Saturday, May 30, 2009
Tour de Museum
Untuk menggoreskan kesan kuat pada sosok Jendral Sudirman, harus butuh melihat langsung peninggalan beliau. Tak ada tujuan lain tempatnya kalo bukan ke museum Sasmitaloka Jendral Sudirman. Di Jl. Bintaran Jogja.
Melihat benda-benda yang pernah dipake jendral Sudirman spt ada ikatan kuat. Ikatan semangat seorang pemuda yang mengejar cita-cita. Bebasnya Indonesia dari penjajah.
Bergetar lagi hati ini, ternyata, Jendral Sudirman yang besar itu awalnya merupakan orang biasa saja. Bukan tentara hasil didikan sekolah tentara bergengsi. Dia hanya seorang guru yang kemudian jadi tentara. Buya HAMKA aja sangat takjub kepada beliau
Setelah mereguk spirit dari museum jendral Sudirman, perjalanan berlanjut ke museum Bahari. Nah, museum ini tergolong masih fresh. Baru. Diresmikan bulan April 2009 kemarin.
Sebenarnya, museum ini merupakan koleksi pribadi seorang Laksamana. namanya Laksamana Madya Didik. Jendral angkatan Laut berbintang 3. Banyak banget yang bisa dilihat disini. Selain banyak benda 'berbau' perang seperti topedo, meriam dll. Ada juga benda-benda antik souvenir dari mancanegara. O, iya. Kita juga dikasih liat film dokumenter sejarah angkatan Laut Indonesia.
Cukup sudah outing semester ini. Yach itung-itung refreshing menghadapi TKM. Tes Kendali Mutu yang dimulai pekan depan. Doain ya kita semua sukses. Amiin
Tuesday, May 19, 2009
Kamera . . . Roll . . and . Action
Uff, cukup melelahkan juga saat pengambilan gambar. Semua harus kompak. Dari para pemain, penyedia perlengkapan, penata busana, cameraman hingga dikomandoi sutradara. Salah satu saja gak kompak semua jadi berantakan.
Hingga hari ini sudah 6 scene yang sudah diambil. Dari 16 scene rencana. Film epik ini dimulai dari jendral Sudirman kecil. Kemudian dibarengi dengan kondisi Indonesia yang dijajah Jepang. Masyarakat Indonesia mengalami penindasan yang kejam. Banyak penduduk yang disuruh kerja paksa. Dikenal dengan nama Romusha.


Setelah Jepang menyerah karena bom Hirosima dan Nagasaki, Indonesia bersegera untuk memproklamasikan diri. Sekaligus segera melantik kolonel Sudirman menjadi Jendral Besar TKR. Tentara Keamanan Rakyat.
dari kiri : Sri Sultan HB IX - Jendral Sudirman - Bung Karno - Bung Hatta. Doain ya sisa scene bisa kami selesaikan dengan sempurna . . . .
Wednesday, April 29, 2009
Leader Game
Kalo para tokoh partai politik sekarang ini baru sibuk mau koalisi dengan siapa? Untuk milih siapa yang mau dicalonkan jadi capres maupun cawapres. Nah, Siswa kelas 1 juga sibuk. Tapi sibuknya lain. Mereka sibuk main game presiden dan wakil presiden.
Yang jadi presiden jalan di depan, sedangkan wakil presiden jalan paling belakang. Mereka berdua tanpa tutup mata. Sedangkan para menteri ditutup matanya. Sehingga tanggung jawab perjalanan semua di tangan presiden dan wakilnya.
Jadi presiden emang tidak selamanya enak. Seperti bayangan kita selama ini. Justru ia harus mempunyai tanggung jawab terhadap bagaimana perjalanan pemerintahan. Presiden dan wakilnya haruslah kerjasama, tidak malah saling musuhan, Aptah jadinya jika keduanya malah saling berkompetisi. Pasti seluruh kabinet yang dituntunnya akan jalan berantakan. Bener gak ?
Casting Film Jendral Sudirman
Kelas 3 ada proyek besar nih. Mau buat film kolosal Jendral Sudirman. Rencananya proyek itu dijadwalkan selesai sebelum Juni 2009. Untuk memenuhi aktor dan aktris utamanya, ustadz dan ustadzah menyelenggarakan casting atawa pemilihan aktor dan aktris utama. Mereka akan memerankan sebagai Jendral Sudirman dan istrinya.
Casting dilakukan dalam 2 tahap. Pertama tingkat kelas, untuk menyaring jago akting di tiap kelas. Untuk selanjutnya memasuki tahap 2 yaitu Casting utama. Dari hasil casting pertama dipilih 24 calon pemeran utama.
Ke-24 calon pemeran utama berpasangan untuk berakting penggal adegan jendral sudirman dan istrinya. Siswa lainnya mengamati dan menilai akting setiap pasangan.


Doakan ya proyek kami berjalan lancar, insya Alloh premiere ato pemutaran perdananya di acara Gelar Potensi Siswa di akhir tahun ajaran 2008/2009.
Penghantar Panas
Panas selain bisa sebagai sumber energi untuk memasak, ternyata penting juga digunakan sebagai sumber energi untuk membangkitkan listrik, energi peledak ya . . . atau sekedar untuk mengusir dingin. Mengetahui bahan yang bisa menghantarkan panas sangat penting. Sepenting juga mengetahui bahan apa yang mampu menghambat panas.
Penerapan sederhananya ya kalo pas kita dikasih tugas masakin air pake panci untuk mandi pagi pas musim dingin gini. Takut terlambat sekolah akhirnya kita keburu ambil panci mendidih tanpa lapisan bahan. Ya udah deh kaget kepanasan. Untung, airnya gak tumpah. Kalo tumpah wah ceritanya pasti jadi lain.
Mau tahu bahan apa saja yang bisa menghantarkan panas ? Ada percobaan sederhana yang bisa dilakukan. Kumpulin aja berbagai bahan, dari yang logam, besi, alumunium, seng, atau plastik, karet, kertas, dll. Buatlah bahan itu memanjang seperti tongkat. Pakelah mentega sebagai penunjuk adanya energi panas, oleskan di bagian pangkal. Kalo ada mentega pasti akan cair. Panasi ujung tongkat dengan api lilin. Amati perubahan mentega. Nah, menurutmu bahan apa yang paling cepet menghantarkan panas ?
Sunday, April 26, 2009
Mencari yang Terluas
Belajar mengukur luas dan keliling bangun datar barangkali bisa cepat sekali terselesaikan dengan memahami langsung rumusnya. Tapi terkadang itungan luas dan kelilingnya ketemu. E . .e. gak bisa nunjukin bedanya mana yang luas, mana yang keliling.

Nah, begitu paham rumus, anak-anak kelas 3 ni langsung praktek ngukur mencari bangunan mana yang paling luas di SDIT Alam. Untuk ngukur, tiap kelompok dibekali alat ukur. Yach, yang namanya terbatas. Alat ukur tukang jahit dipake juga. Ya udah harus berkali deh ngukur panjang dan lebar lantai yang mau diukur luas dan kelilingnya.
Nah, begitu paham rumus, anak-anak kelas 3 ni langsung praktek ngukur mencari bangunan mana yang paling luas di SDIT Alam. Untuk ngukur, tiap kelompok dibekali alat ukur. Yach, yang namanya terbatas. Alat ukur tukang jahit dipake juga. Ya udah harus berkali deh ngukur panjang dan lebar lantai yang mau diukur luas dan kelilingnya.
Subscribe to:
Posts (Atom)
