Monday, March 22, 2010

Outbound at Bedog

Sudah hampir 2 bulan, kegiatan outbound di sungai Bedog terus. Selalu Basah. Dan selalu diakhiri dengan mencari batu kali untuk menghias tepi kelas, koridor dan gazebo. Butuh buanyak banget batu. Yang gratis tinggal ambil aja dari kali.


Ada permainan Pararel Gym. Pemain diharuskan menggelantung di  sepanjang bambu. Mengandalkan kekuatan tangan untuk menahan berat, sekaligus kaki untuk mengayun. Di ujung sana disambut oleh sebaris pelampung ban yang diikat yang harus dititi supaya gak tenggelam.


Ada juga Spiral Gym. Pemain harus meniti gantungan tali webing yang dipasang berjajar. Kemudian diteruskan meniti bambu tergantung dengan berpegangan tali webing yang ditali menggantung. Diakhiri dengan menghanyutkan diri di atas pelampung ban.


Tuesday, March 9, 2010

Lebih Intim dengan Api

Pembelajaran tematik tu asyik. Loh kok bisa? Ya iyalah. Coba aja. Kamu belajar satu hal, eh, ternyata banyak hal yang bisa diungkap. Sebagai contohnya kelas 3. Mereka kali ini akan belajar tentang Api. Wuih, hebat tuh. Mau jadi Avatar kalee. Nggak lah. Masih tetep jadi siswa, cuman imajinasinya bisa saja mengalahkan Avatar. Belajar tentang Api, pertama kenal dulu tentang hakikat asal usul api. eh, ternyata, api di dunia ini dahulu asalnya diambil dari neraka. Tempat yang memang penuh dengan api. Tapi api Neraka itu tidak langsung diletakkan di dunia ini. Sebab kalo langsung akan terjadi malapetaka yang dahsyat. Tapi terlebih dahulu direndam ke 70 sungai di surga sebanyak 70 kali masing-masingnya. Perlu kalian tahu, api yang direndem itu besarnya cuma sedebu. Bahkan lebih kecil lagi. Ck . . ck . . Sudah digituin panasnya minta ampun. Trus gimana ya api yang asli neraka ? (lebih lengkap klik disini)

Nah kebayang kan kalo masuk neraka? Naudzubillahi mindzaalik (aku berlindung kepada Alloh dari siksa Neraka). Tapi, keberadaan api di dunia selain kemudian dimanfaatkan oleh manusia, ada juga loh yang malah membuat orang tersesat. Loh kok bisa ? Ada kaum yang mereka menganggap ada kekuatan dahsyat di balik api. Sehingga mereka pasrah untuk menyembahnya. Tahu kan kaum itu? Itu tu kaum Majusi atau banyak orang mengenal dengan nama bangsa Zoroaster.

"Siapa yang pernah mendengar istilah Majusi?" Saya Ust. Raisa mengacungkan jari. "Itu tu anaknya Salman Al Farisi agamanya Majusi". "Wah, ustadz baru dengar tuh". Tapi boleh jadi ya. Salman kan memang orang Persia. Nama belakangnya Al Farisi. Tapi Salman kan udah masuk Islam. Itu tuh Sahabat Rosul yang ngusulin buat parit saat perang Ahzab di Madinah. Betul. Agama Majusi tu berkembang di Persia. Sekarang di daerah Iran. Makanya disana sekarang juga masih ditemui orang Majusi. Meski pakaiannya seperti muslim tapi nyembahnya api. Makanya jangan mudah terkecoh sama pakaian.

Pada ngapain tuh. Kok nggosok-nggosok kayu. Ini nih, anak-anak setelah mendengarkan penjelasan sejarah api, kegiatan dilanjut dengan praktek membuat api tanpa korek api. Yang pertama pake metode Fire-plow. Menggunakan dua buah kayu yang digosokkan. Persis yang dilakukan oleh manusia purba dahulu.

Udah 30 menit api belum juga muncul. Yang muncul cuman panas sama bau gosong. Akhirnya lanjut ke metode kedua. Yaitu menggunakan kaca pembesar atawa Lup.

Cara ini menggunakan energi matahari. Cahaya yang masuk ke Lup akan dilewatkan sehingga mengumpul (konvergen).



Titik kumpul sinar dikenakan ke bahan yang mudah terbakar. Tunggu sebentar, akan keluar asap dan . . . apai menyala.

Api yang udah nyala kemudian dijaga menggunakan lilin. Trus api itu digunakan untuk memasak. Masak apa ya enaknya?

Eit, apa tuh yang di dalam plastik. Kok kayak umbi-umbian? Yup betul, itu emang umbi. Umbi Jalar. Ya, anak-anak mau mbakar Umbi Jalar.

Meski berparfumkan asep tapi nanti akan menikmati hasil bebakaran yang super nikmat.

Agar hidangan lebih nikmat butuh temen. Temennya adalah minuman sueger n dingin. Anak-anak dalam kelompoknya berkreasi membuat minuman berbahan es dan buah. Nggak boleh pake bahan minuman instan. Karena dilombakan, setiap kelompok berkreasi seindah dan senikmat mungkin.



Ada yang pake asesoris tambahan yang bikin minuman makin cantik dan mengundang ludah di mulut mengucur deras.

Saat penilaian tiba. Setiap kelompok diminta menyajikan hasil masakannya. Baik ketela maupun minuman. Dengan sajian yang menggiurkan untuk menarik penilaian ustadz.

Saatnya hadiah bagi yang menang. Bagi yang ketelanya empuk dan mateng, minumannya yang suegeer n dingin cantik lagi. Slamet yaa . . . .

Wednesday, March 3, 2010

72 siswa Hamil ?

Hah? yang bener tu. Maksudnya Siswa SDIT Alam tu? Mosok sih? Masih SD kok udah pada hamil? Eit, tunggu dulu. Ini bukan berita kriminalitas seperti di koran-koran itu. Tapi kegiatan unik. Unik? Maksudnya? Ya iyalah. Gini nih, kelas 2 kali ini tema pembelajarannya kan tentang Keluarga. Nah, mereka siswa kelas 2 sedang merasakan bagaimana beratnya menjadi seorang ibu sewaktu hamil.
Setiap siswa dan ustadz/ahnya mengenakan kantong kain di depan. Kemudian ke dalam kantong itu diisi satu bungkus beras seberat 3 kg. Dalam satu hari mereka harus bersama dengan beras itu.

Bahkan di saat bermain pun mereka harus menggendong beras. Terlihat betapa meski bawa beras masih tetep enjoy main.

Meski main catur yang butuh pemikiran dan serius, tetep saja mereka enjoy menggendong bayi, eh beras 3 kilogram itu. Ck . . ck . . bener-bener menghayati gimana rasanya dulu dibawa sama ibu mereka masing-masing.

Saat belajar di kelas pun gendongan-gendongan itu masih tetep menempel di tubuh mereka. Terbayang di benak mereka betapa dahulu mereka saat dibawa kemana-mana oleh ibu atau mama kemanapun. Semoga dengan pengalaman ini mereka menjadi lebih sayang kepada ibu.

Monday, March 1, 2010

Majlis Mu'allimin Qur'an (MMQ)

Ahad, 28 Februari 2010 ada acara MMQ. Majlis Mu'allimin Qur'an. Acara yang dilaksanakan oleh lembaga Qiroaty. Satu lembaga penyelenggara metode membaca Qur'an yang baik dan benar.  Forum yang diikuti oleh seluruh ustadz/ah pengajar Qiroaty se-Yogyakarta ini untuk kegiatan yang ke-15 ini berlangsung di SDIT Alam Nurul Islam.

Acara diawali dengan tilawah 1 juz. Peserta dikelompokkan tiap meja. Ada 30 juz sehingga ada 30 juz yang dibaca pada hari itu. Setelah tilawah, dilanjutkan dengan sharing pelaksanaan pengajaraan Qiroaty di masing-masing unit. Dipandu oleh ustadzah Alfi selaku koordinator cabang Qiroaty Yogyakarta.

Wednesday, February 24, 2010

Belajar Nada dari Sahabat yang Buta

Belajar nyanyi kudu kenal yang namanya tangga nada. Do..Re..Mi..Fa..Sol..La..Si..Do'. Nah gitu. Meski cuma ada 7 buah tapi mampu membentuk berbagai warna musik. Bisa Pop, Rock, Jazz, dangdut, kroncong dan banyak lagi. Mau belajar memang harus dari ahlinya. Nah, kelas 2 harus mendatangkan guru spesial untuk bisa kenal tangga nada.

Satu rombongan dari Yaketunis (Yayasan Kesejahteraan Tuna Netra Islam). Tuna Netra ? Jadi pada buta dong? Yup bener. Mereka ada mas Masrori jadi pimpinan, yang ini gak buta lho. Yang buta adalah mas Arief yang pinter main keyboard, mas Tri yang pinter ngajar Lagu dan satu baru anak siswa SD namanya mas Yusuf. Mas Yusuf ini punya suara yang merdu sekali.

Mas Yusuf membawakan lagu-lagu yang baru hit. Seperti Jangan Menyerahnya D'Massiv, Laskar Pelanginya Nidji, Menghamba-Munya ST-12. Yang paling menyentuh hingga pingin nangis sewaktu nyanyi Bunda-nya Melly Goeslow. Pingin nangis banget deh. Meski buta, tapi applaus anak-anak rame membahana.

Tu bener khan pada bengong liat aksi dari mas Yusuf. Apalagi liat aksinya mas Arief sang Keyboardist. Berdecak kagum deh. Kok bisa ya buta tapi hapal tuts keyboard. Kita aja yang gak buta gak bisa main keyboard hi . . hi . .hi.

Saturday, February 20, 2010

Outing ke Gunung Purba

Mengakhiri pembelajaran tema perdana di semester ini, kelas 5 merayakannya dengan kegiatan outing. Tujuannya ke produksi Biogas di godean dan obyek gunung Purba di desa Nglanggeran Patuk Gunung Kidul. Yang paling seru tu obyek yang kedua. Baru tau ternyata di Jogja selain mempunyai gunung teraktif di dunia, yaitu Merapi. Punya juga gunung purba yang tentu udah gak aktif lagi.

Untuk  menuju ke lokasi dibutuhkan waktu kurng lebih 1 jam. Kemudian setelah sampe kumpul dulu di joglo yang udah disediain disana untuk sebentar istirahat.

Begitu istirahat cukup, dilanjut jalan naik. Yach, namanya gunung pasti letaknya juga di atas. Lagunya aja kan " . . . naik-naik ke puncak gunung . . .". Kami juga dipandu oleh kakak dari karang taruna sebagai pengelola tempat ekowisata tersebut. Jalannya panjang dan naik.

Saking terjalnya jalan, sehingga jalanpun harus merayap penuh hati-hati.  Hi hi mirip suster ngesot. Tapi emang gitu kok yang diminta oleh pemandu agar selamat.



Subhanalloh pemandangan dari atas. Meski baru di pos 2 yang seharusnya sampe puncak saemuanya 5 pos. Kalo mau sampe pos 5 memang butuh waktu yang lama. Mungkin lain kali aja. Liat di belakang tampak menara-menara transmisi TV Stawsta untuk wilayah Jogja.

Eh, ternyata disini ada tempat yang rada-rada aneh. Lho? Habisnya kok banyak kembang gitu. O pasti deh itu untuk berbuat syirik. Lho kok bisa? Mungkin makam kali ato karya seni. Positif thinking lah ! Iya emang biasanya di tempat-tempat yang dianggap kuno dan jarang ada orang menempati langsung deh dicap keramat. Bisa untuk mencari permohonan. Nah loh bener kan berbuat syirik.

Ada juga di tempat ini lokasi untuk olahraga panjat tebing. Banyak sekali dinding batu besar yang menghampar di sekitar. Mungkin dahulu lahar letusan memenuhi tempat kemudian jadi dingin membentuk dinding besar.

Eh ini seperti bekas air terjun. Bekas aliran airnya membekas di bebatuan kuno. eksotik skali deh. Banyak hal yang kuno bisa diabadikan dan teramati disini. Membayangkan ribuan tahun yang lalu saat gunung purba ini masih aktif. Tentu banyak sekali Tyrex dan Tryceratop berkeliaran disini. Alhamdulillah, semakin banyak nih tabungan pengalaman.

Thursday, February 18, 2010

Outing Tema Musyawarah

Mengakhiri tema musyawarah, kelas 2 SDIT Alam menyelenggarakan outing ke beberapa obyek yang pas untuk lebih memperdalam tema pembelajaran. Yang pertama adalah tempat dimana paling sering dilakukan musyawarah. Yak, tepat kantor dewan. Dipilihlah kantor DPRD kabupaten Sleman, karena SDIT Alam masuk wilayah kabupaten Sleman. Keduanya, dipilih Sekolah Luar Biasa ato SLB tempat dididiknya siswa-siswa yang mempunyai kebutuhan khusus. Terakhir, sama dengan kelas 3, diakhiri wisata kuliner ke Sego Wiwit. Wah, rupanya Sego Wiwit sedang ngetren nih. Pasti deh ada bonus karena udah promosi nih he . .he . .he.

Anak-anak antusias sekali merasakan pengalaman jadi anggota dewan. Banyak pertanyaan dari anak-anak untuk mengobati keingintahuannya. Seperti, gimana sih supaya jadi anggota dewan tu? Pak Agus Rohmat yang kebetulan juga ayahnya mas Gigih kelas 6 menjawab, "Untuk jadi anggota dewan harus melalui pemilu". "Dipilih oleh rakyat, supaya rakyat mau milih harus kampanye". Kampanye tu ternyata sebagai cara untuk mengenalkan diri ke masyarakat. Tapi selama ini tahunya kampanye tu ya cuman ada banyak motor yang digembar-gembor. Trus banyak orang yang datang ke lapangan. O . . . gitu ya, wah jadi harus terkenal dong. Tentu.

Setelah sisw puas, acara ditutup dengan pamitan dan bersalaman dengan Bapak-bapak anggota dewan. Untuk kemudian dilanjutkan perjalanan ke SLB untuk mengunjungi sahabat-sahabat yang ditakdirkan Allah diberi kekurangan.

Siswa dilatih rasa empatinya. Merasakan betapa nikmat besar yang telah mereka terima, yang sangat berbeda dengan sahabat mereka di SLB. Dimana mereka harus menjalani kehidupan ini dengan penuh kekurangan.

Selain itu, tumbuh empati dalam diri mereka sehingga manusia yang cacat itu bukannya dijauhi karena jijik justru didekati dan dibantu. Jika melihat perilaku mereka, sungguh mereka mampu hidup mandiri tidak banyak dibantu. Cukup menumbuhkan rasa iri dengan keterbatasan mampu hidup mandiri.

Hari sudah siang, saatnya mengisi perut. Ternyata makan paling asyik tuh kalo pas laper banget. Semua makanan terlihat nikmat, gak percaya ? Coba deh. Apalagi makanannya bareng-bareng. Sedap banget deh.

Alhamdulillah, meski penuh bermain tetep aja belajar harus tetap dilakukan. Justru hasil belajar akan dahsyat saat otak nyaman. Tidak dipaksa, ditekan bahkan dimarahi. Gitu yah, ayo mana outing kelas yang lain. Outing memang Wowkee . . . .

Untuk lihat liputan oleh Koran Tempo klik disini