Tuesday, February 26, 2008

Outing Go to Campus

Mengakhiri satu tema pembelajaran di semster II ini, kelas IV mengadakan outing dengan obyek di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) dan kerajinan keramik di Bantul. Di UMY, anak-anak melihat dan dipandu untuk memahami alat percobaan di fakultas teknik.

sekolah alam

Keheranan nampak di wajah mereka manakala mengamati setiap instrumen percobaan. Ada perasaan yang timbul, betapa percobaan yang dilakukan penuh kesungguhan, terlihat dari mahalnya peralatan yang dipakai. Setelah memuaskan keingintahuan di fakultas teknik, oleh pemandu anak-anak dibawa ke fakultas kedokteran. Pas banget momennya, karena saat itu sedang ada praktikum Anatomi. Tentu dengan menggunakan mayat sungguhan. Keingintahuan anak-anak mengalahkan rasa takut mereka. Dengan semangat mereka masuk ke ruang praktek mahasiswa yang sedang membedah mayat.

sekolah alam
Bagi yang belum ada gambaran bagaimana dokter bekerja, sedikit terbagi pengalaman tantangan untuk mengalahkan takut mayat. Semoga menjadi tekad yang semakin memperjelas cita-citanya.

sekolah alam
Di akhir perjalanan transit di industri keramik di Bantul. Anak-anak merasakan keuletan sambil melakukan aktivitas pembuatan keramik. Untuk mengetahui betapa tanah akan bertambah nilainya manakala dikemas dan dibentuk menjadi hiasan yang apik.

sekolah alam

Monday, February 11, 2008

Berburu Informasi

Untuk mendapatkan gambaran proyek pembuatan kincir air listrik, siswa SDIT ALam melakukan perburuan informasi. Pertama mereka mengandalkan koleksi buku yang ada di perpustakaan. Seluruh buku disearching untuk mendapatkan langkah-langkah pembuatan kincir air listrik.

sekolah alam

Dengan kerja secara kelompok, setiap siswa berburu buku. Mereka harus memastikan bahwa informasi yang didapatkan harus mampu memberi kejelasan gambaran pembuatan kincir air listrik.

sekolah alam

Dirasa masih kurang, perburuan informasi diteruskan menggunakan internet. Kebetulan, sudah satu pekan ini SDIT Alam sudah mengaktifasi jaringan internetnya.

sekolah alam

Setiap anak berkesempatan merasakan kemudahan mencari informasi di dunia maya. Dunia yang baru bagi mereka. Cukup dengan mengetikkan kata kunci yang disukai, langsung muncul sederetan informasi sekaligus dilengkapi dengan gambar terkait dengan informasi yang dicari.

sekolah alam

Jika sendiri sepi, enaknya memang rame-rame. Setiap anak berlomba untuk mendapatkan informasi yang dituju dengan melatih memilih kata kunci. Pembelajaran ini menyumbang pengalaman siswa untuk terampil berburu informasi sebagai obat pemuas keingintahuan.

Thursday, February 7, 2008

Dari Talk Show Bersama Ust. Fauzhil Adhim

Adalah sebuah kerancuan manakala kecerdasan emosi itu disebut sebagai EQ, Emotional Quotient. Satuan ukur yang pasti. Padahal kecerdasan emosi seseorang tidak bisa diukur satuan pastinya. Jadi lebih tepatnya, Emotional Intelegence (EI). Jika IQ diibaratkan dengan kendaraan, maka EI adalah pengmudinya. IQ bisa dibentuk dari bayi lahir hingga Usberhenti di usia 12 tahun. Setelah 12 tahun, sel otak sudah tidak bisa berkembang lagi, hanya isinya saja yang bisa ditambah. Maka menjadi suatu keharusan untuk mempersiapkan otak anak sedini mungkin sejak bayi. Sedangkan kecerdasan emosi bisa optimal terasah dengan pembelajaran yang bersifat afektif.

sekolah alam

Menurut ust. Fauzhil Adhim, tes-tes seperti THB itu bukanlah alat yang tepat untuk mengetahui kompetensi siswa. Sistem rangking lebih tepatnya bukan dengan membandingkan anak per anak, namun membandingkan satu anak diantara hasil pembelajaran bidang studi. Sehingga kemampuan dominan anak bisa diketahui. Yang menjadi penting dalam perkembangan anak dalam pembelajarannya adalah bagaimana


membentuk kebiasaan belajar. Kebiasaan berpikir matematis, bukan menghafal rumus. Kebiasaan berpikir ilmiah bukannya menghafal fakta-fakta sains. Kebiasaan untuk memiliki sense sosial, bukannya sekedar hafal teori-teori sosial.


sekolah alam


 

Thursday, January 24, 2008

Meneliti Pengaruh Energi

Salah satu ciri kalau energi itu ada adalah gerakan. Berbagai bentuk gerakan. Bertiup, berdetak, mengayun, menggelinding, bergetar, mengalir, dll. Untuk meneliti pengaruh lain selain gerakan yang timbul dari energi. Anak kelas III A melakukan aktivitas membuat jelly dengan sumber energi panas bervariasi. Kompor gas, kompor minyak, water heater, arang dan kayu bakar.

sekolah alam
Sebelum memasak, ust. Udin menerangkan dahulu apa yang ingin dipahami dari kegiatan eksperimen tersebut. Serta menerangkan proses eksperimen, baik persiapan, pengukuran, hingga penyelesaian. Setiap kelompok diminta mengambil undian untuk mendapatkan bahan bakar apa yang akan diteliti pengaruh energinya.

sekolah alam
Bagi yang mendapatkan energi kayu bakar, butuh usaha ekstra terutama untuk menghidupkan api, belum lagi bau asap.

sekolah alam
Untuk kelompok yang menggunakan arang, butuh juga usaha keras. Untuk membuat bara butuh energi lain. Yaitu otot untuk menggerakkan kipas.

sekolah alam
Kelompok yang menggunakan kompor gas terlihat lebih santai. Tinggal colok, dipantik, nyala deh.

sekolah alam
Begitu pula, bagi kelompok yang menggunakan kompor minyak.

sekolah alam

Apalagi kelompok yang menggunakan water heater. Tinggal colok, langsung panas deh.

Suhu air diukur, sebelum dimasak dan saat mendidih. waktu yang dibutuhkan untuk mendidih diukur juga. Setelah mendidih, larutan jelly dimasukkan dan diaduk hingga larut. setelah dipanaskan sebentar, kemudian dimasukkan di atas cetakan berbentuk kotak. Tugas tiap kelompok selanjutnya adalah membagi jelly yang sudah keras menjadi 2, 3, 4, 5 dan 6 sama besar. Untuk menujukkan seberapa besar bilangan pecahan 1/2, 1/3, 1/4, 1/5 dan 1/6.

sekolah alam
Seperti biasa, diakhir sesi eksperimen diadakan presentasi dan sharing pengalaman selama kegiatan membuat jelly untuk menghantarkan pada kesimpulan eksperimen.

Rubah Terbang

"Wuih, . . . tinggi sekali ust. Aku takut. Takut jatuh" Begitu ungkapan anak begitu sampai rumah pohon setinggi 7 meter. Rumah pohon sebagai tempat awalan meluncur di wahana flying fox baru SDIT Alam yang sengaja dibuat permanen dari kawat baja.

sekolah alam

Agar tidak menumpuk, anak-anak diminta untuk mencari rumput yang siap tanam dari kampus timur. Begitu selesai langsung antri berbaris. Satu per satu naik ke atas pohon melalui tangga yang terbuat dari satu batang bambu dengan mata tangga kiri dan kanan.

sekolah alam

Sebelum meluncur, pose dulu ah. Biar gak tahu kalo grogi. Habis, tinggi dan panjang seklai sih.

sekolah alam

Setelah seluruh pengaman terpasang, siaplah meluncur. "Lapor ! Nama Vina, kelas empat, siap meluncur, Allohu Akbar !!!"

Beternak Kelinci

Untuk memulai pembelajaran beternak kali ini, ust. Irman sebagai pengampu pembelajaran beternak menyediakan sekitar 30an kelinci baru.

sekolah alam

Setiap kelas dipercayai satu kandang dengan isi 3 - 4 kelinci. Setiap anak bertanggung jawab untuk memantau baik kondisi kelinci maupaun ketersediaan makanannya. Untuk mendapatkan makanan berupa rumput, anak-anak berlomba mencari di padang rumput di sekitar sekolah.

sekolah alam

Pengalaman menjadi peternak akan terasa betapa butuh kesungguhan meski sekedar dalam mencari pakan rumput. Berikutnya akan tumbuh rasa tanggung jawab. Beternak sejatinya, anak telah mengambil hak kebebasan hewan dan melimpahkan usaha hewan tersebut untuk bertahan hidup ditumpukan kepada anak.

Wednesday, January 23, 2008

Riset Gerak

Setiap yang hidup pasti bergerak, karena salah satu ciri makhluk hidup itu adalah bergerak. Bahkan yang benda dianggap 'hidup', pasti cirinya harus bergerak. Robot, bergerak atas perintah mesin. Debu, bergerak atas sapuan angin. Dan seterusnya. Dengan keingintahuan tentang gerak, kelas III A melakukan kegiatan riset beberapa bentuk gerak. Gerak jatuh, gerak menggelinding dan gerak memantul.

sekolah alam

Setiap benda yang akan dijatuhkan ditimbang dahulu untuk didata berapa beratnya. Dari ketinggian kurang lebih 1 meter, benda dijatuhkan. Dihitung berapa kecepatan sampai menyentuh tanah. Dari hasil presentasi bersama didapatkan bahwa makin berat suatu benda, kecepatan jatuhnya semakin cepat.

sekolah alam

Untuk gerak menggelinding, dipakai bola pingpong yang digelindingkan di jalur miring. Dengan membuat variasi kemiringan kemudian dihitung kecepatannya. Didapatkan , makin besar sudut kemiringan makin cepat bola bergerak.

sekolah alam

Untuk gerak memantul, menggunakan bola pingpong yang dijatuhkan dari beberapa macam ketinggian. Ternyata didapatkan, semakin tinggi jatuhnya bola pingpong, semakin banyak pantulan yang terjadi.

Presentasi untuk mengungkap segala hal yang unik saat penelitian diadakan di akhir pembelajaran. Cerita pengalaman kemudian ditanggapi, lontaran pertanyaan dan pengembangan dengan contoh dalam kehidupan. Kesimpulan makin terang setelah seluruh pengalaman diungkapkan. Siap untuk meneliti lagi . . . .