Friday, November 21, 2008

Bullying . . . Apaan tuh ?

Beberapa pekan ini SDIT Alam mendapat kehormatan dijadikan obyek penelitian oleh mahasiswa Magister Profesi Psikologi UGM bidang Pendidikan. Mereka mau neliti tentang Bullying. Wah apaan ya Bullying itu. Kalo denger kata Bully jadi inget sama film Ant Bully.

ant-bully-1

Itu tu film seorang anak kecil yang gangguin koloni semut gara-gara ia selalu diganggu oleh temannya yang mempunyai fisik lebih gede dan lebih kuat. Tapi ternyata si anak itu kemudian disihir oleh salah satu semut prajurit sehingga tubuhnya mengecil sebesar semut. Semua semut ramai ingin memangsanya. Tapi sang ratu semut memutuskan agar si anak dididik agar hidup seperti semut. Akhir cerita, si anak bisa hidup seperti semut. Termasuk jalan di dinding tanpa jatuh. Bahkan ia ikut serta dalam menggagalkan seorang pembasmi serangga yang akan memusnahkan koloni semut. Gitu ceritanya . . .

dsc_7384

Trus, yang dimaksud Bullying tadi apa . . . Kata seorang ahli psikologi, Bullying itu adalah salah satu perilaku agresif dengan kekuatan yang dominan pada pelaku yang dilakukan secara berulang-ulang bertujuan untuk mengganggu anak lain atau korban yang lebih lemah. Tu kan. Sama kan yang dilakukan si anak tadi ke koloni semut. Karena si anak merasa lebih kuat dibanding dengan koloni semut yang lebih kecil dan lebih lemah. Ternyata perilaku ini banyak dijumpai di sekolah. Baik SD maupun hingga SMU.


Lalu, bentuk Bullying tu gimana sih? Ternyata ada yang fisik seperti memukul, meninju, mencuri, merusak. Bentuk verbal seperti menghina, mencemooh. Bentuk Psikologis seperti nyebar berita bohong, fitnah. Biasanya pelaku bullying itu di tempat yang jauh dari pengawasan orang dewasa. Di kamar mandi, lorong, tempat bermain.


dsc_7385


Trus tanda-tanda anak yang menjadi korban Bullying tu gimana? Anak korban Bullying akan berubah. Prestasinya turun, minder, takut, cemas, paling parah anak mogok sekolah. Dahsyatnya lagi, jika pelaku Bullying tidak diketahui dan terus-terusan, akan berakibat sebagai bibit Kriminalitas di masa dewasanya. Ternyata, para pelaku kriminal termasuk pencuri, perampok, copet, itu jika dirunut semasa kecilnya mempunyai kebiasaan untuk jail dengan teman yang lebih lemah darinya. Jadi, Bapak-Ibu Guru, Ustadz-ustadzah dan Bapa-Ibu orang tua wali siswa mulailah untuk mengenali gejala Bullying, supaya masa depan anak-anak menjadi baik. Tidak menjadi seorang yang minder, tertutup atau sebaliknya, menjadi penjahat yang bringas . . . .


Monday, November 10, 2008

Cegah Global Warming

Masih di tema Lingkungan. Selain masalah sampah yang sering mengganggu lingkungan, ada masalah lebih besar lagi yang mengancam bumi ini. Lingkungan tempat kita berpijak. Rumah tempat milyaran manusia hidup. Pemanasan Global atau istilah kerennya Global Warming (bukan global warning lho). Makhluk gerangan apakah itu ? Ternyata suhu di bumi sekarang ini mengalami kenaikan yang dahsyat. Wah jangan asal menyebar isu, mana buktinya ?

59ge

gambar di atas diambil dari www.masihjniespnya.wordpress.com perbandingan foto dua gunung di tahun 1985 dan 2002. terlihat salju yang menutupi puncak gunung hilang mencair. Hal itu terjadi tidak lain disebabkan oleh menaiknya suhu bumi. Lho kok bisa ? Ya iyalah, begini ceritanya . . . .

482821180_45e62ebfdd

Panas matahari yang mengenai bumi itu dipantulkan kembali ke atas. Panas itu harusnya bisa lolos ke udara bebas, tapi ternyata tertahan oleh awan dan gas CO2 yang mengelilingi bumi. Terus panas tadi malah memenuhi bumi. Jadilah bumi semakin panas. Panas semakin tertahan karena jumlah gas CO2 atau karbondioksida semakin banyak. Lho emangnya siap sih biang keladinya ?

global-issues-warming-400a042007Segala kegiatan yang menghasilkan asap dari pembakaran menyumbang peran dalam menambah banyaknya gas CO2. Pabrik, asap kendaraan, pembakaran sampah, dll. Bahkan yang perlu diperhatikan lagi pada kegiatan peternakan. Lho kok bisa ? Iya, sebab peternakan hewan akan banyak membutuhkan energi, mulai dari kandang, penerangan, pengolahan makanannya, pengangkutan bahkan dari kotorannya menghasilkan gas NO (Nitrogen Oksida) yang lebih dahsyat menyebabkan global warming dibandingkan CO2.


Oleh karena itu salah satu solusinya adalah mengganti gaya hidup makan sayuran harus lebih digalakkan. Menjadi kaum vegetarian gitu. Nah, siswa SDIT Alam tak mau ketinggalan. Dalam berkampanye makan sayuran, mereka belajar masak berbahan baku dari sayuran. Paling mudahnya buat gado-gado. Apalagi ternyata ada beberapa anak yang memang tidak suka sayuran.

global01-copy

Anak-anak ditugasi membawa berjenis sayuran. Bayam, tauge, kacang panjang. Selain itu dilengkapi dengan bahan non hewani lainnya. Tempe dan tahu. Yang butuh dilakukan pertama kali adalah kegiatan memotong sayuran. Menjadi potongan kecil-kecil supaya rebusan cepat matang. Setiap kelompok kompak untuk merasakan pengalaman memotng sayur. Habisnya selama ini belum sempat diberi kesempatan sih. Paling tugasnya cuma diminta beli sayur, tahu-tahu dah tersedia manis siap santap di meja makan. Jadi gak tahu proses masaknya.

global02
Saking semangatnya, suasana kelas berubah wujud. Seperti saat pasar sayuran sedang mulai kegiatan. Di sana sini berhmabur potongan sayuran. Ah, gak pa-pa. Ya kalau mau Belajar ya gak masalah Kotor kan, bukan nirukan iklan sebuah produk detergent lho. Tapi penasarannya itu lho, membuat semangat anak untuk menyelesaikan kerjaan potong memotong sayuran.


global03Nah, begitu selesai memotong. Kerjaan berikutnya adalah merebus sayuran. Sebenarnya cara ini kurang bagus sebab berakibat banyaknya vitamin terutama C yang larut di air. Tapi ya karena waktu terbatas ya bagaimana lagi. Tiap kelompok antri merebus, karena kompor yang disediakan cuma ada 2 buah. Ternyata tiap jenis sayuran memakan waktu berbeda untuk marang benar. Untuk sayuran yang berlapis tipis seperti bayam lebih cepat, sedangkan yang tebal seperti kacang panjang agak cukup lama agar menjadi empuk. Yah, jadi kacang panjang dulu yang masuk kemudian bayam menyusul sebentar saja perebusannya.

global04Nah, setelah semua bahan matang. Tinggal diracik serta ditambahkan bumbu cairnya. Juga dibuat dari bahan tetumbuhan, bukan hewan. Eh, tapi kok itu ada telurnya ya. Telur kan hasil dari hewan, gimana itu ? Ups, iya ya, ya yang namanya gado-gado, kalau tanpa telur serasa kurang lengkap. Tapi, gak salah nanti kreasi gado-gado terbaru murni mengurangi bahaya Global Warming, alias murni dari tetumbuhan. Ayo, siapa berani menerima tantangan ini  . . . .

Sunday, November 2, 2008

Recycling [Daur Ulang]

Ganti tema, itu adalah saat yang mengayikkan. Mengapa ? Ibarat baca buku novel berseri, Laskar pelangi misalnya. Seperti ganti sequel. Habis baca sequel pertama ‘Laskar Pelangi’ berlanjut ke sequel kedua, ‘Edensor’. Atau seperti liat film Harry Potter. Setelah melihat ‘Philosopher’s Stone’ berlanjut ke sequel ‘Chamber of Secrets’ dan seterusnya.



Tentang film, anak-anak diawali melihat film ‘Idiocracy’. Sebuah film komedi yang bercerita tentang betapa semakin lama nanti manusia akan semakin turun tingkat kecerdasannya. Lho kok bisa ? Sebab orang-orang malas dan bodoh yang semakin mempunyai anak. Banyak lagi. Sedangkan, orang-orang cerdas, seperti para peneliti, ilmuwan, tidak mau mempunyai anak. Takut mengganggu karirnya. Karena kecerdasan manusia turun berakibat pada perilakunya. Termasuk kepada sampah. Digambarkan betapa orang jaman depan sangat jorok. Rumahnya penuh sampah, bahakn rumah sakit pun. Hingga sampah menumpuk setinggi gunung yang berakibat adanya longsor sampah besar-besaran. Anak-anak terkesima. Karena kemalasan bisa berakibat kebodohan. Temasuk perilaku bodoh terhadap sampah.


Untuk melawan kemalasan terhadap sampah, anak-anak belajar tentang Recycling. Daur ulang sampah. Ternyata sampah yang ada di sekitar kita itu bisa dipilah dan dipilih. Untuk dijadikan barang yang bernilai kembali. Tidak dibiarkan mengonggok mengotori pemandangan dan lingkungan. Mengundang bibit penyakit untuk berpesta pora. Sangat tentu, tidak semua sampah bisa didaur ulang. Sehingga pemilihan dan pemilahan menjalankan perannya. Untuk sampah kertas bisa didaur ulang menjadi kertas kembali. Ataupun hiasan yang bahannya dari bubur kertas. Caranya ?





Pertama, Kertas bekas disobek-sobek dan direndam selama semalam. Setelah jenuh, koran dengan air diblender hingga menjadi bubur halus.



Begitu menjadi bubur, kemudian dimasak diatas api hingga mendidih. Masukkan ke dalamnya lem kayu sebagai perekat partikel kertas.




Begitu sudah menyatu, jika dibuat kertas kemudian dimasukkan ke dalam ember besar untuk kemudian diencerkan dengan air.



Kalo mau dibuat cetakan tidak usah diencerkan tapi bubur itu dijadikan sebagai bahan cetakan. Setelah encer, larutan bubur tadi kemudian dituang ke dalam saringan lembut. Endapan kertas tersaring di atas saringan untuk kemudian dikeringkan. Begitu kering jadilah kertas bekas yang bermotif untuk dijadikan sebagai bahan hiasan.





Untuk sampah bungkus plastik bisa didaur ulang sebagai penghias tas. Bungkus bisa diambil dari berbagai produk. Sabun, permen, mie instan, dan lain-lain. Lihat saja hasilnya, menarik bukan.



Tertarik untuk menjadi pendaur ulang. Menjadi orang yang peduli sampah. Peduli dengan Bumi. Tempat tinggal ternyaman di planet ini . . .

Sunday, October 26, 2008

Outing Tema Perjuangan dan Makhluk Hidup

Mengakhiri tema Perjuangan dan Makhluk Hidup, kelas 3 A, B dan C bersama mejalani program outing. Obyeknya, pertama di benteng Vredeburg (moga bener ya tulisannya), terus ke laboratorium Silvikultur UGM (tempat pembuatan bibit pohon) terakhir acara santainya mancing bareng di pemancingan ’Moro Kangen’ di daerah Babarsari.



Seperti biasa sebelum berangkat kumpul untuk menerima penjelasan. Ust. Siswo memberikan peringatan, bagi yang ketahuan jajan melebihi 20 ribu akan ditinggal pulang. Wah, disiplin banget seperti tentara. Lha iya harus, lho kita kan mau ke benteng Vredeburg. Merasakan dahulu sewaktu perjuangan belum ada tentara. Semua rakyat menjadi tentara.



Pilihan benteng Vredeburg sangatlah tepat. Habis bangunan kunonya itu lho bikin inget jaman dahulu pas Jogja dijadikan ibukota. Bayangkan ibukota Negara . . . Didukung dengan diorama (ruangan tiga dimensi) menambah mantep ikut merasakan heroiknya perjuangan para pejuang. Pertama masuk dikira masih tutup, jam menunjuk pukul 08.00. Wah, kita keliling dulu deh. Naik di atas benteng. Eh ternyata begitu melongok kearah timur bisa kita liat dengan jelas kompleks Taman Pintar. Di atas situ juga ada tempat pengintaian untuk membidik musuh, sekaligus tempat penjagaan yang ditinggali penjaga siap mengawasi dari atas benteng. Adakah musuh yang menyerang.



Begitu masuk ke dalam satu persatu foto hitam putih menghiasi dinding ruang. Banyak foto yang menggambarkan Jogja tempo dulu. Selain tempat, setiap peristiwa juga diabadikan melalui foto. Setiap anak khusuk menulis setiap peristiwa. Siapa tokohnya, dimana tempat serta tahun berapa terjadi.



Ck . .ck . .ck . . tidak mengira, ternyata Jogja kita ini dahulunya punya peran sangat penting dalam perjuangan merebut kemerdekaan. Seperti kata-kata bung Karno ini : “Jogjakarta menjadi termasyhur oleh karena jiwa kemerdekaanya, Hidupkanlah terus jiwakemerdekaan itu!”



Setelah melihat dokumentasi foto, masuklah ke ruang diorama. Sungguh canggih ya, dari foto bisa diubah menjadi gambar tiga dimensi.



Pas kita liat-liat, eh ada mas-mas yang sedang membuat sebuah diorama. O, jadi begitu ya buatnya. Pake seperti semen tapi warnanya putih. Semua dibuat kecil. Mulai rumah, orang, mobil. Eh, ternyata bukunya dibuat dari bungkus korek lho. Tu keliatan bekasnya.



Saking panjangnya ruang diorama yang harus diliat, beberapa anak sudah keliatan capek. Sambil tiduran dilantai ada yang mengerjakan worksheet, ada yang santai dulu istirahat.




Puas di Vredeburg, dilanjutkan menuju UGM. Tepatnya di laboratorium Silvikultur fakultas Kehutanan. Sesuai dengan namanya, lokasinya ditumbuhi dengan berbagai pohon yang tinggi. Seperti hutan. Tapi kecil. Di sana sudah disambut oleh mbak Winda. Kita diajak di gedung lantai 3 untuk mengikuti kuliah. Wah, baru kali ini ya anak SD mengikuti kuliah. Di UGM lagi.



Disini mbak Winda menerangkan proses terjadinya pohon semenjak dari biji. Sekarang jadi tahu, ternyata tidak setiap pohon harus dimulai dengan biji. Anak-anak mulai tidak sabar untuk melihat-lihat laboratorium. Segera seluruh anak diajak untuk praktek membuat benih. Setiap anak dibagikan 2 buah polybag (kantong plastik warna hitam tempat menyemai tanaman).



Polybag itu diisikan tanah sampai penuh. Stelah disiram air, polibag pertama ditanam bibit pohon, polybag lainnya ditanam biji. Wah pada antusias ya nanamnya. Berebut untuk mendapat yang pertama.



Untuk mengenal nama pohon, satu per satu mbak Winda mengenalkan nama pohon. Eh, ada nama latinnya lho. Seperti Melinjo, nama latinnya Gnetum gnemon. Canggih ya. Sebenarnya masih ingin mengenal pohon lainnya. Waktu semakin mendekat Dhuhur.



Perjalanan berlanjut menuju Moro Kangen. Waktunya mancing bareng. Tiba di lokasi Dhuhur tiba.



Kita langsung ambil air wudhu dan sholat berjama’ah. Tidak ditunda lagi, begitu selesai langsung mengeluarkan senjata sendiri-sendiri. Satu paket alat pancing lengkap. Di sana juga meminjamkan pancingan gratis. Yang bayar umpannya. Untuk umpan pellet 1000, untuk cacing 2000 per bungkusnya.




Mulailah masing-masing dengan gaya yang disuka. Ada yang pilih menyendiri, ada yang rame-rame. Puas banget deh mendapat ikan pertama. Yang belum dapat masih memelihara kesabaran.



Yang tidak sabar, akhirnya mengharuskan ustadz Siswo turun kolam. Bukan untuk memancing. Tapi, dengan bersenjatakan jaring, menangkap ikan yang tidak berhasil terpancing. Suasana jadi riuh melihat ustadz Siswo heroik menangkap ikan.



Ikan bakar telah matang. Bersantap dengan perut lapar memang sangat lezat. Semua menyantap lahap. Tak satupun anak yang makan bersisa, bahkan nambah, ada yang tiga kali lagi. Wah-wah bener-bener lapar ni anak.



Begitulah pembelajaran outing kali ini, untuk kemudian menuju ke tema pembelajaran selanjutnya yaitu tema sekolahku. Doakan ya di tema muncul banyak kejutan membersamai belajar di semester ini.

Thursday, October 16, 2008

Menanam Cabe Keriting


Semester ini ada kegiatan baru untuk pembelajaran outdoor activity. Jika semester yang lalu semarak dengan beternak kelinci, sekarang ditambah lagi pembelajaran berkebun. Untuk pengalaman bagi anak-anak pemula dipilihlah Cabe Keriting. Tanaman yang mempunyai ketahanan hidup lumayan gede. Kalo berhasil panen, tentu jadi duit semua. Untuk lahannya digunakan ladang sebelah timur. Milik pak Agus salah seorang orang tua wali. Ladang itu dibuat gundukan seperti pusara di tempat pemakaman. Membujur panjang. Diatasnya dibungkus dengan plastik hitam yang dilubangi kecil-kecil menggunakan kaleng susu kecil yang dipanaskan. Lubang-lubang kecil itulah media tanaman cabe ditanam. Mengapa? Supaya hidup cabe lebih optimal tidak diganggu kehadiran kompetitor lain seperti rerumutan liar. Satu anak dipercayakan tugas 2 -3 tanaman untuk diamati. Plus, dilengkapi dengan satu lembar pencatatan data pengamatan. Dari mulai waktu kapan menanam dan perubahan yang terjadi setiap pekan sampai berapa jumlah daun dengan tingkat kelebarannya.

Melihat table-tabel di lembar pencatatan, pertama mengundang bingung. Tapi begitu dijelaskan dan dicoba melakukan pengisian data sesuai pengamatan, . . . eh jadi terbiasa deh.
Satu bulan sudah berlalu, meski cukup lama disela waktu Ramadhan tak terkira kini tanaman cabe mulai membongsor. Tak malu untuk menunjukkan hasil buah cabenya. Meski beberapa masih belum beranjak tumbuh. Mati segan hidup pun tak hendak. Tentu hal itu kembali si empunya tugas perawatan dan pengamatan. Indah dan sungguh syukur tak terkira melihat tanaman cabe berbuah. Ih . . . lucu deh, keriting bak rambut kribo. Jadi makin semangat nih melakukan pengamatan.

Menengok kembali apa yang telah dilakukan sehingga menghasil buah yang memuaskan. Untuk kemudian menjadi pengalaman sehingga percaya diri membaginya pada yang lain. Wah, pokoknya panen raya cabe keriting harus terjadi. Apalagi jika krisis global bisa mempengaruhi harga cabe di bursa saham internasional, sepertinya tidak akan ada khayal yang menghalang jika rupiah yang diraup melonjak batas nishob zakat. Yach, . . . bermimpi besar diiringi dengan doa serta ikhtiar maka sempurnalah tawakal kita. Amiin.

Friday, September 19, 2008

MABIT 2008

Rangkaian program Ramadhan 1429 di SDIT Alam kali ini ditutup dengan kegiatan Buka Bersama dan MABIT, yang popular dengan sebutan program malam bina iman dan taqwa. Tema Karyaku Taqwaku yang dipilih tahun ini membuat segala pembelajaran fokus pada hasil karya. Termasuk saat acara buka bersama orang tua/wali siswa. Pameran karya siswa digelar disepanjang jalur masuk tamu menuju GOR SDIT Alam. Karya yang dibuat baik secara tim maupun personal. Hari Kamisnya panitia Ramadhan memang sengaja menyediakan waktu khusus kepada setiap kelas untuk berkreasi menghasilkan karya. Karya yang wajib berupa kaligrafi massal. Maksudnya ? Pembuatannya dilakukan secara massal setiap kelas. Sangat tentu, kekompakan tim akan sangat menentukan hasil karya kaligrafi.



Selain karya wajib, diharuskan membuat karya lain yang bebas sesuai dengan ekspresi yang ingin diungkapkan. Ada yang membuat kartun Ramadhan Naruto, seluruh karakter dalam film Naruto dilengkapi dengan asesoris muslim. Naruto pake peci, Sasuke pake jilbab (wah jadi nggak dilarang dong kalo gini). Membuat kolase biji dan batu gambar kapal. Bedug, manik-manik, miniatur masjid. Yang banyak diminati adalah karya fotografi bertema ‘membaca ayat kauniyah’. Dengan kamera Nikon D40-nya ustadz, meski belum mahir, hasilnya lumayan kayak fotografer yah baru amatir menuju professional gitu.



Mabit diawali dengan acara ganda. Orang tua/wali buka bersama di GOR, sedangkan siswa kelas 4 hingga 6 mengadakan bakti sosial dengan mengantar paket sembako ke masyarakat sekitar SDIT Alam.















Kelas 1 sampai 3 menyaksikan tausyiah berupa fragmen drama 2 kehidupan. Kehidupan seorang sholih dan seorang yang senang berbuat maksiat. Karena sholih dia mendapatkan akhir hidup yang baik. Sedangkan sosok yang suka maksiat sebaliknya, pengakhiran yang buruk.



Kedua sosok orang yang berbeda perilaku sewaktu di dunia tentu mengalami perlakuan berbeda pula sewaktu di alam kubur. Yang sholih didatangi oleh malaikat yang wajahnya super tampan, super ramah, dan super menyenangkan.



Sedangkan si maksiat didatangi oleh malaikat dengan rupa yang menyeramkan, hitam, super kejam, super menakutkan dan super menyiksa.



Siswa-siswa antusias menyimak hingga tidak tahan untuk duduk. Berdiri mendekat mengamati, ikut merasakan setiap sosok dengan perlakuan yang berbeda itu. Menjelang buka, dibagikanlah cocktail agar-agar merah. Air ludah sudah terpancing keluar melihat merahnya cocktail.



Eh, kita lihat dulu yuk, sebelumnya ustadzah-ustadzah dengan penuh heroik membuat si merah dingin



Begitu sirine tanda buka puasa berbunyi, bersegera semua anak menyeruput si merah dingin itu. Allohumma laka sumtu wa bika aamantu . . . .


Setelah sholat isya’ berjama’ah tidak langsung diteruskan dengan sholat Taraweh. Karena sholat taraweh akan dilaksanakan di jam 02.30 dini hari menjelang sahur. Acara intinya adalah nonton bareng film ‘Denias, Senandung di Atas Awan’. Diangkat dari kisah nyata seorang anak Papua yang bermotivasi kuat untuk belajar hingga tingkat yang tinggi berkat motivasi guru dan orang-orang seperti maleo seorang tentara yang ditugaskan di satuan Maleo. Bahkan ibunya sendiri yang meninggal akibat terbakar di dalam rumah. Dengan motivasi yang kuat itu saat ini Denias menunjukkan kemampuannya belajar di Darwin Australia. Acara nonton bareng ditutup dengan pembagian hadiah lomba karya siswa. Terus langsung menuju ke peraduannya masing-masing. Tidur sore agar bangun tidak terlambat. Apalagi mau sholat taraweh dini hari.



Benarlah kata Allah, jik awaktu sepertiga malam terakhir adalah saat yang paling bagus untuk mendekatkan diri kepada-Nya. Sepi, hening, meski agak ngantuk dikit, rasanya beda deh dengan waktu-waktu lainnya.





Selesai sholat, antri satu per satu mengambil makan sahur. Saatnya menguji kesabaran dan itsar (mementingkan saudaranya) akan terlihat. Tapi syukurlah tidak ada yang sampai berebut. Hingga waktu imsak dan shubuh tiba, setiap anak bertanggung jawab terhadap piring yang mereka pake. Seluruh siswa, tanpa kecuali. Dicuci dengan sabun seperti biasa yang mereka lakukan setiap harinya saat setelah makan.




Sinar mentari menyemburat, saat tepat untuk menggerakkan jasmani. Dengan udara masih sejuk seluruh siswa jalan-jalan mengelilingi kampung sekitar SDIT Alam. Sebelum ditutup acara bersih lingkungan dahulu agar sekolah tetap bersih sewaktu kita tinggalkan selama liburan lebaran. Inget selama 20 hari lho. Seluruh rangkaian acara ditutup dengan prosesi salam-salamnan dan ucapan maaf lahir bathin menjelang 10 hari menuju Idul fitri. Lengkap dan selesailah sudah program Ramadhan 1429 kali ini. Untuk kemudian dilanjutkan dengan menyempurnakannya melalui kegiatan I’tikaf 10 hari di masjid bersama ayah atau saudara atau teman-teman yang lain. Moga lailatul qadr tidak tahan lagi menahan rindunya untuk bersua dengan kita. Ya Allah, berilah kekuatan untuk mampu mendekat cepat pada-Mu hingga Kau anugrahi ketaqwaan seperti yang telah Kau janjikan. Amiin . . . .