puasa dong.

Pertama. ada lomba Makan Krupuk Sambil Duduk. Tidak seperti lomba makan krupuk pada umumnya. Sebelum makan seluruh peserta berdoa bareng. Doa mau makan. Kemudian, krupuk dimakan dengan duduk dan kedua tangan di punggung. Lomba yang diperuntukkan kelas kecil (1 -3) sangat rame peminat. Hingga dalam satu babak penyisihan saja pesertanya sejumlah 40-an anak. Di akhir perlombaan, panitia memberikan permaknaan. Dimanapun, kapanpun, yang namanya makan harus diusahakan menggunakan tangan kanan dan didahului berdo'a. Supaya bernilai ibadah. Setan sangat suka bahkan ikut makan manakala makan dengan tangan kiri, tanpa do'a, sambil berdiri lagi. Makan tanpa bantuan tangan, membayangkan bagaimana saudara-saudara kita yang cacat gak punya tangan. Kita harus lebih bersyukur dikaruniai tangan yang lengkap.

Selain lomba Makan Krupuk, ada juga lomba Lukis Wajah. Wah apa lagi tuh. Nah, di lomba ini, peserta harus melakukan secara kelompok. Satu kelompok terdiri dari 5 peserta siswa kelas besar (4 - 6). Salah seorang harus mengenakan topeng yang membentuk wajah. Tapi wajah itu belum ada mata, mulut maupun hidung. setiap anggota kelompok secara bergantian melengkapi wajah kosong itu menggunakan cat air dalam kondisi mata ditutup. Anggota lain memberikan petunjuk tanpa menyentuh. Jadilah pelukis wajah yang buta mata. Peran penunjuk sangatlah penting, supaya wajah yang digambar menjadi bagus. Karena saking banyaknya yang teriak, cukup membingungkan si pelukis buta. Jadilah banyak wajah yang gak karuan. Matanya dimana, hidungnya kemana. Pelajaran yang bisa diambil. Dalam kerja tim, ketaatan kepada pemimpin menjadi sesuatu yang mutlak. Apalagi untuk sesuatu yang sudah menjadi keputusan bersama. Kita harus selalu bersyukur atas karunia mata sehingga bisa melihat indahnya dunia. Sehingga berempati dengan saudara-saudara yang ditakdirkan cacat penglihatan.

Ketiga, ada lomba tarik tambang. Yang penting untuk lomba ini adalah kekuatan. Meski kompetisinya antar kelas, panitia sudah membuat aturan supaya adil. Setiap tim yang bertanding semua anggota berat badannya maksimal 200 kg. Setiap tim diwajibkan menimbang dulu berat badannya saat mendaftar. Sehingga boleh jadi satu tim kelas 5 hanya terdiri dari 4 anak, sedangkan untuk tim kelas 2 bisa jadi 8 anak. Kekuatan saja tidak menjamin kemenangan. Strategi menahan dan menarik harus jitu juga. Pelajarannya, bahwa kekuatan fisik sangatlah penting. Allah saja lebih mencintai mukmin yang lebih kuat.

Untuk kelas besar, ada lomba Mengisi Air dengan Mata Tertutup. Lomba ini juga dilakukan secara beregu. Satu regu ada 3 anak. Satu anak memegang plastik sebagai wadah air. Satu anak ditutup matanya yang bertugas mengisi air. Sedang satu lainnya sebagai penunjuk jalan. Lomba ini dibatasi waktu sehingga regu yang paling banyak mengisi air, itulah yang menang. Kesigapan dalam memberi petunjuk harus trampil adanya. Ditambah lagi batasan waktu serta menembus rintangan sepanjang lintasan dari sumber air ke wadah masuk perhitungan strategi.

Terakhir, untuk kelas kecil ada lomba Memasukkan Pensil ke Dalam Botol. Lagi-lagi lomba ini dilakukan secara beregu. Untuk membiasakan siswa melakukan segala hal dengan kerjasama. Satu regu terdiri dari 5 anak. Empat anak ditali pinggangnya, dihubungkan dengan pensil. Seorang lainnya sebagai penunjuk. Terlihat, betapa kekompokkan tim harus ada. Anggota yang masih egois, dijamin deh gak bakal berhasil. Naik-turun, maju mundur, kanan-kiri, harus cepat dipahami. Meski masih kelas 1, terlihat sudah cukup kompak dengan petunjuk-petunjuk temannya.

Sunday, August 8, 2010

Nurul Islam Sambut Kemerdekaan

Untuk menyambut hari Kemerdekaan Republik Indonesia, yayasan Nurul Islam mengadakan acara untuk ustadz-ustadzah baik dari tingkat KBTKIT, SDIT hingga SMPIT. Hari Sabtu, 7 Agustus 2010 kemarin merupakan saat kebersamaan yang jarang sekali diadakan. Untuk para ustadz diadakan even kompetisi Futsal. Seluruh ustadz dibagi menjadi 2 tim Futsal yang kemudian ditandingkan.

Meski ukuran lapangan kecil, namun gerakan justru lebih banyak. Sehingga napas harus full terus. Mainnya memang tidak berseragam, tapi oleh ustadz Dhuhri selaku panitia, setiap tim diberi rompi warna untuk membedakan tiap tim.

Pertandingan berlangsung selama 2 babak. Tiap babak 30 menit. Sepertinya perlawanan terlihat tidak berimbang. Akhirnya, tim Hijaulah yang jauh mampu menyarangkan gol di gawang tim Oranye. Dhuhur pun menjelang, saatnya makan siang. Seluruh ustadz kembali lagi ke kampus SDIT Alam. Disana telah menunggu masakan hasil lomba masak ustadzah-ustadzah yang akan unjuk rasa nasi goreng dan lotis buahnya.

Sebelum disantap, terlebih dahulu dilakukan penilian. Tim juri terdiri dari pihak yayasan yaitu Pak dan Bu Zidni Immawan serta krew dapur. Disana ada bu Dewa dan tenaga masak dari KBTKIT dan SDIT Alam. Ternyata ada 5 kelompok masak yang bertanding. Wah, ustadz gak sabar lagi menunggu kira-kira masakan siapa yang paling enak. Tentu dong nantinya yang akan diserbu.

Moga dengan momen ini, ukhuwah ustadz-ustadzah semuanya jadi makin kuat melekat. Makin solid di jalan dakwah panjang pendidikan. Untuk  melahirkan generasi negeri tercinta ini yang benar-benar merdeka. Bebas dari berbagai bentuk penjajahan.

Friday, August 6, 2010

Buktikan SIP-mu !!

Itulah tema Pesantren Ramadhan tahun ini. Memang sih, di SDIT Alam sedang giat-giatnya membumikan (waduh bahasanya) budaya baru Sekolah. Apaan tuh? Budaya tu sekumpulan kebiasaan-kebiasaan yang baik, Islami yang akan dilakukan bersama di lingkunga SDIT Alam. Budayanya disingkat SIP. Kependekan dari Sholih, Ilmuwan dan Pemimpin. Sebagai misi dari SDIT Alam. Tak lupa juga di Ramadhan nanti budaya itu akan selalu diangkat sehingga benar-benar menjadi kepribadian setiap manusia di SDIT Alam.

Pesantren Ramadhan kali ini diawali dengan kegiatan pawai tarhib Ramadhan. Seluruh siswa dan ustadz/ah berkreasi semenarik dan seunik mungkin untuk menyemarakkan pawai. Supaya pesan untuk bergembira menyambut Ramadhan sampai ke masyarakat.

Ada yang menggunakan topeng monyet maupun topeng unik lain. Bahkan kelas VB menampilkan happening art mengusung pocong. Salah seorang siswa dipocong kemudian diusung. Sewaktu ditanya, mereka menjawab dengan pesan singkat "Puasalah yang baik sebelum kalian mati". Bahkan ada mas Afel yang gak sengaja kostumnya mirip penyanyi Jazz Tompi yang kebetulan lagunya Ramadhan Datang diputar di mobil paling depan.
Sebelum kafilah pawai berangkat ada teatrikal saat setan dibelenggu oleh Pendekar Sholeh. Setan Kembar yang ingin menggoda para peserta pawai kemudian dicegat oleh dua Pendekar Sholeh. Keduanya langsung mencambuk dan membelenggu Setan Kembar di bawah pohon.
Kafilah berjalan diawali dengan mobil yang memuat Sabiq beserta drumnya. Yang menunjukkan penampilan gebuk drum untuk menarik massa, sambil ust. Lubis berbicara lewat loudspeaker. Sembari berjalan siswa-siswi membagikan jadwal Imsakiyah sambil mengajak bergembira menyambut Ramadhan.
Meriah sekali. Dengan penuh kegembiraan seluruh peserta pawai tak bosan mengajak setiap yang dijumpainya di pinggir jalan untuk menyambut Ramadhan yang mulia.Setelah pawai, setiap kelas lomba kebersihan kelas dan lingkungan. Sebagai juri lomba kebersihan, didatangkan Ingkang Sinuwun Ustadz Gusdul. Rombongan datang menggunakan kereta kuda. Dikawal oleh 2 pengawal. Melihat rombongan datang, anak-anak langsung berhamburan keluar menuju rombongan. Satu per satu kelas diperiksa. Untuk memastikan kalo tidak ada kotoran sampah dan debu sedikitpun. Anak-anak tampak menyambut sopan supaya Ingkang Sinuwun nyaman memeriksa kelas.Tampak kameramen dan wartawan dari NurisTV sedang serius meliput acara besar ini. Mulai pekan depan, agenda pesantren Ramadhan akan dimulai. Ada banyak acara disamping ada lomba-lomba, bakti Sosial. Aktivitas ibadah siswa akan menjadi fokus untuk lebih ditekankan lagi. Seperti wudhu, sholat, dzikir. Sehingga bulan Ramadhan selain lebih menguatkan budaya SIP juga membenahi kualitas ibadah maghdhoh siswa.

Thursday, August 5, 2010

Procedure to Make Avocado Juice

Ternyata Metode Learning by Doing tidak semata diberlkukan untuk mata pelajaran Sains atau Agama saja. Bahasa Inggris pun bisa menggunakan metode ini. Kelas 5 di pekan ini belajar tentang How to Make Procedure, bagaimana membuat perintah untuk melakukan sesuatu. Kali ini yang dibuat ialah prosedur membuat Jus Alpokat.Layaknya sebuah acara Cooking Show, para Chef menerangkan di depan ustadz Gusdul bagaimana membuat Jus Alpokat. Sambil menerangkan, para Chef juga praktek. Sehingga banyak siswa lain yang tertarik untuk menonton show itu.

Meski masih dengan pronounciation/pengucapan yang belum sempurna tapi mereka bersemangat bahkan kreatif dalam menunjukkan kerjanya

Monday, July 19, 2010

Kemah Wilayah Ukhuwah 5

Candi Prambanan 9-11 Juli 2010

Kurang lebih pukul 06.30 kami berangkat ke Prambanan dari SDIT, sampai disana sekitar pukul 07.30. Rombongan putra dan putri transit di tempat berbeda.  Beruntung bagi rombongan putra karena kapling area tenda tidak jauh dari jalan tempat menurunkan barang-barang. Tapi bagi kami rombongan putri. Pufff……..jarak antara tempat barang dan kapling tenda lumayan membuat punggung dan kaki kami “gempor” karena jauhnya lokasi dan beratnya barang yang harus dibawa.



Selesai membawa barang kami semua mendirikan tenda. Alhamdulillah tenda tim putra bisa cepat selesai dan berdiri dengan cukup layak. Tapi tenda tim putra, sejak awal sudah kacau. Memasang tenda yang terbalik, dapat lokasi tanah dengan kondisi sebagian tanah disemen. Yah.. untung saja ust Tasar membantu sehingga akhirnya berdiri juga tenda putri. Namun…upss…lama kelamaan kalau dilihat tenda putri  kayaknya menjadi tenda yang paling tragis diantara tenda-tenda yang lain. Bentuknya super unik alias awut-awutan. ^_^. Tapi gpp kami merasa nyaman-nyaman dan pede saja dengan tenda kami.



Selesai pendirian tenda diadakan acara seleksi Haflah di Kompleks SMPIT dan SDIT Baitussalam. Sekitar jam 2 diadakan upacara pembukaan di lapangan Syiwa. Sore hari sekitar jam 4 diadakan lomba masak dan pioneering. Untuk lomba masak tim putra dan putri membuat “Bistik Tempe”. Ada kejadian lucu di lomba masak ini, saat menunggu kuah bistik mengental, ustadzah Ika iseng mencicipii bisik tempe tim Putri. Tapi…..apa yang terjadi sodara-sodara,  Bistik tempenya sungguh luar biasa asinnya….bener-bener kayak lautan. Usut punya usut ternyata si Giwang over dosis dalam memberi garam. Masak tempe 10 iris di kasih garam ¾  bata. Menurut lo……????? Bisa-bisa jurinya keracunan !!!! Untuk lomba pionering anak-anak cukup bisa mengikuti dengan baik.



Setelah Ishoma pukul 8 diadakan lomba CCA, KIM dan Hasta Karya. Untuk Hasta Karya sudah ditentukan membuat kerajinan dengan stik es krim. Untuk lomba malam ini suasananya agak kacau. Panitia terkesan tidak mempersiapkan tempat dengan baik. Lomba Hasta Karya ditempatkan di GOR dengan cahaya remang-remang. Terpaksa deh pake senter untuk mensubsidi cahaya. Sementara lomba Kim harus antre dan berdesak-desakan sampai banyak peserta yang tidak jadi ikut lomba, Karena harus menunggu dengan Panjang…… dan Lammma……sampai-sampai tim SDIT Ani harus tidur dulu di masjid karena saking lamanya menunggu. Kami dapat kesempatan baru jam 23.00. Wah  peserta sudah pada ngantuk semua, terutama Annisa yang sempat rewel saat dibangunkan. Untul lomba CCA kami kebetulan tidak bisa masuk ke babak final.



Pagi hari sekitar jam 08.00 diumumkan peserta seleksi Haflah yang lolos untuk tampil malam harinya. Alhamdulillah… tim tari Saman SDIT lolos. Leganya……. Thank you banget buat dik Bening (kelas 2) yang udah kasih inspirasi dan ilmu tari Samannya sehingga jadi juara.

Jam 09.00 diadakan lomba Baris-berbaris dan Wide Game (ada spider web, yel-yel, merayap, masuk selokan, dsb ). Lomba diadakan di kompleks Candi sebelah utara candi Prambanan. Alhamdulillah saat dhihur tim putri sudah menyelesaikan semua lomba. Namun tim putra masih harus melanjutkan lomba setelah duhur karena masih antri di lomba baris-berbaris.



Sore harinya tim putri latihan untuk menghadapi haflah di kompleks candi Prambanan. Kami memilih lokasi ini karena selain terdapat tempat-tempat sepi dan tersembunyi, suasananya juga lebih asyik. Dan sekalian bisa wisata gratis di kompleks candi Prambanan. Sore pun beranjak malam, kami bersiap-siap untuk memberikan pertunjukan yang semaksimal mungkin, Karena harapan kami satu-satunya untuk membawa pulang piala adalah di haflah ini. Wah ternyata peserta lain menampilkan pertunukan yang bagus-bagus. Bahkan ada pertunjukan tari Saman juga, walaupun iringan lagunya memakai kaset, namun gerakan tarinya lbih kompleks, kompak lagi. Duhhh…jadi sedikit ciut dan grogi neh. Akhirnya tiba juga saatnya tim kita untuk tampil, awalnya banyk yang meragukan loh. … tapi ternyata di luar dugaaan, tim Saman tampil memukau dan menghibur penonoton. Penonton sangat antusias. Bagi kami para pendamping, melihat mereka cukup memacu adrenalin dan membuat jantung empot-empotan. Gerakan mereka sangat kompak dan cepat. Subhanallah….. benar-benar ga nyangka. Namun saat di panggung ada kejadian lucu, karena beberapa anak terlalu keras saat berdialog di atas panggung. Beberapa penonton dan juri sempat tertawa karena kejadian ini. Tepuk dan sorak sorai penonton di akir pertunjukan membuat kepala kami serasa diguyur air es yang sungguh menyejukkan. Hah…. Lega sudah malam hari ini. Kami puas dan cukup optimis bisa mendapatkan juara. Alhamdulillah. Saatnya tidur malam, malam ini kami juga ditemani ust Rusmi, Mbak Kustini, Maz Rahmad dan Ust Bin yang ikut menginap di tenda kami.

Alhamdulillha hari sudah pagi, lega rasanya membayangkan pulang. He he… namun beberapa anak masih betah dan ingin kemah lagi…..????? Capek deh……..   sebelum acara karnaval tim saman membuat video klip tari di candi prambanan.  Acara karnaval cukup meriah dengan beragam kostum yang dipakai. Mulai dari mbok jamu, tokoh-tokoh wayang,  supporter piala dunia, ondel-ondel, suku asmat, dsb. Nah tim SDIT Ani mengangkat tema “Gatot Kardus Main Bola”. Seru juga…….Selesai karnaval tibalah saatnya acara bongkar tenda dan upacara penutupan. Duhhh seneng rasanya karena tim Saman mendapat juara satu untuk Haflah. Alhamdulillah…dan yang tidak terduga ternyata tim putra juga mendapat juara 3 dan medali perunngu untuk lomba Spider Web. Lengkap sudah kegembiraan kami.  Karena pulang tidak dengan tangan hampa. Eitsss… sebelum pulang ke sekolah kami mampir dulu ke Sego Wiwit. Ajibbbbb………….

Melihat pelaksanaan Kemwil, ada sedikit rasa hilang. Manakala Pandu yang udah berubah jadi Pramuka, ternyata dalem-dalemannya juga ikut berubah. Tradisi Islami dan semangat juang lewat yel-yel dan lagu terasa meluntur. Tapi justru rasa kehilangan itu menambah semangat Kami lebih mengental, meski kini bernama Pramuka  SIT. Semangat Pandu dengan 'Bersiap Siaga' harus tetap kuat menghunjam di jiwa-jiwa kami. Doakan istiqomah ya . . . . .



Kontributor : Ustadzah Ika Rusnawati

Wednesday, July 14, 2010

Budaya SIP !

Budaya Sip! apaan tuh? Ternyata masuk tahun ajaran baru ini, SDIT Alam ingin membangun (waduh bahasanya serius amat) kebiasaan-kebiasaan baru. Ya, sebenarnya gak baru sih, cuman belum aja dilakukan dan ditetapkan menjadi kebiasaan baik bersama seluruh penghuni SDIT Alam. Nah, itulah yang namanya budaya. Trus, yang dimaksud 'SIP' itu apa toh? Sarjana Ilmu Politik ya? Wah, gak ada hubungannya deh. Mosok SD udah jadi sarjana. Lha trus apa dong? SIP itu maksudnya ya SIP! bagus, jempolan gitu deh. Tapi arti panjangnya, SIP kependekan dari S, Sholih, I, Ilmuwan dan P, Pemimpin. Ketiga hal itu adalah misi SDIT Alam. Nah, kebiasaan-kebiasaan yang dikenalkan itu diambil dari tiga hal itu.


Budaya SIP di setiap tempat berbeda. Ada SIP di perpustakaan, di GOR, di kamar mandi, di kelas, di lapangan, dll. Budaya itu tidak semata berupa tulisan saja yang menempel manis di setiap tempat. Tapi disimulasikan, dipraktekkan dengan baik. Seperti, SIP di kamar mandi. Setiap orang harus doa sewaktu masuk dan keluar kamar mandi. Masuk kaki kiri, keluar kaki kanan. Sewaktu BAK dan atau BAB harus pas berada di lubang WC. Setelahnya diguyur hingga jernih dan tidak berbau. Untuk simulasi digunakan cairan warna kuning untuk memastikan jernih benar.


Termasuk budaya 4S. Senyum-Salam-Sapa-Salim. Semua siswa, ustadz dan ustadzah mempratekkan hingga nanti menjadi kebiasaan. Untuk menjadi budaya, kebiasaan-kebiasaan itu harus selalu dikawal. Tidak lelah untuk mengingatkan bagi yang lupa. Memang sih pertamanya kelihatan berat. Tapi begitu sudah menjadi kebiasaan, Insya Allah ringan. Otomatis berjalan sendiri.