Mbah Surip emang menginspirasi. Buktinya, ungkapannya sering dipake banyak orang untuk mengekspresikan kecintaan. Termasuk siswa-siswa SDIT Alam dalam mengekspresikan kecintaan dan kerinduan akan Ramadhan. Cinta banget. Kangen banget. Ramadhan, I love You Full !
Thursday, August 20, 2009
Ramadhan, I Love You Full !
Mbah Surip emang menginspirasi. Buktinya, ungkapannya sering dipake banyak orang untuk mengekspresikan kecintaan. Termasuk siswa-siswa SDIT Alam dalam mengekspresikan kecintaan dan kerinduan akan Ramadhan. Cinta banget. Kangen banget. Ramadhan, I love You Full !
Monday, August 17, 2009
Peresmian Gedung Syuhada
Jika dengan seksama kita amati selama ini. SDIT Alam tu agak unik dengan gedungnya. Lho, emangnya apa sih yang unik. Dulu waktu SDIT Alam masih ada di kompleks barat, ada gedung yang dibuat dengan bahan kayu sengon.
Gedungnya mirip dengan pondok kayu. Semua kayu sengon digunakan sebagai dinding dan lantai. Trus, disusul dengan gedung yang berada di utara gedung Sengon. Yaitu gedung Glugu atau pohon kelapa.
Nah di gedung Glugu agak elegan dikit. Habisnya udah dua lantai sluruh glugu yang digunakan tampak halus mulus dan diberi lapisan pengkilat. Sehingga nampak kayak kayu mahal gitu.
Nah, gedung yang baru ini terbuat seluruhnya dari bambu. Tapi supaya untuk memulai pembiasaan menyebut gedung, tidak lagi disebut dengan gedung Bambu gitu. Tapi dengan nama yang lebih dalem dan berarti. Nih gedungnya.
Untuk menambah suasana lebih akrab, diadakan makan Gudangan bareng ditemani nasi tumpeng. Semacam urap dengan sayur yang lengkap.
Peringatan Proklamasi RI ke-64
Pada tausyiahnya kali ini, ustadz Hamdan menjelaskan tentang hakekat kemerdekaan. Merdeka yang hakiki itu adalah "tahrirunnas min ‘ibaadil ‘ibad ila ‘ibaadullohi wahdah" merdeka berarti pembebasan manusia dari penghambaan kepada hamba kepada penghambaan kepada Alloh semata. Selama masih menghamba kepada selain Allah, berarti statusnya masih dalam kondisi terjajah. Beliau melanjutkan. Merdeka itu bisa dilihat dari 5 hal. Merdeka jiwanya. Artinya selama jiwanya bebas untuk meyakini kebenaran dan tidak dipaksa untuk meyakini yang batil, maka jiwanya merdeka. Yang kedua, merdeka pikirannya. Pikiran yang merdeka akan digunakan untuk memikirkan yang rasional, masuk akal. Jauh dari klenik, tahayul dan hal-hal yang menyebabkan hilangnya akal/gila. Ketiga, merdeka hartanya. Harta bisa dimiliki secara penuh, bebas digunakan dalam kebaikan. Tidak dirampas bahkan diserobot oleh pihak-pihak yang sengaja menjajah. keempat, merdeka keturunannya. Artinya, generasi yang tercipta adalah generasi yang mengerti benar tanggung jawab dalam mengemban amanah peradaban. Bukan generasi yang asik dengan foya dan keterlalaian. Terakhir, merdeka darahnya. Artinya, ia bisa hidup bebas, jauh dari ancaman pembunuhan yang akan menghilangkan nyawanya.
Nah, manakala salah satu saja komponen itu terbelenggu. Maka kita resmi dalam kondisi terjajah. Trus, gimana cara memerdekakannya? Saat jiwa kita meyakini hal-hal yang menyimpang aqidah, segera hapus dan luruskan dengan keyakinan yang benar. Saat pikiran kita dipenuhi dengan hal yang tidak rasional, cepat buang dan berpikirlah yang jernih dan ilmiah. Saat harta kita dirampas, pertahankan, lawan perampas harta milik kita. Saat generasi terlena, segera sadarkan. Jika perlu potong generasi manakala sudah akut. Saat nyawa kita terancam, pertahankan sekuat tenaga. Inilah upaya untuk pembersihan belenggu penjajah. Inilah usaha "Laa ilah". Setelah semua belenggu bersih, isilah semua itu dengan kebenaran dan kebaikan. Sumbernya adalah Alloh. Inilah usaha "illallaah". Kesimpulannya, Manakala Laa ilaha illallah kita benar, hakikatnya kita sudah MERDEKA sejati.
Sunday, August 16, 2009
Parade Puisi Kemerdekaan III Kelas 3 C
Thursday, August 6, 2009
Biopori
Untuk kenal lebih dekat, siswa-siswa SDIT Alam belajar membuat biopori buatan. Untuk membuat lubang dibutuhkan alat khusus. Seperti bor dengan gagang atas seperti huruf T.
Yang kayak huruf T tadi dipake untuk memegang dan memutar. Sedangkan ujung alat lancip mirip bor. Pinggirnya agak pipih untuk menggerus tanah yang dilobangi.
Lubang yang dibuat sedalam kurang lebih 100 cm atau 1 meter. Mm, cukup dalem kan. Untuk memastikan benar bahwa sampah organik yang akan dimasukkan cukup banyak. Sehingga tanah pada lubang bisa tersuburkan.
Begitu lubang sudah dalem benar, langkah berikutnya adalah memasukkan sampah organik. Sampah yang bisa membusuk. Tujuannya supaya sampah bisa membusuk menyatu dengan tanah. Sekaligus jika ada air masuk tidak kemudian mengikis tanah.
Bagi yang semangat sekalian bersih-bersih sampah, pasti juga semangat buat lubang yang banyak juga. Satu kegiatan bisa dua tujuan. Untuk membuat perlindungan tanah sekaligus bersih-bersih sampah.
Wednesday, August 5, 2009
Lebih Dekat dengan Mikroskop
Sunday, August 2, 2009
Selamat Jalan Ustadz, Ayah, Sobat dan Pimpinan kami . . . .
Senyum Anak Kecil
oleh : Ust. Siswo
Tapak-tapak kaki mungil
melangkah perlahan,
sambil membawa tas di pundak
memasuki gerbang kenangan
berharap asa kan ia terima
sejuta harap menyeruak pada dada
bahwa ia akan menjadi manusia
dan kita mengambil peran sebagai seorang dewa
memberi makna pada setiap kata
memberi arti pada setiap diri
kau ingat kawan,
saat kita menggurui mereka ?
bahwa ternyata
merekalah guru kita
dan kitalah murid mereka
kawan,
senyum mereka membawa makna
bahwa kita datang ke dunia
membawa pesan dariNya
rawat
ajari
bina
dampingi mereka-mereka
yang memiliki sejuta makna
kawan,
semangat ini kan terus terpatri
pada dinding hati
kawan,
kabari aku
jika suatu saat nanti senyum-senyum mereka
berubah
menjadi
penggenggam dunia !!!
Selamat Jalan Sobat dan Guru
oleh : Ust. Udin
Tapi
Baru saja kugenggam asa
Manakala lama kita kan bersama
Banyak cerita
warna
dunia
semesta . . . .
segera kan kita puja
Tapi
keputusan tlah terpatri
meski rasa peri ini tak terobati
Tersadar ternyata semua itu cukup jadi ilusi
Bukan berarti berpisah itu tiada
Kaget
mimpi
tak mungkin
jika terjadi itu harus mulai
sedangkan hati
belum sempat terinisiasi
Tapi
bukan berarti
tidak bersamanya kita
tidak bersama di jalan ini
setiap jengkal bumi ini
menanti
tetes keringat
tetes darah
penyubur tanah peradaban
guru dunia
Tapi
jauhnya kita
kan selalu rekat
saat ukhuwah
masih mengenergi
Slamat jalan Ustadz, Ayah, Sobat dan Pimpinan kami . . .
