Wednesday, February 17, 2010

Inggris atau Arab

Maksudnya?  Dua-duanya emang bahasa yang harus digunakan disamping bahasa Indonesia dan Jawa. Tiap Rabu jadi hari bertambahnya kosakata Inggris dan Arab. Dan begitu udah dikenalin bahasa Inggris dan Arabnya, jadi 'haram' kalo diucapin pake bahasa Indonesia di sekolah. Bagi yang nglanggar, udah deh iqob/hukumannya ngucapin kata dalam Inggris ato Arab 10 kali.

Selain pengenalan kosakata, di beberapa tempat ditempel beberapa frase dalam bahasa Inggris yang paling sering diucapkan. Sehingga begitu anak masuk ruang langsung mengucapkan.

Supaya kosakata baru selalu nempel di setiap saat. Pun juga saat bermain. Dibuatlah permainan bahasa juga. Ada Kartu Kwartet bahasa. Sambil bermain eh gak kerasa udah hafal puluhan kosakata baru. Alhamdulillah . . . .

Sunday, February 14, 2010

Silaturrahiim dan Bakti Sosial di Ponpes Ar-Rahmah

Dewan Kelas 5B Ahad ini menyelenggarakan kegiatan sosial sekaligus family gathering. Wah, memang 5B termasuk kelas yang Dewan K elasnya pada kompak. Acaranya adalah silaturrhiim dan bakti sosial ke Pondok Pesantren Ar-Rahmah di daerah Srandakan Bantul. Karena termasuk wilayah yang deket dengan pantai, sekalian dilanjut acara keluarga ke pantai Kwaru. 

Rombongan tiba dan disambut oleh ustadz Aonillah sebagai pengasuh pondok. Diawali dengan ramah tamah serta perkenalan, rombongan dan beberapa santri duduk nyaman di masjid pondok. Rombongan dipimpin oleh ketua Dewan Kelas 5B, bu Yani. Hebatnya lagi, untuk koordinasi digunakanlah facebook karena untuk kopdar/ketemu waktunya pada gak sempet, sibuk smua. Wuih, canggih banget, patut dicontoh nih.

Pondok Ar-Rahmah merupakan wakaf dari kakak Almarhum Kyai AR Fachrudin yang dulu pernah memimpin Muhammadiyah. Berdiri kurang lebih 5 tahun yang lalu.

Dengan 42 santri yang berasal kebanyakan dari luar Jogja. Bahkan ada yang berasal dari Timur Indonesia. Maluku, NTT. Meski dari jauh semangat belajarnya juga tinggi. Dari usia SD hingga beberapa santri sudah ada yang kuliah.Awal berdiri seluruh pendanaan dipenuhi sendiri. Sehingga hidup dengan penuh kesederhanaan. Pernah, para santri makan sehari cuma 2 kali. Namun tidak mematahkan semangat belajar mereka. Alhamdulillah, sekarang sudah beberapa donatur mensupport keberlangsungan pondok. Termasuk rombongan SDIT Alam juga memberikan tali kasih beberapa perlengkapan baik yang benda mati maupun hidup.

Yang benda mati ada beberapa sepeda, pakaian. Sedangkan yang hidup berupa ayam kampung beserta kandangnya.

Rombongan disuguhi pertunjukan panjat pohon Kelapa. Meski anak-anak sudah biasa memanjat menara SDIT Alam namun masih saja heran betapa tingginya pohon Kelapa dipanjat dengan santai oleh santri.

Tidak cuma nglihat. Ternyata sambil manjat, santri juga metik Kelapa Muda. Wah, bakal jadi jamuan siip nih. Ya udah, pada cepet-cepet biar gak kehabisan.

Makan emang enaknya kalo bareng-bareng. Begitu air Kelapa Muda diminum langsung deh dagingnya jadi rebutan untuk dikerok. Yummi, manis skaliii

Nah gini nih caranya minum airnya. Seger bener. Seperti minuman bersoda. Kalo bersendawa seperti ada uap yang keluar dari hidung. Udah deh, acara jadi tambah seru. Ayah-Ibu, Papa-Mama, Umi-Abi bisa ngumpul bareng. Makan Klapa Muda. Begitu puas, segera pamitan untuk lanjut ke pantai Kwaru.

Meski belum ada retribusi untuk masuk tapi pengujungnya udah pada mbludak di hari libur ini. Padahal di sebelah baratnya ada pantai juga. Pandan Simo yang harus bayar 3 ribu tapi malah sepi pengunjung. Wah, bener-bener pengalaman menarik, outing bareng kluarga. Ayo, Dewan Kelas yang lain buat acara yang lebih seru dong . . . . .

Thursday, February 11, 2010

Outing Tema Air

Mengakhiri pembelajaran tema Air, kelas 3 mengadakan outing untuk memperdalam pengalaman. Dipilihlah 3 obyek yang akan menjelaskan lebih dalam dan banyak tentang air. Pertama, BMKG, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika unit 2 Jogja. Kedua, Dinas Pemadam Kebakaran Kota Jogja. Terakhir, Wisata kuliner dan outbound di Sego Wiwit.

Di BMKG kita semua dijelaskan tentang seluk beluk terjadinya cuaca dan pengaruhnya. Serta, berbagai bencana akibat aktivitas bumi diuraikan juga melalui animasi kartun.

Setelah itu, kami diajak keliling melihat alat-alat pencatat cuaca di Taman Cuaca. Ada alat untuk mengukur kecepatan angin, kelembapan udara, penampakan awan dan lain-lain.

Puas di BMKG, langsung meluncur ke Dinas Pemadam Kebakaran Kota Jogja. Di sana sudah disambut oleh Bapak Prijo sebagai kepala unit. Beliau langsung menjelaskan tentang seluk beluk pemadaman Api. Api itu ternyata bisa menyala karena ada 3 unsur. Api sendiri, bahan bakar dan udara (oksigen). dengan menghilangkan salah satu unsur tersebut sebenarnya sudah cukup untuk memadamkan api. Diperkenalkan juga berbagai macam seragam Pemadam kebakaran. Termasuk pakaian tahan api.

Setelah diterangkan teorinya, kami langsung praktik di lapangan. Pertama latihan pemadaman menggunakan kain basah. Kain basah digunakan untuk menutup sumber api agar oksigen tidak kontak langsung dengan api. Kain dipegang oleh 4 anak. bersamaan ditutupkan dalam sumber api. Pastikan asap putih sudah keluar. Kemudian kain diangkat bebarengan.

Tanda api sudah padam akan keluar asap putih mengepul tebal. erarti kebakaran sudah berhasil dipadamkan.

Selanjutnya, teknik pemadaman api menggunakan semprotan air. dengan bantuan mobil pemadam, selang disalurkan. Setelah sumber api menyala, mulailah semprotan diluncurkan. Dalam waktu singkat api langsung padam.

Perjalanan berlanjut ke rumah makan Sego Wiwit. Letaknya di ringroad barat, pas persilangan antara selokan mataram dan sungai Bedog. Setelah sholat Dhuhur berjama'ah langsung santap bareng Nila goreng tepung pake cap cay. Anak-anak tak sabar untuk segera main di wahana permainan disitu. Sehingga selesai makan dalam waktu singkat.

Hanya dengan Rp. 10.000 bisa merasakan 4 macam permainan. Ada outbound, perahu kano, renang, kolam arus, trampolin, flying fox dan lain-lain.

Pokoknya lengkap banget deh pengalaman outing kali ini. Makin mantap setelah belajar tentang air.

Monday, February 8, 2010

Membuat Ice Cream

Melanjutkan belajar tema air, sangat menarik memasuki pembelajaran SBK (Seni Budaya dan Ketrampilan). Serasa batas-batas lepas. Kreativitas melambung tinggi nan luas. Wuih . . . apaan nih. Gini, maksudnya dengan tema air mau berkreasi apapun terbuka lebar. Baik berupa seni rupa, seni instalasi, lukis bahkan musik pun kini ada yang menggunakan media air. Tapi seni yang satu ini selain bisa dinikmati secara dengan melihat, bisa juga dinikmati dengan mengecap.

Emangnya seni apaan sih, kok keliatan pada serius gitu liatnya?

Yup tepat sekali. Ni anak-anak baru liat demo mbuat es krim. Banyak skali loh bahan yang dibutuhkan untuk membuat es krim. Pake santan, gula, tepung kanji, susu kental manis. Itu semua bahan yang dimasukkan ke dalam mesin pengolah. Sedangkan untuk bahan pendinginnya dipake es balok yang dihaluskan dicampur dengan garam kasar.

Satu persatu bahan dimasukkan ke dalam mesin pengolah es krim. Siswa-siswa terpancing keingintahuannya. Sehingga tak sabar untuk melihat makin dekat. Kurang mantap melihat ditambah juga menjumput pecahan es bercampur garam.

Setelah semua bahan masuk, tibalah saatnya untuk memutar mesin. Supaya semua bahan bisa tercampur dengan baik dan mengental menjadi krim.

Nah, tinggal nunggu. Sekitar  satu setengah jam. Ck..ck.. lama juga ya, akhirnya es krim yang ditunggu-tunggu jadilah. Semua gak sabar untuk segera menikmati. Baik dari segi wujudnya maupun rasanya.

Wednesday, January 27, 2010

Berburu Awan

Belajar tentang air memang mengasyikkan. Di kehidupan sehari-hari kita tidak akan lepas dengan salah satu makhluk Allah ini. Hampir setiap sisi kehidupan ia akan hadir. Jika kehadirannya jarang alias sulit ditemukan, biasanya kehidupan di sekitarnya akan mengalami kesusahan. Persis, yang dirasakan oleh saudara-saudara kita yang mengalami kekeringan. Sebaliknya, kelimpahannya hingga tidak terkontrol juga mendatangkan kesusahan. Bahkan bencana, banjir.



Nah, kali ini siswa SDIT Alam menjalani pembelajaran bertemakan air. Banya fakta mengejutkan yang ditemukan. Ternyata air di atas bumi ini mengalami siklus atau perputaran. Sehingga hampir dipastikan jumlah air di bumi ini selalu tetap. Artinya, satu saat air yang kita minum suatu saat bisa jadi digunakan mandi oleh kerbau di sungai. Atau, air bekas rendaman cucian karena sudah bersiklus menjadi ice cream yang dipajang di mall.



Berbicara air berlanjut hingga topik cuaca. Tahu nggak kalian, ternyata yang membuat perubahan cauca itu salah satunya disebabkan oleh adanya kegiatan awan. Sungguh mengejutkan, awan itu sendiri adalah air yang berujud gas dan kristal es yang mengambang di udara. Secara umum kita kenal ada 3 jenis awan. Ada awan Cirrus. Nah, jika banyak awan cirrus pertanda cuaca akan cerah. Awan ini berada paling tinggi.

Siswa-siswi mencari mana awan cirrus. Mm. .mmh . . langit membiru. Cerah. Pastilah awan cirrus akan berarak melukis langit.



Nah, yang kedua adalah awan Cumulus. Awan ini berbentuk seperti bunga kol. Berwarna putih. Ketinggiannya berada di bawah cirrus.

Yang ketiga, awan Stratus. Awan ini yang paling berperan mendatangkan hujan. Paling rendah, dengan warna kelabu. Begitu banyak angin bertiup siap-siap menerima jatuhnya titik-titik air.

Monday, January 25, 2010

Mencuci Baju Pake Biji Lerak

Di tengah maraknya laundry di tengah masyarakat kita, di satu sisi ada nilai positifnya. Banyak masyarakat yang mempunyai tambahan penghasilan dengan usaha tersebut. Namun di sisi lain, orang kemudian jadi males untuk mencuci pakaian. Memang sih lebih praktis. Tinggal ninggalin pakaian, ditimbang berapa kilo, milih jenis pewangi kesukaan, udah deh. Tinggal tunggu beberapa jam untuk yang ekspres langsung bisa diambil. Terutama anak-anak. Mereka jadi ngandelin orang lain untuk cuci baju. Kemandirian menjadi berkurang. Sehingga jika pas di saat kondisi harus cuci baju sendiri jadi bingung. Karena belum pernah punya pengalaman diajari cuci baju.

Untuk melatih salah satu ketrampilan hidup ini, siswa-siswi Sekolah Alam Jogja melakukan kegiatan short course cuci baju. Nah, supaya siswa mengerti dahulu sejarah sebelum ditemukannya deterjen, mereka diminta untuk mencuci dengan menggunakan biji Lerak.

Ternyata tidak semua orang tahu tentang manfaat biji Lerak. Dengan menggosokkan di atas pakaian yang basah ternyata biji tersebut bisa mengeluarkan busa.

Nah begitu selesai prosesi gosok-gosok bajunya, dilanjut dengan bilas. Alhamdulillah, tempat yang dipake merupakan mata air sehingga tidak begitu kekurangan air. Di kesempatan akhir baju yang udah selesai tinggal dijemur.





Friday, January 22, 2010

Kingkong Climbing

Materi outbound pekan ini untuk semua kelas adalah Kingkong Climbing. Apaan tuh? Nangkep Kingkong? Apa Jadi Kingkong?

Oo ternyata panjat dinding tho. Iya manjat sih cuman yang dipanjat tu bukan dinding. Tapi, manjat menara. Seluruh siswa diharuskan memanjat menara bagian barat ini menggunakan tali tambang. Tapi tetep diamankan emnggunakan tali webbing dan harnes. Tiap kelas mempunyai target masing-masing. Siswa kelas 4, 5 dan 6 diharuskan manjat sampe lantai 4. Kelas 3 diharuskan manjat sampe lantai 3. Dan kelas 1 dan 2 cukup sampe lantai 2 saja.

Alhamdulillah, sebagian besar siswa berhasil mencapai target. Yach, seperti biasa, beberapa anak harus pake nangis dulu sebelum manjat. Jadinya perlu dibujuk dan dimotivasi dulu supaya mau dan berani manjat.

Satu pengalaman menantang pekan ini tlah usai. Pekan depan kan menyongosng tantangan baru lagi.