Monday, March 17, 2008

Tanam Padi Merah-Putih (bagian 1)

Senin kemarin, kelas 1 di kegiatan outdoor activitynya ada kegiatan yang baru. Yaitu belajar menjadi petani. Pak Ajikusumo, yang kebetulan juga ayah dari mbak Acintya (kelas 2C) dan mbak Wika (kelas 1C) hadir sebagai ustadz untuk belajar menanam padi. Terkhusus pada dwiwarna, merah-putih. Ada juga yang menyebutnya padi RI-1, karena warnanya sesuai dengan bendera RI.

beras-merah-putih.jpg

Tuh, lihat. Ada dua warna kan. Sebagian merah, sebagian putih. persisi seperti warna bendera kita. Berawal dari teman pak Ajikusumo yang membawa padi merah-putih tersebut yang diambil dari reruntuhan candi di Jogja, kemudian pak Ajikusumo dengan beberapa mahasiswa mengadakan riset untuk menumbuhkan padi tersebut. Padi yang didapat tadi dimasukkan ke dalam selongsong sekam padi kemudian disemaikan dengan hormon. Dengan penuh kesabaran pak Aji dan kawan-kawannya menunggu tumbuhnya bibit padi. Dari 120 bulir padi, yang bisa selamat tumbuh hingga panen tinggal 7 saja. Sungguh seorang ilmuwan itu harus penuh kesabaran.

tanam-beras_02.jpg

Pak Aji dengan kawan-kawannya memberi pelajaran cara menanam padi. Eh, ternyata biji padi yang ditanam sebelumnya harus direndam dahulu dengan pupuk organik cair. Ada pupuk mikro dan makro.

tanam-beras_04.jpg

tanam-beras_06.jpg

Untuk sawahnya, telah disediakan lahan yang terletak di depan kelas 1B. Lapangan yang disulap menjadi sawah. Asyik, ada sawah di depan kelas.

tanam-beras_03.jpg

Wah sungguh seru sekali pengalaman mengetahui cara menanam padi itu. Ah, sungguh mulia para petani, mereka yang telah menyediakan kebutuhan nasi kita setiap hari. Makanya kalau makan nasi harus kita habiskan diiringi dengan rasa terima kasih untuk petani dan rasa syukur kepada Allah SWT. Alhamdulillahilladzii Ath'amanaa wa saqona waja'alna minal muslimiin. Amiin.

Thursday, March 13, 2008

Selamat Jalan Mbak Dian . . . .

dian-in-memoriam.jpg

Innalillahi Wa Innailaihi Raaji'uun . . . . . Berita Duka, telah berpulang ke rahmatullah mbak DIAN FITRIYANI, kelas III B. Kamis, 13 Maret 2008, jam 17.30 WIB dalam sebuah kecelakaan setelah pulang dari Ngaji TPA. Semoga mbak Dian mendapatkan ridho dari Allah SWT. Sungguh merupakan pelajaran yang besar untuk diambil hikmahnya bagi kita semua. Bahwa kematian akan menimpa kepada siapapun yang masih hidup. Sedangkan kapan, tak ada satu manusiapun yang tahu terjadi pada diri mereka sendiri. Mbak Dian telah menempuh sebuah ujian kehidupan, berupa ajal, setelah menyusuri pembelajarannya di kehidupan ini. Selayaknya kita untuk selalu melakukan pembelajaran selama kita masih hidup. Siapapun, kita jadikan sebagai guru kita, orang tua, muda, miskin, kaya, susah, gembira. Belajar di alam raya ini sebagai tempat sekolah kita tanpa batas. Sedangkan pelajarannya adalah setiap persoalan kehidupan kita, untuk mengajarkan kearifan dalam diri kita untuk menjadi seorang manusia. Dan akhirnya, kita semua akan menyongsong saat ujian yang setiap kita boleh jadi waktunya tidak bersamaan dan tidak tahu kapan akan tiba. Selalu, siapkan diri untuk menghadapi ujian itu . . . . . . . .

Monday, March 10, 2008

Logo JSIT

Bagi temen-temen Sekolah Islam Terpadu yang menginginkan logo JSIT bisa download langsung logo di bawah ini

logo-jsit.jpg

untuk logo yang lebih besar klik disini

Sunday, March 9, 2008

Ekspedisi PLTA-Waduk Gajah Mungkur

Untuk tema awal pembelajaran di semester II ini, kebetulan kelas II dan III menggunakan tema pembelajaran yang sama yaitu Energi. Di penghujung tema, pembelajaran dipertajam dengan melakukan outing ke PLTA Wonogiri. Keberuntungan juga berpihak di kelas III, untuk tema Energi kali ini mereka memang fokus mempelajari tentang kincir air listrik.

sekolaha alam

Seperti biasa, sebelum pelaksanaan outing, anak-anak diberi pengarahan tentang apa dan bagaimana yang harus dilakukan di lokasi outing. Karena perjalanan cukup jauh, anak-anak berkumpul dari jam 06.30. Setelah pengarahan dan ceking, saatnya untuk berangkat. Untuk lima kelas peserta, dibutuhkan dua bis besar.

sekolah alam

Setelah menempuh perjalanan selama kurang lebih 2,5 jam, tibalah di PLTA Wonogiri. Pihak pengelola mengingatkan anak-anak supaya tertib, disebabkan di area PLTA banyak terdapat perangkat-perangkat sensitif pengendali listrik

sekolah alam

Sebelum melihat langsung perangkat pembangkit listrik tenaga air, anak-anak dijelaskan dahulu tentang prinsip pembangkitan listrik oleh Bapak supervisor senior PLTA. Meski sudah usia sepuh, tapi masih bersemangat untuk menjelaskan tentang prinsip kerja PLTA. Anak-anak diberi kesempatan untuk berdialog dengan Bapak-Bapak Supervisor.

sekolah alam

Selesai mendapatkan teori pembangkitan listrik, anak-anak diajak untuk melihat langsung kincir air listrik. Di PLTA Wonogiri terdapat 2 kincir air pembangkit. Keduanya mendapatkan tenaga putar dari air waduk yang dibendung.

sekolah alam

Meski tidak bisa melihat wujud langsung kincirnya, minimal anak-anak mendapatkan gambaran betapa besar kincir dan generator yang digunakan.

sekolah alam

Setelah mengamati kincir air pembangkit listrik, anak-anak dibawa ke area transformator, yaitu area untuk menaikkan tegangan yang akan didistribusikan se-Jawa dan Bali. Anak-anak bersyukur sekali mendapatkan pengalaman untuk mengetahui langsung bagaimana terjadinya energi listrik yang sampai ke rumah-rumah mereka. Setelah berpamitan, rombongan ekspedisi melanjutkan perjalanan ke waduk Gajah Mungkur.

sekolah alam



Setelah sholat dan makan, anak-anak diajak melihat di kebun binatang yang berada di dalam area waduk Gajah Mungkur. Perjalanan yang ditempuh menyusuri pinggir waduk yang sangat luas hingga menyerupai laut. Anak-anak mendapatkan informasi bahwa dulunya di dalam waduk tersebut adalah ada beberapa desa yang penduduknya ditransmigrasikan ke luar pulau Jawa. "Jadi di dalam waduk sana ada kuburannya dong, Ust ?", "Ya, tentu pasti" kata ustadz. "Ih, ngeri deh"

sekolah alam

Kebetulan, sesuai dengan nama waduknya, di sana juga terdapat dua ekor gajah yang dipelihara di kebun binatang waduk Gajah Mungkur. Banyak koleksi binatang lain yang terdapat di kebun binatang. Ular Phyton, Buaya, Burung, Landak dll.

sekolah alam

Sebuah pengalaman outing yang menarik bahwa energi air sungguh besar manfaatnya, dengan jumlah yang sedikit bisa untuk minum. Jika berjumlah banyak energinya bisa untuk membangkitkan listrik. Bisa dialirkan untuk pengairan pertanian dan untuk wisata.


Tuesday, February 26, 2008

Outing Go to Campus

Mengakhiri satu tema pembelajaran di semster II ini, kelas IV mengadakan outing dengan obyek di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) dan kerajinan keramik di Bantul. Di UMY, anak-anak melihat dan dipandu untuk memahami alat percobaan di fakultas teknik.

sekolah alam

Keheranan nampak di wajah mereka manakala mengamati setiap instrumen percobaan. Ada perasaan yang timbul, betapa percobaan yang dilakukan penuh kesungguhan, terlihat dari mahalnya peralatan yang dipakai. Setelah memuaskan keingintahuan di fakultas teknik, oleh pemandu anak-anak dibawa ke fakultas kedokteran. Pas banget momennya, karena saat itu sedang ada praktikum Anatomi. Tentu dengan menggunakan mayat sungguhan. Keingintahuan anak-anak mengalahkan rasa takut mereka. Dengan semangat mereka masuk ke ruang praktek mahasiswa yang sedang membedah mayat.

sekolah alam
Bagi yang belum ada gambaran bagaimana dokter bekerja, sedikit terbagi pengalaman tantangan untuk mengalahkan takut mayat. Semoga menjadi tekad yang semakin memperjelas cita-citanya.

sekolah alam
Di akhir perjalanan transit di industri keramik di Bantul. Anak-anak merasakan keuletan sambil melakukan aktivitas pembuatan keramik. Untuk mengetahui betapa tanah akan bertambah nilainya manakala dikemas dan dibentuk menjadi hiasan yang apik.

sekolah alam

Monday, February 11, 2008

Berburu Informasi

Untuk mendapatkan gambaran proyek pembuatan kincir air listrik, siswa SDIT ALam melakukan perburuan informasi. Pertama mereka mengandalkan koleksi buku yang ada di perpustakaan. Seluruh buku disearching untuk mendapatkan langkah-langkah pembuatan kincir air listrik.

sekolah alam

Dengan kerja secara kelompok, setiap siswa berburu buku. Mereka harus memastikan bahwa informasi yang didapatkan harus mampu memberi kejelasan gambaran pembuatan kincir air listrik.

sekolah alam

Dirasa masih kurang, perburuan informasi diteruskan menggunakan internet. Kebetulan, sudah satu pekan ini SDIT Alam sudah mengaktifasi jaringan internetnya.

sekolah alam

Setiap anak berkesempatan merasakan kemudahan mencari informasi di dunia maya. Dunia yang baru bagi mereka. Cukup dengan mengetikkan kata kunci yang disukai, langsung muncul sederetan informasi sekaligus dilengkapi dengan gambar terkait dengan informasi yang dicari.

sekolah alam

Jika sendiri sepi, enaknya memang rame-rame. Setiap anak berlomba untuk mendapatkan informasi yang dituju dengan melatih memilih kata kunci. Pembelajaran ini menyumbang pengalaman siswa untuk terampil berburu informasi sebagai obat pemuas keingintahuan.

Thursday, February 7, 2008

Dari Talk Show Bersama Ust. Fauzhil Adhim

Adalah sebuah kerancuan manakala kecerdasan emosi itu disebut sebagai EQ, Emotional Quotient. Satuan ukur yang pasti. Padahal kecerdasan emosi seseorang tidak bisa diukur satuan pastinya. Jadi lebih tepatnya, Emotional Intelegence (EI). Jika IQ diibaratkan dengan kendaraan, maka EI adalah pengmudinya. IQ bisa dibentuk dari bayi lahir hingga Usberhenti di usia 12 tahun. Setelah 12 tahun, sel otak sudah tidak bisa berkembang lagi, hanya isinya saja yang bisa ditambah. Maka menjadi suatu keharusan untuk mempersiapkan otak anak sedini mungkin sejak bayi. Sedangkan kecerdasan emosi bisa optimal terasah dengan pembelajaran yang bersifat afektif.

sekolah alam

Menurut ust. Fauzhil Adhim, tes-tes seperti THB itu bukanlah alat yang tepat untuk mengetahui kompetensi siswa. Sistem rangking lebih tepatnya bukan dengan membandingkan anak per anak, namun membandingkan satu anak diantara hasil pembelajaran bidang studi. Sehingga kemampuan dominan anak bisa diketahui. Yang menjadi penting dalam perkembangan anak dalam pembelajarannya adalah bagaimana


membentuk kebiasaan belajar. Kebiasaan berpikir matematis, bukan menghafal rumus. Kebiasaan berpikir ilmiah bukannya menghafal fakta-fakta sains. Kebiasaan untuk memiliki sense sosial, bukannya sekedar hafal teori-teori sosial.


sekolah alam