Thursday, December 11, 2008

Tukar Binder

Begitu anak-anak menyebut permainan tren terbaru SDIT Alam. Binder, buku dengan cover keras, halamannya bisa ditambah-dikurang. Dikunci pake penjepit. Sering disebut dengan loose leaf. Halaman dengan ornamen gambar dan hiasan. Ada yang Naruto, Ben Ten, Avatar, dan tokoh-tokoh kartun lainnya.

tukar binder

Pada awalnya, hanya satu-dua anak yang mulai. Itu saja pake cara tukeran. Satu anak melihatkan koleksi binder kepada satu anak yang lain. Begitu juga sebaliknya. Mana yang disuka. Itu yang diminta. Jumlah yang diminta harus sama banyak yang diberikan. Yap tepat kayak jual beli jaman dulu. Barter. Tuker menukar barang.

Tukar Binder

Ternyata, pabrik binder juga gak ketinggalan. Mereka makin banyak membuat berbagai macam warna loose leaf. full color lagi. Dan tren ini makin menular ke kelas lain. Ke adik kelas dan kakak kelas. Yang sudah lihai tukeran makin mengembangkan tren ini dengan menggunakan sistem uang dalam bertukar binder. Wah, jaman udah berubah nih. Berkembang, dari masa barter masuk ke masa sistem uang.

Tukar Binder

Dan jadilah tren tukeran binder menjadi jual beli binder. Setiap anak semakin kreatif untuk memburu binder yang paling unik dan cantik. Ada yang rela membayar tinggi untuk binder favorit. Meski pasaran  ramai, besaran uang masih terkendali. Maksimal Rp. 1000 per lembar untuk loose leaf dengan gambar terindah.

Tukar Binder

Ada yang mau ngikut tren ini. Makin kreatif lagi kalo kamu buat bindermu sendiri. Jika perlu dilukis sendiri. Kan jadi limited edition, artinya edisi terbatas. Wah bakal mahal tu binder kamu.

Wednesday, December 10, 2008

Qurban : Lebih Dekat

Kita Dekat Sama Alloh SWT



allah

Inna a’thoina kal kautsar. Fasholli lirobbika wanhar. Innasyaani akahuwal abtar”. “Sungguh, Kami (Alloh) telah memberimu (Muhammad) nikmat yang banyak. Maka bersholat karena Tuhanmu dan berqurbanlah (sebagai ibadah dan mendekatkan diri kepada Alloh).Sungguh, orang-orang yang membencimu dialah yang terputus (dari rahmat Alloh).


Taat itu memang indah kan. Coba bayangkan bagaimana dahulu qurban nabi Ibrahim sama nabi Ismail dan juga dilakukan nabi Muhammad itu masih saja dilakukan hingga sekarang. Semua muslim di dunia. Tanpa melihat warna kulit, rambut, bahasa, bangsa. Karena hanya ada satu, KETAATAN. Taat yang akan mendekatkan diri kita kepada Alloh.


Kakak Kelas Dekat Sama Adik Kelas



senior-junior01

senior-junior02


Biasanya di sekolah tu ada senior atau kakak kelas dan junior, adik kelas. Biasanya juga yang junior tu harus taat, tunduk sama senior. Makanya ada perploncoan. Adik kelas dikerjain sewaktu masuk sekolah pertama kali. Alhamdulillah, di SDIT Alam gak sampai ada seperti itu. Yang ada, senior justru harus ngemong sama juniornya. Sebaliknya junior menghormati seniornya. Eh, tapi mereka tidak sebut senior-junior ding . . . Sudah tentu, qurban akan semakin mengeratkan kedekatan antara kakak kelas dan adik kelas.


Siswa Dekat Sama Kambing


anak-kambing


anak-kambing02


anak-kambing03


Terlalu sering siswa belajar dengan benda yang tidak nyata. Melihat gambar meski full color dengan menyentuh langsung bendanya sangatlah beda. Jauh lagi. Apalagi bagi siswa yang tinggalnya di kompleks perumahan. Di perkotaan. Untuk ketemu kambing langsung sampai nyentuh saja jarang. Qurban membuka kelas khusus. Kelas untuk mengenal perilaku, makanan, anatomi, kerangka, harga kulit, cara menguliti, mengiris daging, bau khas, kotoran KAMBING.


Siswa Dekat Sama Ustadz-Ustadzah



guru-siswa01

guru-siswa02


guru-siswa03


guru-siswa


Saat di kelas tentu ustadz ya ngajar, sedangkan siswa diajar. Meski bisa dekat tapi masih aja ada beda peran. Lihat saja, dari seragamnya, dari ruangannya, dari alat tulisnya, dari snacknya. Beda deh. Lha, pas qurban ini, semua beda tadi tiba-tiba gak ada. Coba aja, sama-sama nguliti kambing. Sama-sama ngiris daging. Sama-sama cuci jerohan. Sama-sama bagi daging qurban. Sambil ngobrol, bergurau hingga tak sadar kalo masing-masing itu adalah siswa dan ustadz.


Ustadz-Ustadzah Dekat Sama Orang Tua Wali



ortu-guru

Sama-sama sebagai orang tua siswa. Orang tua kalo di rumah. Pas di sekolah, orang tuanya ya ustadz. Sangat tentu ada kesulitan untuk menjadi dekat. Memang sih ada beberapa orang tua yang aktif. Sewaktu jemput siswa langsung ngobrol sama ustadz ato ustdzah. Tapi gak enak juga kan lama-lama. Atau ada yang nyempatin nelpon or SMS. Belum juga merasa dekat. Alhamdulillah, qurban membuka peluang. Orang tua dan ustadz sambil sibuk menggarap kambing, sangat nyantai untuk berkomunikasi. Ngobrol, curhat, usul bahkan pujian (alhamdulillah . . .)


SDIT Alam Dekat Sama Masyarakat



sdit-masy01

sdit-masy02


sdit-masy03


Biasanya nih kalo pas musim hari raya Idul Fitri sama Idul Adha tu berita di TV pasti sama. Menyedihkan. Banyak warga yang antri berdesak-desakan hingga saling injak untuk mendapat zakat atau daging qurban. Sungguh memprihatinkan. Supaya kejadian serupa tidak terjadi. Sekaligus silaturrahmi dijunjung tinggi. Siswa dan ustadz-ustadzah membagikan langsung ke rumah-rumah warga sekitar. Kita kan bisa lebih tahu kondisi warga yang akan dibagi daging qurban. Nggak usah heran ada daftar nama warga sewaktu dicari, rumahnya tu ternyata dua lantai. Kaya deh. Wah harus dibatalkan nih. Diganti dengan warga lain. Yang lebih membutuhkan.

Wednesday, December 3, 2008

Wahana Baru : Wall Climbing

Eh, ada kabar baru nih. Di SDIT Alam ada wahana permainan outbound baru. Wah, apaan tuh ? Itu tu Wall Climbing atau Panjat Dinding. eh, udah pernah nonton film Vertical Limit belom? Film lagi- film lagi. Wah si Admin ni emang doyan nonton film.

vertical_limit_ver1

Itu, film yang menceriterakan keluarga pendaki gunung profesional. Kalo lihat wahana baru ni jadi inget film itu. Seru lho filmnya. Sangat menyentuh. Saat sebuah adegan seorang ayah yang menyuruh untuk memotong tali penyelamatnya agar kaitan paling atas bisa menopang kedua anaknya. Film dengan lokasi di pegunungan Himalaya, tempat bergengsi yang menjadi tujuan penaklukan para pendaki dunia. Di film itu ada juga lho pendaki muslimnya. Saat mendaki di atas Himalaya dilihatkan adegan sholat yang tidak dilupakan meski kondisi yang sangat payah. Stop disini ulasan filmya.

dsc_7394

Lha tentang wahana baru itu. Memang sengaja dibuat untuk melatih mental dan skill dalam memanjat dinding. Meski terbuat dari bahan sederhana, jalur setinggi kurang lebih 8 meter itu rencananya nanti akan dikembangkan untuk track dengan tingkat kesulitan yang lebih rumit. Wah ditanggung makin asyik deh. Makin banyak mainan di SDIT Alam Nurul Islam . . .

dsc_7397

TKM (Tes Kendali Mutu)

Sekarang ini ada nama baru lagi yang harus dikenal. Untuk menyebut istilah tes semester. TKM, Tes Kendali Mutu. Wah terdengar keren ya. Namun nama terkadang tidak cukup mewakili isinya. Buktinya, meskipun diganti nama, tetep evaluasi pembelajaran semester tidak beda dengan yang sudah-sudah. Padahal semua sepakat bahwa KTSP sudah berlaku. Artinya setiap sekolah punya otoritas menyusun kurikulum sendiri. Termasuk di dalamnya cara mengevaluasinya. Tapi, mengapa penyeragaman cara evaluasi masih harus diwajibkan. Padahal sudah jelas bentuk kurikulumnya beda. Apalagi, dalam konsep KTSP evaluasi tidak melulu kognitif. Hanya tes tulis semata. Tapi ada unjuk kerja, penampilan, dll.

Mengkritik, menggerutu saja bukanlah solusi cerdas. SDIT Alam yang resmi menjadi anggota unit pendidikan yang tercatat di Diknas tidak lantas mengamini 100%. Pun juga tidak kemudian menolak habis-habisan. Sebagai terobosannya, tes evaluasi dipake jalan tengah. Artinya, evaluasi Diknas masih diakomodasi sebagai alat banding, kemudian evaluasi model baru dilahirkan. Untuk materi yang harus dilihat unjuk kerjanya, penampilan, ya harus ada evaluasi prakteknya. Seperti Sains, Bahasa, Ketrampilan, Agama.

Untuk pembelajaran Sains misalnya. Tidak hanya fakta Sains saja yang akan menjadi hasil dari pembelajaran siswa. Seperti yang selama ini terjadi. Tapi, paradigma, sikap dan ketrampilan ilmiah juga harus menyertai. Sehingga siswa tidak semata menjadi mesin penghafal fakta-fakta sains.

dsc_7450

dsc_7452

Untuk evaluasi sains, SDIT Alam menyelenggarakan dalam bentuk praktek. Seperti yang dilakukan oleh beberapa kelas. Kelas satu, untuk menanamkan sikap bersih diri, mengenalkan tabiat dari mikrobia yang merugikan manusia, setiap anak diminta menunjukkan praktek mencuci tangan yang benar. Kemudian dilanjutkan dengan kemampuan identifikasi mereka terhadap benda-benda sekitar.

dsc_7460

Untuk mengenal tentang biji-bijian, siswa kelas 2 harus mengenal benar ciri khas setiap biji. Dari bentuk, warna, kontour, hingga bau. Keharusan mengamati langsung menjadi hal yang tidak bisa dihindarkan.

dsc_7457

dsc_7465

Kelas Tiga, semester ini mempelajari masalah Makhluk Hidup. Termasuk didalamnya klasifikasi makhluk hidup. Serta mengenal zat aditif dan pengaruhnya bagi pertumbuhan Manusia sebagai makhluk hidup. Untuk menguji kemampuan Taksonomi siswa mereka diminta mengelompokkan hewan berdasar pengamatan gambar sesuai dengan keluarga hewan tersebut. Selanjutnya, mereka diuji kemampuan identifikasi bahan kimia dengan menggunakan indera baik penciuman, perasa dan pengecap untuk mengenal zat aditif dan pengaruhnya bagi makanan.

dsc_7473

dsc_7474

Kelas Enam, dengan pembelajaran yang sudah mulai kompleks. Mereka diminta menerangkan tentang sistem organ perkembangbiakan manusia. Melalui sebuah gambar. Sekaligus setelah itu mereka diminta untuk menerangkan tentang bagian-bagian bunga dengan obyek langsung.

Dengan pengamatan obyek langsung, akan teramati bagaimana Sains itu diserap oleh siswa. Sehingga tidak sebatas terbangunnya pengetahuan namun jauh mendalam menjadi sikap dan perilaku yang ilmiah. Yach, idealnya seorang anak yang sudah menjiwai sains itu akan tumbuh sikap skeptisnya. Tidak serta merta rela menerima sebuah pengetahuan tanpa diuji dahulu hingga muncul pembuktiannya. Atawa tidak heran munculnya kearifan sikap anak terhadap alam sehingga langsung cerewet manakala melihat ada orang yang boros menggunakan air. Atau membuang sampah sembarangan. Bahkan tidak tinggal diam melihat aktivitas yang sudah terbukti berbahaya (bahkan keluar langsung dari pabrik pembuatnya) tapi masih banyak orang melakukannya. Yaitu Merokok . . . .

Friday, November 21, 2008

Bullying . . . Apaan tuh ?

Beberapa pekan ini SDIT Alam mendapat kehormatan dijadikan obyek penelitian oleh mahasiswa Magister Profesi Psikologi UGM bidang Pendidikan. Mereka mau neliti tentang Bullying. Wah apaan ya Bullying itu. Kalo denger kata Bully jadi inget sama film Ant Bully.

ant-bully-1

Itu tu film seorang anak kecil yang gangguin koloni semut gara-gara ia selalu diganggu oleh temannya yang mempunyai fisik lebih gede dan lebih kuat. Tapi ternyata si anak itu kemudian disihir oleh salah satu semut prajurit sehingga tubuhnya mengecil sebesar semut. Semua semut ramai ingin memangsanya. Tapi sang ratu semut memutuskan agar si anak dididik agar hidup seperti semut. Akhir cerita, si anak bisa hidup seperti semut. Termasuk jalan di dinding tanpa jatuh. Bahkan ia ikut serta dalam menggagalkan seorang pembasmi serangga yang akan memusnahkan koloni semut. Gitu ceritanya . . .

dsc_7384

Trus, yang dimaksud Bullying tadi apa . . . Kata seorang ahli psikologi, Bullying itu adalah salah satu perilaku agresif dengan kekuatan yang dominan pada pelaku yang dilakukan secara berulang-ulang bertujuan untuk mengganggu anak lain atau korban yang lebih lemah. Tu kan. Sama kan yang dilakukan si anak tadi ke koloni semut. Karena si anak merasa lebih kuat dibanding dengan koloni semut yang lebih kecil dan lebih lemah. Ternyata perilaku ini banyak dijumpai di sekolah. Baik SD maupun hingga SMU.


Lalu, bentuk Bullying tu gimana sih? Ternyata ada yang fisik seperti memukul, meninju, mencuri, merusak. Bentuk verbal seperti menghina, mencemooh. Bentuk Psikologis seperti nyebar berita bohong, fitnah. Biasanya pelaku bullying itu di tempat yang jauh dari pengawasan orang dewasa. Di kamar mandi, lorong, tempat bermain.


dsc_7385


Trus tanda-tanda anak yang menjadi korban Bullying tu gimana? Anak korban Bullying akan berubah. Prestasinya turun, minder, takut, cemas, paling parah anak mogok sekolah. Dahsyatnya lagi, jika pelaku Bullying tidak diketahui dan terus-terusan, akan berakibat sebagai bibit Kriminalitas di masa dewasanya. Ternyata, para pelaku kriminal termasuk pencuri, perampok, copet, itu jika dirunut semasa kecilnya mempunyai kebiasaan untuk jail dengan teman yang lebih lemah darinya. Jadi, Bapak-Ibu Guru, Ustadz-ustadzah dan Bapa-Ibu orang tua wali siswa mulailah untuk mengenali gejala Bullying, supaya masa depan anak-anak menjadi baik. Tidak menjadi seorang yang minder, tertutup atau sebaliknya, menjadi penjahat yang bringas . . . .


Monday, November 10, 2008

Cegah Global Warming

Masih di tema Lingkungan. Selain masalah sampah yang sering mengganggu lingkungan, ada masalah lebih besar lagi yang mengancam bumi ini. Lingkungan tempat kita berpijak. Rumah tempat milyaran manusia hidup. Pemanasan Global atau istilah kerennya Global Warming (bukan global warning lho). Makhluk gerangan apakah itu ? Ternyata suhu di bumi sekarang ini mengalami kenaikan yang dahsyat. Wah jangan asal menyebar isu, mana buktinya ?

59ge

gambar di atas diambil dari www.masihjniespnya.wordpress.com perbandingan foto dua gunung di tahun 1985 dan 2002. terlihat salju yang menutupi puncak gunung hilang mencair. Hal itu terjadi tidak lain disebabkan oleh menaiknya suhu bumi. Lho kok bisa ? Ya iyalah, begini ceritanya . . . .

482821180_45e62ebfdd

Panas matahari yang mengenai bumi itu dipantulkan kembali ke atas. Panas itu harusnya bisa lolos ke udara bebas, tapi ternyata tertahan oleh awan dan gas CO2 yang mengelilingi bumi. Terus panas tadi malah memenuhi bumi. Jadilah bumi semakin panas. Panas semakin tertahan karena jumlah gas CO2 atau karbondioksida semakin banyak. Lho emangnya siap sih biang keladinya ?

global-issues-warming-400a042007Segala kegiatan yang menghasilkan asap dari pembakaran menyumbang peran dalam menambah banyaknya gas CO2. Pabrik, asap kendaraan, pembakaran sampah, dll. Bahkan yang perlu diperhatikan lagi pada kegiatan peternakan. Lho kok bisa ? Iya, sebab peternakan hewan akan banyak membutuhkan energi, mulai dari kandang, penerangan, pengolahan makanannya, pengangkutan bahkan dari kotorannya menghasilkan gas NO (Nitrogen Oksida) yang lebih dahsyat menyebabkan global warming dibandingkan CO2.


Oleh karena itu salah satu solusinya adalah mengganti gaya hidup makan sayuran harus lebih digalakkan. Menjadi kaum vegetarian gitu. Nah, siswa SDIT Alam tak mau ketinggalan. Dalam berkampanye makan sayuran, mereka belajar masak berbahan baku dari sayuran. Paling mudahnya buat gado-gado. Apalagi ternyata ada beberapa anak yang memang tidak suka sayuran.

global01-copy

Anak-anak ditugasi membawa berjenis sayuran. Bayam, tauge, kacang panjang. Selain itu dilengkapi dengan bahan non hewani lainnya. Tempe dan tahu. Yang butuh dilakukan pertama kali adalah kegiatan memotong sayuran. Menjadi potongan kecil-kecil supaya rebusan cepat matang. Setiap kelompok kompak untuk merasakan pengalaman memotng sayur. Habisnya selama ini belum sempat diberi kesempatan sih. Paling tugasnya cuma diminta beli sayur, tahu-tahu dah tersedia manis siap santap di meja makan. Jadi gak tahu proses masaknya.

global02
Saking semangatnya, suasana kelas berubah wujud. Seperti saat pasar sayuran sedang mulai kegiatan. Di sana sini berhmabur potongan sayuran. Ah, gak pa-pa. Ya kalau mau Belajar ya gak masalah Kotor kan, bukan nirukan iklan sebuah produk detergent lho. Tapi penasarannya itu lho, membuat semangat anak untuk menyelesaikan kerjaan potong memotong sayuran.


global03Nah, begitu selesai memotong. Kerjaan berikutnya adalah merebus sayuran. Sebenarnya cara ini kurang bagus sebab berakibat banyaknya vitamin terutama C yang larut di air. Tapi ya karena waktu terbatas ya bagaimana lagi. Tiap kelompok antri merebus, karena kompor yang disediakan cuma ada 2 buah. Ternyata tiap jenis sayuran memakan waktu berbeda untuk marang benar. Untuk sayuran yang berlapis tipis seperti bayam lebih cepat, sedangkan yang tebal seperti kacang panjang agak cukup lama agar menjadi empuk. Yah, jadi kacang panjang dulu yang masuk kemudian bayam menyusul sebentar saja perebusannya.

global04Nah, setelah semua bahan matang. Tinggal diracik serta ditambahkan bumbu cairnya. Juga dibuat dari bahan tetumbuhan, bukan hewan. Eh, tapi kok itu ada telurnya ya. Telur kan hasil dari hewan, gimana itu ? Ups, iya ya, ya yang namanya gado-gado, kalau tanpa telur serasa kurang lengkap. Tapi, gak salah nanti kreasi gado-gado terbaru murni mengurangi bahaya Global Warming, alias murni dari tetumbuhan. Ayo, siapa berani menerima tantangan ini  . . . .

Sunday, November 2, 2008

Recycling [Daur Ulang]

Ganti tema, itu adalah saat yang mengayikkan. Mengapa ? Ibarat baca buku novel berseri, Laskar pelangi misalnya. Seperti ganti sequel. Habis baca sequel pertama ‘Laskar Pelangi’ berlanjut ke sequel kedua, ‘Edensor’. Atau seperti liat film Harry Potter. Setelah melihat ‘Philosopher’s Stone’ berlanjut ke sequel ‘Chamber of Secrets’ dan seterusnya.



Tentang film, anak-anak diawali melihat film ‘Idiocracy’. Sebuah film komedi yang bercerita tentang betapa semakin lama nanti manusia akan semakin turun tingkat kecerdasannya. Lho kok bisa ? Sebab orang-orang malas dan bodoh yang semakin mempunyai anak. Banyak lagi. Sedangkan, orang-orang cerdas, seperti para peneliti, ilmuwan, tidak mau mempunyai anak. Takut mengganggu karirnya. Karena kecerdasan manusia turun berakibat pada perilakunya. Termasuk kepada sampah. Digambarkan betapa orang jaman depan sangat jorok. Rumahnya penuh sampah, bahakn rumah sakit pun. Hingga sampah menumpuk setinggi gunung yang berakibat adanya longsor sampah besar-besaran. Anak-anak terkesima. Karena kemalasan bisa berakibat kebodohan. Temasuk perilaku bodoh terhadap sampah.


Untuk melawan kemalasan terhadap sampah, anak-anak belajar tentang Recycling. Daur ulang sampah. Ternyata sampah yang ada di sekitar kita itu bisa dipilah dan dipilih. Untuk dijadikan barang yang bernilai kembali. Tidak dibiarkan mengonggok mengotori pemandangan dan lingkungan. Mengundang bibit penyakit untuk berpesta pora. Sangat tentu, tidak semua sampah bisa didaur ulang. Sehingga pemilihan dan pemilahan menjalankan perannya. Untuk sampah kertas bisa didaur ulang menjadi kertas kembali. Ataupun hiasan yang bahannya dari bubur kertas. Caranya ?





Pertama, Kertas bekas disobek-sobek dan direndam selama semalam. Setelah jenuh, koran dengan air diblender hingga menjadi bubur halus.



Begitu menjadi bubur, kemudian dimasak diatas api hingga mendidih. Masukkan ke dalamnya lem kayu sebagai perekat partikel kertas.




Begitu sudah menyatu, jika dibuat kertas kemudian dimasukkan ke dalam ember besar untuk kemudian diencerkan dengan air.



Kalo mau dibuat cetakan tidak usah diencerkan tapi bubur itu dijadikan sebagai bahan cetakan. Setelah encer, larutan bubur tadi kemudian dituang ke dalam saringan lembut. Endapan kertas tersaring di atas saringan untuk kemudian dikeringkan. Begitu kering jadilah kertas bekas yang bermotif untuk dijadikan sebagai bahan hiasan.





Untuk sampah bungkus plastik bisa didaur ulang sebagai penghias tas. Bungkus bisa diambil dari berbagai produk. Sabun, permen, mie instan, dan lain-lain. Lihat saja hasilnya, menarik bukan.



Tertarik untuk menjadi pendaur ulang. Menjadi orang yang peduli sampah. Peduli dengan Bumi. Tempat tinggal ternyaman di planet ini . . .