Wajah-wajah kayak gitu demam? Ah yang bener? Rupanya mereka sedang meredam panas dan haus. Mereka semua sedang puasa sunnah Kamis. Kelas 4 memang sudah memprogramkan puasa sunnah rutin sebulan sekali. Nah, bulan ini jatuh di hari Kamis ini. Alhamdulillah hampir semua anak melakukan. Cuma 6 anak dari 72 siswa kelas 4 yang belum melakukan. Karena sakit dan beberapa alasan yang belum memungkinkan mereka untuk berpuasa sunnah. Puasa Sunnah memang sudah diprogramkan siswa SDIT Alam mulai kelas 4. Mulai kelas 5 ditambah lagi program sholat Tahajud sekali sebulan.
Thursday, September 22, 2011
Menjemput Dua Kegembiraan
Siang ini ada pemandangan yang aneh deh di kelas 4. Anehnya gimana ya? Habisnya anak-anak putra kok jidatnya pada ditempel pake tisu basah segala. Emang pada demam apa. Eh, jangan-jangan iya loh?

Wajah-wajah kayak gitu demam? Ah yang bener? Rupanya mereka sedang meredam panas dan haus. Mereka semua sedang puasa sunnah Kamis. Kelas 4 memang sudah memprogramkan puasa sunnah rutin sebulan sekali. Nah, bulan ini jatuh di hari Kamis ini. Alhamdulillah hampir semua anak melakukan. Cuma 6 anak dari 72 siswa kelas 4 yang belum melakukan. Karena sakit dan beberapa alasan yang belum memungkinkan mereka untuk berpuasa sunnah. Puasa Sunnah memang sudah diprogramkan siswa SDIT Alam mulai kelas 4. Mulai kelas 5 ditambah lagi program sholat Tahajud sekali sebulan.
Karena semua puasa, ustadzah dapur nggak ngirim snack dan makan siang ke kelas. Tapi snack dan makan siang dibungkus untuk buka puasa di rumah. Yach, yang namanya anak-anak. Meski puasa, aktivitasnya seperti nggak puasa aja. Ada yang masih gigih sepak bola, kejar-kejaran. Jadinya pas sore waktu mau pulang baru kerasa lemes. Bahkan ada yang muntah segala. Tapi, ustadz dan temen-temennya pada ngasih semangat. Ayo, masih 2,5 jam lagi lho. Nanggung khan kalo harus batal. Oke, slamat ya temen-temen kelas 4. Udah sukses dengan program puasa sunnahnya. Moga 2 kegembiraan pasti segera tergapai. Gembira manakala berbuka dan pahala dari Allah, dzat yang berlimpah ruah rezekinya. Amiin.
Wajah-wajah kayak gitu demam? Ah yang bener? Rupanya mereka sedang meredam panas dan haus. Mereka semua sedang puasa sunnah Kamis. Kelas 4 memang sudah memprogramkan puasa sunnah rutin sebulan sekali. Nah, bulan ini jatuh di hari Kamis ini. Alhamdulillah hampir semua anak melakukan. Cuma 6 anak dari 72 siswa kelas 4 yang belum melakukan. Karena sakit dan beberapa alasan yang belum memungkinkan mereka untuk berpuasa sunnah. Puasa Sunnah memang sudah diprogramkan siswa SDIT Alam mulai kelas 4. Mulai kelas 5 ditambah lagi program sholat Tahajud sekali sebulan.
Tuesday, September 20, 2011
Jahitan Tangan
Menjahit pake mesin tentu hanya orang tertentu saja yang bisa. Tapi, jahit pake tangan sepertinya ketrampilan yang wajib harus dikuasai. Bayangkan, saat di tengah hutan tiba-tiba celana kita robek sampe jadi dua. Apa mau kita pake gitu aja meski kelihatan auratnya. Kan jadi malu deh. Nah, kalau kita pinter jahit. Tentu segera kita kan cari serat batang tanaman. Trus pake benda tajam pelan-pelan kita jahit celana robek kita. Meski dengan kondisi yang sangat sederhana yang penting aurat tetap aman tertutup.
Untuk bisa jahit tangan, satu pertama yang harus bisa adalah memasukkan benang ke dalam lubang jarum. Perlu usaha keras lho, tenang dan kesabaran tinggi. Kalo gak sabar, bisa-bisa tu jarum patah habis dibengkokin. He . . he . . he.
Setelah benang masuk ke jarum, tarik tu benang sepanjang yang dibutuhkan dan potong. Lalu, tarik benang, temukan ujung dengan ujung. Buat simpul mati di kedua ujung benang. Usahakan simpulnya gede. Tujuannya supaya biar pas menjahit nanti pas simpul itu untuk menahan benang waktu ditarik. Satukan dulu kain yang mau dijahit. Tusukkan jarum kemudian tarik, tusuk lagi di dekat tusukan yang pertama kemudian tarik. Makin rapet tusukan makin rapi deh hasil jahitan.
Oke udah siap tuk nyoba di rumah. Mulai deh cari baju atau celana kalian yang robek. Ambil jarum dan benang. Coba jahit pake tangan. Syukur, yang nanti mau jadi dokter bedah udah mahir dari sekarang urusan jahit menjahit.
Saturday, September 10, 2011
Syawalan 1432 H Keluarga Besar Nurul Islam
Acara yang paling trend nan pop di pekan ini adalah pasti dan pasti yaitu Syawalan. Bener nggak? Rupanya tradisi syawalan hanya dan hanya bisa dijumpai di Indonesia thok. Sejarahnya bisa dibaca dan ditelusur terkait dengan sejarah masuknya Islam di Jawa. Sampai sekarang tradisi yang baik itu masih kuat mengakar di masyarakat. Nah, keluarga besar Nurul Islam tak ketinggalan menyelenggarakan Syawalan. Jika tahun lalu tempatnya keluar. Ke pantai Sundak, rupanya sekarang cukup sederhana dilaksanakan di GOR SDIT Alam Nurul Islam. tapi meski sederhana, tidak mengurangi tujuan syawalan. Mempererat silaturrahiim antar anggota keluarga besar Nurul Islam. Untuk memberi kesan ethnik di acara ini, sengaja hidangan disuguhkan berupa jajan pasar yang dikemas diatas tampah.
Tuesday, September 6, 2011
Mentoring Perdana
Meski sudah menjadi alumni bukan berarti jalinan silaturrahiim putus-tus begitu saja. Meski tidak diajar lagi, bukan berarti ndak bisa lagi mendapat sentuhan taushiyah-nasehat sejuk ustadz-ustadzah SDIT Alam lagi. Meski gak belajar di SDIT Alam lagi bukan berarti menjadi alasan untuk tidak berakhlaq Islami lagi.
Nah, supaya gak berulang lagi. Ustadz-ustadzah SDIT Alam membuat program baru yang sangat khusus dibuat bagi alumni. Meski udah gak belajar di SDIT Alam, meski udah gak bayar SPP lagi, tapi ustadz-ustadzah dengan penuh rasa cintanya membuat program yang diberi nama Mentoring.
Subscribe to:
Comments (Atom)
