Friday, February 13, 2015

Pelatihan Pembuatan Kisi dan Soal

Menjadi guru bukanlah sesuatu yang sederhana. Banyak peran dan fungsi ideal yang harus diemban oleh seorang guru. Di bidang akademik, secara sederhana guru harus melakukan tiga hal. Perencanaan, Pelaksanaan dan Evaluasi Pembelajaran. Administrasi ketiga hal tersebut haruslah nyambung terus. Berkaitan dan bisa divalidasi. Hal tersebut penting dilakukan supaya kegiatan pembelajaran nantinya dapat terukur seberapa dalam dan tuntas siswa menguasai. Salah satu bagian penting dalam melakukan evaluasi, guru harus menguasai teknik pembuatan kisi dan soalnya. Siswa tidak serampangan diberikan soal yang tanpa dirancang dan direncanakan. Parahnya lagi, guru memberikan soal yang sangat tidak nyambung dengan perencanaan bahkan apa yang diajarkan pada siswa. Menyadari urgensi hal tersebut, guru-guru SDIT Alam Nurul Islam bersama melakukan workshop penulisan kisi dan soal. Sebagai narasumbernya adalah Bapak Muhammad Darisman, beliau adalah pengawas pendidikan dasar di kabupaten Bantul. Selain itu juga sebagai pembimbing penulisan naskah soal ujian tingkat DIY. Serta penulis buku-buku referensi pendidikan.
 Kisi-kisi itu sebenarnya adalah (test blue print atau table of specification) merupakan deskripsi kompetensi materi yang akan diujikan. Tujuan penyusunan kisi-kisi adalah untuk menentukan ruang lingkup dan tekanan tes yang setepat-tepatnya, sehingga menjadi petunjuk dalam menulis soal. Sehingga manakala kisi soal sudah jadi sangat mudah sekali kemudian untuk membuat soal yang berkualitas. Soal yang sangat valid untuk mengukur ketercapaian pembelajaran siswa. 
Untuk mengembangkan bentuk soal tertulis yang harus diperhatikan adalah :
  •   Persyaratan penyusunan instrumen, baik dari aspek materi/isi/konsep, konstruksi, dan bahasa
  •   Mengacu pada karakteristik indikator pencapaian
  •   Memilih bentuk instrumen yang sesuai indikator, apakah bentuk tes isian, uraian, pilihan ganda atau lainnya
  •   Membuat kunci jawaban atau pedoman penyekoran
Sebelum membuat kisi soal, kita harus melihat dahulu Kompetensi Dasar yang akan diukur. Kompetensi Dasar adalah Kemampuan minimal yang harus dikuasai peserta didik setelah mempelajari materi pelajaran tertentu. Kriteria Kompetensi Dasar yang jadi prioritas diteskan adalah :
1. Urgensi: KD/indikator/materi yang secara teoretis, mutlak harus dikuasai oleh siswa.
2. Kontinuitas: KD/indikator/materi lanjutan yang merupakan pendalaman materi sebelumnya.
3. Relevansi: yang diperlukan untuk mempelajari dalam bidang studi lain.
4. Keterpakaian: memiliki nilai terapan tinggi dalam kehidupan sehari-hari.

Nah, untuk membuat indikator soal yang baik harus diperhatikan sebagai berikut :
a.   Indikator soal sebagai pertanda atau indikasi pencapaian kompetensi
b. Indikator menggunakan kata kerja operasional yang dapat diukur
c. Indikator soal menggunakan satu kata kerja operasional utk PG dan lebih dari satu utk soal uraian/tes perbuatan
d. Indikator mengacu pada materi pembelajaran sesuai kompetensi


Untuk teknik perumusan indikator soal perhatikan kiat berikut :
1. BILA SOAL TERDAPAT STIMULUS, menempatkan stimulusnya (kondisinya) di awal kalimat
     Rumusan indikatornya:
     Disajikan …, siswa dapat menjelaskan, menentukan, menuliskan ….
2. BILA SOAL TIDAK TERDAPAT STIMULUS, menempatkan objek dan perilaku di awal kalimat
    Rumusan indikatornya:
    Siswa dapat membedakan ….
 
Contoh Hubungan Kd, Materi, Indikator Dan Bentuk Penilaiannya.


KD: melaksanakan ibadah salat fardu, salat sunat, salat berjamaah, salat Jum’at, salat jamak, dan salat qasar.
INDIKATOR: dapat melaksanakan salat fardu
MATERI: Ayat-ayat Al Qur’an
BENTUK PENILAIAN: Praktek/Demonstrasi
SOAL: Praktekkan salat Zuhur

Pedoman Penskorannya 
NO
Aspek Yang Dinilai
Skor
1.
2.
3.
RUKUN SALAT:    Dikerjakan sempurna
                               Dikerjakan kurang sempurna
                               Dikerjakan tidak sempurna
BACAAN SALAT:  Bacaan sempurna
                               Bacaan  kurang sempurna
                               Bacaan tidak sempurna
MELAKUKANNYA “TUMANINAH”
3
2
1
3
2
1
1
 

 


Wednesday, February 11, 2015

Chained Water - Time Bomb - Tarzan Swing

Dear SDIT Alamania, outbound pekan ini adalah jadwal untuk kelas atas. Kelas 4, 5 dan 6. Hari Rabu adalah hari outbound untuk kelas 5. Satu kegiatan outbound akan berlangsung dalam 3 sesi. Pemanasan, Fun Game dan High Impact berikut Low Impactnya. Pada kesempatan kali ini siswa kelas 5 melakukan pemanasan menggunakan gerakan senam yang diiringi lagu. Senam bernuansa aerobik ini cukup membuat panas siswa-siswi. Tak heran jika keringan langsung mengucur deras di sela-sela rambut kepala. Setelah pemanasan rehat sebentar untuk meneguk air sebanyak mungkin supaya dehidrasi bisa tercegah. Segar kembali dilanjut kemudian dengan fun game. Kali ini yang dimainkan adalah Air beranting. Semua siswa dibawagi menjadi 6 kelompok. Setiap kelompok bertugas untuk memindahkan air yang dikantongi dalam sebuah plastik secara beranting setiap anggota kelompok. Kelompok yang menang mereka yang mampu memindahkan air paling banyak.
 Siswa akan belajar untuk mengatur strategi. Antara kecepatan dan kehati-hatian dalam merantingkan air dalam plastik. Dari fungame ini akan mudah sekali teramati siapa saja yang sudah well-cooperated, mudah bekerjasama. Siapa yang justru egois, asal dirinya sudah melewatkan air. Bagi anggota kelompok yang tidak berhasil merantingkan air dan justru menjatuhkan maka dipersilahkan untuk tidak ikut kelanjutannya.
Selesai fungame dilanjutkan dengan game low impact dan high impact. Tiga kelas secara bersiklus keliling 3 pos. Pos Time Bomb, pos kepramukaan dan pos Tarzan Swing. Di Time Bomb setiap kelas dibagi 4 kelompok yang terdiri dari 5-6 anggota. Setiap kelompok bertugas untuk menyelesaikan misi menjinakkan bom dengan waktu 10 menit. Mereka hanya diperkenankan menggunakan tali dan karet ban. Bom berupa botol kecil berisi air yang harus dipindahkan ke dalam area radioaktif. Sehingga setiap anggota tidak diperkenankan melewati batas area. Jika botol yang dipindah tumpah maka bom akan meledak dan misi gagal. 
Kecermatan dan kerjasama full dibutuhkan supaya misi berhasil. Perintah pimpinan harus jelas dan semua harus taat. Sedikit saja ada yang bergerak sendiri akan mengakibatkan bom tumpah dan dummmm . . . Sedikit nuansa rasa kecewa ketika bom gagal terjinakkan. Tapi kesempatan masih ada. 
Selesai pos Time Bomb berpindah ke pos Kepramukaan. Materi Kepramukaan kali ini adalah menyanyikan lagu Mars Pramuka SIT. Lagunya termasuk baru dan wajib dinyanyikan oleh anggota Pramuka SIT dalam setiap kegiatan Pramuka SIT.
 Adzan Dhuhur berkumandang, istirahat bersih diri bersiap untuk sholat Dhuhur di masjid. Tak lupa santap makan siang bersama di kelas untuk menambah kekuatan di pos terakhir, Tarzan Swing.
Selesai makan siang segera menuju ke pos Tarzan Swing. Lokasinya di kali Bedog. Kebetulan kondisi debit airnya lumayan kenceng karena hujan kemarin. Di tengah kali sudah nampak instalasi high impact berupa 4 bambu besar disilangkan dan ditali di tengahnya. Pas di tengah menjulur tali yang akan digunakan untuk berayun menyeberang kali.
Kelihatannya mudah, tapi begitu melakukan butuh koordinasi antara kekuatan, ketepatan mendarat, dan paling penting, keberanian saat mengayun. Di bawah mengalir sungai Bedog yang deras. Meski sudah pake pelampung tapi masih saja ketakutan datang menghinggap. 
Kekurangtepatan dalam mendarat bisa berakibat tercebur ke air. Biasanya diakibatkan tali yang dipegang terlalu pendek. Atau bisa jadi karena kaki yang harusnya ditekuk keburu lurus jadinya nginjak air deh. Sesi pertama ngayunnya dari tempat yang tinggi ke rendah. Nah sesi keduanya lumayan menantang karena posisi pendaratan sedikit naik. Ngayunnya butuh lebih kuat.
Tapi alhamdulillah semua anak antusias dan berani menjalani. Karena setelah mereka selesai menyelesaikan semua tantangan akan dapat bonus. Bermain di kali.
Itu bonus yang sangat ditunggu-tunggu. Meski tetep hati-hati, di musim hujan ini banjir bandang kadang datang tiba-tiba. Ustadz-ustadzah tetep mengawasi dan juga mendokumentasikan aksi mereka.